1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

wall street terimbas washington, dc … 230110 23 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:13 am

2 kebijakan makro amrik yang punya dampak global : keputusan KEHATI-HATIAN pada perbankan amrik dan bank sentral amrik … jelas 2 hal besar ini sifatnya adalah BUATAN yang DISENGAJA, bukan sebuah KETIDAKSENGAJAAN pemburukan pasar … biasanya yang disengaja itu lebih terukur … ekspektasinya atas kejadian yang tidak diekspektasikan tapi terukur ini adalah pelemahan bursa akan berjalan terukur dan diekspektasikan terjadi pembalikan arah lage … well, liat aja dah
Indeks Dow Jones Jatuh Terdalam Sejak Maret 2008
Sabtu, 23 Januari 2010 – 12:37 wib

Widi Agustian – Okezone

Iustrasi
NEW YORK – Pasar saham di Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan terdalam semenjak 10 bulan terakhi pada Jumat (22/1/2010) waktu setempat. Hal ini dipicu oleh keputusan pemerintah AS yang membatasi pengambilan resiko oleh perbankan yang otomatis akan mempengaruhi keuntungannya.

Selain itu, penurunan indeks Wall Street ini juga adalah karena anjloknya saham Google akibat penurunan significan atas kinerja keuangannya. Ketidakpastian atas sikap Senat Ben Bernanke yang juga merupakan Gubernur The Fed juga turut menekan indeks karena mempengaruhi sikap investor dimana selama seminggu terakhir ini terjadi pertikaian politik.

Indeks Dow Jones jatuh sebanyak 216,9 poin atau 2,09 persen ke 10.172,98, Indeks Standard & Poor juga turun sebanyak 24,72 poin atau 2,21 persen ke 1.091,76. Begitu juga dengan indeks Nasdaq yang turun sebanyak 60,41 poin atau setara dengan 2,67 persen ke 2.205,29.

Sementara, pada pekan ini Indeks Dow Jones jatuh sebanyak 4,1 persen, begitu juga Indeks Standard & Poors turun 3,9 persen dan Indeks Nasdaq turun 3,6 persen. Pekan ini merupakan yang terburuk bagi Indeks Nasdaq dan Standard & Poors sejak Oktober lalu, sementara bagi indeks Dow Jones merupakan yang terburuk sejak Maret tahun 2008 lalu.

“Antara ketidakpastian Bernanke, proposal pembatasan perbankan oleh Obama serta pemeilihan di Masscachusetts membuat pasar seperti busa dalam air ditambah lagi dengan Partai Demokrat yang ikut menekan. Kita benar0benar menuju titik terendahnya,” kata chief investment officer dari Harris Private Bank, Jack Ablin di Chicago, seperti dikutp dari Reuters, Sabtu (23/1/2010).

Sejak Partai Demokrat kehilangan sebanyak 60 suara di senat dari Partai Republik di Massachusetts pada Selasa kemarin, membuat ketidakpastian politik yang akhirnya mengakhiri rally indeks yang terkadi sejak Maret tahun lalu.

Sementara itu, Obama mengatakan, dirinya berencana untuk memperketat aturan pinjaman dan perdagangan di bank agar tidak lagi membahayakan sistem finansial, seperti sebelumnya. Namun di sisi lain, hal itu akan memperkecil pendapatan perbankan. Ke depannya, perbankan tidak diperbolehkan lagi memiliki, mensponsori ataupun menginvestasinya dananya di hedge fund guna meraup laba. Padahal linis bisnis itu menjadi salah satu mesin peraup laba bagi sebagian besar. (wdi)
(rhs)
NEW YORK, Jan 22, 2010 (AFP)
US stocks tumbled for a second straight day on Friday as markets were roiled by US President Barack Obama’s bank revamp plans and doubts on Federal Reserve chief Ben Bernanke’s renomination.

The Dow Jones Industrial Average slumped 216.90 points (2.09 percent) to 10,172.98, posting its third straight session of triple digit losses and its biggest weekly drop since February 2009.

The Nasdaq composite tumbled 60.14 points (2.67 percent) to 2,205.29 and the Standard & Poor’s 500 index dropped 24.72 points (2.21 percent) to 1,091.76.

Investors sold ahead of the weekend as the financial sector vociferously opposed Obama’s plans unveiled Thursday to limit the size and scope of US banks and finance firms in a new offensive against Wall Street excesses.

The measures would effectively force financial firms to choose between lucrative proprietary activities — trading in stocks and sometimes risky financial instruments for their own benefit — and traditional activities, like making loans and collecting deposits.

Analysts said the stock selloff over the last two days underscored market concerns.

“The president might be on the right warpath to soothe the American public, yet the market is telling him to be careful about using regulatory weapons of mass destruction,” said Patrick O’Hare of Briefing.com.

“What we see in front of us is a market that doesn’t like the idea of excessive regulation since excessive regulation curtails earnings potential,” he said.

Also Friday, doubts grew over Bernanke’s renomination as key Democrats voiced opposition, prompting a renewed expression of support from the White House.

“If he is not reappointed I think the markets would have a fit. Already we have seen that in the markets…what has happened in the last couple of hours is related to the events around Bernanke,” said Nariman Behravesh, chief economist at IHS Global Insight.

Two members of Obama’s party announced they would vote against Bernanke, underscoring a shift in the political landscape after the loss of a seat in Massachusetts that ended the Senate supermajority for the party.

Obama believes the Senate will confirm Bernanke, a White House spokesman told reporters traveling with the president en route to Ohio.

Beijing’s moves to clamp down on lending to cool an overheating Chinese economy also dragged down the market amid concerns over possible easing of the the global economic recovery from recession.

“Frankly, we see China tightening as the biggest factor at work this week. Its actions are highlighting for market participants that the easy money that fueled the 2009 rebound is going to be less easy to get in 2010,” O’Hare said.

“Naturally, this has to take some wind out of risk trades.”

Banking stocks extended their losses. Bank of America fell 3.68 percent to 14.90 dollars, Morgan Stanley by 5.25 percent to 27.80 dollars, JP Morgan Chase by 3.40 percent to 39.16 dollars and Goldman Sachs by 4.20 percent to 154.12 dollars.

General Electric rose 0.56 percent to 16.11 dollars after notching a stronger-than-expected net profit of 3.0 billion dollars in the fourth quarter, down 19 percent from a year earlier.

Fast-food chain McDonald’s rose 0.30 percent to 63.39 dollars after its net profit jumped 23 percent in the fourth quarter to 1.216 billion dollars.

Internet giant Google fell 5.66 percent to 550.01 dollars despite a quarterly profit that surpassed expectations of most Wall Street analysts.

The bond market was mixed. The yield on the 10-year Treasury bond fell to 3.598 percent from 3.611 percent Thursday and that on the 30-year bond rose to 4.510 percent from 4.506 percent.

23/01/2010 – 06:00
Asing Keluar, IHSG Sepekan Terpukul Hebat
Susan Silaban

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Salah satu beauty dari kapitalisme adalah kebebasan dalam melakukan investasi. Ketika kebebasan ini dicoba untuk diambil maka, reaksi orang sering kali hanya satu, yakni keluar dari pasar modal. Begitu lah sikap investor asing.

Demikian riset analis Trimegah Sekuritas kepada INILAH.COM, Jumat (22/1).

Sepekan ini, isu yang masih menghiasi pergerakan indeks dengan pengetatan kredit yang dilakukan China. Indeks pun mulai jatuh pada perdagangan bursa Kamis (21/1) 1,08%, namun sempat pada sesi 1 menguat. Kejatuhan paling parah hari ini. Terhitung mulai sesi 1 jatuh 2,8% hingga sesi II sekitar 1,06%.

Rontoknya bursa Indonesia lantaran diseret memburuknya bursa regional. Apalagi ketika Presiden Obama untuk melarang bank memiliki hedge fund. Rencana Obama tersebut langsung membuat saham-saham perbankan merosot karena dikhawatirkan bisa menggerus laba bank. Lini hedge fund selama ini merupakan salah satu tambang laba perbankan.

Ditambah dengan maraknya pembobolan ATM yang menghebohkan pada Kamis (21/1) dimana sektor perbankan turun 1,9%. Dan kini sektopr perbankan pun merana sembari menunggu laporan kinerja keuangan kuartal IV 2010.

IHSG kemarin masih ditutup diatas suport kedua di 2620. Jika suport ini ditembus, retracement 50% dari trend naik yang terakhir dari IHSG ada di kisaran 2.550–2.560. Trend naik dari trend channel IHSG saat ini ada di level 2.525. Jika suport ini ditembus, baru terbuka potensi penurunan menuju kisaran 2.400-2.470.

Aturan standar jual beli saham pun masih dipakai. Beli ketika mau naik, jual ketika mau turun. Anda tinggal menghitung, kemana arah turunnya, dan jika reward harga buyback masih cukup jauh sehingga jika jual sekarang, keuntungan masih besar atau masih lebih tinggi dari risk-nya.
…. well, up2u, anda mo ikut saran analis profesional ini atawa punya cara tersendiri … kalo anda baca posting gw soal cara bodoh, silakan ikut saran di atas … bila ikut cara cerdas, yaitu biarkan tukh saham blue-chips yang diinves selama lebe dari 3 taon, maka saran di atas bole diabaikan … namun bwat trading, saran di atas adalah SARAN PALING MUDAH DIKERJAKAN OLEH ANAK SD … semua anak SD juga tau kalo tren naek, maka jual di harga berapa pun akan LABA 🙂

“Akan tetapi, dalam market stress seperti ini, saya khawatir anda tidak akan mendapatkan harga yang baik jika anda memaksakan diri untuk melakukan posisi jual,” prediksinya. [san/cms]

Iklan