1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

beli saat maseh gosip, jual sesudah tinggi dan pas faktanya: 240110 24 Januari 2010

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 10:49 pm

FOOL’S SCHOOL DAILY Q&A
Don’t Buy on the Rumor
JANGAN BELI KARENA GOSIP
Q: What is the rationale (if any) behind the phrase, “Buy the rumor, sell the news”? — H.Y., Los Angeles
Apa dasar di balik pepatah ” BELI SAAT ADA GOSIP, JUAL SAAT BERITANYA DISIARKAN” ….
A: “Buy the rumor, sell the news.” Ah, a tried-and-true phrase that makes its utterer sound oh-so-intelligent. Ultimately, we think that buy-and-hold investors aren’t going to be too concerned with what the rationale behind the phrase is (it plays a bigger role in a short-term trader’s stock moves), but let’s take a quick crack at explaining it.
… pepatah tersebut lebe diperuntukkan para Trader jangka pendek … buat investor cara cerdas, ga usa peduliin
Oftentimes a rumor will circulate around a stock or a company. The rumor might be that the company is going to be acquired by a competitor, or that an exciting new cure for the common hangover is about to be released. When a company is rumored to be acquired, those who are acting on the rumor can mentally fill in more or less any acquisition price that they like — until an announcement turns the rumor to fact. Should an actual acquisition ever be announced, the facts rarely end up being as attractive as the upper limits of the rumor. Because all the best possibilities have already been “priced into” the stock before the real news breaks, the actual announcement tends to reveal the limits to the good news, rather than just the positives that are at the center of any rumor.
… sering gosip suatu saham beredar … lalu gosip tersebut tentang perusahaan pesaing mengakuisisi saham perusahaan tersebut … atawa ada gosip berita bagus perusahaan itu … bila ada gosip soal akuisisi, maka faktor harga akuisisi menjadi faktor utama pertimbangan investor … pertimbangan investor itu baru akan lenyap saat fakta harga sebenarnya diberitakan … pada saat fakta akuisisi sudah diberitakan, maka biasanya harga saham sudah berada di bawah batas atas harga saat maseh berupa gosip … karena biasanya semua pertimbangan faktor yang berpengaruh terhadap harga saham sudah berdampak pada harga saham sebelum fakta harga akuisisi diberitakan …

Taking a real world example from the recent past, consider what happened last year to Pixar Animation, the company that has produced the hit films Toy Story and A Bug’s Life. Prior to the 1998 Thanksgiving release of A Bug’s Life, rumor was spreading around about the potential for the film. Upon this speculation, Pixar’s stock rose from a low of $20 a share at the beginning of 1998 to $53 right before the film opened. When A Bug’s Life did open, it broke all the box-office records for an animated film opening on Thanksgiving weekend. And yet the stock quickly lost about 40 percent of its value over the next month and is still substantially below its November 1998 price.
… contoh pada kasus film A Bug’s Life yang diproduksi oleh Pixar Animation … sebelum film beredar, maka gosip dan analisis kedahsyatan film tersebut sudah beredar luas, sehingga harga saham Pixar melejit dari $20 ke $53 yaitu harga saham sehari sebelum film dimainkan … benar saja film itu meraih Box Office, tapi harga saham Pixar ambruk 40%, bahkan jauh di bawah harga terendahnya pada sesaat sebelum bullish trend terjadi …

This was a classic “buy on the rumor, sell on the news” scenario. Although A Bug’s Life was a very successful film, ultimately grossing more than $350 million worldwide, it was not nearly as big as the rumors would have had it being. To sustain the price that the rumors and speculation had created, A Bug’s Life would have to have been as big as Disney’s The Lion King, the most successful animated release of all time.

While A Bug’s Life was as big a success as an investor could rationally have hoped for, it wasn’t as big as the rumors — because few things ever live up to those types of hopes. When a rumor becomes “news” and there are real numbers and real facts attached to it, a lot of short-term investors will find that a good time to sell, and over the short term that will affect the price of a stock.
… salah satu KETIDAKPASTIAN saat kondisi bullish / tren naek terjadi adalah KEPASTIAN trader jangka pendek segera merealisasikan LABA jangka pendeknya … jadi, mengikuti pepatah di atas, saat maseh gosip, harga saham maseh murah untuk dibeli, lalu saat fakta diberitakan harga saham pun cepat merosot, maka segera lah jual sahamnya …
Awan Hitam Bayangi Indeks Saham Lokal
Minggu, 24 Januari 2010 | 16:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Proposal Presiden Barrack Hussein Obama yang membatasi perdagangan berisiko terhadap bank-bank besar di Amerika Serikat, kembali merontokkan saham di bursa New York. Rontoknya saham-saham di Amerika dikhawatirkan merembet ke bursa regional, termasuk indeks dalam negeri.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, indeks Dow Jones kembali terpangkas 216,9 poin atau 2,09 persen ke level 10.172,98. Secara akumulasit, selama sepekan indeks Dow Jones sudah anjlok 436,67 poin atau 4,12 persen.

Analis dari PT Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah, mengemukakan rontoknya saham Wall Street dalam tiga hari beruntun pasti akan membebani pergerakan bursa regional di awal pekan, termasuk bursa domestik. “Terpangkasnya harga minyak ke US$ 74,54 per barel, serta nilai tukar rupiah yang melemah menjadi ganjalan bagi bursa di awal pekan,” tuturnya.

Indeks harga saham domestik pada Senin (25/1) akan bergerak di kisaran antara 2.580 hingga 2.650. Namun, menurut Alfiansyah, walaupun bursa akan mengalami tekanan di sesi awal, tapi sebagian investor juga melakukan antisipasi beli saat harga saham sudah turun cukup dalam. Sehingga bisa saja terjadi potensi rebound minor. ”Karena secara fundamental, dan prospek ekonomi kita ditahun ini masih cukup bagus, “ katanya.

Sebelumnya, ekonomi Cina yang melaju kencang 8,7 persen pada 2009 memunculkan kekhawatiran bahwa pemerintah Cina akan mengetatkan likuiditas pasar guna mengeram inflasi juga memicu kejatuhan bursa global. Saham-saham pertambangan, terutama sektor energi, akan mengalami pukulan seiring jatuhnya harga minyak.

Sepanjang pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia turun 36,75 poin atau 1,39 ke level 2.610,34 dibandingkan posisi pada pekan sebelumnya di level 2.647,09.

VIVA B. KUSNANDAR

 

vix ITUUUUUUUUU … 240110

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 1:34 pm

Chart for VOLATILITY S&P 500 (^VIX)
VIX – CBOE Volatility Index
What Does VIX – CBOE Volatility Index Mean?
The ticker symbol for the Chicago Board Options Exchange (CBOE) Volatility Index, which shows the market’s expectation of 30-day volatility. It is constructed using the implied volatilities of a wide range of S&P 500 index options. This volatility is meant to be forward looking and is calculated from both calls and puts. The VIX is a widely used measure of market risk and is often referred to as the “investor fear gauge”.

There are three variations of volatility indexes: the VIX tracks the S&P 500, the VXN tracks the Nasdaq 100 and the VXD tracks the Dow Jones Industrial Average.

Investopedia explains VIX – CBOE Volatility Index
The first VIX, introduced by the CBOE in 1993, was a weighted measure of the implied volatility of eight S&P 100 at-the-money put and call options. Ten years later, it expanded to use options based on a broader index, the S&P 500, which allows for a more accurate view of investors’ expectations on future market volatility. VIX values greater than 30 are generally associated with a large amount of volatility as a result of investor fear or uncertainty, while values below 20 generally correspond to less stressful, even complacent, times in the markets.
… well, vix itu adalah indeks yang memberikan indikasi ekspektasi pasar akan volatilitas 30 hari … volatilitas adalah suatu usaha memprediksikan indeks harga … vix juga berarti perhitungan akan risiko pasar dan sering dianggap sebagai UKURAN KECEMASAN INVESTOR … jika vix di atas 30, maka ada risiko besar kecemasan investor terhadap ketidakpastian pasar … jika di bawah 20 dianggap terindikasi ketenangan pasar dan investor … well, coba bandingkan periode Februari 2009 saat krisfinalo maseh rada mencekam, VIX maseh di atas 30, yaitu sekira 45 … sejak Desember 2009, tampaknya pasar semakin pede dan bole dibilang pulih dari kecemasan di bawah 20 … namun sejak China dan amrik MENCABUT KEBIJAKAN STIMULUS lewat serangkaian kebijakan perbankan yang ketat, investor dan pasar global langsung bereaksi negatif dan VIX pun LONCAT TINGGI melampaui batas psikologis 30 lage …
Minggu, 24 Januari 2010 | 21:09

PROPOSAL OBAMA

Obama Akan Batasi Aktivitas Investasi Perbankan AS

WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan mengajukan proposal aturan untuk membatasi kegiatan usaha perbankan di negara itu. Terutama, Obama ingin membatasi kegiatan investasi bank berupa pembelian aset atau saham untuk meraup keuntungan.

“Kegiatan itu tidak ada hubungannya dengan kepentingan nasabah,” ungkap Obama, dalam wawancara dengan ABC, seperti dikutip Bloomberg kemarin (22/1).

Transaksi yang biasa disebut proprietary trading ini menjadi penyebab praktik spekulasi di pasar properti AS yang menjadi penyebab krisis di tahun 2008. Makanya, lanjut Obama, pembatasan ukuran dan kegiatan lembaga keuangan penting untuk mengurangi risiko yang berlebihan.

Usulan ini akan menjadi bagian perombakan regulasi keuangan yang akan mengatur pelakunya berperilaku wajar. “Sistem regulasi keuangan AS saat ini tidak cukup mampu mengawasi risiko-risiko ekstra dan perilaku pemain yang tidak bertanggung jawab,” terang Obama.

Tutup bisnis private equity

Usulan itu bakal memaksa perbankan raksasa AS, seperti JP Morgan, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley menjual unit bisnis private equity mereka. Tak bisa dipungkiri, bank-bank besar seperti Goldman bakal kehilangan banyak pemasukan.

Maklum, dari bisnis-bisnis tadi, pada tahun lalu, Goldman menjadi bank paling menguntungkan dalam sejarah Wall Street. Lebih dari 90% pendapatan sebelum pajak Goldman Sachs berasal dari unit private equity tersebut.

Direktur Utama Goldman Sachs Lloyd Blankfein, menyatakan, perusahaannya harus menghasilkan keuntungan sendiri agar bisa menutup kerugian yang terjadi akibat krisis di 2008.

Rencana pemerintah Negeri Uwak Sam ini, sebenarnya, tak berbeda jauh dengan yang dilakukan Pemerintah Inggris. Sebulan lalu, otoritas jasa keuangan di Inggris mengumumkan rencana membatasi proprietary trading di perbankan. Akibat aturan itu, industri perbankan negara ini harus menyisihkan cadangan modal hingga � 29 miliar atau US$ 47 miliar untuk menutupi potensi kerugian dari bisnis tersebut.

Aturan ini bukan tidak mendapat kritik. Bruce Ettelson, konsultan hukum di Kirkland & Ellis LLP, bilang, ini akan berdampak pada perubahan aturan di Wall Street dan banyak perjanjian bisnis yang sebelumnya telah disepakati. “Aturan ini juga makin menciutkan sumber pendanaan bagi equity private dan hedge fund,” cetusnya.

Sopia Siregar Bloomberg, Reuters
Minggu, 24/01/2010 17:06 WIB
IHSG Berpeluang Jatuh ke Level 2.550
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal melanjutkan koreksi pada perdagangan pekan depan. Analis melihat IHSG berpeluang jatuh hingga level 2.550.

“Indeks akan berpeluang ke 2.550. Ini rupanya masih melanjutkan dari perdagangan kemarin, akibat indeks Dow Jones yang babak belur. Penurunan lebih dari 2%. Indeks regional juga turun. IHSG juga demikian,” terang Analis Pasar Valbury Asia Futures Nico Omer Jonckheere ketika dihubungi detikFinance, Minggu (24/1/2010).

Pada perdagangan Jumat (22/1/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level Rp 2.636,962 dan langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.580,168, turun 58,214 poin (2,2%). Namun seiring dengan adanya sedikit perlawanan dari kubu pembeli, IHSG berhasil ditutup di atas level 2.600, turun 28,042 poin (1,07%) ke level 2.610,340.

Anjloknya IHSG disebabkan oleh pengaruh pengetatan kredit di China serta rencana Presiden Obama untuk melarang bank memiliki hedge fund.

Rencana Obama tersebut langsung membuat saham-saham perbankan merosot karena dikhawatirkan bisa menggerus laba bank. Lini hedge fund selama ini merupakan salah satu tambang laba perbankan. Dengan kebijakan ini, indeks regional berjatuhan. Indeks Hang Seng merosot 136,49 poin (0,65%) ke level 20.726,18. Indeks Komposit Shanghai juga turun 30,27 poin (0,96%) ke level 3.128,59. Indeks Nikkei-225 melemah 277,86 poin (2,56%) ke level 10.590,55.

Bursa Eropa juga dibuka langsung melemah dengan indeks DAX 30 melemah 0,19%, CAC 40 Paris turun 0,56%, indeks FTSE 100 turun 0,13%.

Menipisnya level penurunan IHSG saat penutupan perdagangan juga dipengaruhi penutupan bursa-bursa regional Asia yang berhasil melakukan penipisan koreksi. Namun bursa Wallstreet yang menjadi ditutup paling akhir, masih melanjutkan koreksi tajam. Indeks Dow Jones ditutup turun 216,90 poin (2,09%) ke level 10.172,98.

Koreksi tajam indeks Dow Jones selama dua hari berturut-turut diperkirakan bakal berlanjut pada perdagangan pekan depan. Dow Jones berpeluang jatuh ke bawah level 10.000.

Menurut Nico, IHSG juga berpeluang melanjutkan koreksi lantaran tidak ada sentimen positif yang mampu melawan sentimen negatif bursa-bursa regional. Penurunan IHSG dinilai Nico juga disebabkan oleh kecenderungan melakukan pembelian pada harga terendah (buy on weakness) dari para investor, khususnya pada saham-saham berbasis komoditas.

“Investor lakukan profit taking kemudian buy on weakness,” katanya.

Kendati demikian, Nico melihat koreksi harga-harga saham pada perdagangan 2 hari terakhir pekan kemarin sudah cukup dalam, sehingga ia melihat potensi terjadinya rebound.

“Koreksi cukup besar, jika sudah menyentuh level oversold maka rebound akan terjadi seiring dengan aksi pembelian saham-saham blue chips,” jelas Nico.

(dro/dro)

 

iming-imink doang (31) … 240110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:14 pm

24/01/2010 – 12:45
EKSKLUSIF
Analis : Manfaatkan Koreksi untuk Buy On Weakness
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia tidak terpengaruh signifikan akan niatan Cina untuk memperketat kebijakan moneter dan langkah antisipasi kebijakan ekonomi AS oleh Obama.

Hal itu disampaikan pengamat pasar modal David Cornelis lewat surat elektronik yang diterima INILAH.COM, Minggu (24/1).

“Bursa saham Indonesia hanya mengalami profit taking biasa, koreksi yang diharapkan terjadi hanya untuk menetralkan posisi market dan memuluskan akselerasi tren yang sudah dibentuk dari kuartal 4 2009,” tutur David.

David menjelaskan, bila memang secara momentum terdapat sinyal pelemahan akselarasi kenaikan sehingga wajar ada profit taking tapi tak ada yang perlu dikuatirkan karena koreksi juga perlu.

“Yang diharapkan pasar perlu adanya koreksi atas kenaikan yang terlalu cepat dan kencang dari awal Januari, dikarenakan dana asing tersebut sudah kebanyakan dalam waktu bersamaan sehingga tercermin dari kenaikan indeks saham di atas valuasi normal,” kata David.

Hal tersebut memicu momentum penjualan yang masih akan berlanjut karena jenuh membeli dan kemungkinan secara teknikal masih ada koreksi. David menganjurkan, ada baiknya para investor memanfaatkan koreksi untuk melakukan buy on weakness dan strategi swing trading.

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 2.610 atau melemah 28 poin pada Jumat (22/1). [mre/hid]

 

peramal jitu MENEBAK lage … 240110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:12 am

Jumat, 22 Januari 2010 | 10:28

BURSA GLOBAL

Rally Bursa Segera Berakhir

Profesor Nouriel Roubini kembali membuat ramalan. Ekonom dari Universitas New York, Amerika Serikat (AS) ini meramal, rally saham di bursa global akan berakhir di semester kedua 2010. Dia menduga, berakhirnya pesta itu terjadi seiring melambatnya pemulihan di negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Menurut Roubini, gelembung harga saham di pasar negara berkembang akan sulit dikendalikan lantaran kebijakan moneter di AS dan seluruh dunia sedang longgar. “Hal ini akan menyebabkan koreksi signifikan terhadap harga saham yang bisa merusak pertumbuhan ekonomi skala global,” katanya, kemarin.
Dia bilang, ekonomi dunia memang bertahap telah pulih. Tapi, sejak Maret 2009, harga saham telah mencapai batas atas.
Menurutnya, di paruh kedua 2010, pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa dan Jepang akan melambat. “Ini bisa jadi awal dari koreksi pasar karena berita makroekonomi akan memberi kejutan dari sisi negatifnya,” katanya.

Dikky Setiawan Bloomberg
Roubini Says Stock Rally May End Amid Muted Recovery (Update1)

By Le-Min Lim and Shamim Adam

Jan. 21 (Bloomberg) — A global rally in stocks may end in the second half of the year amid a muted recovery in the world’s largest economies and as deflationary pressures limit gains in corporate earnings, Nouriel Roubini said.

Failure to restrain asset-price bubbles in emerging markets, fueled by loose monetary policies in the U.S. and around the world, may also cause an “unraveling and a significant correction of asset prices which will be damaging to global and regional economic growth,” Roubini, the Harvard- schooled New York University professor who in 2006 foresaw the financial crisis, said in Hong Kong today.

The MSCI World Index has surged 73 percent from last year’s low in March, adding more than $27 trillion to the equity rally as the global economy rebounds from the worst postwar recession. The World Bank, while raising its forecast for global growth in 2010 yesterday, warned that the recovery may lose momentum as stimulus programs wind down and “high” unemployment persists.

“The real economy is gradually recovering but since March, asset prices have gone through the roof,” Roubini said. “If I’m correct, by the second half of the year, there’s going to be a slowdown of growth in U.S., Europe and Japan. That could be the beginning of a market correction because the macroeconomic news is going to surprise on the downside.”

Any decline in commodities may be limited because of demand for raw materials from emerging markets, he said.

Sovereign Risks

Europe and Japan have less room to implement counter- cyclical policies compared to the U.S., making it less likely for those markets to lead the world in the global economic recovery, Roubini said. Sovereign risks in Europe are rising because of persistent budget deficits, and the appreciation of the yen and euro against the U.S. dollar are “making things worse,” he said.

“Even the earnings news is going to surprise on the downside,” Roubini said. Weak economic recovery and deflationary pressures will limit revenue growth as the ability of firms to cut costs runs its course, while losses at U.S. and European financial institutions are going to be larger than those that have been priced by the market amid low growth, a high unemployment rate and still falling home prices, he said.

In the U.S., where the Federal Reserve has pledged to keep interest rates near zero for an “extended period,” the risk of a policy mistake is significant especially in an election year, Roubini said.

Risk of Mistake

“The path of exit is very narrow and the risk of a mistake is significant,” he said, referring to both fiscal and monetary policies.

Economic expansion will be more “robust” in Asia and emerging markets, and parts of the Chinese and Indian economies are showing signs of overheating, Roubini said.

“In emerging markets economies like China and India, inflation is already returning to positive levels because there’s high economic growth and policy boosts,” he said.

China last week unexpectedly raised the proportion of deposits that banks must set aside as reserves as a credit boom threatens to stoke inflation and create asset bubbles. Economies including South Korea and Hong Kong are facing rising asset prices, consumer credit and corporate loans, spurred by record- low interest rates and government stimulus.

The short-term pain to the market caused by the tightening of China’s “super loose” monetary policy is necessary for sustainable growth, Roubini said, adding that consumption rates there are still very low.

Hong Kong should have a managed float for its currency instead of pegging it to the U.S. dollar, as the Fed’s interest- rate policy may not be appropriate for the city, which tracks the U.S. central bank’s rate decisions, Roubini said. There are also pitfalls to pegging the Hong Kong dollar to the yuan, as the loose policies of the U.S. and China aren’t relevant to the city, he said.

 

politik itu kotorrrrrrr … 240110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:49 am

Senin, 25/01/2010 01:30 WIB
Petisi 28: Luncurkan Album, SBY Sok Tenang
Didit Tri Kertapati – detikNews

Jakarta – Presiden SBY meluncurkan album ketiganya yang bertajuk ‘Ku Yakin Sampai di Sana’. Album yang berisikan sembilan lagu ini diyakini sebagai bentuk kepanikan SBY menghadapi situasi yang ada.

“SBY ini panikan. Biasanya ketika gawat, menutupi kepanikan dengan meluncurkan album. Seolah-olah dia tenang, padahal orang yang paling panik adalah orang yang paling sok tenang,” ujar aktivis Petisi 28 yang juga juru Bicara Gerakan Indonesia Bersih Adhie Masardi, pada detikcom, Minggu (24/1/2010).

Menurut Adhie, kepanikan presiden sangat terlihat ketika ia mendorong pasukan pengaman presiden (paspampres) untuk menghadapi para demonstran yang akan beraksi pada 28 Januari mendatang. “Kita lihat bagaimana presiden kemudian mendorong Paspampres untuk berhadapan dengan kelompok sipil yang mau melaksanankan aksi,” jelasnya.

Adhie menambahkan, imbauan SBY ini kemudian ditanggapi oleh Komandan Paspampres dengan menyatakan kesiapannya. Adhie pun menyesalkan sikap komandan paspampres tersebut dan berancana untuk melaporkan hal tersebut ke Dewan Kehormatan Militer.

“Petisi 28 akan segera melaporkan sikap Komandan Paspampres ke Dewan Kehormatan Militer. Karena ini menyimpang dari garis kebijakan TNI sebagai institusi pertahanaan nasioanal yang tidak boleh masuk ke politik,” tegasnya.

Adhie pun mengaku akan mengerahkan massa untuk mengepung Istana Negara, pada tanggal 28 Januari mendatang, sebagai bentuk kekecawaan atas gagalnya pemerintahan SBY. “20 Ribu masa dari Gerakan Indonesia bersi akan bergabung dengan masa Petisi 28 dan elemen mahasiswa akan melakukan aksi memperingati 100 hari kegagalan pemerintahan Yudhoyono,” pungkasnya.

(ddt/rdf)

Minggu, 24/01/2010 10:44 WIB
Rapat Intens, SBY Tidak Bahas Demo 28 Januari
Anwar Khumaini – detikNews

Jakarta – Meski hari libur, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan rapat-rapat membahas berbagai hal. Tapi rencana demo ribuan massa yang menuntut Presiden SBY turun pada 28 Januari mendatang tidak menjadi topik bahasan.

“Tidak bahas itu,” kata Juru Bicara Kepresidenan Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha kepada detikcom, Minggu (24/1/210), saat ditanya apakah rapat tersebut membahas rencana aksi massa pada 28 Januari nanti.

Rapat yang diikuti oleh sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II tersebut berlangsung secara tertutup di Istana Negara, bukan di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Rapat tersebut rencananya akan berlangsung sampai malam. Oleh karenanya, acara peluncuran album baru SBY yang rencananya akan berlangsung pukul 14.00 WIB siang nanti belum pasti akan dihadiri SBY.

“Rapatnya sampai malam,” tandas Julian.

Ribuan massa dari berbagai elemen direncanakan akan demo pada 100 hari pemerintahan SBY tepatnya pada 28 Januari nanti. Mereka menuntut agar SBY mundur dari jabatannya.

Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto mengatakan belum mendapatkan laporan akan adanya kerusuhan pada demo 28 Januari besok.

“Aman,” kata Sutanto saat di Istana Wakil Presiden, Jumat 22 Januari lalu.
(anw/iy)

 

OMDO juga pelanggaran aturan bursa …lho : 240110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:30 am

Amendemen UU Pasar Modal
Aset Pelanggar Pasar Modal Bisa Disita
Otoritas pasar modal berniat mencantumkan penarikan aset ‘penjahat’ pasar modal pada UU.
JUM’AT, 22 JANUARI 2010, 18:10 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nerisa

BERITA TERKAIT
Bapepam Masih Periksa 67 Kasus Pasar Modal
Bapepam: Pengawas Pasar Modal Masih Minim
DPR Bertemu Bapepam dan BI
Web Tools

VIVAnews – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengupayakan undang-undang pasar modal dapat diimplementasikan pada proses peradilan.

Otoritas pasar modal berniat mencantumkan penarikan aset ‘penjahat’ pasar modal pada UU tersebut.

“Kami sedang mengamendemen UU pasar modal,” kata Ketua Bapepam-LK Fuad Rachmany di kantornya, Jakarta, Jumat 22 Januari 2010.

Fuad menjelaskan, salah satu pasal yang diamendemen adalah mengenai sanksi bagi pelanggar pasar modal. Otoritas mengusulkan aset ‘penjahat’ pasar modal bisa ditarik sebagai kompensasi kejahatannya. “Selama ini, kan hanya denda,” ujarnya.

Dia mencontohkan, bos PT Bank Century Tbk (kini Bank Mutiara), Robert Tantular hanya terkena sanksi atas penggelapan dana nasabah yang dilakukannya.

Pemerintah tidak menarik asetnya. Selain itu, keputusan pengadilan diambil berdasarkan undang-undang pidana.

“Kami akan mendalami, bisa tidaknya pengadilan menggunakan UU pasar modal,” ujar dia.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews