1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

vix ITUUUUUUUUU … 240110 24 Januari 2010

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 1:34 pm

Chart for VOLATILITY S&P 500 (^VIX)
VIX – CBOE Volatility Index
What Does VIX – CBOE Volatility Index Mean?
The ticker symbol for the Chicago Board Options Exchange (CBOE) Volatility Index, which shows the market’s expectation of 30-day volatility. It is constructed using the implied volatilities of a wide range of S&P 500 index options. This volatility is meant to be forward looking and is calculated from both calls and puts. The VIX is a widely used measure of market risk and is often referred to as the “investor fear gauge”.

There are three variations of volatility indexes: the VIX tracks the S&P 500, the VXN tracks the Nasdaq 100 and the VXD tracks the Dow Jones Industrial Average.

Investopedia explains VIX – CBOE Volatility Index
The first VIX, introduced by the CBOE in 1993, was a weighted measure of the implied volatility of eight S&P 100 at-the-money put and call options. Ten years later, it expanded to use options based on a broader index, the S&P 500, which allows for a more accurate view of investors’ expectations on future market volatility. VIX values greater than 30 are generally associated with a large amount of volatility as a result of investor fear or uncertainty, while values below 20 generally correspond to less stressful, even complacent, times in the markets.
… well, vix itu adalah indeks yang memberikan indikasi ekspektasi pasar akan volatilitas 30 hari … volatilitas adalah suatu usaha memprediksikan indeks harga … vix juga berarti perhitungan akan risiko pasar dan sering dianggap sebagai UKURAN KECEMASAN INVESTOR … jika vix di atas 30, maka ada risiko besar kecemasan investor terhadap ketidakpastian pasar … jika di bawah 20 dianggap terindikasi ketenangan pasar dan investor … well, coba bandingkan periode Februari 2009 saat krisfinalo maseh rada mencekam, VIX maseh di atas 30, yaitu sekira 45 … sejak Desember 2009, tampaknya pasar semakin pede dan bole dibilang pulih dari kecemasan di bawah 20 … namun sejak China dan amrik MENCABUT KEBIJAKAN STIMULUS lewat serangkaian kebijakan perbankan yang ketat, investor dan pasar global langsung bereaksi negatif dan VIX pun LONCAT TINGGI melampaui batas psikologis 30 lage …
Minggu, 24 Januari 2010 | 21:09

PROPOSAL OBAMA

Obama Akan Batasi Aktivitas Investasi Perbankan AS

WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan mengajukan proposal aturan untuk membatasi kegiatan usaha perbankan di negara itu. Terutama, Obama ingin membatasi kegiatan investasi bank berupa pembelian aset atau saham untuk meraup keuntungan.

“Kegiatan itu tidak ada hubungannya dengan kepentingan nasabah,” ungkap Obama, dalam wawancara dengan ABC, seperti dikutip Bloomberg kemarin (22/1).

Transaksi yang biasa disebut proprietary trading ini menjadi penyebab praktik spekulasi di pasar properti AS yang menjadi penyebab krisis di tahun 2008. Makanya, lanjut Obama, pembatasan ukuran dan kegiatan lembaga keuangan penting untuk mengurangi risiko yang berlebihan.

Usulan ini akan menjadi bagian perombakan regulasi keuangan yang akan mengatur pelakunya berperilaku wajar. “Sistem regulasi keuangan AS saat ini tidak cukup mampu mengawasi risiko-risiko ekstra dan perilaku pemain yang tidak bertanggung jawab,” terang Obama.

Tutup bisnis private equity

Usulan itu bakal memaksa perbankan raksasa AS, seperti JP Morgan, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley menjual unit bisnis private equity mereka. Tak bisa dipungkiri, bank-bank besar seperti Goldman bakal kehilangan banyak pemasukan.

Maklum, dari bisnis-bisnis tadi, pada tahun lalu, Goldman menjadi bank paling menguntungkan dalam sejarah Wall Street. Lebih dari 90% pendapatan sebelum pajak Goldman Sachs berasal dari unit private equity tersebut.

Direktur Utama Goldman Sachs Lloyd Blankfein, menyatakan, perusahaannya harus menghasilkan keuntungan sendiri agar bisa menutup kerugian yang terjadi akibat krisis di 2008.

Rencana pemerintah Negeri Uwak Sam ini, sebenarnya, tak berbeda jauh dengan yang dilakukan Pemerintah Inggris. Sebulan lalu, otoritas jasa keuangan di Inggris mengumumkan rencana membatasi proprietary trading di perbankan. Akibat aturan itu, industri perbankan negara ini harus menyisihkan cadangan modal hingga � 29 miliar atau US$ 47 miliar untuk menutupi potensi kerugian dari bisnis tersebut.

Aturan ini bukan tidak mendapat kritik. Bruce Ettelson, konsultan hukum di Kirkland & Ellis LLP, bilang, ini akan berdampak pada perubahan aturan di Wall Street dan banyak perjanjian bisnis yang sebelumnya telah disepakati. “Aturan ini juga makin menciutkan sumber pendanaan bagi equity private dan hedge fund,” cetusnya.

Sopia Siregar Bloomberg, Reuters
Minggu, 24/01/2010 17:06 WIB
IHSG Berpeluang Jatuh ke Level 2.550
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal melanjutkan koreksi pada perdagangan pekan depan. Analis melihat IHSG berpeluang jatuh hingga level 2.550.

“Indeks akan berpeluang ke 2.550. Ini rupanya masih melanjutkan dari perdagangan kemarin, akibat indeks Dow Jones yang babak belur. Penurunan lebih dari 2%. Indeks regional juga turun. IHSG juga demikian,” terang Analis Pasar Valbury Asia Futures Nico Omer Jonckheere ketika dihubungi detikFinance, Minggu (24/1/2010).

Pada perdagangan Jumat (22/1/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level Rp 2.636,962 dan langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.580,168, turun 58,214 poin (2,2%). Namun seiring dengan adanya sedikit perlawanan dari kubu pembeli, IHSG berhasil ditutup di atas level 2.600, turun 28,042 poin (1,07%) ke level 2.610,340.

Anjloknya IHSG disebabkan oleh pengaruh pengetatan kredit di China serta rencana Presiden Obama untuk melarang bank memiliki hedge fund.

Rencana Obama tersebut langsung membuat saham-saham perbankan merosot karena dikhawatirkan bisa menggerus laba bank. Lini hedge fund selama ini merupakan salah satu tambang laba perbankan. Dengan kebijakan ini, indeks regional berjatuhan. Indeks Hang Seng merosot 136,49 poin (0,65%) ke level 20.726,18. Indeks Komposit Shanghai juga turun 30,27 poin (0,96%) ke level 3.128,59. Indeks Nikkei-225 melemah 277,86 poin (2,56%) ke level 10.590,55.

Bursa Eropa juga dibuka langsung melemah dengan indeks DAX 30 melemah 0,19%, CAC 40 Paris turun 0,56%, indeks FTSE 100 turun 0,13%.

Menipisnya level penurunan IHSG saat penutupan perdagangan juga dipengaruhi penutupan bursa-bursa regional Asia yang berhasil melakukan penipisan koreksi. Namun bursa Wallstreet yang menjadi ditutup paling akhir, masih melanjutkan koreksi tajam. Indeks Dow Jones ditutup turun 216,90 poin (2,09%) ke level 10.172,98.

Koreksi tajam indeks Dow Jones selama dua hari berturut-turut diperkirakan bakal berlanjut pada perdagangan pekan depan. Dow Jones berpeluang jatuh ke bawah level 10.000.

Menurut Nico, IHSG juga berpeluang melanjutkan koreksi lantaran tidak ada sentimen positif yang mampu melawan sentimen negatif bursa-bursa regional. Penurunan IHSG dinilai Nico juga disebabkan oleh kecenderungan melakukan pembelian pada harga terendah (buy on weakness) dari para investor, khususnya pada saham-saham berbasis komoditas.

“Investor lakukan profit taking kemudian buy on weakness,” katanya.

Kendati demikian, Nico melihat koreksi harga-harga saham pada perdagangan 2 hari terakhir pekan kemarin sudah cukup dalam, sehingga ia melihat potensi terjadinya rebound.

“Koreksi cukup besar, jika sudah menyentuh level oversold maka rebound akan terjadi seiring dengan aksi pembelian saham-saham blue chips,” jelas Nico.

(dro/dro)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s