1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pph atas maen saham beneran … 250110 25 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:37 am

Bagaimana pajak penghasilan dari trading saham. Sejauh ini yang saya ketahui adalah pajak penghasilan sebesar 0,1% dari penjualan saham (lewat broker).

Diluar ini, apakah saya masih harus menghitung pajak atas gain yang saya dapatkan? Apakah perhitungannya kurang lebih sama dengan pajak penghasilan sebagai pegawai swasta?

Jawaban :

Sesuai dengan Pasal 4 ayat (2) butir c Undang-Undang No. 36/2008 tentang Pajak Penghasilan, disebutkan bahwa penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura dapat dikenai pajak bersifat final.

Pasal 1 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1994 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1997 lebih lanjut menjelaskan bahwa atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dari transaksi penjualan saham di bursa efek dipungut
Pajak Penghasilan yang bersifat final. Tarif Pajak Penghasilan (PPh) sebagaimana dimaksud diatas adalah 0,1% (satu per seribu) dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan.

Dalam pertanyaan saudara diketahui bahwa saudara melakukan penjualan saham (lewat broker) yang telah dipungut PPh sebesar 0.1% dari nilai penjualan saham. Dengan asumsi transaksi penjualan saham saudara adalah sesuai dengan Peraturan Pemerintah sebagaimana disebut diatas, maka terhadap laba atas penghasilan penjualan saham yang telah dipungut PPh Final, tidak perlu diperhitungkan kembali PPh-nya pada saat pelaporan SPT PPh Tahunan saudara.

Namun, saudara diwajibkan untuk tetap melaporkan total nilai penjualan saham di bursa efek dan PPh terhutang yang telah dipungut dalam suatu tahun pajak pada Lampiran 1770S – II bagian A huruf 3 atau Lampiran 1770 – III bagian A huruf 3.

Edy-Supervisor Tax Compliance, PB Taxand

Sumber: detikcom

 

fundamental oke, sentimen negatif ituuuuuuu…. 250110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:18 am

EKONOMI
25/01/2010 – 16:08
Ya..IHSG Berakhir Turun 12 Poin
Susan Silaban

(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Keluarnya investor asing memicu keluarnya dana segar dari lantai bursa terbukti nilai transaksi sore ini hanya Rp2 triliun. IHSG pun berakhir melantai 12,48 poin (0,48%) ke level 2.597,86.

Turunnya nilai transaksi ini sudah berlangsung sejak dua pekan lalu. Memang, strategi China menaikkan suku bunga membuat investor kembali berinvestasi ke China. Volume perdagangan pun turun 4,03 miliar lembar saham yang ditopang oleh 96 saham menguat, 87 saham melemah dan 70 saham masih stagnan.
Penurunan pun nampak dari indeks saham JII turun 3,85 poin ke level 425,41, begitu juga dengan indeks saham LQ45 pun turun 3,65 poin ke level 508,3. Hal yang sama pun terlihat dari sektor tambang turun 17,64 poin ke level 2.276,75, namun sektor konsumer naik 0,56 poin ke 702,97, begitu juga dengan infrastruktur.

Adapun saham-saham sore ini yang turun signifikan adalah ITMG turun Rp1.450 ke Rp30.250, FAST turun Rp1.250 ke Rp5.050, UNTR turun Rp650 ke Rp6.650, ASII turun Rp400 ke Rp33.400, PTBA turun Rp350 ke Rp16.850, BDMN turun Rp325 ke Rp4.925, DVLA turun Rp300 ke Rp1.200, BTPN turun Rp300 ke Rp5.150, HMSP turun Rp250 ke Rp13.750, AALI turun Rp250 ke Rp24.250, MBAI turun Rp225 ke Rp3.700, NISP turun Rp150 ke 900, SMGR turun Rp150 ke Rp7.950.

Sedangkan saham-saham yang naik hari ini adalah ADMF naik Rp500 ke Rp8.000, LPPF naik Rp330 ke Rp1.680, GGRM naik Rp200 ek Rp24.000, TPIA naik Rp150 ek Rp2.400, MPPA-W naik Rp141 ke Rp255, MPPA naik Rp110 ke Rp1.120, TFCO naik Rp95 ke Rp500, RMBA naik Rp90 ke Rp680, PGAS naik Rp75 ke Rp3.800. [san/cms]

Sesi I Buka
Awal Transaksi, IHSG Turun 27 Poin
Sentimen negatif di bursa global dan regional, serta penurunan harga komoditas pemicunya.
SENIN, 25 JANUARI 2010, 09:44 WIB
Antique
BERITA TERKAIT
IHSG Terkoreksi di Awal Transaksi
IHSG Terbawa Sentimen Negatif Bursa Global
IHSG Terbawa Penguatan Bursa Asia
IHSG Ikuti Rebound Bursa Asia
IHSG Kembali Tertekan
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengawali perdagangan awal pekan ini dengan tekanan jual pelaku pasar.

Menurut riset PT Mega Capital Indonesia yang diterima VIVAnews hari ini, sentimen negatif di bursa global dan regional, serta penurunan harga komoditas dan melemahnya nilai tukar rupiah mendorong IHSG bergerak diteritori negatif pada pekan ini

Apalagi, sekuritas tersebut mengakui, pergerakan IHSG berada di tengah minimnya sentimen positif baru dari dalam negeri.

Mega Capital memproyeksikan, indeks akan bergerak pada batas bawah (support) 2.560 dan batas atas (resistance) 2.675, dengan target harian (intraday) di kisaran level 2.515-2.735.

IHSG terkoreksi 27,38 poin (1,05 persen) ke level 2.582,96 pada awal transaksi Senin, 25 Januari 2010. Pada pra pembukaan (pre-opening) tadi, indeks turun 25,57 poin atau 0,98 persen di posisi 2.584,77.

Bursa Asia saat IHSG dibuka juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng terkoreksi 233,11 poin (1,12 persen) di posisi 20.493,07, Nikkei 225 turun 127,43 atau 1,20 persen menjadi 10.463,12, dan Straits Times melemah 14,09 (0,50 persen) ke level 2.805,62.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York, atau Sabtu dini hari WIB pun kembali negatif. Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 216,90 poin (2,09 persen) menjadi 10.172,98, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 turun 24,72 poin atau 2,21 persen ke level 1.091,76, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 60,41 poin (2,67 persen) di posisi 2.205,29.

Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah di posisi Rp 2.675, pagi ini dibuka terkoreksi Rp 75 (2,80 persen) ke level Rp 2.600.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Prediksi
IHSG Rawan Tekanan, Akumulasi Saham Unggulan
Sahamnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
SENIN, 25 JANUARI 2010, 06:39 WIB
Antique

Pialang memantau pergerakan saham. (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Saham Energi Layak Akumulasi
Saham Tambang & Infrastruktur BUMN Layak Beli
Saham Papan Atas Layak Akumulasi
Akumulasi Saham Berfundamental Kuat
Awal Pekan, IHSG Berfluktuasi
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpotensi rawan kembali terhadap aksi ambil untung (profit taking) investor di awal pekan ini. Namun, saham-saham papan atas (blue chips) masih direkomendasikan beli.

“Sepertinya, IHSG kembali tertekan,” ujar Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing di Jakarta kepada VIVAnews, Jumat sore, 22 Januari 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Senin, 25 Januari 2010, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.550 dan batas atas (resistance) 2.650.

Pada transaksi Jumat, indeks kembali berakhir negatif di posisi 2.610,34, terkoreksi 28,04 poin (1,07 persen) dari perdagangan Kamis, 21 Januari 2010, yang turun 28,88 poin atau 1,09 persen ke level 2.638,38.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 136,49 (0,65 persen) ke level 20.726,18, Nikkei 225 melemah 277,86 poin atau 2,56 persen menjadi 10.590,55, dan Straits Times tekoreksi 32,73 persen (1,15 persen) di posisi 2.818,25.

Bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York, atau Sabtu dini hari WIB pun kembali negatif. Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 216,90 poin (2,09 persen) menjadi 10.172,98, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 turun 24,72 poin atau 2,21 persen ke level 1.091,76, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 60,41 poin (2,67 persen) di posisi 2.205,29.

Menurut Pardomuan, IHSG awal pekan ini diperkirakan berpotensi mengalami tekanan jual pelaku pasar. Sebab, rencana kebijakan perbankan yang akan dilakukan Amerika Serikat masih menjadi sentimen negatif bagi bursa Dow Jones yang bakal berimbas ke bursa global.

Selain itu, kata dia, investor asing juga sudah mulai melakukan aksi ambil untung dibanding mengambil posisi di saham. Sebab, sejak akhir tahun 2009 hingga pertengahan Januari 2010, IHSG telah mengalami penguatan signifikan.

Sedangkan Purwoko Sartono, research analyst PT Panin Sekuritas Tbk berpendapat, untuk awal pekan ini diproyeksikan tekanan indeks domestik mulai mereda.

Keberhasilan IHSG kemarin, kata dia, yang bertahan di atas level 2.600 disinyalir bisa menambah kepercayaan investor untuk kembali bermain saham. “Kisaran indeks berada di level 2.580-2.630,” ujar Purwoko.

Rekomendasi
Pardomuan menyarankan, akumulasi saham blue chips perbankan, infrastruktur, dan konsumer, seiring kinerja perseroan yang diproyeksikan positif.

Saham-sahamnya, kata dia, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnewsSaham Merah, Rupiah Bertahan
Senin, 25 Januari 2010 | 12:30 WIB
PERSDA/BIAN HARNANSA
Suasana BEI.

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia Senin (25/1/2010) masih berkutat di zona merah.

IHSG sesi pertama ditutup melemah 0,52 persen atau 13,644 poin pada 2.596,696. Sektor perdagangan yang melorot 1,48 persen menjadi pemberat utama indeks di jalur negatif.

Adapun indeks Kompas100 juga turun 0,55 persen, kemudian indeks LQ45 terkoreksi 0,58, serta Jakarta Islamic Index melemah 0,45 persen.

Pada perdagangan hari ini terdapat 56 saham turun, 88 saham merah dan 62 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 1,534 triliun dari 36.827 kali transaksi dengan volume 2,384 miliar saham.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS siang ini ada di posisi Rp 9.305 per dollar AS. Pada Senin pagi mata uang RI ini sempat melemah 20 poin menjadi Rp 9.340-Rp 9.350 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu Rp 9.320-Rp 9.330.