1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

emanknya sentimen minus melulu … 260110 26 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:27 am

Selasa, 26/01/2010 16:16 WIB
IHSG Terpuruk di 2.578
Nurul Qomariyah – detikFinance
yang pasti saat ihsg terpuruk gw mah NET BUYING dulu … dah

Jakarta – Sentimen positif kenaikan peringkat Indonesia oleh Fitch Ratings tak kuasa membendung aksi jual di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan semakin terpuruk di bawah level 2.600.

Mengawali perdagangan, IHSG sempat menguat dan menembus level 2.600 yakni di 2.608,74. Namun sesaat kemudian, IHSG terus terpuruk akibat sentimen rontoknya bursa-bursa regional.

Pada perdagangan Selasa (26/1/2010), IHSG ditutup merosot 19,445 poin (0,75%) ke level 2.578,415. Indeks LQ 45 juga melemah 4,469 poin (0,88%) ke level 503,835.

Bursa-bursa Asia hari ini juga rontok akibat terimbas sentimen negatif rencana China memperketat pengucuran kreditnya.

Indeks Hang Seng merosot 489,22 poin (2,38%) ke level 20.109,33.
Indeks Komposit Shanghai anjlok 75,02 poin (2,42%) ke level 3.019,39.
Indeks Nikkei-225 merosot 187,41 poin (1,78%) ke level 10.325,28.
Indeks Straits Times merosot 69,07 poin (2,46%) ke level 2.742,64.
Indeks KOSPI turun 32,86 poin (1,97%) ke level 1.637,34.

Bursa Eropa juga dibuka langsung melemah, dengan indeks FTSE 100 turun 0,62%, DAX 30 Frankfurt turun 0,66% dan CAC 40 Paris turun 0,6%.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan transaksi di seluruh pasar hanya 97.117 kali pada volume 4.902 juta lembar saham senilai Rp 4,25 triliun. Sebanyak 50 saham naik, 147 saham turun dan 56 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 menjadi Rp 30.900, Astra International (ASII) naik Rp 450 menjadi Rp 33.850, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 9.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 50 menjadi Rp 16.700.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 2.575, BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.600, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.600, Indofood (INDF) turun Rp 125 menjadi Rp 3.525.

(qom/qom)
Bursa Saham Asia Berguguran
Selasa, 26 Januari 2010 | 14:15 WIB

TEMPO Interaktif, Hong Kong – Bursa Asia pada perdagangan Selasa (26/1) siang ini rontok dipicu oleh ketakutan pengetatan pinjaman di Cina dan rencana pemerintah Amerika Serikat dalam mengurangi belanja domestik sehingga menimbulkan kekhawatiran akan prospek ekonomi global.

Kekhawatiran pemulihan ekonomi ini akan kembali meluas setelah ekononomi Korea selatan hanya tumbuh 0,2 persen di kuartal IV-2009 di bawah ekspektasi analis sebesar 0,3 persen, dan turun dibandingkan kuartal III-2009 yang tumbuh 3,2 persen.

Hal tersebut memunculkan kebimbangan terhadap tingkat konsumsi di negara terbesar keempat Asia ini, yang menyebabkan bursa saham Negeri Ginseng tergerus hamipr 2 persen.

“Pengurangan anggaran Amerika, serta kebijakan pemerintah Cina akan menekan perekonomian Korea Selatan, dan akan menghapus momentum pemulihan ekonomi,” ujar kepala ekonom dari Hi Investment & Securities Park Sang-Hyun di Seoul hari ini. “Ekonomi global masih butuh dukungan dari belanja pemerintah untuk bisa meneruskan pemulihan.”

Presiden Barack Hussein Obama yang tengah di bawah tekanan akibat tingginya defisit anggaran, bakal mengurangi belanja domestik pada anggaran 2011 sehingga akan menghemat US$ 250 miliar hingga tahun 2020. Demikian menurut pejabat pemerintah Negeri Abang Sam.

Harga saham di bursa Asia langsung berguguran setelah sebuah harian mengatakan pemerintah Cina akan kembali mengerem laju kucuran kredit bank. Negeri itu akan mengambil tindakan nyata untuk menahan pertumbuhan kredit, lantaran pemerintah takut akan tingginya inflasi dan ekonomi Cina yang overheating (memanas).

Meningkatnya permintaan Cina merupakan barometer pemulihan kawasan Asia dan global untuk mengimbangi lemahnya ekonomi Amerika, Eropa, dan Jepang. Pasar pun panik dengan agresifnya bank-bank sentral untuk menghambat laju pertumbuhan. Hal ini bisa memperlambat proses pemulihan sehingga akan mengurangi permintaan komoditas dan barang.

Indeks saham Morgan Stanley Capital International (MSCI) di luar Jepang turun 1,2 persen dengan saham sektor perbankan dan teknologi memimpin kejatuhan setelah pekan lalu proposal dari Gedung Putih akan menggerus pendapatan bank-bank besar di Amerika.

Hingga pukul 14.00 WIB, bursa Taiwan anjlok 3,48 persen, disusul bursa Shanghai 2,58 persen, bursa Hong Kong 2,02 persen, bursa Seoul 1,97 persen, bursa Singapura 1,78 persen, dan bursa Tokyo juga jatuh 1,78 persen.

Di saat pasar finansial baru mendapat tekanan atas langkah pemerintah Amerika untuk mengontrol keuangannya, di Asia mucul kekhawatiran bahwa pengurangan belanja akan membuyarkan keyakinan untuk bisa keluar dari resesi.

Sentimen ini semakin mencuat setelah perbankan Cina mulai mengimplementasikan menaikkan rasio cadangan untuk mengekang penyaluran kredit. Dan sebuah sumber mengemukakan bahwa beberapa bank Cina bahkan menaikkan secara ekstra rasio cadangannnya mulai hari Selasa ini.

Bank sentral Cina mengatakan beberapa bank minggu lalu menaikkan rasio cadangannya sebesar 50 basis poin. Dan bank-bank seperti terpukul atas permintaan kenaikan rasio pencadangan ini.

REUTERS | VIVA B. KUSNANDAR
Selasa, 26/01/2010 12:33 WIB

Spekulasi atas kebijakan China tekan saham Asia

oleh : Erna Sari Ulina Girsang

JAKARTA (Bloomberg): Indeks saham di Asia turun karena menguatnya kekhawatiran bahwa China akan menarik sejumlah stimulus untuk meredakan pertumbuhan ekonomi, sementara nilai yen dan dolas AS menguat dibandingkan dengan euro.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 1% menjadi 120,34 pada perdagangan pukul 13:05 di Tokyo. Indeks Hang Seng Index merugi 1,9% menjadi 20.222,22, memperpanjang penurunan dari posisi tinggi pada November menjadi 11%.

Indeks perdagangan berjangka Standard & Poor 500 turun 0,8%. Yen menguat menjadi 126,99 per euro dari 127,75 di New York pada pekan ini. Dolar AS naik menjadi US$1,4122 per euro dari US$1,4151.

Selama 5 hari terakhir indeks MSCI World tergerus ke bawah karena adanya kekhawatiran China akan memperketat kebijakan moneter. Terkait kondisi itu, Goldman Sachs Group Inc menurunkan peringkat perbankan China, hari ini. Sejumlah kreditor China akan meningkatkan rasio cadangan minimum untuk mengatasi risiko.

“Pasar kesulitan bangkit dari resesi karena banyak ketidakpastian. Masyarakat masih khawatir, dan akhirnya berharap dukungan kebijakan akan menggerakkan pemulihan ekonomi,” ujar Koji Toda, Chief Fund Manager Resona Bank Ltd, pengelola dana sekitar US$55 miliar.

Indeks saham Nikkei 225 Stock Average turun 0,9% di Jepang, di mana bank sentral masih menahan suku bunga di rekor terendah mendekati 0% dan berkomitmen mengatasi deflasi. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,9%. Indeks Taiwan turun 2,47%. (tw)

bisnis.com
Selasa, 26/01/2010 16:11 WIB

IHSG melanjutkan penurunan setelah gagal rebound

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penurunannya hari ini setelah gagal mempertahankan rebound karena terseret sentimen negatif regional.

Indeks ditutup turun 0,75% atau 19,45 poin ke level 2.578,42, turun lebih dalam dibandingkan dengan kemarin sebesar 0,48%. Ini memperpanjang reli penurunan yang berlangsung sejak Kamis.

Indeks dibuka di level 2.597,35 pagi ini untuk kemudian bergerak pada kisaran 2.568,95-2.608,74. Sebanyak 144 saham merugi, hampir tiga kali lipat jumlah saham yang untung sebanyak 50 saham. Sebanyak 202 saham stagnan dari level penutupan sebelumnya. Volume transaksi tercatat sebanyak 4,21 miliar saham, lebih tinggi dari hari-hari sebelumnya sehingga mengindikasikan pasar cukup marak hari ini.

Sebanyak tujuh dari sembilan indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia terkoreksi, menunjukkan penurunan saham terjadi hampir merata pada sebagian besar saham. Indeks sektor pertambangan memimpin penurunan setelah menggerus IHSG sebesar 32,23%, disusul oleh indeks sektor keuangan dan sektor barang konsumer masing-masing sebesar 30,14% dan 22,05%.

Indeks sektor aneka industri dan sektor perdagangan bergerak melawan tren penurunan dengan kenaikan sebesar 10,25% dan 3,85%.

Secara individu, saham BBRI memotori penurunan indeks sebesar 3,15 poin setelah harganya turun 2,56% atau Rp200 ke level Rp7.600. Saham BMRI menyusul dengan mengurangi 2,67 poin setelah harganya turun 2,13% menjadi Rp4.600.

Saham pertambangan dan energi yang turun adalah BUMI (3,74%), ADRO (3,09%), INCO (2,07%), ANTM (3,41%), dan PGAS (1,97%).

Indeks BISNIS-27 ikut terkoreksi 0,62% atau 1,49 poin ke level 237,27. Indeks ini dibuka di level 238,69 untuk kemudian menyentuh level tertinggi di 240,09 dan terendah di 236,39.

Secara tak terduga sentimen positif berubah menjadi negatif di bursa regional. Mayoritas indeks bursa di kawasan pun turun untuk hari ketujuh, periode penurunan terpanjang dalam dua tahun, menyusul kekhawatiran China bakal mengambil berbagai langkah untuk menahan pertumbuhan ekonominya.

Empat indeks yakni Colombo Sri Lanka, Ho Chi Minh, Karachi 100, dana NZX 50 Selandia Baru bergerka melawan tren dengan membukukan kenaikan sebesar 1,04%, 3,53%, 0,27% dan 0,64%. Sebanyak 16 dari 20 indeks bursa saham di Asia Pasifik yang dipantau Bloomberg terlihat memerah.

Indeks Nikkei 225 hingga pukul 16.03 WIB tercatat turun 1,78% ke level 10.325,28. Indeks Hang Seng turun 2,38% ke level 20.109,33, dan Straits Times terkoreksi 2,52% ke 2.740,90.

Adapun indeks yang naik paling tinggi adalah indeks Ho Chi Minh dan yang turun paling dalam adalah indeks Taiex Taiwan sebesar 3,48% ke level 7.598,81. Pergerakan indeks regional ini bukan posisi penutupan karena perdagangan masih berlangsung ketika berita ini diturunkan.

bisnis.com
26/01/2010 – 12:06
IHSG Sesi 1 Loyo Lagi 17,86 Poin
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Nilai transaksi bursa sesi 1 ini terlihat kecil hanya Rp1,96 triliun. IHSG pun kembali loyo turun 17,86 poin (0,69%) ke level 2.580. Indeks pun masih wara-wiri di 2.500 kembali.

Setengah hari ini, selain nilai transkasi bursa yang kian mengecil ternyata volume perdagangan pun hanya 2,51 miliar saham yang ditopang oleh 42 saham melanjutkan penguatan, 136 saham terus menurun dan 61 saham stagnan.

Indeks saham pun terlihat sepi dimana indeks saham JII ditutup turun 2,57 poin ke level 422, begitu jgua dengan indek saham LQ45 pun turun 4,28 poin ke level 504,01. Hal yang sama pun tampak dari sektor tambang yang kian parah turun 47,56 poin ke level 2.229.

Adapun saham-saham yang kembali anjlok pagi ini adalah GGRM turun Rp300 ke Rp23.700, BBRI turun Rp250 ke Rp7.550, LSIP turun Rp250 ek Rp8.700, HMSP turun Rp250 ke Rp13.500, INTP turun Rp200 ke Rp13.200, BUMI turun Rp150 ke Rp2.525,AALI turun Rp150 ke Rp24.100, INDY turun Rp100 ke Rp2.475, DSSA turun Rp100 ke Rp5.600, AUTO turun Rp100 ke Rp6.650. ANTM turun Rp75 ke Rp2.125.
Sedangkan saham-saham yang naik signifikan adalah MERK naik Rp3.000 ke Rp75.000, MBAI naik Rp700 ke Rp4.400, ITMG naik Rp650 ke Rp30.900, FAST naik Rp450 ke Rp5.500, LPPF naik RP20 ke Rp2.100, ASII naik RP350 ke Rp33.750, DVLA naik Rp230 ke RP1.430, ISAT naik Rp150 ek Rp5.350, UNVR naik Rp100 ke Rp11.500. [san/cms]
Persepsi Asing terhadap Indonesia Tetap Positif
26/01/2010 08:52:58 WIB
TAJUK INVESTOR DAILY, 26 Januari 2010
Kegamangan terus menyelimuti bangsa Indonesia ketika memasuki dekade baru di Tahun Macan ini. Di saat ekonomi negara-negara tetangga mulai pulih usai berjuang mati-matian bangkit dari keterpurukan krisis, kita justru dikepung tumpukan persoalan.

Hiruk-pikuk dan perdebatan opini dalam drama Pansus Bank Century telah menyedot energi bangsa dengan segala kontroversinya. Di luar parlemen, demo merebak di kampus-kampus dan berbagai kota menuntut para pejabat yang bertanggung jawab untuk mundur. Suhu politik pun memanas, bahkan sempat bermuara pada wacana pemakzulan presiden.

Kasus Century seperti menenggelamkan agenda super penting Kabinet Indonesia Bersatu dengan program 100 hari yang menjadi landasan bagi program kerja lima tahun ke depan. Pada saat bersamaan, kita dipaksa bertarung dalam medan super berat bernama kawasan perdagangan bebas Tiongkok-Asean (AC-FTA). Mayoritas dunia usaha ciut nyali karena belum sepenuhnya siap. Tapi sang waktu tak bisa ditarik mundur.

Di tengah kegalauan itu, muncul berita menggembirakan menyangkut transaksi bisnis bernilai triliunan. Perusahaan ritel terkemuka negeri ini, PT Matahari Putra Prima Tbk, telah melepas kepemilikan sahamnya di PT Matahari Departement Store kepada Meadows Asia Company senilai hampir Rp 7,2 triliun. Meadows adalah aliansi strategis Matahari dengan sebuah private equity asing, CVC Capital Partners.

Transaksi itu mengisyaratkan beberapa makna. Pertama, asing tetap tertarik terhadap prospek bisnis di Indonesia, khususnya sektor ritel. Persepsi asing atas prospek perekonomian di Indonesia secara keseluruhan ternyata tidak berubah. Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) pun mengakui sektor ritel merupakan salah satu bidang usaha yang diincar investor asing, di samping sektor perbankan, barang konsumsi, dan sektor yang berbasis sumber daya alam.

Kedua, transaksi itu juga mengkonfirmasi cerahnya prospek sektor ritel di Indonesia. Basis pasar yang luas dan kuatnya konsumsi domestik menjadi pertimbangan utama bagi investor asing. Asosiasi Pengusaha Ritel Modern Indonesia (Aprindo) beberapa waktu lalu juga menyebut komitmen sejumlah peritel dunia asal Amerika Serikat dan Jepang yang akan masuk ke Indonesia.

Masih positifnya persepsi asing terhadap Indonesia tercermin pula pada perbaikan peringkat (rating) oleh Fitch Ratings Agency atas utang luar negeri Indonesia, dari BB menjadi BB+. Itu berarti tinggal selangkah lagi Indonesia memasuki peringkat layak investasi (investment grade).

Pertimbangan Fitch menaikkan peringkat utang RI didasari atas keberhasilan pemerintah melewati krisis 2008, tercermin pada pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan sistem keuangan yang terjaga. Kenaikan peringkat juga merupakan pengakuan internasional atas kinerja otoritas fiskal dan moneter.

Kita berharap perbaikan peringkat tersebut berdampak positif terhadap penurunan biaya pinjaman (cost of borrowing), sehingga menjadi lebih efisien. Dan yang lebih penting lagi, hal itu bakal mendorong masuknya investasi asing masuk ke negeri ini karena menurunnya risiko (country risk).

Dua bukti di atas semestinya membuat kita sebagai bangsa tetap optimistis melangkah di tengah atmosfer inferioritas yang belakangan menyelimuti rakyat dan pelaku usaha. Kepercayaan asing terhadap prospek bisnis di negeri ini perlu dijaga.

Biar saja kasus Century bergulir dan kita berharap masalah ini berujung pada penyelesaian yang adil, baik secara politis maupun hukum. Boleh-boleh saja para pebisnis cemas atas implementasi AC-FTA, namun jangan sampai mereka terjebak pada rengekan dan saling menyalahkan yang justru tidak produktif. AC-FTA semestinya menjadi pelecut semangat, baik bagi dunia usaha maupun pemerintah, untuk memperbaiki aneka pekerjaan rumah yang selama ini tak pernah tertuntaskan.

Kalau investor asing saja percaya dan optimistis terhadap prospek perekonomian dan fundamental makro nasional, kenapa kita harus risau? Janganlah kita menyia-nyiakan momentum berharga ini. ***

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s