1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

akhirnya minus juga, koreksi berarti peluang … 270110 27 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:47 pm

Indeks Saham Kembali Tenggelam
Rabu, 27 Januari 2010 | 18:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Meskipun sempat naik tipis di sesi pagi, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali terpangkas seiring kejatuhan bursa regional. Harga minyak yang sedikit turun turut menggelamkan indeks domestik.

Demikian dikatakan Wakil Kepala Riset PT Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere. Menurut dia, indeks masih bisa bertahan dan penurunannya cenderung terbatas dibandingkan penurunan bursa regional lainnya.

Hal tersebut dikarenakan secara fundamental makroekonomi, serta kinerja emiten bursa domestik masih sangat bagus. “Dan bila bursa kawasan mulai kondusif, tidak tertutup kemungkinan indeks akan berlari paling kencang,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan Rabu (27/1) ini, indeks harga saham kembali susut 13,861 poin atau 0,54 persen ke level 2.564,554 dibandingkan posisi kemarin di 2.578,415. Sepanjang lima hari berturut-turut indeks sudah tergerus 102,71 poin atau 3,85 persen.

Tekanan jual kembali melanda saat sesi kedua sehingga harga 116 saham turun, hanya harga 49 saham yang naik, dan 73 saham lainnya stagnan. Investor asing mencatat penjualan cukup besar senilai Rp 452,3 miliar. Volume perdagangan 3,48 miliar unit, senilai Rp 3,44 triliun, serta frekuensi 70,36 ribu kali.

Saham-saham yang menyeret kejatuhan indeks antara lain: Bumi Resources turun Rp 100 menjadi Rp 2.475, Adaro turun Rp 40 menjadi Rp 1.840, bank BRI melemah Rp 50 menjadi Rp 7.550, Telkom terkoreksi Rp 50 menjadi Rp 9.250, Indocement merosot Rp 500 menjadi Rp 12.800, PTBA melorot Rp 450 menjadi Rp 16.450, serta Semen Gresik tergelincir Rp 100 menjadi Rp 16.450.

Pasir kian tak pasti seiring sidang Dewan Gubernur bank Sentral AS (The Fed) yang akan digelar Rabu malam (Kamis dini hari) untuk memutuskan tingkat suku bunga, serta pemilihan suara untuk menentukan apakah Ben Bernanke akan melanjutkan kepemimpinannya. Sehingga investor kembali melakukan aksi jual di tengah kuatnya sentimen negatif global.

Indeks saham, menurut Nico, untuk jangka panjang tetap memiliki potensi kembali menguat hingga ke level tertinggi di 2.830. “Tapi kemungkinan itu hingga saat ini semakin meredup,” ucap Nico yang memperkirakan indeks harga saham bergerak dalam rentang antara 2.540 hingga 2.600.

Di kawasan Asia, bursa India anjlok 3,21 persen memimpin kejatuhan bursa Asia hari ini, disusul bursa Malaysia 1,34 persen, lalu bursa Singapura 1,24 persen, bursa Shanghai 1,09 persen, Tokyo 0,71 persen, serta bursa Seoul juga terkoreksi 0,72 persen.

VIVA B KUSNANDAR
Rabu, 27 Januari 2010 | 17:09

PASAR

Minyak dan Sentimen Global Rontokkan IHSG

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) rontok lagi digoyang penurunan harga minyak mentah dunia dan kekhawatiran investor bursa Asia terhadap kebijakan ekonomi China. Pada penutupan perdagangan Rabu (27/1), indeks tergelincir 0,54% ke level 2.564,55.

Aksi jual melanda sejumlah saham unggulan di bursa. Sebut saja saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang longsor 3,76% menjadi Rp 12.800, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 2,66% menjadi Rp 16.450, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang anjlok 3,88% menjadi Rp 2.475. Selain itu ada saham PT PP London Sumatera Plantation Tbk (LSIP) yang melorot 2,33% menjadi Rp 8.400 dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang turun 0,73% menjadi Rp 13.600.

Broker asing terlihat melakukan aksi jual terhadap saham-saham tersebut. Lihat saja, di saham INTP broker yang paling banyak melepas saham emiten semen tersebut adalah UBS Securities Indonesia. Nilai penjualannya Rp 20,4 miliar. Disusul JP Morgan Securities Indonesia sebesar Rp 15,6 miliar. Di saham BUMI, broker asing yang paling gencar jualan adalah Macquarie Capital Securities Indonesia dengan nilai transaksi Rp 97,1 miliar dan UBS Securities Indonesia senilai Rp 24,7 miliar.

Di barisan saham-saham peraih keuntungan terbesar (top gainer), terdapat saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menanjak 3,40% menjadi Rp 21.950, PT Pacific Utama Tbk (LPPF) meroket 25% menjadi Rp 2.625, dan PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang naik 1,48% menjadi Rp 34.350. Lalu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 0,86% menjadi Rp 23.500, dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) naik 0,95% menjadi Rp 5.300.

Total nilai transaksi perdagangan saham hari ini mencapai Rp 3,44 triliun dengan volume 3,48 miliar saham. Sebanyak 49 saham harganya naik, 116 saham harganya turun, dan 73 saham harganya tetap.

Penurunan harga minyak dunia ke level US$ 74 sebarel dan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan ekonomi China yang membatasi ekspansi kredit perbankan kembali merontokkan bursa Asia. Indeks bursa Asia serentak membara. Indeks Nikkei 225 melorot 0,71% ke level 10.252,0, indeks Hang Seng turun 0,38% ke level 20.033,07, dan indeks Shanghai tergelincir 1,09% ke level 2.986,61. Begitu pula dengan indeks Strait Times yang merosot 1,24% ke level 2.706,26 dan indeks Kospi lengser 0,72% ke level 1.625,48.

Hari Widowati kontan
Saham Masih Merana
Rabu, 27 Januari 2010 | 16:11 WIB

KRISTIANTO PURNOMO
TERKAIT:
IHSG dan Rupiah Bertahan
Andalkan “Selective Buying”, IHSG Dibuka Naik
Saham Dibayangi Sentimen Negatif Bursa Global
Wall Street Kembali Merah
Saham Dibuka Hijau
GramediaShop: Seven Motivations Of Islamic Business
GramediaShop: Kata-kata Bijak Warren Buffett
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia Rabu (27/1/2010) sore, tidak mampu bertahan di zona hijau. Begitu perdagangan sesi II di mulai, indeks langsung terpuruk ke zona merah sampai perdagangan berakhir

IHSG ditutup turun 0,54 persen ata 13,861 poin pada 2.56,554. Emiten sektor pertambangan dan perkebunan menjadi pemberat utama indeks hari ini.

Sementara indeks Kompas100 melemah 0,69 persen, Indeks LQ45 terkoreksi 0,64 persen serta Jakarta Islamic Index berkurang 0,45 persen.

Sebanyak 116 saham turun mendominasi perdagangan hari ini, dibandingkan 49 saham naik dan 73 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 3,443 triliun dari 70.357 kali transaksi dengan volume 3,48 miliar saham.

Iklan
 

sentimen plus lage-lage (3): 270110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:26 am

Rabu, 27/01/2010 07:15 WIB
Rekomendasi Saham
Emiten Baru Siap Segarkan IHSG
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup melemah akibat kuatnya tekanan pelemahan bursa-bursa regional. Sentimen positif kenaikan peringkat Indonesia oleh Fitch Ratings tak mampu berbuat banyak mengangkat IHSG.

Pada perdagangan Selasa (26/1/2010), IHSG ditutup merosot 19,445 poin (0,75%) ke level 2.578,415. Indeks LQ 45 juga melemah 4,469 poin (0,88%) ke level 503,835.

IHSG pada perdagangan Rabu (27/1/2010) diprediksi masih akan bergerak ragu-ragu karena investor masih akan wait and see melihat perkembangan bursa-bursa utama dunia. Namun hadirnya emiten baru PT Benakat Petroleum Energy Tbk diharapkan bisa membawa angin segar ke pasar.

Namun setelah mengalami pelemahan tajam, IHSG punya potensi untuk menguat meski tidak terlalu besar. Apalagi bursa-bursa utama dunia juga bergerak hati-hati. Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis setelah bolak-balik dari teritori negatif ke positif.

Bursa Jepang membuka perdagangan Rabu ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka menguat tipis 17,92 poin (0,17%) ke level 10.343,20.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG kembali melanjutkan koreksi pada Selasa (26/01), penurunan tersebut dimotori oleh aksi jual investor lokal kepada saham-saham berbasis energi dan agrikultur seperti BUMI dan LSIP. Sentimen kelanjutan pelemahan harga minyak ke depan juga mendukung pelemahan indeks. IHSG berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan hari ini (27/01) dengan Trading Range 2580 – 2610. Investor dapat mencermati saham-saham yang telah menyentuh level Support, yaitu PGAS, INTP, dan ASII.

Panin Sekuritas:

Rencana China memperketat penyaluran kreditnya menjadi sentimen negatif bagi bursa regional dalam perdagangan kemarin. Investor khawatir kebijakan tersebut akan berpengaruh terhadap menyusutnya likuiditas dari pasar untuk jangka pendek. Meski demikian, kami memperkirakan dampak dari kebijakan ini tidak berlangsung lama. Ditengah tekanan jual terhadap saham unggulan, kami melihat adanya kesempatan untuk melakukan selective buy pada saham yang sudah memasuki area oversold. Selain itu, prospek perekonomian nasional yang cerah, masih menjadi daya tarik bagi investor/dana asing untuk masuk ke Indonesia. Secara teknikal, indeks kami perkirakan akan menguji level support 2.553-2.566. Sementara resistance berada pada kisaran 2.600-2.617.

Optima Sekuritas:

Tertekannya saham BBRI, BUMI, BMRI dan ADRO menjadi pendorong pelemahan indeks ke level 2.578. Selain itu faktor bursa regional yang terus terkoreksi menjadi sentimen negatif terhadap bursa. IHSG dalam fase downtrend dan masih mengandalkan sentimen regional. Investor semestinya wait and see dalam kondisi bearish sampai kondisi oversold atau mendekati lower Bollinger band terbentuk. Level pergerakan harian ada di 2.550-2.600.

(qom/qom)
Rabu, 27/01/2010 01:01 WIB
PREDIKSI
Pemodal asing dominasi bursa

oleh :

JAKARTA: Minimnya sentimen dalam negeri diperkirakan mendorong pemodal domestik mengikuti posisi pemodal asing menempatkan portofolionya.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi fluktuatif, dan secara teknis bergerak dalam tren menyamping (sideways).

“Secara teknis, pasar menunggu pengumuman produk domestik bruto [PDB] per triwulan IV/2009 sehingga cenderung bergerak variatif dan kental dipengaruhi sentimen dari bursa regional,” tutur analis PT Asia Financial Network Monalisa, kemarin.

Dominasi investor asing, lanjutnya, terlihat kemarin ketika investor asing membukukan penjualan bersih (net selling) sekitar Rp400 miliar dan mendorong koreksi IHSG.

Monalisa memperkirakan IHSG hari ini berkisar pada titik penopang 2.580 dengan titik resistan 2.620. Saham-saham energi masih berpotensi menjadi penggerak pasar, setelah beberapa hari terakhir tertekan.

Harga minyak mentah dunia dinilai tidak menjadi acuan pergerakan saham sektor komoditas. Harga energi dunia tersebut kemarin melemah 1,06% (US$0,8% per barel) ke level harga US$74,46.

“Korelasi harga minyak dunia ke saham kemungkinan mengecil karena pemodal telah mengekspektasikan posisi harga energi dunia sekarang pada level US$74 per barel sebagai harga wajar,” ujarnya.

Kemarin, indeks merosot 0,75% (19,45 poin) ke level 2.578,42. Koreksi terjadi bersamaan dengan bursa-bursa Asia seperti Hang Seng yang turun 2,38%, Shanghai anjlok 2,42%, Nikkei-225 tertekan 1,78%, dan KOSPI melemah 1,97%.

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

 

sentimen positif ada trus (2): 270110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:01 am

27/01/2010 – 05:53

Indeks Kepercayaan Konsumen AS Naik

INILAH.COM, Chicago – Indeks kepercayaan konsumen AS membaik pada Januari 2010 selama 3 bulan berturut-turut.

Hal ini menunjukkan masyarakat AS sudah mulai merasa sedikit lebih baik terkair kondisi bisnis dan gambaran pekerjaan mereka seperti dilaporkan sebuah survei yang dirilis Selasa (26/1).

Conference Board’s Consumer Confidence Index naik menjadi 55,9 atau tertinggi dalam lebih dari satu tahun, tetapi masih relatif suram. Pada Desember 2009 indeks mencapai 53,6.

Sementara para ekonom berharap indeks Januari berada di level 53,5.

Ekonom melihat indeks kepercayaan ini dipicu belanja konsumen yang menyumbang sekitar 70 persen dari aktivitas ekonomi AS.

Sementara untuk menunjukkan ekonomi yang kokoh pertumbuhan indeks harus berada di level 90-100.

Angka-angka ini belum menunjukkan akan segera berakhirnya krisis ekonomi di AS.

“Outlook jangka pendek untuk sementara memang positif, tapi ke depan saya melihat tidak akan ada kenakan aktivitas,” ujar Lynn Franco, direktur The Conference Board’s Consumer Research Center dalam sebuah pernyataan Selasa seperti dikutip AP.

Angka ini berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 5.000 rumah tangga oleh kelompok riset swasta. Paulus, analis Capital Economics mengatakan sentimen masyarakat masih jauh dari harapan atau masih berada di bawah rata-rata sejarah di level 95. “Dengan kata lain, meskipun ekonomi dapat tumbuh lebih dari 5 persen pada kuartal keempat, tapi pasar tenaga kerja tampaknya masih suram, suku bunga masih rendah, dan itu menunjukkan keyakinan masyarakat masih tetap sangat tertekan,” tulis Dales dalam risetnya. “Ini semua menunjukkan bahwa resesi masih akan lama dalam pola pikir konsumen.”

Sementara konsumen menjadi tidak terlalu berharap pada prospek pendapatan mereka. “Mereka lebih pesimis dibanding optimis,” kata Franco. [cms]
Rabu, 27/01/2010 00:17 WIB
Mengukur kinerja Indeks BISNIS-27

oleh :

Siapa yang bergembira atas prestasi suatu indeks saham? Mereka adalah para penggagas, institusi yang mengintroduksikan, dan penganutnya.

Kebahagiaan para penggagas berupa terbukti ampuhnya ide seleksi peserta indeks. Kebahagiaan institusi berupa berkibarnya brand lembaganya, dan kebahagiaan penganutnya yaitu para pemodal yang mengikuti portofolio yang disarankan dari suatu indeks karena ketiban imbal hasil yang tinggi dari portofolio pilihannya.

Pemodal saham di Bursa Efek Indonesia pada 2005 hanya 190.000 individu dan institusi, sedangkan di Malaysia 1,2 juta pemodal. Mengapa di Indonesia masih sedikit? Ada beberapa alasan.

Pemodal tidak berani mengambil risiko, sehingga memilih instrumen deposito, tidak mengetahui seluk beluk saham dan keputusan jual dan beli, mengetahui caranya, tetapi takut uangnya amblas karena kalah.

Pemodal di Indonesia menganggap investasi di pasar modal sama dengan berjudi, merasa kurang yakin bonafiditas dari seluruh perusahaan sekuritas, dan kurangnya sosialisasi dari pihak bursa efek.

Apa hubungannya pembicaraan kita dengan indeks BISNIS-27? Indeks BISNIS-27 yang baru berumur setahun itu, telah outperformed (melampaui kinerja) seluruh indeks yang diperkenalkan selama ini. Return yang dicapainya 78,5% dalam 1 tahun. Kompas-100 mencapai 73,04%, LQ-45 sebesar 71,3%, dan indeks harga saham gabungan 76,32%. Bahkan di Asia, BISNIS-27 menempati ranking ketiga setelah Micex di Eropa dengan return 121,75%.

Apa keunggulan BISNIS-27 dibandingkan dengan indeks saham lainnya? Salah satu keunggulan BISNIS-27 adalah indeksnya berada di Indonesia, bukan di Eropa dan di China, sehingga memungkinkan diambil seluruh konstituennya karena hanya terdiri dari 27 saham. Jumlah sahamnya tidak sebanyak 100 saham (dalam Kompas-100), dan tidak 415 saham (IHSG), dan tidak 45 saham (LQ-45), sehingga relatif tidak membutuhkan dana yang besar.

Berapa besarnya dana yang dibutuhkan saat 27 Januari 2009, jika setiap saham harus dibeli 1 lot (500 lembar)? Berdasarkan data yang penulis miliki, terlihat pada tabel berikut, nilai total investasi pada portofolio saham-saham Indeks BISNIS-27. (tabel 1)

Setelah 6 bulan berjalan, Komite Indeks BISNIS-27 melakukan evaluasi dan hasilnya ada 22 saham lama dan lima saham baru masuk konstituen yaitu PT Bayan Resources Tbk, PT Gudang Garam Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, dan PT Indika Energy Tbk.

Mereka menggantikan saham PT PP London Sumatra Plantations Tbk, PT Tambang Timah Tbk, PT Medco Energy International Tbk, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (lihat tanda *).

Berdasarkan data harian Bisnis Indonesia, Kamis (7 Januari 2010), return investasi sebesar Rp47,56 juta adalah 78,5% per Desember 2009.

Pengertian dari gain sebesar itu adalah selama pembelian 27 Januari 2009 hingga 30 Desember 2009, Anda tidak menjual 22 saham lama, tetapi menjual lima saham bertanda * dan membeli lima saham baru tersebut di atas, segera setelah Bisnis mengumumkan penggantian anggota Indeks BISNIS-27 pada Juni 2009, setelah itu Anda menahan 27 saham itu dan menjual seluruhnya pada 31 Desember 2009. Bayangkan berapa modal yang Anda perlukan ketika memilih indeks lain yang konstituennya lebih dari 27 saham.

Return 96%

Berdasarkan hasil setahun indeks, dapat diprediksi besarnya return yang diperoleh pada tahun 2010, yaitu lebih kurang 96%. Mohon maaf karena dasar perhitungannya sengaja penulis tidak transparansikan.

Penjelasan penulis yang diperlukan oleh calon investor BEI untuk berinvestasi pada saham-saham BISNIS-27 adalah sebagai berikut:

1. Hubungi perusahaan sekuritas. Lakukan shopping fee transaksi beli dan fee jual. Fee beli dan fee jual tergantung servis yang diberikan, ada yang memasang tarif 0,25% untuk fee beli dan 0,35% untuk fee jual.

2. Jika sekuritas bangkrut, uang Anda yang berupa saham, dapat dipindahkan ke perusahaan lain atas persetujuan Anda, UU Pasar Modal telah mengaturnya

3. Setelah memilih satu atau lebih perusahaan sekuritas, Anda diminta mengisi form disertai fotokopi kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Minimal dana yang harus Anda sediakan bervariasi dari Rp25 juta, Rp50 juta-Rp100 juta.

4. Jika Anda menaksir saham dalam Indeks BISNIS-27, hitunglah kebutuhan dana Anda dengan melihat harian Bisnis Indonesia di bagian finansial, data emiten. Lihat pada kolom minat, berapa harga saham di kolom minat-jual dan di kolom minat-beli. Gunakan angka minat jual lalu kalikan dengan 500 saham untuk setiap saham dalam Indeks BISNIS-27.

5. Jika Anda bertempat tinggal di luar Jakarta, Anda dapat investasi pada perusahaan sekuritas cabang mereka. Tanyakan di mana cabang-cabang tersebut.

Apakah kita bisa investasi pada saham konstituen Indeks BISNIS-27 tanpa harus terlibat? Jawabnya, investasi di bursa efek dapat melalui pengelola reksa dana yang terdaftar di Departemen Keuangan yang umumnya dijual melalui bank-bank bonafid.

Namun, belum tentu para pengelola reksa dana dan manajer investasinya menempatkan dana nasabah mereka pada saham-saham konstituen BISNIS-27. Karena itu, jika ingin menginvestasikan dana pada suatu indeks, Anda harus investasi langsung melalui perusahaan sekuritas yang Anda pilih.

Berapa dana yang harus disediakan jika Anda investasi sendiri pada portofolio Indeks BISNIS-27? Jika Anda membeli pada 4 Januari 2010, tabel 2 berikut dapat memberikan gambaran total dana yang harus disediakan.

Jika Anda akan investasi pada seluruh saham indeks BISNIS-27 setelah secara rata-rata naik 78,5%, dana yang dibutuhkan untuk membeli setiap konstituen sebanyak 500 saham (1 lot) adalah Rp122,49 juta belum termasuk fee beli.

Jadi, harus membayar fee beli misalnya 0,25%, maka dana yang harus disediakan Rp121,43 juta. Sebaiknya dana untuk investasi di saham adalah dana free cash flow.

Potensi Indeks BISNIS-27

Manfaat investasi pada Indeks BISNIS-27, dengan asumsi akan tetap konsisten memberikan return rata-rata 30%-50%, dicontohkan berikut ini. Sekarang Anda berusia 50 tahun. Anda bermodal Rp121,43 juta dan membeli portofolio BISNIS-27.

Berapa yang akan Anda peroleh saat pensiun pada umur 60 tahun dan menjual seluruh saham dalam BISNIS-27 setelah dimiliki terus menerus selama 10 tahun? Dengan asumsi hanya mendapat return rata-rata 50% setiap tahun selama 10 tahun, bukan 78,5%, maka uang Anda secara teori, akan menjadi sekitar Rp7 miliar.

Uang sebesar hampir Rp7 miliar tersebut, jika Anda depositokan dengan bunga per tahun 6% atau sebulan 0,5%, akan diperoleh penghasilan bulanan Rp35 juta.

Namun, berapa yang Anda terima bila investasi pada BISNIS-27 hanya menghasilkan rata-rata return per tahun 30%? Anda masih menerima Rp1,67 miliar. Jika didepositokan dengan bunga 6% setahun atau 0,5% sebulan, Anda masih memperoleh Rp8,37 juta.

Sering orang mengucapkan orang yang kaya bertambah kaya, menurut penulis belum tentu benar jika tidak memahami cara-cara menginvestasikan uang miliknya. Salah satu caranya untuk mendapatkan return yang lebih besar dari sekadar bunga deposito adalah berinvestasi saham di bursa efek. Selamat berinvestasi.

Oleh Kresnohadi Ariyoto Karnen

Guru besar FEUI-Ilmu Manajemen Keuangan, konsultan senior Lembaga Management FEUI
Investor Asing Tak Takut Skandal Bank Century
Selasa, 26 Januari 2010 – 14:09 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Wacana dinonaktifkannya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dan Boediono sebagai Wakil Presiden akibat skandal Bank Century dinilai tidak akan mempengaruhi pasar modal Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Research and Chief Economist Asia ING Commercial Banking Tim Condon saat teleconference dengan wartawan di kantor ING Securities Indonesia, Gedung BEI, Jakarta, Selasa (26/1/2010).

“Investor nampaknya tertarik dengan kasus Century, tapi terlepas dari tertarik atau tidak tertariknya investor asing, itu bukanlah hal yang dikhawatirkan oleh investor asing,” jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan jika investor lebih melihat atas potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2010 daripada skandal-skandal politik seperti kasus Bank Century.

“Saya pikir investor tidak akan keluar dari Indonesia karena masalah itu. Karena itu bukan sesuatu yang menakutkan bagi investor, mereka tidak melihat isu politik di Indonesia, investor melihat kinerja ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Walau demikian, dia mengatakan jika pasar modal Indonesia akan sedikit mengalami kontraksi pada kuartal I-2010 ini. Hal ini karena kekhawatiran atas kebijakan Presiden AS Barack Obama yang membatasi pergerakan perbankan dan pengetatan likuditas di China. “Kekhawatiran atas kebijakan di AS dan situasi di China akan menjadi sedikit masalah secara jangka pendek,” jelasnya.

Dengan demikian, menurutnya capital outflow nampaknya memang akan terjadi pada kuartal pertama tahun ini. “Investor melihat hal ini mungkin saja pada kuartal I pasar modal akan penuh perjuangan, dan akan mengakibatkan kekhawatiran keluarnya dana asing di kuartal I-2010,” tambahnya.
(ade)

 

koreksi bukan sakiiiit, sEHAT full : 270110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:38 am

26/01/2010 – 21:55
Penutupan Bursa Asia
MSCI APAC Catat Rekor Baru
Vina Ramitha

INILAH.COM, Tokyo – Indeks MSCI Asia Pasifik turun pada hari ke-7, koreksi terpanjang dalam dua tahun terakhir. Kekhawatiran kebijakan pemerintah China untuk memperlambat perekonomiannya, masih mewarnai pasar.

Indeks MSCI Asia Pasifik anjlok 1,8% ke level 119,42 pada penutupan di Tokyo, Selasa (26/1), menghapus kenaikan year to date. Selama tujuh hari terakhir, MSCI mencatat penurunan hingga 6%. Ini adalah koreksi terlama sejak Desember 2007.

Seluruh 10 sektor industri jatuh, yang dipimpin oleh perusahaan yang bisnisnya berhubungan dengan sektor teknologi. Sejumlah bursa utama di kawasan Asia Pasifik jatuh lebih dari 1,5%.

Sentimen negatif berasal dari kekhawatiran kebijakan pemerintah China untuk memperketat likuiditas serta proposal perbankan Presiden AS Barack Obama

Menurut Chief Fund Manager di Resona Bank Ltd., Koji Toda, pasar mengalami kesulitan rebound dari keterpurukan. Hal ini diakibatkan oleh banyaknya ketidakpastian. “Investor masih khawatir. Mereka berharap kebijakan-kebijakan pemerintah masih terus mendukung proses pemulihan ekonomi,” katanya kepada Bloomberg.

Kekhawatiran akibat mengetatnya kebijakan pemerintah China juga menyebabkan indeks MSCI Dunia jatuh selama lima hari terakhir. Akibatnya, Goldman Sachs Group Inc. menurunkan rating perbankan beberapa bank di Negeri Tirai Bambu itu.

Bursa Asia Pacific jatuh atas berlanjutnya kekhawatiran dampak pinjaman Beijing yang meredam likuiditas pasar serta upaya penggalangan modal perbankan. Indeks Kospi turun 2% ke level 1.637,34. indeks Hang Seng tenggelam 2,4%, dan indeks Shanghai jatuh 2,4%.

Demikian pula indeks Taiex Taiwan yang turun 3,5%, di hari ke7 nya, koreksi terlama sejak Agustus 2005. Sedangkan bursa Australia tutup karena libur. “Kekhawatiran tentang pengetatan kredit akan membebani sentimen investor, namun penurunan indeks hari ini lebih besar daripada apa yang kita harapkan,” kata Amy Lin, seorang analis dari Capital Securities.

Sebelumnya, Industrial & Commercial Bank of China Ltd, kreditur terbesar berdasarkan aset, memerintahkan cabang-cabangnya di Beijing untuk tidak mengeluarkan pinjaman baru untuk sisa Januari. Selain memerintahkan pejabat kredit berhenti membuat pinjaman yuan baru.

Indeks Hang Seng turun 489,22 poin (38%) ke 20.109,33, terendah sejak 3 September lalu. Bank-bank China memimpin penurunan saham unggulan di Hong Kong. Bank of China turun 3,4% ke HK$ 3,68, setelah rencana untuk menerbitkan saham baru dan obligasi konversi. Saham ICBC turun 3,4% pada HK $ 5,61, China Construction Bank turun 2,9% ke HK $ 5,95 dan Bank of Communications turun 3,4% menjadi HK $ 7,90.

Para pengamat memperkirakan indeks masih akan jatuh dalam waktu dekat, akibat berlanjutnya pelemahan di bursa China.”Ketidakpastian atas rencana penggalangan dana bank-bank China dan kemungkinan langkah-langkah pengetatan lebih lanjut dari Beijing akan terus membebani bursa Hong Kong dan China jangka pendek,” kata Alvin Cheung, dari Prudential Brokerages.

Bursa China juga terpuruk ke level terendah hampir tiga bulan, dimana indeks komposit Shanghai turun 75,02 poin (2,4%) ke level 3.019,39, level terendah sejak 30 Oktober. Sedangkan indeks Shenzhen turun 36,08 poin (3,1%) ke 1.112,41. Saham perbankan yang jatuh antara lain, China Merchants Bank turun 0,9% di CNY16.09, dan China Construction Bank turun 1,2% ke CNY5.84.

Saham properti juga merosot karena kekhawatiran pengetatan likuiditas, mengingat industri ini sangat bergantung pada kredit. China Vanke, pengembang properti terbesar dari kapitalisasi pasar, turun 3,2% ke CNY9.22, dan Poly Real Estate turun 4,8% ke CNY18.97.

Pemerintah China mulai memperlambat laju pertumbuhan ekonomi mereka, dimana Desember kemarin berada di 8,7%, naik 10,7% YoY. Sementara Indeks Harga Konsumen (CPI) melebihi estimasi, di level 1,9%. “Jika koreksi ini terus berlanjut, maka investor mulai merevaluasi proyeksi pertumbuhan pendapatan. Apalagi jika pengetatan terjadi lebih cepat ketimbang seharusnya,” kata ekonom China International Fund Management Co, Zhang Xiuqi.

Pelambatan perekonomian China juga berpengaruh ke saham perusahaan shipping. Operator shipping Jepang dan terbesar dunia, Mitsui OSK Lines Ltd., turun 4% ke 576 yen, saham Korea Line Corp. turun 4,4% ke 43.000 won di Seoul. Juga saham STX Pan Ocean Co. di Singapura yang turun 5,2% ke S$14,74.

Perusahaan teknologi seperti ASM Pasific Technology Ltd. jatuh 9,9% ke HK$64, penurunan terbesar kedua di indeks MSCI. Goldman Sachs mengubah rating produsen mesin semiconductor-wiring dari sell menjadi neutral.

Koreksi juga terjadi di bursa Jepang, dimana Nikkei 225 turun 187,41 poin, (1,8%) ke 10.325,28. Pelemahan dipicu kebijakan BoJ yang mempertahankan suku bunga overnight di 0,1%. Selain jatuhnya dolar AS ke Y89.53, terendah sejak 18 Desember. Saham eksportir besar melemah, dengan Sony jatuh 4,8% ke Y3,000, Honda Motor turun 2,7% ke Y3,090 dan Toshiba turun 4,3% menjadi Y494. [ast/mdr]