1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

sentimen plus-plus-plus on BRIIC …280110 28 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:32 pm

Indonesia in Place Among BRIC Nations, Templeton Says (Update1)

By Berni Moestafa

Jan. 28 (Bloomberg) — Indonesia, Asia’s second-best performing stock market last year, may be ready to join the so- called BRIC group of major emerging nations, according to Templeton Asset Management Ltd.

“Indonesia’s political and economic outlook has improved tremendously in recent years,” Templeton portfolio manager Dennis Lim wrote in a note yesterday on Chairman Mark Mobius’s blog. “So clearly, it would not look out of place beside the BRIC countries.”

Inclusion in the category — Brazil, Russia, India and China — coined in 2001 by Goldman Sachs Group Inc. Chief Economist Jim O’Neill may increase demand for Indonesian stocks. Investors should “stick with the BRICs,” a group that “tends to outperform in non-recession years,” Morgan Stanley strategists led by Jonathan Garner said last week.

The Jakarta Composite index jumped 87 percent last year as Indonesia skirted the global recession after nine interest rate cuts by the central bank. President Susilo Bambang Yudhoyono’s re-election in July boosted confidence he will maintain policies that helped Southeast Asia’s biggest economy expand more than 6 percent annually in the two years until 2008.

Economic growth may average 6.6 percent over the next five years as poverty and unemployment decline, Yudhoyono said on Jan. 4. Fitch Ratings on Jan. 25 raised Indonesia’s credit ratings to one level below investment grade.

Fitch’s Upgrade

Fitch’s rating upgrade reflects Indonesia’s economic resilience and an improving balance of payments, said Bank Indonesia Deputy Governor Hartadi Sarwono. Foreign-exchange reserves rose to $69 billion as of Jan. 22, he said.

“Being in the same group as BRIC may get Indonesia more attention from investors,” said Finny Fauzana, a fund manager at PT PNM Investment Management, which oversees about $139 million in assets in Jakarta. “But foreign investors putting money into the real economy need more than that because they consider a lot of other factors such as regulation and taxes.”

Indonesia ranks 122 out of 183 economies in a World Bank 2009 survey on business-friendly practices. President Yudhoyono said on Oct. 20 he would reduce bureaucratic “bottlenecks” that hinder investment. He campaigned for re-election in July on a pledge to double spending on roads, rails and ports to $140 billion over the next five years to boost economic expansion.

Faster Growth

Growth may accelerate to 7 percent from 2011, providing the case for Indonesia’s inclusion into BRIC, according to a Morgan Stanley report in June. Emil Salim, a former cabinet minister, said in July that Indonesia’s targeting to “put another ‘I’ into BRIC,” adding the goal may be achieved in five years.

“The BRICs theme, which played well in 2009, continues to resonate in early 2010,” Cambridge, Massachusetts-based funds tracker EPFR Global said Jan. 21. Dedicated BRIC equity funds recorded inflows of $182 million in the third week of January, compared with the $103 million average last year, EPFR said.

Overseas investors have bought a net 666 billion rupiah ($71 million) of the shares this year, according to exchange data. Overseas investors purchased 13.3 trillion rupiah of the shares last year, down from 18.7 trillion rupiah in 2008.

 

ihsg maseh punya ruang melesat … 280110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:45 pm

… 2619 (ihsg 280110) – 2575 (ihsg 040110) = 44 … 44/2575=1,7% … berarti dari tgl 26-01-2010 saat ihsg sempat gain =+0,9%, maka terjadi gain lage s/d +0,8% … berarti tinggal 1 hari lage, 290110, untuk ihsg meraih kisaran +3,79% (baca di link https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/26/3-dalam-3-hari-terakhir-jan-2010-260110/) , yang merupakan gain rata2 ihsg sejak 1980 … well, liat aja dah
… ekh, ps: 280809, ihsg bertakhta di 2377 … itu berarti : 2619-2377=242 … gain =242/2377=10,18% … kira2 dalam sebulan rata2 gain = 10,18%/5=+2,03% … asal tau dah …
Demo Relatif Damai, IHSG Moncer
Kamis, 28 Januari 2010 | 16:11 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI
Saham seperti yang diperdagangkan di bursa menjadi salah satu cara berinvestasi.
TERKAIT:
Abaikan Demo, Rupiah dan Saham Melaju
IHSG Langsung Melaju
The Fed Pertahankan Bunga, Wall Street Menguat
Saham Masih Merana
IHSG dan Rupiah Bertahan
GramediaShop: The Rise Of India
GramediaShop: Aku Terlahir 500gr Dan Buta
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia Kamis (28/1/2010) sore mantap di zona hijau. Indeks kembali di atas 2.600, setelah beberapa terakhir ini terpuruk di 2.500.

Relatif damainya unjuk rasa mengkritisi 100 Hari Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ikut memberikan kepercayaan investor untuk memborong saham. Selain itu sentimen positif juga datang dari bursa Asia yang berlomba meraup poin.

IHSG ditutup menguat 2,15 persen atau 55,011 poin pada 2.619,565. Sektor miscellaneous industry, manufaktur, basic industry dan pertambangan menjadi penopang utama laju indeks hari ini.

Sebanyak 146 saham naik mendominasi perdagangan dibandingkan 39 saham turun dan 55 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 3,756 triliun dari 88.183 kali transaksi dengan volume 4,697 miliar saham.

Dengan hasil itu, indikator utama BEI lainnya juga melaju di jalur positif, seperti indeks Kompas100 juga meningkat 2,32 persen, kemudian indeks LQ45 naik 2,40 persen, serta Jakarta Islamic Index bertambah 2,31 persen.

Sementara itu di bursa saham Asia indeks Hangseng Hongkong naik 1,61 persen, indeks Nikkei225 Jepang menguat 1,58 persen, serta indeks Kospi Korsel bertambah 1,04 persen.
Sesi II Tutup
Tak Gubris Demo, IHSG Naik 55 Poin
Indeks di BEI terangkat 2,14% ke level 2.619, sedang rupiah bercokol di posisi 9.350/US$.
KAMIS, 28 JANUARI 2010, 16:20 WIB
Antique

BERITA TERKAIT
Antisipasi Demo Besok, IHSG Tertekan
IHSG Terimbas Pelemahan Bursa Asia
IHSG Turun Tipis, Rupiah Menguat
Penurunan IHSG Mereda
Kebijakan Obama Rontokkan Saham Asia
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengakhiri transaksi hari ini dengan pergerakan positif. Aksi demonstrasi program 100 Hari SBY-Boediono, sepertinya tidak menjadi kendala bagi pemodal dalam mengakumulasi saham.

Menurut analis PT Optima Sekuritas Ikhsan Binarto, penguatan IHSG menjelang akhir pekan ini ditopang sentimen positif indeks di Wall Street dan bursa regional Asia. “Bursa mancanegara masih menjadi acuan,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta.

Bahkan, kata dia, sentimen dari dalam negeri, yaitu aksi demonstrasi yang masih terjadi di Jakarta hari ini tidak terlalu mempengaruhi laju indeks. Sebab, aksi tersebut diprediksi bakal berjalan tertib dan aman. “Seperti demonstrasi menyambut Hari Antikorupsi Sedunia beberapa waktu lalu yang ternyata terkendali,” tutur Ikhsan.

IHSG pada penutupan transaksi Kamis, 28 Januari 2010, terangkat 55,01 poin (2,14 persen) ke level 2.619,56. Melanjutkan penguatan indeks akhir sesi I tadi, yang naik 43,04 poin atau 1,67 persen di posisi 2.607,59.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,76 triliun dan volume tercatat 9,39 juta lot, dengan frekuensi 88.183 kali. Sebanyak 161 saham menguat, 43 melemah, 58 ditutup stagnan, serta 223 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 806,47 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 854,46 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Indeks Hang Seng naik 323,30 (1,61 persen) ke level 20.356,37, Nikkei 225 menguat 162,21 poin atau 1,58 persen menjadi 10.414,29, dan Straits Times terangkat 53,08 persen (1,96 persen) di posisi 2.759,34.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang menguat cukup besar di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp 1.650 atau 4,80 persen ke level Rp 36.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp 850 (5,16 persen) menjadi Rp 17.300, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) terangkat Rp 700 atau 5,46 persen di posisi Rp 13.500.

Rupiah Stabil
Sementara itu, analis PT BNI Securities Asti Pohan berpendapat, mata uang rupiah dapat dikatakan stabil cenderung menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.350 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.375/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.408 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu, 27 Januari 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.380-9.422/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

IHSG Ditutup Paling Perkasa se-Asia Pasifik!

Kamis, 28 Januari 2010 – 16:05 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatannya, bahkan mencatatkan persentase lonjakan tertinggi se-Asia Pasifik pada perdagangan hari ini. Pergerakan bursa kawasan Asia Pasifik serta saham-saham unggulan yang cenderung menguat, memberikan imbas positif pada penutupan indeks kali ini.

Terpantau, sektor pertambangan kembali memimpin penguatan sebesar 52,43 poin. Begitu juga seluruh sektor yang menguat, seperti sektor perbankan naik 5,47 poin, sektor perkebunan menguat 13,39 poin, dan sektor konsumer turun menanjak 11,15 poin. Di sisi lain, pergerakan dari saham unggulan juga terpantau menguat sore ini.

Pada penutupan perdagangan Kamis (28/1/2010) sore, IHSG naik tajam 55,011 poin atau setara 2,15 persen menjadi 2.619,565. Sementara itu, indeks LQ45 juga menguat 12,038 poin ke posisi 512,625, sedangkan Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 9,716 ke posisi 430,970.

Terpantau, sore ini tercatat nilai transaksi sebanyak Rp3,756 triliun dengan volume sebanyak 4,697 miliar lembar saham, dan total transaksi sebanyak 88.183. Sebanyak 161 saham mengalami kenaikan, 43 saham melemah, dan 58 saham terpantau stagnan.

Sementara, bursa regional cemderung bergerak menguat, antara lain indeks Nikkei 255 menguat 162,21 poin atau setara 1,58 persen ke posisi 10.414,29, indeks Shanghai Composite di China naik 7,536 poin ke posisi 2.994,143, dan indeks Hang Seng melonjak 323,30 poin ke posisi 20.356,37. Begitu pula, indeks Seoul Composite naik 16,95 poin ke level 1.642,43.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain saham dari PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.650 menjadi Rp36.000, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) yang naik sebesar Rp1.000 menjadi Rp70.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp850 ke posisi Rp17.300, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp700 ke level Rp13.500, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp450 menjadi Rp17.200.

Sementara saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp500 menjadi Rp12.800, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) turun Rp500 menjadi Rp69.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp450 menjadi Rp16.450, PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) turun Rp200 menjadi Rp8.400, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp100 menjadi Rp2.475.
(css)
Kamis, 28 Januari 2010 | 16:58

PASAR

Di Asia, IHSG Melaju Paling Kencang

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan saham, Kamis (28/1), dengan gemilang. Indeks melaju paling kencang dibanding bursa-bursa negara tetangga. IHSG mendarat di level 2.619,56 setelah melesat 2,15%.

Aksi investor memburu saham-saham blue chip (unggulan) membuat indeks kian ngebut. Tengoklah saham PT Astra International Tbk (ASII) yang melambung 4,80% menjadi Rp 36.000, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 3,17%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 2,75% menjadi Rp 4.675. Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) malah meroket 5,47% menjadi Rp 13.500 dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melejit 5,17% menjadi Rp 17.300.

Di barisan saham-saham pemberat indeks, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melorot 0,44% menjadi Rp 11.400 dan PT Panin Bank Tbk (PNBN) longsor 1,23% menjadi Rp 800. Saham PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) mengalami tekanan jual menjelang rencana tender offer oleh Asia Pacific Brewery Ltd. Saham emiten produsen bir itu terperosok 5,56% menjadi Rp 170.000. Saham lain yang turun dalam adalah saham PT Jaya Properti Tbk (JRPT) yang jatuh 6,25% menjadi Rp 750 dan PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) yang anjlok 5,88% menjadi Rp 240.

Sepanjang perdagangan hari ini, terkumpul transaksi senilai Rp 3,76 triliun, dengan volume saham yang ditransaksikan mencapai 4,69 miliar saham. Sebanyak 146 saham harganya naik, 39 saham harganya turun, dan 55 saham harganya tetap.

Pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Rabu (27/1), memberikan suntikan semangat baru ke bursa global. Dalam pidatonya, Obama mengatakan bakal memperpanjang insentif perpajakan senilai US$ 38 miliar untuk tahun 2010 dan 2011. Indeks bursa Asia serentak menghijau. Indeks Strait Times melonjak hingga 1,91% ke level 2.757,61 disusul indeks Hang Seng yang menanjak 1,61% ke level 20.356,37. Indeks Nikkei 225 tak mau kalah, naik 1,58% ke level 10.414,29 dan indeks Kospi naik 1,04% ke level 1.642,43. Hanya indeks Shanghai yang naik tipis 0,25% ke level 2.994,14.

Hari Widowati
kontan
Kamis, 28 Januari 2010 | 10:01

PASAR

Investor Buru Saham Komoditas, IHSG Melaju

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini mulai menanjak seiring aksi pelaku pasar yang mulai memburu saham-saham komoditas. Hingga pukul 09.30 WIB tadi, indeks sudah naik 0,87% kelevel 2.586,98.

Saham-saham emiten komoditas terlihat mendominasi jajaran top gainers. Sebut saja saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang melesat 3,13% menjadi Rp 32.950, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 1,52% menjadi Rp 16.700, dan PT PP London Sumatera Plantations Tbk (LSIP) naik 1,79% menjadi Rp 8.550. Kemudian, PT United Tractor Tbk (UNTR) naik 1,19% menjadi Rp 16.950 dan PT Astra International Tbk (ASII) naik 1,89% menjadi Rp 35.000.

Barisan saham top losers diisi oleh PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang turut 0,87% menjadi Rp 11.350, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) turun 1,34% menjadi Rp 1.470, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 1,61% menjadi Rp 1.220. Selanjutnya, ada saham PT Sorini Corporation Tbk (SOBI) yang turun 0,67% menjadi Rp 1.480, dan PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) turun 1,37% menjadi Rp 720.Total nilai transaksi saham pagi ini mencapai Rp 295,66 miliar dengan volume 184,03 juta saham. Sepanjang perdagangan pagi ini, sebanyak 73 saham harganya naik, 9 saham harganya turun, 29 saham harganya tetap.

Sentimen positif mulai menyambangi bursa regional. Dimulai dari bursa AS yang pada penutupan perdagangan Rabu (27/1) lalu, naik 0,41% ke level 10.236,16. Bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,25% dan mulai menghentikan pembelian efek beragun KPR senilai US$ 1,25 triliun.

Indeks Nikkei juga mendapat angin segar dari kinerja Canon dan Honda yang melampaui perkiraan. Indeks Nikkei menanjak 1,31% ke level 10.385,99. Begitu pula dengan indeks Hang Seng yang terkerek 1,37% ke level 20.308,33. Indeks Shanghai masih merah, yaitu minus 0,38% ke level 2.947. Indeks Strait Times menghijau setelah menanjak 1,61% ke level 2.749,93 dan indeks Kospi naik 0,39% ke level 1.631,86.

Hari Widowati

 

asien-K emang asin dah … 280110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:50 am

Polisi: Demo 28 Januari Kondusif
Kamis, 28 Januari 2010 | 17:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Unjuk rasa memperingati 100 hari kerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono berjalan kondusif. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar yang ikut memantau situasi demonstrasi di lapangan Monas, Jakarta Pusat, mengatakan aksi massa berjalan dengan baik.

“Masih dalam kondisi kondusif, tidak ada potensi merusak,” ujar Boy saat dihubungi, Kamis (28/1).

Hingga saat ini Polda Metro Jaya belum menerima laporan adanya demonstran yang ditangkap karena melakukan tindakan pidana. “Kami belum terima, kalau ada nanti kami kabarkan,” kata dia.

Aksi turun ke jalan dilakukan oleh sekurangnya 62 elemen masyarakat semula diperkirakan akan menghimpun sekitar 40 ribu orang. Namun dalam pemantauan di lapangan, massa yang terkumpul hanya berkisar 15 ribu orang dan tersebar di berbagai tempat seperti Lapangan Monas, gedung DPR/MPR Senayan, Departemen Keuangan, dan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

VENNIE MELYANI
Abaikan Demo, Rupiah dan Saham Melaju
Kamis, 28 Januari 2010 | 12:19 WIB

Kompas/Yuniadhi Agung
JAKARTA, KOMPAS.com – Maraknya aksi-aksi unjuk rasa mengkritisi 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono seakan tidak terpengaruh terhadap perdagangan di Bursa Efek Indonesia Kamis (28/1/2010) siang.
Indeks Harga Saham Gabungan justru terus melaju sehingga kembali menembus level psikologis 2.600. Saham-saham komoditas, miscellaneous industry dan manufaktur menjadi lokomotif kenaiakan indeks perdagangan sesi pertama ini.

IHSG sesi pertama ditutup menguat 1,68 persen atau 43,039 poin pada 2.607,593. Kondisi ini juga membuat indikator utama BEI lainnya juga ikut meraup poin. Seperti indeks Kompas100 meningkat 1,81 persen, kemudian indeks LQ45 naik 1,88 persen serta Jakarta Islamic Index naik 2,18 persen.

Sebanyak 137 saham naik mendominasi perdagangan sesi pagi ini, dibandingkan 25 saham turun dan 43 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 1,950 triliun dari 43.323 kali transaksi dengan volume 2,326 miliar saham.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga menguat di bawah level 9.400. Mata uang RI ini ada di posisi Rp 9.385 per dollar AS.
Waduh… Dana Asing Keluar dari Bursa hingga April
Kamis, 28 Januari 2010 | 10:24 WIB

TERKAIT:
Hot Money Deras, Rupiah Menguat
Dana Asing Terus Mengalir ke Bursa
Kredit Valas Lesu, Bank Simpan di Luar
Wow! 4,73 Miliar Dollar AS Duit WNI Parkir di Luar Negeri
GramediaShop: The Great 88
GramediaShop: Mantra Uang Dari WordPress Blog
JAKARTA, KOMPAS.com — Dana asing terus berhamburan keluar dari Bursa Efek Indonesia. Sepekan terakhir, dana asing yang terbang dari lantai bursa mencapai Rp 2,24 triliun.
Para analis menilai, langkah Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China yang membuat likuiditas di pasar saham menjadi terbatas bermuara pada kaburnya dana asing dari bursa negara emerging market, termasuk Indonesia. Buktinya, dalam empat hari terakhir, indeks beberapa bursa emerging market, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rontok.
Menurut Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero, investor semakin ragu menempatkan dananya di bursa lantaran beberapa bank sentral negara maju berencana menghentikan program Quantitative Earning (QE). QE adalah mengambil alih fungsi perbankan sebagai penyokong modal, dengan cara membeli efek utang maupun ekuitas perusahaan swasta.
Bank sentral berniat menghentikan QE untuk normalisasi suku bunga guna meredam lonjakan inflasi. European Central Bank sudah lebih dulu mengambil langkah itu. Bank of England dan The Fed bakal menyusul Maret dan April nanti. “Aksi jual asing bakal lebih hebat lagi mendekati April 2010,” ujar Poltak.
Namun, dia tak bisa memperkirakan seberapa besar guncangan yang bakal dialami bursa saham akibat rencana tersebut. Sebab, ini baru pertama kali diterapkan.
Meski hengkang dari bursa saham, dana asing justru bertambah di pasar obligasi. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menunjukkan, kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) meningkat dari Rp 108 triliun pada akhir Desember 2009 menjadi Rp 113,89 triliun pada 22 Januari lalu. Dua hari lalu, 30 persen dari penawaran lelang SUN yang masuk sebesar Rp 10,88 triliun berasal dari asing.
Nico OmerJonckheere, Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities, menilai, hal tersebut terjadi bukan karena adanya peralihan dana dari pasar saham. “Obligasi juga bakal tertekan seiring dengan kenaikan suku bunga. Sebaiknya investor bertahan di saham atau keluar sejenak menyimpan dana tunai,” ujarnya. (Kontan/Ade Jun Panjaitan)

 

2010 itu, maseh akan berjalan full … 280110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:03 am
asumsi 2010 kontan:
PDB (Trilliun Rp)
5.981,4
Pertumbuhan (%)
5,5
Inflasi (%)
5,0
Kurs (US$ / Rp)
10.000,0
SBI tiga bulan (%)
6,5
Harga Minyak (US$ / barel)
65,0
Lifting Minyak (Juta barel / hari)
0,965
Sumber: APBN 2010

Kamis, 28/01/2010 10:02 WIB
Prospek IHSG Ditengah Gelisah Ekonomi Dunia 2010
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencetak prestasi luar biasa sejak kejatuhan pasar modal dunia tahun 2008 dan setidaknya sejak 3 bulan terakhir.

Sikap optimistis disertai proyeksi ekonomi fundamental yang lumayan, apalagi jika dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara tetangga dan negara maju, telah membuat investor-investor domestik maupun global menjadikan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai salah satu tempat investasi prioritas di 2010.

Sayangnya, sikap optimistis tersebut mendadak mulai berbalik arah. Proyeksi ekonomi dunia di 2010 yang sudah dihitung, sontak menemui kendala dan mungkin harus dihitung ulang.

China mulai ketar-ketir terhadap bahaya inflasi yang berujung pada penerapan kebijakan pengetatan moneter. Beberapa waktu lalu, China menaikkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) yag diiringi dengan pembatasan kredit perbankan di negaranya.

Amerika Serikat (AS) pun berecana melakukan pengetatan kebijakan moneter. Presiden AS Barrack Obama berencana memisahkan industri perbankan dari hedge fund. Obama mengisyaratkan akan melarang perbankan AS memiliki, mensponsori dan memiliki keterkaitan dengan hedge fund.

Kebijakan Obama yang berbau anti liberalisme ini mendapat reaksi keras dari kalangan kapitalis AS. Bahkan Partai Demokrat AS yang mengusung Obama ke pucuk pimpinan negara paman Sam itu pun mengindikasikan penolakan.

Akan tetapi, pelaku pasar modal global mulai melakukan antisipasi guna memantau terlebih dahulu dampak rencana kebijakan ini dalam jangka pendek. Aksi jual mendadak melanda seluruh bursa-bursa di dunia.

Duet maut isu kebijakan moneter dua negara adidaya tersebut sukses merontokkan indeks-indeks saham di seluruh dunia.

Apalagi ditambah realisasi ekonomi Korea yang tak sesuai harapan. Tiba-tiba, seluruh dunia khawatir kalau tahun 2010 ternyata bukan tahun pemulihan ekonomi gobal seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Benarkah demikian?

Jika benar, konsekuesinya adalah negara-negara di dunia akan melakukan penghitungan ulang atas proyeksi ekonominya masing-masing, yang tentunya berujung pada revisi angka ke bawah alias revised down.

“Saat ini kita tidak tahu pasti apakah ini transisi menuju pemulihan atau sebaliknya transisi menuju tren penurunan,” ujar Kepala Riset PT Recapital Securities, Poltak Hotradero di hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (27/1/2010).

Menurut Poltak, masih terlalu dini menyimpulkan apakah situasi sekarang merupakan sinyal pembalikan arah menuju penurunan atau hanya transisi sesaat sebelum akhirnya kembali positif.

“Indikator-indikator ekonomi dunia mungkin harus dihitung kembali. Data Korea yang tidak sesuai harapan, serta rencana pengetatan kebijakan moneter AS dan China mungkin saja bisa menjadi indikator terjadinya pembalikan arah, kita belum tahu pasti,” ujarnya.

Meski demikian, reaksi sudah muncul terlebih dahulu di pasar saham. Selama dua pekan terakhir, bursa-bursa dunia mengalami tekanan jual yang cukup berat. Koreksi mulai mendominasi perdagangan harian.

Selama 5 hari terakhir, IHSG terus menerus ditutup turun. Pada perdagangan kemarin, Rabu (27/1/2010), IHSG ditutup turun 13,861 poin (0,53%) ke level 2.564,554.

Pada perdagangan 20 Januari 2010, IHSG masih berada di posisi 2.667,266. Itu berarti, selama 5 hari perdagangan berturut-turut IHSG mengalami koreksi kumulatif sebanyak 102,712 poin (3,85%).

Apakah tren penurunan masih berlanjut di 2010 ini? Belum dapat dipastikan. Sebab, prospek fundamental ekonomi dunia 2010 mulai diragukan.

Sebagai catatan, aspek fundamental perekonomian domestik dan global, biasanya menjadi indikator utama dalam mengukur prospek pasar saham. Kalau proyeksi ekonomi dunia bakal direvisi ke bawah, konsekuensinya perkiraan harga-harga saham pun bakal mengalami hal yang sama.

“Kalau proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik dan dunia direvisi, target harga-harga saham pun ikut direvisi,” jelas Poltak.

Menurut Poltak, level IHSG saat ini pun sebenarnya sudah berada di atas nilai wajar. Perhitungan Poltak menyimpulkan kalau level yang wajar untuk IHSG berkisar antara 2.200 hingga 2.400.

“Itu artinya level IHSG sekarang lebih tinggi 300-400 poin dari nilai wajarnya,” ujar Poltak.

Atas alasan itu, Poltak meragukan kalau IHSG bisa menembus dan bertahan di level 3.000 di tahun 2010. Sebab, belum ada sentimen ekonomi global yang positif untuk membuat IHSG bertaha di level 3.000.

“Kelihatannya bertahan di 3.000 cukup sulit. Kalau menyentuh sekali dua kali mungkin saja, tapi kalau bertahan di level 3.000 saya rasa tidak. Belum ada sentimen positif global yang bisa membuat IHSG bertahan di level 3.000,” ujar dia.

Kendati demikian, ia melihat adanya sentimen temporer yang cukup positif untuk membuat bursa-bursa saham dunia kembai bergairah di 2010, termasuk IHSG.

“AS akan melakukan sensus tahun ini. Sensus di AS itu biasanya menyerap tenaga kerja sekitar 850 ribu orang. Cukup besar untuk mengurangi persentase pengangguran di AS yang saat ini sebesar 10%. Itu bisa menjadi sentimen positif yang bersifat temporer di 2010,” ungkap Poltak.

Sensus AS menurut perkiraan Poltak akan dilakukan sekitar pertengahan tahun 2010. Perkiraan Poltak, pasar saham dunia akan kembali bergairah sekitar periode tersebut.

“Kalau sekarang kelihatannya masih bergejolak. Dan kelihatannya ini baru awalnya saja, mungkin sekitar Maret akan mencapai puncak gejolaknya,” ujar Poltak.
11/02/2010 – 19:35
5 Komponen Pasar Modal Akan Bangkit Tahun ini
Susan Silaban

(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Indonesia tahun ini diramalkan sedang menuju pemulihan yang akan ditandai dari menggeliatnya komoditas, di mana adanya akselesarasi pertumbuhan.

Direktur Schroder Investment Micheal Tjoadji menguraikan, ada lima komponen yang siap direkomendasikan, antara lain komoditas, private equity, properti, equity, dan Hedge fund. Indonesia pun diprediksi menuju ekspansi dibandingkan negara Singapura dan Tailand yang harus melalui dua fase.

“Saya merekomendasikan kelima komponen pasar modal ini yang mengawali pemulihan Indonesia,” kata Micheal pada acara Pefindo Outlook 2010 di Jakarta, Kamis (11/2).

Hal senada pun diungkapkan Ekonom Standart Chartered Fauzi Ikhasan. Ia merinci bursa saham global akan naik sehingga saham-saham di dunia khususnya Asia akan naik. Harga minyak akhir tahun 2010 akan berada di level US$90 per barel, emas menuju 1.300 ounce sedangkan CPO akan berada di 3.000 bounce. “Hal ini akan membantu ekonomi Indonesia,” prediksi Ikhsan.

Selain itu, pulihnya bursa saham, surat utang, dan mata uang Asia akan memberikan sentimen positif bagi krisis global akan mengecil. Sementara itu, ekonomi Indonesia banyak digerakkan oleh faktor domestik seperti konsumsi dan investasi bukan ekspor serta pulihnya harga komoditas internasional meningkat ekspor Indonesia. [cms]

(dro/qom)

 

hujan … 280110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:45 am

Kamis, 28/01/2010 09:31 WIB

BMKG: Jaktim & Jaksel hujan, petir & angin kencang

oleh : Elsya Refianti

JAKARTA (Bisnis.com): Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar warga mewaspadai potensi hujan sedang kadang lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat yang hampir merata, terutama di Jakarta Timur dan Jaksel.

Wilayah Jakarta Pusat dan Bekasi diperkirakan akan turun hujan ringan di siang dan malam hari nanti.

Sedangkan di Jakarta Utara dan Jakbar diduga bakal diwarnai hujan ringan sepanjang hari ini.

Daerah Jakarta Selatan, Bogor dan Tangerang berpeluang turun hujan sepanjang hari ini dengan intensitas ringan di pagi dan malam hari yang diselingi dengan sedang pada siangnya.

Untuk daerah Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu, menurut prakiraan cuaca BMKG dalam situs resminya itu, bakal diwarnai hujan ringan di siang hari dan sedang malam nanti.

Di Depok diduga akan turun hujan ringan siang nanti.(er)

bisnis.com
Kamis, 28/01/2010 09:11 WIB

Rupiah dibuka menguat pagi ini di level 9.413

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah menguat pagi ini, membalik periode penurunannya terhadap dolar AS yang terjadi dalam dua hari terakhir, menjauhi level 9.500.

Berdasarkan pemantauan pada pukul 9.02 WIB, rupiah di pasar spot domestik diperdagangkan menguat tipis 0,03% atau Rp3 ke level Rp9.425 terhadap dolar AS.

Rupiah dibuka di level 9.413, menguat dibandingkan dengan posisi penutupan kemarin sore yang berada di level 9.428. Rupiah diperdagangkan bergerak pada kisaran 9.410-9.430.

Penguatan rupiah ditengarai terjadi karena adanya intervensi dari Bank Indonesia untuk membatasi pelemahan nilai tukar domestik. Sejumlah mata uang kawasan melemah terhadap dolar AS menyusul kekhawatiran kebijakan yang diambil pemerintah China akan memukul pemulihan sektor perdagangan dunia.

Rupiah melemah hingga 0,7% kemarin setelah Reuters melaporkan kemungkinan bank sentral China akan menaikkan persyaratan bagi bank. Rupiah menguat sedikit kemudian setelah harian berbahasa China mengutip seorang pejabat Bank of China, yang mengatakan otoritas moneter tidak akan menaikkan rasio cadangan pada sejumlah bank tertentu.

“Bank Indonesia kemungkinan masuk pasar untuk memperhalus volatilitas setelah anjlok kemarin. Secara keseluruhan pasar sedikit khawatir dengan pengetatan China, tapi saya kira ini menjadi alasan bagi orang untuk ambil untung setelah penurunan tajam dalam beberapa pekan,” kata Wiling Bolung, Head of Treasury di ANZ Panin Bank di Jakarta, seperti dikutip Bloomberg.

bisnis.com

Kamis, 28/01/2010 09:11 WIB

Minyak pengiriman Maret naik ke US$74,08 per barel

oleh : Elsya Refianti

MELBOURNE (Bloomberg): Minyak menguat setelah satu laporan pemerintah AS menunjukkan cadangan minyak mentah turun secara tak terduga pada pekan lalu dan sebagian investor berpandangan bahwa penurunan ke level di bawah US$74 per barel membuat kontrak menarik untuk dibeli.

Minyak memperkecil penurunannya kemarin setelah Departemen Energi mengatakan pasok minyak mentah turun 3,89 juta barel atau 1,2% menjadi 326,7 juta barel. Sebelumnya mereka memperkirakan akan naik 1,5 juta barel, ungkap rerata dari 19 respons analis dalam satu survei Bloomberg News.

Minyak mentah untuk pengiriman Maret mengalami gain 41 sen atau 0,6% menjadi US$74,08 per barel di perrdagangan elektronik pada New York Mercantile Exchange. Minyak sebelumnya berada di US$73,96 pada pukul 8:40 a.m. waktu Singapura. Kemarin kontrak minyak turun US$1,04 menjadi US$73,67, penutupan terendah sejak 21 Desember.

Kontrak minyak telah menyelam 1,4% kemarin setelah pasok bensin naik 1,99 juta barel menjadi 229,4 juta pekan lalu, level tertinggi sejak Maret 2008, kata laporan Departemen Energi. Cadangan minyak distilasi, yakni satu kategori yang mencakup minyak pemanas dan solar, naik 358.000 barel.

Sejumlah kilang minyak beroperasi pada level kapasitas 78,5%, atau berubah tipis dari 78,4% pada pekan yang berakhir 15 Januari. Itu merupakan level yang terendah sejak sedikitnya 1989, ketika badai mempengaruhi kapasitas Pantai Teluk.

Minyak mentah telah menyelam 11% sejak 8 Januari di tengah kekhawatiran bahwa AS akan membatasi perdagangan oleh perbankan dan China bakal mengambil langkah lanjutan guna meredam ekonominya. Gain pada dolar AS juga telah menurunkan daya tarik komoditas sebagai investasi alternatif.

Dolar AS diperdagangkan pada posisi US$1,4027 per euro pada pukul 11:33 a.m. di Sydney, dari US$1,4024 kemarin.

Minyak mentah untuk penutupan Maret tersandung US$1,05 atau 1,4% menjadi US$72,24 per barel kemarin di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.(er)

bisnis.com

 

2010, taon gairah … dah : 280110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:14 am

Sepanjang tahun 2008 dan 2009, pasar modal Indonesia mencatat sejumlah masalah yang cukup pelik. Sejumlah kasus kecurangan terkuak, seiring dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mulai dari kasus penipuan produk palsu PT Antaboga Delta Sekuritas yang dipasarkan PT Bank Century Tbk (BCIC), penggelapan dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas oleh pemiliknya sendiri, skema gadai saham njelimet yang melibatkan saham-saham grup Bakrie, sistem Jakarta Automatic Trading System Next Generation (JATS-NextG) yang macet, dan sebagainya.

Meskipun kejadian-kejadian itu tidak melulu akibat kesalahan otoritas pasar modal, baik itu Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI), namun terjadinya kasus-kasus tersebut tak lepas dari masih adanya peluang yang inheren di dalam sistem mekanisme pasar modal Indonesia.

Oleh sebab itu, selepas pemulihan IHSG secara cepat di 2009, otoritas pasar modal kini fokus melakukan berbagai upaya-upaya pencegahan terhadap kejahatan pasar modal dengan melakukan peningkatan kualitas di berbagai lini.

Berikut hasil wawancara detikFinance dengan Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (26/1/2010) malam:

Apa saja fokus Bapepam-LK di 2010?

Tentunya kita akan meningkatkan kualitas pasar modal dari sisi pelaku industri.

Contohnya?

Awal 2010 ini kita mulai melakukan peningkatan sisi perizinan bagi Manajer Investasi (MI), yaitu dengan menerapkan standar yang tinggi yang sesuai dengan standar internasional. Jadi mekanisme perizinan MI kita perketat.

Kemudian kita juga melakukan peningkatan dalam perusahaan efek, yaitu dengan menambah jumlah unit kepatuhan yang bertugas melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan efek.

Selain itu, kita juga melakukan koordinasi dengan SRO (Self Regulatory Organization) yaitu BEI (Bursa Efek Indonesia), KSEI (Kustodian Setral Efek Indonesia) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) untuk melakukan modernisasi sistem dan mekanisme perdagangan.

Jadi ada 4 fokus kita di 2010, yaitu meningkatkan keamanan dana dan aset nasabah, peningkatan audit perusahaan efek dengan menambah unit kepatuhan, meningkatkan standar kualitas pelaku industri dan reformasi sistem dan mekanisme perdagangan di SRO.

Harapan yang dapat dicapai dengan 4 program tersebut?

Ya tentunya kalau 4 program ini jalan, investor domestik akan meningkat jumlahnya secara signifikan. Selama ini, salah satu kekhawatiran masyarakat terhadap industri pasar modal kita adalah masalah keamanan. Harapan kita, dengan berjalannya 4 program tersebut, pandangan tersebut akan berubah dan secara otomatis akan menambah jumlah investor domestik.

Mengapa penambahan porsi investor domestik menjadi penting?

Bursa saham kita itu kan kurang stabil, itu karena porsi investor domestik masih kurang cukup menopang pergerakan IHSG, sehingga pergerakannya cenderung dipengaruhi oleh aktivitas investor asing.

Kalau bursa-bursa di negara lain itu, contohnya Korea, porsi investor domestiknya besar sehingga pergerakan indeks mereka pun cenderung stabil. Namun untuk mewujudkan itu, kita harus meningkatkan terlebih dahulu kualitas pasar modal kita, baik dari sisi pelaku industri maupun sistem dan mekanismenya.

Apakah program itu berkaitan dengan rencana bergabung dalam ASEAN Linkage?

Jadi begini, ASEAN Linkage itu kan bagian dari apa yang disebut sebagai ASEAN Economic Community. Salah satu wujudnya adalah membentuk integrasi pasar modal di tingkat regional.

Kita memang mengarah kesana, tapi untuk saat ini kita nilai belum waktunya, karena untuk mencapai titik itu harus melalui berbagai tahapan. Nah kita melihat, tahapan kita belum bisa langsung masuk kesana.

Indonesia itu kan negara besar. Bursa kita pun cukup besar. Cuma masalahnya, basis investor domestik kita belum kuat. Kalau kita ikut bergabung sekarang dengan ASEAN Linkage, itu justru merugikan kita. Jadi untuk saat ini, kita belum bisa mengikuti ajakan itu.

Menurut perkiraan bapak, kapan kira-kira Indonesia siap bergabung dengan ASEAN Linkage?
Kalau bursa Malaysia dan Thailand itu rencananya mulai bergabung tahun ini. Nanti menyusul Singapura dan Filipina. Bursa kita mungkin di 2013. Tapi kita juga tidak memberikan janji.

Sebenarnya, secara teknis kita siap. Sistem kita siap. Tapi yang kita pikirkan adalah dampaknya terhadap industri pasar modal kita kalau kita ikut sekarang.

Indonesia itu kan negara besar, penduduknya 200 juta orang, tapi jumlah investor kita masih ratusan ribu. Singapura contohnya, jumlah penduduk mereka 7 jutaan, jumlah investornya 4 jutaan.

Jadi memang pasar mereka sudah penuh. Itu sebabnya mereka ingin cepat-cepat merealisasikan penggabungan bursa regional, karena memang pasar di negara mereka sudah penuh, sehingga mereka membutuhkan pasar baru.

Bursa kita justru terbalik, permintaannya banyak, tapi persediaannya sedikit. Melihat dari sisi itu, kita berpikir fokus yang harus kita utamakan adalah mengembangkan pasar modal kita terlebih dahulu sebelum masuk kesana.

Kalau realisasi pembentukan OJK bagaimana pak?

OJK itu pada dasarnya menurut pasal 34 dimana supervisi bank, supervisi pasar modal dan lembaga keuangan bukan bank berada di satu organisasi. Tujuannya dalam rangka menangani masalah produk-produk yang berada di semua wilayah sehingga OJK bisa lebih efektif dengan menyatukan supervisi.

Misalnya supervisi bank century dan Antaboga dengan adanya OJK mungkin bias lebih efektif. Tapi apakah nanti bisa mencegah kejadian seperti Bank Century, kita enggak jamin. Artinya kan kalau ada ornag berbuat jahat tetap saja kejadian. Ya bisa diminimalisir lah.

Urgensi OJK sendiri bagaimana?

Sekarang gini, OJK kan sudah amanat pasal 34 UU Bank Indonesia. Dan kita sudah lakukan, kita sudah buat draftnya. Ini kita lagi proses di panitia antar departemen. Mungkin Insya Allah minggu depan kita akan mulai rapat lagi untuk bahas RUU OJK. Nanti prosesnya sehabis panitia antar departemen masuk ke Kumham untuk diharmonisasi baru setelah itu ke Presiden.

Tahun ini bisa?

Tahun ini bisa. Mudah-mudahan ini bisa cepat keluarnya. Harapan kita di kuartal I ini sudah bisa. Kalau enggak lewat-lewat dikit d kuartal II lah. Ya semester I tapi mudah-mudahan enggak di akhir semester I.

Model pengawasan akan berubah?

Enggak, OJK itu nama saja. Otoritas Jasa Keuangan yang terdiri dari tiga otoritas, bank, pasar modal dan lembaga keuangan bukan bank. Dia otonomi di bawah sebuah yang namanya OJK. Strukturnya nanti memang unik. Ya mirip-mirip sama negara lain seperti Korea. Digabung tapi tetap elemen otonominya ada. Dia otonomi tapi kemudian dibawahi oleh yang namanya dewan komisioner.

Nanti ada pembagian antara regulasi dengan supervisi, itu elemen-elemen penting dari RUU OJK kita. Nanti ada bagian yang melakukan regulasi dan ada bagian yang melakukan supervisi.

Sumber: detikcom

 

FLUKTUASI, the playing field today … 280110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:16 am

ipot:
Selama 5 hari perdagangan berturut-turut, IHSG telah turun 102pts atau hampir 4%. Penurunan IHSG kemarin membentuk support baru pada 2540 dengan resistance 2573. Selain sentimen negative dari regional, manajemen BUMI juga membantah tentang isu 10% non-preemptive rights pada harga Rp 2.925. Bantahan BUMI membuat harga saham BUMI jatuh dan turut menyeret turun IHSG. Menurut kami, setelah anjlok berhari-hari, IHSG dapat mengalami rebound namun terbatas. Pidato kenegaraan Obama yang akan dilakukan pagi ini (Rabu malam waktu Amerika) dapat menahan pergerakan naik IHSG. Stock Pick PTBA, INTP, ADRO, LSIP, AALI

Author : Research Department
Kamis, 28/01/2010 09:09 WIB

IHSG rebound 0,83 poin ke level 2.565,38 pagi ini

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka naik 0,83 poin di level 2.565,38 pagi ini, terdorong sentimen positif yang mulai mewarnai bursa regional.

Pada menit keenam perdagangannya, indeks naik 0,84% atau 21,49 poin ke level 2.586,04. Indeks menyentuh level terendah di 2.565,38, yang merupakan level pembukaan dan tertinggi di 2.588,01.

Hingga menit keenam perdagangannya, transaksi saham relatif masih sepi. Baru sebanyak 23 saham yang terlihat membukukan keuntungan, dengan 1 saham merugi, sedangkan 372 saham masih stagnan dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.

Rebound IHSG ditopang oleh seluruh indeks sektoral. Sebanyak sembilan indeks sektoral berbalik arah dengan mencatatkan kenaikan, dengan indeks sektor keuangan memimpin melalui kontribusi 24,09% terhadap IHSG.

Indeks sektor pertambangan menyusul dengan sumbangan 21,65% bagi indeks, lalu indeks sektor aneka industri sebesar 17,82%. Sektor perkebunan tercatat naik paling sedikit sebesar 0,99%, lalu sektor konstruksi yang menyumbang kenaikan 2,66%.

bisnis.com

“Jika Demo Rusuh, Pasar Akan Bergejolak”
Rencana aksi demonstrasi menyambut 100 hari bakal ditanggapi dingin pelaku pasar.
RABU, 27 JANUARI 2010, 17:07 WIB
Heri Susanto, Syahid Latif

BERITA TERKAIT
Modal Asing Bisa Kabur Lagi Tahun Depan
Dana Asing Besar Bakal Masuk Indonesia
Prospek Bisnis Baik, Investor Incar Indonesia
Bankir Asing: Prospek Ekonomi Indonesia Cerah
“Boediono Jangan Lagi Mengurung Diri”

VIVAnews – Rencana aksi demonstrasi besar-besaran menyambut 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono kemungkinan bakal ditanggapi dingin oleh pelaku pasar modal.

“Semua sudah diperkirakan, karena masyarakat umumnya sudah tahu akan adanya aksi tersebut,” ujar Kepala Riset PT Recapital Securities, Poltak Hotradero dalam Media Briefing Economic Outlook 2010 di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2010.

Menurut Poltak, informasi aksi demonstrasi yang diumumkan sejak lama biasanya sudah ditanggapi masyarakat dengan melakukan langkah antisipasi.

Kendati demikian, dirinya tetap mewaspadai kemungkinan aksi demontrasi esok hari yang bakal menimbulkan gejolak pada pasar modal. Pengaruh terutama muncul jika aksi damai berubah menjadi rusuh bahkan sampai meimbulkan korban jiwa.

“Kalau aksi berlangsung di luar perkiraan biasanya pasar akan langsung bereaksi,” kata dia.

• VIVAnews
Kamis, 28/01/2010 07:01 WIB

IHSG dibayangi bearish

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): IHSG dibayangi bearish setelah kemarin indeks berada pada titik support 2.560 dan batas bawah tren naik jangka panjangnya.

Kresna Securities berpendapat bahwa posisi indeks pada bollinger band yang berada di bawah mid point dengan range menyempit serta posisi stochastic di daerah oversold 11,9 memberi harapan adanya potensi rebound.

Trading range pada hari ini antara 2.549-2.588. Rekomendasi buy on weakness untuk saham ADRO, ELTY, UNTR.

Sementara itu, Panin Sekuritas menilai setelah sempat rebound pada awal sesi, indeks ditutup melemah 0,54% ke posisi 2.564,55. Penurunan indeks dipengaruhi oleh pelemahan bursa regional dan harga komoditas.

Hari ini Panin memperkirakan indeks masih akan diwarnai oleh tekanan jual. IHSG diperkirakan bergerak ke kisaran support-resistance 2.550-2.583.

Trimegah Securities mengatakan bahwa bursa Asia kembali turun terkait kekhawatiran pelaku pasar akan dampak kebijakan moneter China terhadap pemulihan ekonomi global. Sentimen tersebut mengakibatkan tekanan jual di IHSG setelah munculnya sinyal shooting star pada 20 Januari lalu.

Meskipun berada di area jenuh jual, dengan gagal bertahan di tren naiknya, IHSG diperkirakan akan menguji support dari trading range jangka menengah di 2.538. Pada hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.538-2.585.

Tekanan Jual Masih Akan Warnai Bursa
Kamis, 28 Januari 2010 | 08:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Menguatnya bursa New York semalam (27/1) diharapkan bisa meredakan tekanan jual bursa regional. Namun, harga minyak yang kembali turun ke US$ 73,67 per barel akan tetap menjadi ganjalan.

Rapat Dewan Gubernur bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kemarin waktu setempat, yang kembali mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya di 0,25 persen, bisa menjadi patokan investor untuk menentukan arah investasinya.

Analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengemukakan kebijakan pengetetatan likuiditas pemerintah Cina, serta rencana Presiden Barrack Obama melarang perbankan berinvestasi di hedge fund kembali mempengaruhi pelemahan bursa regional dan harga komoditas.

“Pada perdagangan kemarin indeks sempat menguat pada sesi awal, namun kembali mendapat tekanan jual terimbas anjloknya bursa regional. “Sehingga indeks ditutup kembali melemah,” paparnya. Bursa hari ini diperkirakan masih akan diwarnai tekanan jual. Dan indeks diproyeksikan akan bergerak di rentang 2.550 – 2.583.

Indeks Dow Jones industri berhasil menguat 41,87 poin (0,41 persen) ke level 10.236,16. Indeks saham teknologi Nasdaq naik 17,68 poin (0,86 persen), serta indeks S&P 500 juga naik 5,33 poin (0,49 persen) ke posisi 1.097,50.

Bursa Australia pagi ini menguat tipis 0,26 persen, bursa Tokyo naik 0,71 persen, serta bursa Seoul juga naik tipis 0,09 persen. Sedangkan bursa Selandia Baru kembali turun 0,29 persen.

VIVA B KUSNANDAR
Kamis, 28/01/2010 07:11 WIB
The Fed Jaga Wall Street Positif
Nurul Qomariyah – detikFinance

New York – Saham-saham di bursa Wall Street berakhir di teritori positif setelah Bank Sentral AS (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya untuk waktu yang lebih lama.

Analis menilai keputusan The Fed itu memang tidak mengejutkan, namun telah memberikan nada yang lebih optimistis. Pernyataan The Fed setidaknya memberikan harapan baru setelah mereka diguncang pernyataan Presiden Obama yang ingin membatasi operasional bank.

“Pasar menguat karena tidak ada hal negatif yang bisa diambil dari pernyataan The Fed,” jelas Michael James, pialang senior dari Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/1/2010).

“Kita telah melihat banyak berita negatif akhir-akhir ini, apakah itu dari Washington maupun China, dan ada sedikit kelegaan karena tidak ada hal negatif yang keluar dari pernyataan The Fed,” imbuhnya.

Pada perdagangan Rabu (27/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 41,87 poin (0,41%) ke level 10.236,16. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 5,33 poin (0,49%) ke levle 1.097,50 dan Nasdaq menguat 17,68 poin (0,80%) ke level 2.221,41.

Saham Apple naik 0,9%, sekaligus membalas penurunan 3% yang dialami sebelumnya usai peluncuran iPad. Nasdaq juga menguat berkat lonjakan saham Gilead Sciences Inc hingga 7,1%.

Boeing menjadi saham penopang utama penguatan Dow Jones. Saham Boeing naik hingga 7,3% setelah produsen pesawat terbesar kedua itu melaporkan kinerja yang lebih baik sekaligus memberikan proyeksi yang meyakinkan di 2010.

Perdagangan cukup tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,3 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,49 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 1,63 miliar.

(qom/qom)

Prediksi Pasar Saham
IHSG Cermati Demo 100 Hari SBY-Boediono
Saham grup Astra, seperti PT Astra International Tbk (ASII) masih direkomendasikan beli.
KAMIS, 28 JANUARI 2010, 06:51 WIB
Antique

Pialang memantau pergerakan saham. (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Saham Grup Astra Cukup Murah
IHSG Berfluktuasi, Akumulasi Saham Grup Astra
IHSG Rawan Tekanan, Akumulasi Saham Unggulan
Saham Energi Layak Akumulasi
Saham Tambang & Infrastruktur BUMN Layak Beli
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia cenderung berfluktuasi (mixed) menjelang akhir pekan ini. Saham grup Astra yang cukup murah harganya (under value) masih direkomendasikan beli.

“Pemodal memilih wait and see (mencermati) sentimen, sebelum mengambil posisi,” ujar Ikhsan Binarto, analis PT Optima Sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews, Rabu sore, 27 Januari 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Kamis, 28 Januari 2010, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.530 dan batas atas (resistance) 2.580.

Pada transaksi Rabu, indeks kembali berakhir negatif di posisi 2.564,55, terkoreksi 13,86 poin (0,54 persen) dari perdagangan Selasa, 26 Januari 2010, yang turun 19,44 poin atau 0,75 persen ke level 2.578,41.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 76,26 (0,38 persen) ke level 20.033,07, Nikkei 225 melemah 73,20 poin atau 0,71 persen menjadi 10.252,08, dan Straits Times tekoreksi 25,84 persen (0,94 persen) di posisi 2.714,49.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Rabu sore waktu New York, atau Kamis dini hari WIB kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 61,37 poin (0,60 persen) menjadi 10.258,23, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 naik 4,56 poin atau 0,42 persen ke level 1.101,34, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 12,49 poin (0,56 persen) di posisi 2.223,29.

Menurut Ikhsan, laju IHSG hari ini masih dipengaruhi sentimen eksternal, yaitu pergerakan bursa global maupun regional. “Kalau indeks mancanegara (terutama, Dow Jones) rebound, IHSG sepertinya akan mengikutinya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, sentimen domestik, terutama agenda aksi demonstrasi menyambut berakhirnya program 100 hari SBY-Boediono hari ini turut menjadi katalis pergerakan IHSG. “Namun, diprediksi demo berlangsung aman dan tertib seperti pelaksanaan demonstrasi menyambut Hari Antikorupsi Sedunia beberapa waktu lalu,” tutur Ikhsan.

Rekomendasi
Ikhsan menyarankan, selektif beli saham-saham grup Astra, seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Pasalnya, kata dia, saham-saham tersebut berpeluang berbalik arah menguat (rebound), karena sudah beberapa hari terakhir harganya terkoreksi cukup dalam.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Ekonom Aviliani
Modal Asing Bisa Kabur Lagi Tahun Depan
Mereka sekarang datang ke Indonesia karena yang lain sedang krisis.
KAMIS, 13 AGUSTUS 2009, 14:58 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan

BERITA TERKAIT
Dana Asing Besar Bakal Masuk Indonesia
Prospek Bisnis Baik, Investor Incar Indonesia
Bankir Asing: Prospek Ekonomi Indonesia Cerah
“Boediono Jangan Lagi Mengurung Diri”
Solusi Boediono untuk Benahi Infrastruktur

VIVAnews – Ekonom Indef Aviliani mengatakan meski saat ini Indonesia akan kebanjiran dana asing. Namun, dia menekankan satu tahun lagi atau Agustus 2010, Indonesia kemungkinan akan mendapatkan ancaman baru berupa kaburnya dana asing yang sudah masuk.

“Mereka sekarang datang ke Indonesia karena yang lain sedang krisis. Begitu ada pemulihan, maka bisa saja dana asing ini keluar,” katanya dalam seminar Ketahanan EKonomi Indonesia di Hotel Athlet Century, Kamis 13 Agustus 2009.

Menurut Aviliani, keluarnya dana asing dari Indonesia karena sampai saat ini pemerintah belum menyiapkan skema yang tepat dalam upaya perbaikan iklim investasi.

Ia mencontohkan salah satu kelemahan sitem saat ini adalah soal rendahnya realisasi penyerapan stimulus fiskal. Padahal dari awal stimulus ini ditujukan untuk mendongkrak daya beli masyarakat serta meminimalkan dampak krisis global.

“Tapi sampai Juli lalu, semua belum terserap dengan sempurna,” katanya.

Aviliani mengatakan stimulus sebenarnya bisa menjadi upaya perbaikan fasilitas di dalam negeri. Apalagi dalam hal infrastruktur, paling tidak sektor riil secara tidak langsung bisa mendapatkan insentif.

Kelemahan dalam stimulus infrastruktur ini permasalahannya adalah tidak adanya reformasi kebijakan dalam pengadaan barang. “Dalam tender butuh waktu delapan bulan,” katanya.

Jadi, dia menekankan, jangan hanya memandang sesaat. Tetapi bagaimana membedakan antara jangka panjang, menengah dan pendek agar efektif.

Menurut dia, stimulus bukan hanya jangka pendek saja, stimulus sendiri harus fokus serta harus dapat menciptakan wira usaha baru ke depannya.

• VIVAnews