1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

2010, taon gairah … dah : 280110 28 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:14 am

Sepanjang tahun 2008 dan 2009, pasar modal Indonesia mencatat sejumlah masalah yang cukup pelik. Sejumlah kasus kecurangan terkuak, seiring dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mulai dari kasus penipuan produk palsu PT Antaboga Delta Sekuritas yang dipasarkan PT Bank Century Tbk (BCIC), penggelapan dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas oleh pemiliknya sendiri, skema gadai saham njelimet yang melibatkan saham-saham grup Bakrie, sistem Jakarta Automatic Trading System Next Generation (JATS-NextG) yang macet, dan sebagainya.

Meskipun kejadian-kejadian itu tidak melulu akibat kesalahan otoritas pasar modal, baik itu Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI), namun terjadinya kasus-kasus tersebut tak lepas dari masih adanya peluang yang inheren di dalam sistem mekanisme pasar modal Indonesia.

Oleh sebab itu, selepas pemulihan IHSG secara cepat di 2009, otoritas pasar modal kini fokus melakukan berbagai upaya-upaya pencegahan terhadap kejahatan pasar modal dengan melakukan peningkatan kualitas di berbagai lini.

Berikut hasil wawancara detikFinance dengan Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (26/1/2010) malam:

Apa saja fokus Bapepam-LK di 2010?

Tentunya kita akan meningkatkan kualitas pasar modal dari sisi pelaku industri.

Contohnya?

Awal 2010 ini kita mulai melakukan peningkatan sisi perizinan bagi Manajer Investasi (MI), yaitu dengan menerapkan standar yang tinggi yang sesuai dengan standar internasional. Jadi mekanisme perizinan MI kita perketat.

Kemudian kita juga melakukan peningkatan dalam perusahaan efek, yaitu dengan menambah jumlah unit kepatuhan yang bertugas melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan efek.

Selain itu, kita juga melakukan koordinasi dengan SRO (Self Regulatory Organization) yaitu BEI (Bursa Efek Indonesia), KSEI (Kustodian Setral Efek Indonesia) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) untuk melakukan modernisasi sistem dan mekanisme perdagangan.

Jadi ada 4 fokus kita di 2010, yaitu meningkatkan keamanan dana dan aset nasabah, peningkatan audit perusahaan efek dengan menambah unit kepatuhan, meningkatkan standar kualitas pelaku industri dan reformasi sistem dan mekanisme perdagangan di SRO.

Harapan yang dapat dicapai dengan 4 program tersebut?

Ya tentunya kalau 4 program ini jalan, investor domestik akan meningkat jumlahnya secara signifikan. Selama ini, salah satu kekhawatiran masyarakat terhadap industri pasar modal kita adalah masalah keamanan. Harapan kita, dengan berjalannya 4 program tersebut, pandangan tersebut akan berubah dan secara otomatis akan menambah jumlah investor domestik.

Mengapa penambahan porsi investor domestik menjadi penting?

Bursa saham kita itu kan kurang stabil, itu karena porsi investor domestik masih kurang cukup menopang pergerakan IHSG, sehingga pergerakannya cenderung dipengaruhi oleh aktivitas investor asing.

Kalau bursa-bursa di negara lain itu, contohnya Korea, porsi investor domestiknya besar sehingga pergerakan indeks mereka pun cenderung stabil. Namun untuk mewujudkan itu, kita harus meningkatkan terlebih dahulu kualitas pasar modal kita, baik dari sisi pelaku industri maupun sistem dan mekanismenya.

Apakah program itu berkaitan dengan rencana bergabung dalam ASEAN Linkage?

Jadi begini, ASEAN Linkage itu kan bagian dari apa yang disebut sebagai ASEAN Economic Community. Salah satu wujudnya adalah membentuk integrasi pasar modal di tingkat regional.

Kita memang mengarah kesana, tapi untuk saat ini kita nilai belum waktunya, karena untuk mencapai titik itu harus melalui berbagai tahapan. Nah kita melihat, tahapan kita belum bisa langsung masuk kesana.

Indonesia itu kan negara besar. Bursa kita pun cukup besar. Cuma masalahnya, basis investor domestik kita belum kuat. Kalau kita ikut bergabung sekarang dengan ASEAN Linkage, itu justru merugikan kita. Jadi untuk saat ini, kita belum bisa mengikuti ajakan itu.

Menurut perkiraan bapak, kapan kira-kira Indonesia siap bergabung dengan ASEAN Linkage?
Kalau bursa Malaysia dan Thailand itu rencananya mulai bergabung tahun ini. Nanti menyusul Singapura dan Filipina. Bursa kita mungkin di 2013. Tapi kita juga tidak memberikan janji.

Sebenarnya, secara teknis kita siap. Sistem kita siap. Tapi yang kita pikirkan adalah dampaknya terhadap industri pasar modal kita kalau kita ikut sekarang.

Indonesia itu kan negara besar, penduduknya 200 juta orang, tapi jumlah investor kita masih ratusan ribu. Singapura contohnya, jumlah penduduk mereka 7 jutaan, jumlah investornya 4 jutaan.

Jadi memang pasar mereka sudah penuh. Itu sebabnya mereka ingin cepat-cepat merealisasikan penggabungan bursa regional, karena memang pasar di negara mereka sudah penuh, sehingga mereka membutuhkan pasar baru.

Bursa kita justru terbalik, permintaannya banyak, tapi persediaannya sedikit. Melihat dari sisi itu, kita berpikir fokus yang harus kita utamakan adalah mengembangkan pasar modal kita terlebih dahulu sebelum masuk kesana.

Kalau realisasi pembentukan OJK bagaimana pak?

OJK itu pada dasarnya menurut pasal 34 dimana supervisi bank, supervisi pasar modal dan lembaga keuangan bukan bank berada di satu organisasi. Tujuannya dalam rangka menangani masalah produk-produk yang berada di semua wilayah sehingga OJK bisa lebih efektif dengan menyatukan supervisi.

Misalnya supervisi bank century dan Antaboga dengan adanya OJK mungkin bias lebih efektif. Tapi apakah nanti bisa mencegah kejadian seperti Bank Century, kita enggak jamin. Artinya kan kalau ada ornag berbuat jahat tetap saja kejadian. Ya bisa diminimalisir lah.

Urgensi OJK sendiri bagaimana?

Sekarang gini, OJK kan sudah amanat pasal 34 UU Bank Indonesia. Dan kita sudah lakukan, kita sudah buat draftnya. Ini kita lagi proses di panitia antar departemen. Mungkin Insya Allah minggu depan kita akan mulai rapat lagi untuk bahas RUU OJK. Nanti prosesnya sehabis panitia antar departemen masuk ke Kumham untuk diharmonisasi baru setelah itu ke Presiden.

Tahun ini bisa?

Tahun ini bisa. Mudah-mudahan ini bisa cepat keluarnya. Harapan kita di kuartal I ini sudah bisa. Kalau enggak lewat-lewat dikit d kuartal II lah. Ya semester I tapi mudah-mudahan enggak di akhir semester I.

Model pengawasan akan berubah?

Enggak, OJK itu nama saja. Otoritas Jasa Keuangan yang terdiri dari tiga otoritas, bank, pasar modal dan lembaga keuangan bukan bank. Dia otonomi di bawah sebuah yang namanya OJK. Strukturnya nanti memang unik. Ya mirip-mirip sama negara lain seperti Korea. Digabung tapi tetap elemen otonominya ada. Dia otonomi tapi kemudian dibawahi oleh yang namanya dewan komisioner.

Nanti ada pembagian antara regulasi dengan supervisi, itu elemen-elemen penting dari RUU OJK kita. Nanti ada bagian yang melakukan regulasi dan ada bagian yang melakukan supervisi.

Sumber: detikcom

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s