1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

FLUKTUASI, the playing field today … 280110 28 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:16 am

ipot:
Selama 5 hari perdagangan berturut-turut, IHSG telah turun 102pts atau hampir 4%. Penurunan IHSG kemarin membentuk support baru pada 2540 dengan resistance 2573. Selain sentimen negative dari regional, manajemen BUMI juga membantah tentang isu 10% non-preemptive rights pada harga Rp 2.925. Bantahan BUMI membuat harga saham BUMI jatuh dan turut menyeret turun IHSG. Menurut kami, setelah anjlok berhari-hari, IHSG dapat mengalami rebound namun terbatas. Pidato kenegaraan Obama yang akan dilakukan pagi ini (Rabu malam waktu Amerika) dapat menahan pergerakan naik IHSG. Stock Pick PTBA, INTP, ADRO, LSIP, AALI

Author : Research Department
Kamis, 28/01/2010 09:09 WIB

IHSG rebound 0,83 poin ke level 2.565,38 pagi ini

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka naik 0,83 poin di level 2.565,38 pagi ini, terdorong sentimen positif yang mulai mewarnai bursa regional.

Pada menit keenam perdagangannya, indeks naik 0,84% atau 21,49 poin ke level 2.586,04. Indeks menyentuh level terendah di 2.565,38, yang merupakan level pembukaan dan tertinggi di 2.588,01.

Hingga menit keenam perdagangannya, transaksi saham relatif masih sepi. Baru sebanyak 23 saham yang terlihat membukukan keuntungan, dengan 1 saham merugi, sedangkan 372 saham masih stagnan dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.

Rebound IHSG ditopang oleh seluruh indeks sektoral. Sebanyak sembilan indeks sektoral berbalik arah dengan mencatatkan kenaikan, dengan indeks sektor keuangan memimpin melalui kontribusi 24,09% terhadap IHSG.

Indeks sektor pertambangan menyusul dengan sumbangan 21,65% bagi indeks, lalu indeks sektor aneka industri sebesar 17,82%. Sektor perkebunan tercatat naik paling sedikit sebesar 0,99%, lalu sektor konstruksi yang menyumbang kenaikan 2,66%.

bisnis.com

“Jika Demo Rusuh, Pasar Akan Bergejolak”
Rencana aksi demonstrasi menyambut 100 hari bakal ditanggapi dingin pelaku pasar.
RABU, 27 JANUARI 2010, 17:07 WIB
Heri Susanto, Syahid Latif

BERITA TERKAIT
Modal Asing Bisa Kabur Lagi Tahun Depan
Dana Asing Besar Bakal Masuk Indonesia
Prospek Bisnis Baik, Investor Incar Indonesia
Bankir Asing: Prospek Ekonomi Indonesia Cerah
“Boediono Jangan Lagi Mengurung Diri”

VIVAnews – Rencana aksi demonstrasi besar-besaran menyambut 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono kemungkinan bakal ditanggapi dingin oleh pelaku pasar modal.

“Semua sudah diperkirakan, karena masyarakat umumnya sudah tahu akan adanya aksi tersebut,” ujar Kepala Riset PT Recapital Securities, Poltak Hotradero dalam Media Briefing Economic Outlook 2010 di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2010.

Menurut Poltak, informasi aksi demonstrasi yang diumumkan sejak lama biasanya sudah ditanggapi masyarakat dengan melakukan langkah antisipasi.

Kendati demikian, dirinya tetap mewaspadai kemungkinan aksi demontrasi esok hari yang bakal menimbulkan gejolak pada pasar modal. Pengaruh terutama muncul jika aksi damai berubah menjadi rusuh bahkan sampai meimbulkan korban jiwa.

“Kalau aksi berlangsung di luar perkiraan biasanya pasar akan langsung bereaksi,” kata dia.

• VIVAnews
Kamis, 28/01/2010 07:01 WIB

IHSG dibayangi bearish

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): IHSG dibayangi bearish setelah kemarin indeks berada pada titik support 2.560 dan batas bawah tren naik jangka panjangnya.

Kresna Securities berpendapat bahwa posisi indeks pada bollinger band yang berada di bawah mid point dengan range menyempit serta posisi stochastic di daerah oversold 11,9 memberi harapan adanya potensi rebound.

Trading range pada hari ini antara 2.549-2.588. Rekomendasi buy on weakness untuk saham ADRO, ELTY, UNTR.

Sementara itu, Panin Sekuritas menilai setelah sempat rebound pada awal sesi, indeks ditutup melemah 0,54% ke posisi 2.564,55. Penurunan indeks dipengaruhi oleh pelemahan bursa regional dan harga komoditas.

Hari ini Panin memperkirakan indeks masih akan diwarnai oleh tekanan jual. IHSG diperkirakan bergerak ke kisaran support-resistance 2.550-2.583.

Trimegah Securities mengatakan bahwa bursa Asia kembali turun terkait kekhawatiran pelaku pasar akan dampak kebijakan moneter China terhadap pemulihan ekonomi global. Sentimen tersebut mengakibatkan tekanan jual di IHSG setelah munculnya sinyal shooting star pada 20 Januari lalu.

Meskipun berada di area jenuh jual, dengan gagal bertahan di tren naiknya, IHSG diperkirakan akan menguji support dari trading range jangka menengah di 2.538. Pada hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.538-2.585.

Tekanan Jual Masih Akan Warnai Bursa
Kamis, 28 Januari 2010 | 08:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Menguatnya bursa New York semalam (27/1) diharapkan bisa meredakan tekanan jual bursa regional. Namun, harga minyak yang kembali turun ke US$ 73,67 per barel akan tetap menjadi ganjalan.

Rapat Dewan Gubernur bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kemarin waktu setempat, yang kembali mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya di 0,25 persen, bisa menjadi patokan investor untuk menentukan arah investasinya.

Analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengemukakan kebijakan pengetetatan likuiditas pemerintah Cina, serta rencana Presiden Barrack Obama melarang perbankan berinvestasi di hedge fund kembali mempengaruhi pelemahan bursa regional dan harga komoditas.

“Pada perdagangan kemarin indeks sempat menguat pada sesi awal, namun kembali mendapat tekanan jual terimbas anjloknya bursa regional. “Sehingga indeks ditutup kembali melemah,” paparnya. Bursa hari ini diperkirakan masih akan diwarnai tekanan jual. Dan indeks diproyeksikan akan bergerak di rentang 2.550 – 2.583.

Indeks Dow Jones industri berhasil menguat 41,87 poin (0,41 persen) ke level 10.236,16. Indeks saham teknologi Nasdaq naik 17,68 poin (0,86 persen), serta indeks S&P 500 juga naik 5,33 poin (0,49 persen) ke posisi 1.097,50.

Bursa Australia pagi ini menguat tipis 0,26 persen, bursa Tokyo naik 0,71 persen, serta bursa Seoul juga naik tipis 0,09 persen. Sedangkan bursa Selandia Baru kembali turun 0,29 persen.

VIVA B KUSNANDAR
Kamis, 28/01/2010 07:11 WIB
The Fed Jaga Wall Street Positif
Nurul Qomariyah – detikFinance

New York – Saham-saham di bursa Wall Street berakhir di teritori positif setelah Bank Sentral AS (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya untuk waktu yang lebih lama.

Analis menilai keputusan The Fed itu memang tidak mengejutkan, namun telah memberikan nada yang lebih optimistis. Pernyataan The Fed setidaknya memberikan harapan baru setelah mereka diguncang pernyataan Presiden Obama yang ingin membatasi operasional bank.

“Pasar menguat karena tidak ada hal negatif yang bisa diambil dari pernyataan The Fed,” jelas Michael James, pialang senior dari Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/1/2010).

“Kita telah melihat banyak berita negatif akhir-akhir ini, apakah itu dari Washington maupun China, dan ada sedikit kelegaan karena tidak ada hal negatif yang keluar dari pernyataan The Fed,” imbuhnya.

Pada perdagangan Rabu (27/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 41,87 poin (0,41%) ke level 10.236,16. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 5,33 poin (0,49%) ke levle 1.097,50 dan Nasdaq menguat 17,68 poin (0,80%) ke level 2.221,41.

Saham Apple naik 0,9%, sekaligus membalas penurunan 3% yang dialami sebelumnya usai peluncuran iPad. Nasdaq juga menguat berkat lonjakan saham Gilead Sciences Inc hingga 7,1%.

Boeing menjadi saham penopang utama penguatan Dow Jones. Saham Boeing naik hingga 7,3% setelah produsen pesawat terbesar kedua itu melaporkan kinerja yang lebih baik sekaligus memberikan proyeksi yang meyakinkan di 2010.

Perdagangan cukup tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,3 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,49 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 1,63 miliar.

(qom/qom)

Prediksi Pasar Saham
IHSG Cermati Demo 100 Hari SBY-Boediono
Saham grup Astra, seperti PT Astra International Tbk (ASII) masih direkomendasikan beli.
KAMIS, 28 JANUARI 2010, 06:51 WIB
Antique

Pialang memantau pergerakan saham. (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Saham Grup Astra Cukup Murah
IHSG Berfluktuasi, Akumulasi Saham Grup Astra
IHSG Rawan Tekanan, Akumulasi Saham Unggulan
Saham Energi Layak Akumulasi
Saham Tambang & Infrastruktur BUMN Layak Beli
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia cenderung berfluktuasi (mixed) menjelang akhir pekan ini. Saham grup Astra yang cukup murah harganya (under value) masih direkomendasikan beli.

“Pemodal memilih wait and see (mencermati) sentimen, sebelum mengambil posisi,” ujar Ikhsan Binarto, analis PT Optima Sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews, Rabu sore, 27 Januari 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Kamis, 28 Januari 2010, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.530 dan batas atas (resistance) 2.580.

Pada transaksi Rabu, indeks kembali berakhir negatif di posisi 2.564,55, terkoreksi 13,86 poin (0,54 persen) dari perdagangan Selasa, 26 Januari 2010, yang turun 19,44 poin atau 0,75 persen ke level 2.578,41.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 76,26 (0,38 persen) ke level 20.033,07, Nikkei 225 melemah 73,20 poin atau 0,71 persen menjadi 10.252,08, dan Straits Times tekoreksi 25,84 persen (0,94 persen) di posisi 2.714,49.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Rabu sore waktu New York, atau Kamis dini hari WIB kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 61,37 poin (0,60 persen) menjadi 10.258,23, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 naik 4,56 poin atau 0,42 persen ke level 1.101,34, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 12,49 poin (0,56 persen) di posisi 2.223,29.

Menurut Ikhsan, laju IHSG hari ini masih dipengaruhi sentimen eksternal, yaitu pergerakan bursa global maupun regional. “Kalau indeks mancanegara (terutama, Dow Jones) rebound, IHSG sepertinya akan mengikutinya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, sentimen domestik, terutama agenda aksi demonstrasi menyambut berakhirnya program 100 hari SBY-Boediono hari ini turut menjadi katalis pergerakan IHSG. “Namun, diprediksi demo berlangsung aman dan tertib seperti pelaksanaan demonstrasi menyambut Hari Antikorupsi Sedunia beberapa waktu lalu,” tutur Ikhsan.

Rekomendasi
Ikhsan menyarankan, selektif beli saham-saham grup Astra, seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Pasalnya, kata dia, saham-saham tersebut berpeluang berbalik arah menguat (rebound), karena sudah beberapa hari terakhir harganya terkoreksi cukup dalam.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Ekonom Aviliani
Modal Asing Bisa Kabur Lagi Tahun Depan
Mereka sekarang datang ke Indonesia karena yang lain sedang krisis.
KAMIS, 13 AGUSTUS 2009, 14:58 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan

BERITA TERKAIT
Dana Asing Besar Bakal Masuk Indonesia
Prospek Bisnis Baik, Investor Incar Indonesia
Bankir Asing: Prospek Ekonomi Indonesia Cerah
“Boediono Jangan Lagi Mengurung Diri”
Solusi Boediono untuk Benahi Infrastruktur

VIVAnews – Ekonom Indef Aviliani mengatakan meski saat ini Indonesia akan kebanjiran dana asing. Namun, dia menekankan satu tahun lagi atau Agustus 2010, Indonesia kemungkinan akan mendapatkan ancaman baru berupa kaburnya dana asing yang sudah masuk.

“Mereka sekarang datang ke Indonesia karena yang lain sedang krisis. Begitu ada pemulihan, maka bisa saja dana asing ini keluar,” katanya dalam seminar Ketahanan EKonomi Indonesia di Hotel Athlet Century, Kamis 13 Agustus 2009.

Menurut Aviliani, keluarnya dana asing dari Indonesia karena sampai saat ini pemerintah belum menyiapkan skema yang tepat dalam upaya perbaikan iklim investasi.

Ia mencontohkan salah satu kelemahan sitem saat ini adalah soal rendahnya realisasi penyerapan stimulus fiskal. Padahal dari awal stimulus ini ditujukan untuk mendongkrak daya beli masyarakat serta meminimalkan dampak krisis global.

“Tapi sampai Juli lalu, semua belum terserap dengan sempurna,” katanya.

Aviliani mengatakan stimulus sebenarnya bisa menjadi upaya perbaikan fasilitas di dalam negeri. Apalagi dalam hal infrastruktur, paling tidak sektor riil secara tidak langsung bisa mendapatkan insentif.

Kelemahan dalam stimulus infrastruktur ini permasalahannya adalah tidak adanya reformasi kebijakan dalam pengadaan barang. “Dalam tender butuh waktu delapan bulan,” katanya.

Jadi, dia menekankan, jangan hanya memandang sesaat. Tetapi bagaimana membedakan antara jangka panjang, menengah dan pendek agar efektif.

Menurut dia, stimulus bukan hanya jangka pendek saja, stimulus sendiri harus fokus serta harus dapat menciptakan wira usaha baru ke depannya.

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s