1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ekonomi SELALU dibilang TIDAK PASTI, biasa lah … 290110 29 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:26 pm

Rapor Ekonomi 2009
Senin, 15 Februari 2010 – 09:18 wib

MINGGU lalu Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja perekonomian pada kuartal IV-2009. Laporan tersebut ditunggu banyak orang untuk memastikan apakah perkembangan perekonomian Indonesia mulai mengalami percepatan kembali di tengah proses pemulihan perekonomian global. Sebagaimana diketahui, ternyata laporan BPS itu memperkuat dugaan sebagian orang bahwa ternyata percepatan pertumbuhan ekonomi telah kembali terjadi di Indonesia.

Perkembangan PDB Tahun 2009

Beberapa waktu sebelum dikeluarkannya laporan tersebut, kita melihat beberapa data yang menunjukkan bahwa perekonomian pada kuartal IV-2009 memang mengalami perbaikan. Penjualan mobil, misalnya, mengalami kenaikan 5,7 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama 2008. Demikian juga penjualan sepeda motor yang bahkan telah mengalami pertumbuhan penjualan sejak kuartal III/2009.

Berbagai industri yang memproduksi barang konsumsi melaporkan permintaan yang kuat pada kuartal tersebut. Terakhir, yang membuat kita semakin yakin adalah mulai terjadinya pertumbuhan tahunan ekspor pada kuartal IV-2009 yang mengalami pertumbuhan sebesar hampir 24 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Atas perkembangan tersebut, dalam tulisan saya minggu lalu, saya memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2009 akan mencapai 4,5 persen (lihat tulisan: Prospek Ekspor 2010), sedangkan PDB nominal akan mencapai sekitar Rp5.600 triliun. Sebagaimana kita ketahui dari laporan BPS pada Rabu 10 Februari lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 ternyata memang mencapai 4,5 persen, sedangkan untuk kuartal IV mencapai pertumbuhan 5,4 persen.

Sementara itu,PDB nominal bahkan sedikit lebih tinggi dari prediksi saya yang sebetulnya sudah optimistis, yaitu mencapai Rp5.613,4 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 tersebut terjadi merata di semua sektor (broad-based). Sektor transportasi dan telekomunikasi mengalami pertumbuhan yang paling tinggi,yaitu 15,4 persen, diikuti sektor listrik, air, dan gas yang mengalami peningkatan sebesar 13,8 persen.

Sementara itu,sektor konstruksi mengalami pertumbuhan 7,1 persen dan sektor jasa-jasa meningkat 6,4 persen. Sektor tradable, yaitu sektor pertanian,mengalami pertumbuhan 4,1 persen, cukup tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sementara sektor pertambangan juga mengalami pertumbuhan yang tinggi,yaitu sebesar 4,4 persen.

Sektor manufaktur mengalami pertumbuhan yang terendah, yaitu 2,1 persen. Kinerja semacam ini tentu akan semakin memperkuat polemik tentang terjadinya deindustrialisasi . Saya akan mengulas secara khusus tentang fenomena tersebut, terutama dicocokkan dengan perkembangan di lapangan.

Prospek 2010

Dengan melihat kinerja tahun 2009 tersebut, bagaimana prospek perekonomian Indonesia di tahun 2010? Kuartal IV-2009 yang lalu memunculkan perkembangan yang menarik karena terjadinya pertumbuhan ekonomi tahunan pada kuartal IV sebesar 5,4 persen.Angka ini mengalami pelonjakan dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan kuartal III yang sebesar 4,2 persen.

Perkembangan ini memiliki kemiripan dengan kinerja industri mobil dan sepeda motor yang mengalami pelonjakan tajam pada kuartal IV. Dengan kinerja tersebut, industri mobil, misalnya, merasakan optimisme baru dalam melihat prospek penjualan mobil pada 2010. Jika tahun 2009 penjualan mobil hanya mencapai 486.000 unit, tahun 2010 para pengusaha industri mobil memprediksi penjualan sebesar 550.000 unit.

Saya sendiri optimistis akan terjadi penjualan antara 610.000– 650.000 unit. Optimisme ini diperkuat lagi dengan data penjualan mobil pada Januari 2010 yang mencapai lebih dari 53.000 unit. Dengan melihat analogi tersebut, kita pantas untuk memiliki optimisme yang lebih besar pada 2010 karena bahkan sebelum memasuki 2010 tersebut ternyata perekonomian kita mampu mengalami pertumbuhan sebesar 5,4 persen pada kuartal IV-2009.

Ini berarti momentum yang terbangun akan lebih meringankan lagi pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.Jika pemerintah optimis mencapai pertumbuhan sekitar 5,5 persen,saya yang semula yakin bahwa pertumbuhan ekonomi kita akan mencapai di atas 5,5 persen saat ini memiliki optimisme yang lebih besar akan terjadinya pertumbuhan antara 5,5–6,5 persen pada 2010 tersebut.

Sementara itu,dari sisi PDB nominal, pertumbuhan yang terjadi mencapai angka 13,3 persen. Pertumbuhan PDB nominal tersebut penting untuk dapat membandingkan kinerja perekonomian nasional dengan laporan keuangan banyak perusahaan,terutama perusahaan publik (listed companies). Pada kuartal IV sendiri, pertumbuhan PDB nominal mencapai 16,3 persen,melonjak dibandingkan dengan 10,9 persen pada kuartal sebelumnya.

Ini berarti telah terjadi pembalikan dalam kecepatan pertumbuhan PDB nominal dari yang semula mengalami penurunan menjadi mengalami percepatan kembali. Dengan tingkat pertumbuhan tersebut, bukan tidak mungkin tahun 2010 akan menghasilkan pertumbuhan PDB nominal antara 15–20 persen sehingga mengalami kemiripan dengan tahun 2007 lalu. Pada 2009 lalu, PDB nominal mencapai Rp5.613,4 triliun.

Dengan mengikuti alur data yang ada di BPS,PDBnominalinimenghasilkan PDB dalam dolar sekitar USD598 miliar sehingga menghasilkan PDB per kapita sebesar USD2.590. Ini merupakan suatu prestasi tersendiri karena peningkatan pendapatan per kapita adalah sekitar 12 persen, sedangkan kecepatan pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 1,3 persen.Tahun 2009 yang lalu jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sekitar 231 juta di tengah tahun.

Tahun 2010 ini,perekonomiankitaakanmampu menghasilkan PDB nominal sekitar Rp6.300–6.700 triliun. Jumlah ini, dengan melihat perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini, diperkirakan dapat menghasilkan PDB sekitar USD700 miliar atau pendapatan per kapita di sekitar USD3.000.

Jika tingkat ini tercapai,kelas menengah yang dihasilkan akan membantu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.Banyak pihak mengatakan bahwa perekonomian dengan pendapatan per kapita di atas USD3.000 akan melahirkan gelombang baru dalam perekonomian. Saya yakin, masyarakat dunia usaha kita akan bisa memanfaatkan perkembangan tersebut dalam rangka pengembangan bisnis mereka. (*)

CYRILLUS HARINOWO HADIWERDOYO
Pengamat Ekonomi
(Koran SI/Koran SI/rhs)
Kamis, 28/01/2010 10:02 WIB
Prospek IHSG Ditengah Gelisah Ekonomi Dunia 2010
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencetak prestasi luar biasa sejak kejatuhan pasar modal dunia tahun 2008 dan setidaknya sejak 3 bulan terakhir.

Sikap optimistis disertai proyeksi ekonomi fundamental yang lumayan, apalagi jika dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara tetangga dan negara maju, telah membuat investor-investor domestik maupun global menjadikan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai salah satu tempat investasi prioritas di 2010.

Sayangnya, sikap optimistis tersebut mendadak mulai berbalik arah. Proyeksi ekonomi dunia di 2010 yang sudah dihitung, sontak menemui kendala dan mungkin harus dihitung ulang.

China mulai ketar-ketir terhadap bahaya inflasi yang berujung pada penerapan kebijakan pengetatan moneter. Beberapa waktu lalu, China menaikkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) yag diiringi dengan pembatasan kredit perbankan di negaranya.

Amerika Serikat (AS) pun berecana melakukan pengetatan kebijakan moneter. Presiden AS Barrack Obama berencana memisahkan industri perbankan dari hedge fund. Obama mengisyaratkan akan melarang perbankan AS memiliki, mensponsori dan memiliki keterkaitan dengan hedge fund.

Kebijakan Obama yang berbau anti liberalisme ini mendapat reaksi keras dari kalangan kapitalis AS. Bahkan Partai Demokrat AS yang mengusung Obama ke pucuk pimpinan negara paman Sam itu pun mengindikasikan penolakan.

Akan tetapi, pelaku pasar modal global mulai melakukan antisipasi guna memantau terlebih dahulu dampak rencana kebijakan ini dalam jangka pendek. Aksi jual mendadak melanda seluruh bursa-bursa di dunia.

Duet maut isu kebijakan moneter dua negara adidaya tersebut sukses merontokkan indeks-indeks saham di seluruh dunia.

Apalagi ditambah realisasi ekonomi Korea yang tak sesuai harapan. Tiba-tiba, seluruh dunia khawatir kalau tahun 2010 ternyata bukan tahun pemulihan ekonomi gobal seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Benarkah demikian?

Jika benar, konsekuesinya adalah negara-negara di dunia akan melakukan penghitungan ulang atas proyeksi ekonominya masing-masing, yang tentunya berujung pada revisi angka ke bawah alias revised down.

“Saat ini kita tidak tahu pasti apakah ini transisi menuju pemulihan atau sebaliknya transisi menuju tren penurunan,” ujar Kepala Riset PT Recapital Securities, Poltak Hotradero di hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (27/1/2010).

Menurut Poltak, masih terlalu dini menyimpulkan apakah situasi sekarang merupakan sinyal pembalikan arah menuju penurunan atau hanya transisi sesaat sebelum akhirnya kembali positif.

“Indikator-indikator ekonomi dunia mungkin harus dihitung kembali. Data Korea yang tidak sesuai harapan, serta rencana pengetatan kebijakan moneter AS dan China mungkin saja bisa menjadi indikator terjadinya pembalikan arah, kita belum tahu pasti,” ujarnya.

Meski demikian, reaksi sudah muncul terlebih dahulu di pasar saham. Selama dua pekan terakhir, bursa-bursa dunia mengalami tekanan jual yang cukup berat. Koreksi mulai mendominasi perdagangan harian.

Selama 5 hari terakhir, IHSG terus menerus ditutup turun. Pada perdagangan kemarin, Rabu (27/1/2010), IHSG ditutup turun 13,861 poin (0,53%) ke level 2.564,554.

Pada perdagangan 20 Januari 2010, IHSG masih berada di posisi 2.667,266. Itu berarti, selama 5 hari perdagangan berturut-turut IHSG mengalami koreksi kumulatif sebanyak 102,712 poin (3,85%).

Apakah tren penurunan masih berlanjut di 2010 ini? Belum dapat dipastikan. Sebab, prospek fundamental ekonomi dunia 2010 mulai diragukan.

Sebagai catatan, aspek fundamental perekonomian domestik dan global, biasanya menjadi indikator utama dalam mengukur prospek pasar saham. Kalau proyeksi ekonomi dunia bakal direvisi ke bawah, konsekuensinya perkiraan harga-harga saham pun bakal mengalami hal yang sama.

“Kalau proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik dan dunia direvisi, target harga-harga saham pun ikut direvisi,” jelas Poltak.

Menurut Poltak, level IHSG saat ini pun sebenarnya sudah berada di atas nilai wajar. Perhitungan Poltak menyimpulkan kalau level yang wajar untuk IHSG berkisar antara 2.200 hingga 2.400.

“Itu artinya level IHSG sekarang lebih tinggi 300-400 poin dari nilai wajarnya,” ujar Poltak.

Atas alasan itu, Poltak meragukan kalau IHSG bisa menembus dan bertahan di level 3.000 di tahun 2010. Sebab, belum ada sentimen ekonomi global yang positif untuk membuat IHSG bertaha di level 3.000.

“Kelihatannya bertahan di 3.000 cukup sulit. Kalau menyentuh sekali dua kali mungkin saja, tapi kalau bertahan di level 3.000 saya rasa tidak. Belum ada sentimen positif global yang bisa membuat IHSG bertahan di level 3.000,” ujar dia.

Kendati demikian, ia melihat adanya sentimen temporer yang cukup positif untuk membuat bursa-bursa saham dunia kembai bergairah di 2010, termasuk IHSG.

“AS akan melakukan sensus tahun ini. Sensus di AS itu biasanya menyerap tenaga kerja sekitar 850 ribu orang. Cukup besar untuk mengurangi persentase pengangguran di AS yang saat ini sebesar 10%. Itu bisa menjadi sentimen positif yang bersifat temporer di 2010,” ungkap Poltak.

Sensus AS menurut perkiraan Poltak akan dilakukan sekitar pertengahan tahun 2010. Perkiraan Poltak, pasar saham dunia akan kembali bergairah sekitar periode tersebut.

“Kalau sekarang kelihatannya masih bergejolak. Dan kelihatannya ini baru awalnya saja, mungkin sekitar Maret akan mencapai puncak gejolaknya,” ujar Poltak.

(dro/qom)
01/02/2010 – 10:07
Selama 2010, IHSG Dalam Trend Menguat

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan IHSG tahun 2010 diperkirakan berada dalam sebuah trend menguat dan tanpa volume yang lebih besar belum cukup kuat untuk melakukan breakout dari resisten di level 2.749.

Demikian dikutip dari hasil riset Reliance Securities tentang outlook IHSG 2010. “Jika breakout terjadi maka akan membuat kemungkinan-kemungkinan baru,” tulis riset tersebut.

Sedangkan untuk tahun 2009, IHSG berada di level 2.534 dan berhasil mengalami penguatan year to dare sebesar 86,98%. Untuk memperkirakan perjalanan IHSG selama 2010 memiliki dua kemungkinan. Untuk kemungkinan pertama, jika rally terus berlangsung pad aakhri tahun 2010, IHSG berada di trading range 2.170-2749.

IHSG akan menguji titik resistance di 2.689 pada kuartal I. Jika tembus maka titik resistance selanjutnya berada di 2.749 yang menungkinan tercapai pada semester I dengan titik support di 2.431. “Kami perkirakan IHSG dapat mengalami koreksi yang cukup jika menembus batas bawah (2.431) maka IHSG akan menyentuh batas bawah selanjutnya di 2.170. Setelah itu IHSG akan kembali ke dalam uptrend channel dan berada di kisaran 2.431-2.749,” tulisnya.

Untuk kemungkinan kedia, Bila rally yang sekadang sedang berlangsung tidak berlanjut, maka IHSG akan bergerak dalam sebuah trand sideway dan berada pada trading range 2.431-2.749. “Secara teknikal, kami berpendapat kemungkinan IHSG bergerak dalam trend sideway lebih besar dibandingkan dengan kemungkinan IHSG bergerak dalam trend menguat,” ujarnya. [hid]
… yang murah, yang mahal, IHSG MAH KINCLONG TUKH :https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/05/murah-mahal-muraaaaaah-050210/

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s