1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

setelah plus, minus … kapan kalinya:290110 29 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:46 am

… yang penting gain ihsg Januari 2010 tetap positif dan lumayan, yaitu +1,35% …
Jumat, 29/01/2010 16:12 WIB

Menutup pekan ini, IHSG kembali ke atas 2.600

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Menutup pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bertahan di atas level psikologis 2.600 terdorong kenaikan harga sejumlah saham perbankan.

IHSG ditutup di level 2.610,80, turun 0,33% atau 8,77 poin. Penurunan ini berkurang dibandingkan dengan akhir sesi I yang sebesar 1,20% atau 31,41 poin ke level 2.588,15. Pada perdagangan sesi II, indeks menanjak setelah menyentuh level terendahnya di 2.569,27. Namun, kenaikan itu belum menyamai level tertinggi saat pembukaan di 2.619,26.

Sebanyak 123 saham terlihat merugi, tiga kali lebih banyak dari 40 saham yang membukukan keuntungan. Namun, dikarenakan yang membukukan kenaikan itu adalah saham unggulan, yang mempunyai bobot besar terhadap IHSG, indeks berhasil kembali ke atas level 2.600.

Sebanyak 233 saham masih stagnan dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Volume transaksi tercatat sebanyak 2,17 miliar saham.

Hanya indeks sektor keuangan yang bergerak berlawanan arah, naik menyumbang 50,41% bagi indeks, sedangkan delapan indeks sektoral lainnya turun. Indeks sektor pertambangan menggerus indeks 55,48%, indeks barang konsumer mengurangi 23,43%, dan indeks perdagangan dan jasa turun 21,57%.

Secara individu, saham Bumi Resources menyeret IHSG turun 1,88 poin setelah harganya terkoreksi 2,94% atau Rp75 ke level Rp2.475. Saham United Tractors menyusul dengan mengurangi indeks sebesar 1,50 poin setelah harganya turun 2,03% atau Rp350 menjadi Rp16.850. Keduanya adalah perusahaan yang berbasis batu bara.

Penurunan harga saham batu bara lainnya yang ikut membebani IHSG adalah Indo Tambangraya Megah dan Indika Energy. Saham Perusahaan Gas Negara dan International Nickel Indonesia ikut menyeret indeks turun.

Di sisi lain, saham Bank Central Asia mengurangi tekanan turun indeks setelah harganya naik 2,56% atau Rp125 menjadi Rp5.000. Saham Telkom ikut menyumbang kenaikan sebesar 1,30 poin setelah harganya naik 0,54% ke level Rp9.350.

Indeks BISNIS-27 juga ditutup melemah 0,28% atau 0,68 poin ke level 240,78. Penurunan ini juga menyempit dari siang tadi yang sebesar 1,30% atau 3,13 poin ke level 238,34.

Indeks yang disusun oleh harian Bisnis Indonesia ini dibuka di level 241,43 untuk kemudian bergerak turun hingga menyentuh level terendah di 236,62. Penggerak indeks ini serupa dengan penggerak IHSG.

Sentimen negatif kembali mewarnai indeks bursa saham di kawasan. Sebanyak enam dari 20 indeks bursa di Asia Pasifik yang dipantau Bloomberg terlihat menghijau, lainnya memerah. Bursa Sri Lanka libur hari ini.

Penurunan terdalam dialami oleh indeks Kospi sebesar 2,44% ke level 1.602,43, disusul oleh indeks S&P ASX 200 Australia sebesar 2,22% ke level 4.569,60.

Indeks Ho Chi Minh, Karachi 100, Thai Exchange, New Delhi N&P CNX Nifty, Sensex Bombay, dan Shenzhen bergerak melawan tren dengan kenaikan tertinggi dibukukan oleh indeks Sensex sebesar 0,38% ke level 16.369,37.

Indeks acuan regional seperti Straits Times Singapura hingga pukul 16.03 WIB tercatat turun 0,39% ke level 2.747,02, Nikkei 225 di Jepang turun 2,08% ke level 10.198,04, Hang Seng di Hong Kong turun 1,15% ke level 20.121,99.

bisnis.com
29/01/2010 – 16:51
Penutupan IHSG
Tertekan, Masih di Atas 2.600
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – IHSG berada di area negatif pada perdagangan akhir pekan ini. Investor memanfaatkan momentum pelemahan bursa Asia untuk melakukan profit taking.

Pada perdagangan Jumat (29/1), IHSG ditutup turun 8,769 poin (0,33%) ke level 2.610,796. Indeks saham unggulan LQ 45 turun 2,178 poin (0,42%) ke level 510,447.

Bursa saham Indonesia dibuka langsung anjlok 1,09% ke level 2.591 dan terus negatif sepanjang perdagangan, dimana pada sesi siang bertengger di angka 2.588. Upaya penguatan indeks hanya mampu mengangkat bursa ke level 2.610, masih di teritori negatif. “IHSG yang dibuka minus, tetap bertahan di posisi negatif hingga penutupan,” kata seorang analis pasar modal.

Menurutnya, koreksi IHSG disebabkan penurunan pada bursa Asia dan global. Investor pun merealisasikan keuntungan pada saham-saham unggulan, setelah kemarin menguat cukup signifikan.

Wall Street terkoreksi setelah perusahaan teknologi menurunkan prediksi penjualan dan mengecewakannya data ekonomi AS. Durable goods orders dan angka pengangguran dirilis di bawah perkiraan. Sementara itu, Ben Bernanke kembali terpilih untuk kedua kalinya sebagai Chairman Federal Reserve.

Hampir semua sektor melemah, dimana properti dan tambang memimpin penurunan dengan anjlok 1,3%, disusul sektor agri dan perdagangan yang turun 1,1%. Kemudian sektor konsumsi 0,6%, industri dasari 0,5%, manufaktur 0,4$, infrastruktur 0,2% dan aneka industri 0,1%. Hanya sektor perbankan yang terpantau masih menghijau.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia berjalan moderat, dimana volume transaksi tercatat 3,446 miliar lembar saham, senilai Rp3,239 triliun dan frekuensi 71.207 kali. Sebanyak 49 saham naik, 131 saham turun dan 73 stagnan.

Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp600 ke Rp31.400, PT Astra Agro Lestari (AALI) melemah Rp450 ke Rp23.850, PT United Tractor (UNTR) turun Rp350 menuju Rp16.850, PT HM Sampoerna (HMSP) turun Rp250 ke Rp13.500, PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp100 ke Rp 17.200, dan PT Bumi Resources (BUMI) melemah Rp75 ke Rp2.475.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Bank Ekonomi (BAEK) naik Rp300 ke Rp3.000, PT Matahari Department Store (LPPF) naik Rp275 ke Rp3.000, PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp125 ke Rp5.000, serta PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp50 ke Rp9.350.

Koreksi IHSG juga didukung koreksi bursa regional Asia, dimana indeks Shanghai turun 4,85 poin (0,16%) ke level 2.989,29, indeks Hang Seng turun 234,38 poin (1,15%) ke level 20.121,99, dan indeks Nikkei-225 turun 216,25 poin (2,08%) ke level 10.198,04. Demikian pula indeks Straits Times yang turun 9,86 poin (0,36%) ke level 2.749,83, indeks KOSPI turun 40 poin (2,44%) ke level 1.602,43. [mdr]
Jumat, 29/01/2010 16:13 WIB
BCA Dongkrak IHSG di Atas Level 2.600
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di atas level 2.600, hanya mengalami koreksi 8 poin karena terangkat oleh kenaikan tajam saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

IHSG dibuka turun hingga sempat menyentuh level 2.569,266. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terus bertahan di zona negatif. Hampir seluruh saham-saham berkapitalisasi besar mengalami koreksi cukup dalam.

Rentang pergerakan IHSG hari ini antara 2.569,266 hingga 2.619,261. Tipisnya nilai transaksi dengan koreksi cukup besar menunjukkan tekanan jual menguasai lantai perdagangan tanpa adanya daya beli yang mampu mengangkat level IHSG.

Aktivitas transaksi investor asing mendominasi perdagangan hari ini. Total nilai transaksi investor asing hari ini mencapai Rp 2,182 triliun, terdiri dari transaksi jual asing sebesar Rp 1,171 triliun dan transaksi beli asing sebesar Rp 1,011 triliun. Nilai transaksi jual bersih asing (foreign net sell) tercatat sebesar Rp 160 miliar.

Total nilai transaksi asing tersebut mencapai 67,36% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini sebesar Rp 3,239 triliun.

Aksi jual mendadak kembali melanda bursa-bursa dunia setelah investor-investor di AS khawatir prospek perekonomian dunia di 2010 tidak seperti yang diharapkan, ditambah potensi gagal bayar Yunani.

Koreksi saham-saham tambang, terutama sektor batubara terutama disebabkan adanya kecenderungan penurunan harga batubara seiring dengan segera berakhirnya musim dingin.

Pada perdagangan Jumat (29/1/2010), IHSG turun 8,769 poin (0,33%) ke level 2.610,796. Indeks LQ 45 turun 2,178 poin (0,42%) ke level 510,447.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke level 9.365 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.355 per dolar AS.

Bursa-bursa regional Asia anjlok cukup dalam.

Indeks Shanghai turun 4,85 poin (0,16%) ke level 2.989,29.
Indeks Hang Seng turun 234,38 poin (1,15%) ke level 20.121,99.
Indeks Nikkei-225 turun 216,25 poin (2,08%) ke level 10.198,04.
Indeks Straits Times turun 9,86 poin (0,36%) ke level 2.749,83.
Indeks KOSPI turun 40 poin (2,44%) ke level 1.602,43.
Indeks TSEC turun 54,14 poin (0,7%) ke level 7.640,44.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 71.207 kali pada volume 3,446 miliar lembar saham senilai Rp 3,239 triliun. Sebanyak 49 saham naik, 131 saham turun dan 73 saham stagnan.

Saham-saham lain yang berada di jajaran top gainer antara lain : Bank Ekonomi (BAEK) naik Rp 300 ke Rp 3.000, Matahari Dept Store (LPPF) naik Rp 275 ke Rp 3.000, BCA (BBCA) naik Rp 125 ke Rp 5.000, Telkom (TLKM) naik Rp 50 ke Rp 9.350.

Sedangkan saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain : Indo Tambang (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 31.400, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 23.850, United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 16.850, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 13.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 17.200, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.475.

(dro/qom)
Jumat, 29/01/2010 16:12 WIB

Menutup pekan ini, IHSG kembali ke atas 2.600

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Menutup pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bertahan di atas level psikologis 2.600 terdorong kenaikan harga sejumlah saham perbankan.

IHSG ditutup di level 2.610,80, turun 0,33% atau 8,77 poin. Penurunan ini berkurang dibandingkan dengan akhir sesi I yang sebesar 1,20% atau 31,41 poin ke level 2.588,15. Pada perdagangan sesi II, indeks menanjak setelah menyentuh level terendahnya di 2.569,27. Namun, kenaikan itu belum menyamai level tertinggi saat pembukaan di 2.619,26.

Sebanyak 123 saham terlihat merugi, tiga kali lebih banyak dari 40 saham yang membukukan keuntungan. Namun, dikarenakan yang membukukan kenaikan itu adalah saham unggulan, yang mempunyai bobot besar terhadap IHSG, indeks berhasil kembali ke atas level 2.600.

Sebanyak 233 saham masih stagnan dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Volume transaksi tercatat sebanyak 2,17 miliar saham.

Hanya indeks sektor keuangan yang bergerak berlawanan arah, naik menyumbang 50,41% bagi indeks, sedangkan delapan indeks sektoral lainnya turun. Indeks sektor pertambangan menggerus indeks 55,48%, indeks barang konsumer mengurangi 23,43%, dan indeks perdagangan dan jasa turun 21,57%.

Secara individu, saham Bumi Resources menyeret IHSG turun 1,88 poin setelah harganya terkoreksi 2,94% atau Rp75 ke level Rp2.475. Saham United Tractors menyusul dengan mengurangi indeks sebesar 1,50 poin setelah harganya turun 2,03% atau Rp350 menjadi Rp16.850. Keduanya adalah perusahaan yang berbasis batu bara.

Penurunan harga saham batu bara lainnya yang ikut membebani IHSG adalah Indo Tambangraya Megah dan Indika Energy. Saham Perusahaan Gas Negara dan International Nickel Indonesia ikut menyeret indeks turun.

Di sisi lain, saham Bank Central Asia mengurangi tekanan turun indeks setelah harganya naik 2,56% atau Rp125 menjadi Rp5.000. Saham Telkom ikut menyumbang kenaikan sebesar 1,30 poin setelah harganya naik 0,54% ke level Rp9.350.

Indeks BISNIS-27 juga ditutup melemah 0,28% atau 0,68 poin ke level 240,78. Penurunan ini juga menyempit dari siang tadi yang sebesar 1,30% atau 3,13 poin ke level 238,34.

Indeks yang disusun oleh harian Bisnis Indonesia ini dibuka di level 241,43 untuk kemudian bergerak turun hingga menyentuh level terendah di 236,62. Penggerak indeks ini serupa dengan penggerak IHSG.

Sentimen negatif kembali mewarnai indeks bursa saham di kawasan. Sebanyak enam dari 20 indeks bursa di Asia Pasifik yang dipantau Bloomberg terlihat menghijau, lainnya memerah. Bursa Sri Lanka libur hari ini.

Penurunan terdalam dialami oleh indeks Kospi sebesar 2,44% ke level 1.602,43, disusul oleh indeks S&P ASX 200 Australia sebesar 2,22% ke level 4.569,60.

Indeks Ho Chi Minh, Karachi 100, Thai Exchange, New Delhi N&P CNX Nifty, Sensex Bombay, dan Shenzhen bergerak melawan tren dengan kenaikan tertinggi dibukukan oleh indeks Sensex sebesar 0,38% ke level 16.369,37.

Indeks acuan regional seperti Straits Times Singapura hingga pukul 16.03 WIB tercatat turun 0,39% ke level 2.747,02, Nikkei 225 di Jepang turun 2,08% ke level 10.198,04, Hang Seng di Hong Kong turun 1,15% ke level 20.121,99.

bisnis.com

Indeks Turun Akibat Pengaruh Luar, Bukan Isu Pemakzulan
Jum’at, 29 Januari 2010 | 18:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Isu pemakzulan Wakil Presiden Budiono dinilai tidak terlalu mempengaruhi penurunan indeks harga saham gabungan yang dilontarkan oleh Fraksi Partai Golkar. Melemahnya harga saham lokal lebih disebabkan oleh sentimen negatif dari luar.

Pada penutupan Jumat (29/1), indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, ditutup pada posisi 2.610, turun 8,77 poin atau 0,3 persen ketimbang posisi sebelumnya. “Indeks Dow Jones dan harga komoditas turun sehingga memberikan tekanan bagi bursa Indonesia,” ujar Muhammad Alfatih, analis BNI Sekuritas, kepada Tempo, Jumat (29/1).

Sentimen negatif tersebut didukung dengan penguatan harga dolar yang melemahkan rupiah. Harga saham tidak rontok terlalu drastis karena pada sesi kedua terpengaruh bursa Eropa. Bursa Eropa rata-rata dibuka positif sehingga memberikan sentimen yang baik bagi indeks harga saham.

Isu pemakzulan Wakil Presiden Budiono yang dilontarkan oleh Fraksi Partai Golkar dinilai tidak terlalu mempengaruhi. Sebab, para pelaku pasar belum percaya bahwa upaya pemakzulan didukung sebagian besar anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Meski demikian, perubahan pada tim ekonomi yang memimpin Indonesia diakuinya dapat memicu sentimen negatif. Sebab pemimpin ekonomi saat ini telah mendapat kepercayaan pasar. “Saat ini belum terlalu berpengaruh, karena hasil rekomendasi Pansus (Panitia Khusus Angket Bank Century) juga belum muncul,” ucap Alfatih.

FAMEGA SYAVIRA
Sesi I Buka
Tekanan Jual Seret IHSG ke Level Negatif
Pelaku pasar diperkirakan melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan 55 poin kemarin.
JUM’AT, 29 JANUARI 2010, 09:36 WIB
Arinto Tri Wibowo

Pialang sedih setelah BEI menghentikan perdagangan (AP Photo/Achmad Ibrahim)
BERITA TERKAIT
Jelang Demo, IHSG Malah Rebound
Bursa Asia Rebound, IHSG Kembali Positif
IHSG Kembali Bermain di Level 2.600
Awal Transaksi, IHSG Turun 27 Poin
IHSG Terkoreksi di Awal Transaksi
Web Tools

VIVAnews – Minimnya sentimen positif di dalam negeri dan bergerak melemahnya indeks bursa regional Asia, memicu tekanan jual di pasar saham domestik.

Pada awal transaksi Jumat 29 Januari 2010, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 19,15 poin (0,74 persen) ke level 2.600,41.

Pelemahan indeks sudah mulai terlihat sejak sesi prapembukaan. Saat itu, IHSG sudah tergelincir dengan penurunan 18,52 poin (0,71 persen) ke posisi 2.601,03.

Tim riset PT Reliance Securities memperkirakan IHSG hari ini melemah karena tekanan sentimen negatif dari melemahnya bursa global dan regional.

Bursa regional Asia dibuka melemah setelah factory production di Jepang naik 2,2 persen, atau di bawah perkiraan yaitu 2,5 persen. “Pada hari terakhir perdagangan pekan ini, aksi profit taking (ambil untung) juga diperkirakan terjadi,” tulis riset itu.

Indeks Nikkei 225 sempat melemah 162,13 poin (1,56 persen) ke level 10.252,16 dan Straits Times bergerak ke level 2.734,48 atau terkoreksi 23,2 poin (0,84 persen). Indeks Hang Seng juga turun 242 poin (1,19 persen) menjadi 20.114,37.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Kamis sore waktu New York, atau Jumat dini hari WIB kembali negatif.

Indeks harga saham Dow Jones terempas 115,70 poin (1,13 persen) menjadi 10.120,46, Standard & Poor’s 500 turun 12,97 poin atau 1,18 persen ke level 1.084,53, dan Nasdaq melemah 42,41 poin (1,91 persen) di posisi 2.179.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Jumat, 29/01/2010
PREDIKSI
Indeks menguat

JAKARTA: Pemodal pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan penguatan ke atas (rebound), menyusul meredanya kekhawatiran investor terhadap dampak kebijakan bank sentral China.

Terkendalinya aksi demonstrasi 100 hari kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjaga indeks harga saham gabungan (IHSG) di wilayah positif.

“Kami memperkirakan rebound indeks berpeluang untuk berlanjut. Kekhawatiran investor terhadap dampak kebijakan bank sentral China mulai mereda,” tutur analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono, kemarin.

Dia memproyeksikan indeks bergerak dengan kisaran titik penopang 2.596 dan titik resistan 2.638. Kemarin, IHSG menguat 2,15% (55,01 poin) ke level 2.619,565.

Pulihnya sentimen positif pemodal juga terjadi di pasar uang, dengan kenaikan nilai tukar rupiah ke level Rp9.355 per dolar AS, dibandingkan dengan hari sebelumnya pada level Rp9.420.

Bursa regional mayoritas bergerak menguat mengikuti penguatan bursa Wall Street. Indeks Shanghai menguat 0,25%, disusul Hang Seng yang naik 1,61%, Nikkei-225 tumbuh 1,58%, dan KOSPI bertambah 1,04%.

Nilai transaksi kemarin mencapai Rp3,76 triliun dengan kenaikan 146 saham, dan koreksi 29 lainnya.

Saham yang menguat antara lain PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.650 menjadi Rp36.000, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp700 menjadi Rp13.500, dan PT Perusahaan Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp850 menjadi Rp17.300.

Pembalikan arah indeks BISNIS-27 terjadi kemarin dengan menguat sebesar 2,31% di level 241,47 setelah terkoreksi sebesar 4,6% sejak Kamis pekan lalu hingga perdagangan Rabu pekan ini. Rebound indeks kemarin ditopang sentimen positif dari indeks DJIA dan indeks regional Asia Pasifik seperti Hang Seng, Nikkei-225 dan STI Singapura.

Indeks DJIA ditutup menguat 0,41% pada perdagangan Rabu waktu setempat. Dari dalam negeri, tindakan Bank Indonesia melepas dolar AS untuk menjaga stabilitas rupiah disambut positif oleh investor.

Penguatan indeks DJIA dan regional merembet ke bursa komoditas minyak dan emas yang bergerak positif di level US$73,95 per barel dan US$1.089 per ounce.

Naiknya indeks DJIA dianggap sebagai sinyal positif perbaikan ekonomi di negara tersebut yang tentunya akan bedampak positif bagi negara-negara Asia Pasifik yang bermitra dagang utama dengan AS (counterpart). Sinyal positif tersebut segara mengimbas bursa komoditas energi dan logam mulia yaitu minyak dan emas yang terdongkrak oleh motif lindung nilai.

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia
&
Harry Setiadi Utomo
Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s