1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

analis BLOON di depan ihsg … 030210 3 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:38 am

Rabu, 03 Februari 2010 | 16:09

BURSA SAHAM

Saham Lapis Dua Antarkan IHSG ke 2.600

JAKARTA. Akhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan angka keramat 2.600. Rabu (3/2), indeks ditutup naik 0,94% menjadi 2.604,55. Tercatat 136 saham menguat, 47 saham turun, dan 64 saham tak mengalami perubahan harga.

Selain ditopang emiten pertambangan, penguatan indeks juga didorong oleh menguatnya sejumlah saham lapis dua (second liner).
Beberapa saham yang mampu menguat, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 1,6% menjadi Rp 31.800, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 2,07% menjadi Rp 24.600, PT international Nickel Indonesia (INCO) naik 5,04% menjadi Rp 3.650, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 4% menjadi Rp 2.600, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 0,91% menjadi Rp 16.650.

Sebaliknya saham-saham yang melemah, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 4,24% menjadi Rp 1.130, PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,97% menjadi Rp 35.650, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun 2,26% menjadi Rp 12.950, PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun 3,96% menjadi Rp 2.425, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun 1,23% menjadi Rp 4.000.

Hendra Soeprajitno kontan
Indeks Saham Naik, tapi Masih Rapuh
Rabu, 03 Februari 2010 | 17:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Melonjaknya bursa regional sebagai imbas dari kenaikan saham di bursa Wall Street dan melesatnya harga minyak menjadi pemantik indeks harga saham lokal untuk kembali berada di atas level 2.600. Secara umum bursa memang menguat tetapi tidak terlalu meyakinkan.

Menurut, Wakil kepala riset dari PT Valburry Asia Securities, Nico Omer Joncheere, penguatan kali ini belum didukung transaksi yang besar, dan investor asing masih mencatat net sell. “Artinya kenaikan indeks ini masih rapuh,” tutur dia.

Menguatnya bursa regional harga minyak yang kembali melambung di atas US$ 77 per barel, kata Nico, menjadi pendorong naiknya saham sektor pertambangan, dan saham sektor komoditas lainnya, sehingga indeks harga saham berhasil di tutup positif.

Pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek naik 24,298 poin atau 0,94 persen ke level 2604,549 dari posisi Selasa kemarin di 2.580,251.

Volume perdagangan mencapai 5,2 miliar dengan nilai transaksi Rp 3,44 triliun, serta frekuensi 81,27 ribu kali. Sebanyak 136 saham naik, hanya 47 saham yang turun, serta 64 saham lainnya tak mengalami perubahan. Namun, investor asing masih mencatat penjualan bersih Rp 179,96 miliar.

Saham-saham yang mendorong penguatan indeks antara lain: Bumi Resources naik Rp 100 menjadi Rp 2.600, INCO naik Rp 175 menjadi Rp 3.650, PTBA melonjak Rp 400 menjadi Rp 16.900, Astra Agro melesat Rp 500 menjadi Rp 23.300, Indo Tambangraya menguat Rp 500 menjadi 31.800, dan Gudang Garam naik Rp 500 menjadi Rp 24.600.

Investor masih terlihat bersikap hati-hati untuk masuk bursa. Hal ini terlihat dari kenaikan indeks yang agak terbatas dibandingkan dengan penguatan bursa regional. Dan untuk perdagangan Kamis (4/2), Nico memperkirakan indeks cenderung konsolidasi di kisaran antara 2.560 hingga 2.630.

VIVA B. KUSNANDAR
Akhirnya, IHSG Tembus Level 2.600
Rabu, 3 Februari 2010 – 16:17 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya kembali menembus level 2.600. Pergerakan bursa di kawasan Asia Pasifik serta saham-saham unggulan yang cenderung menguat, memberikan imbas positif pada penutupan indeks kali ini.

Sektor pertambangan terpantau kembali memimpin pelemahan sebesar 14,669 poin. Begitu juga pergerakan seluruh sektor yang cenderung melemah, seperti sektor perbankan turun tipis 1,41 poin, sektor perkebunan melemah 13,719 poin, dan sektor konsumer turun 3,03 poin.

Pada penutupan perdagangan Rabu (3/2/2010) sore, IHSG menguat 24,298 poin atau setara 0,94 persen menjadi 2.604,549. Sementara itu, indeks LQ45 juga menguat 4,274 poin ke posisi 508,136. Namun demikian, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 4,294 ke posisi 428,753.

Sore ini tercatat nilai transaksi ditutup sebanyak Rp3,4 triliun dengan volume sebanyak 5,2 miliar lembar saham, dan total transaksi sebanyak 81.217. Sebanyak 145 saham mengalami kenaikan, 50 saham melemah, dan 74 saham terpantau stagnan.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain saham dari PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp700 menjadi Rp10.400, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang naik sebesar Rp500 menjadi Rp31.800, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp500 ke posisi Rp24.600, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp500 ke level Rp23.300, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp400 menjadi Rp13.550.

Sementara saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Indoexchange Tbk (INDX) turun Rp20 menjadi Rp110, PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) turun Rp20 menjadi Rp180, PT Leo Investment Tbk (ITTG) turun Rp14 menjadi Rp196, dan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) turun Rp12 menjadi Rp175.(css)
03/02/2010 – 16:46
Penutupan IHSG
Saham Tambang Dongkrak Bursa ke 2.600
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik kembali rebound. Positifnya bursa regional dan naiknya harga komoditas menjadi pemicunya. Saham tambang pun memimpin penguatan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (3/2) ditutup naik 24,298 poin (0,94%) ke level 2.604,549. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 menguat 4,274 poin (0,84%) ke level 508,136.

Di awal perdagangan, IHSG langsung menguat 0,67% ke level 2.597 dan terus merambat naik hingga pada sesi siang bertengger di angka 2.600. Sentimen positif dari penguatan bursa regional, membawa indeks terus naik hingga akhirnya ditutup di angka 2.604.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, rebound IHSG sejak awal sesi, didukung sentimen positif dari bursa regional, menyusul penguatan bursa Wall Street .”Investor kembali melakukan aksi beli terhadap emiten-emiten yang sebelumnya terkoreksi tajam,”katanya pada Rabu (3/2).

Bursa AS berakhir menguat seiring optimisme dari sektor perumahan. Kenaikan data pending home sales dan pencapaian keuntungan perusahaan kontraktor DR Horton, pertama kali dalam 3 tahun, membawa harapan pada sektor perumahan.

Indikator dari bursa AS serta penguatan harga komoditas pun berhasil melambungkan bursa Asia. Harga minyak mentah naik 3.8% ke US$77.2 per barel dan indeks logam di LME naik 1%.

Sentimen ini juga positif bagi bursa domestik, dimana saham berbasis komoditas yang cukup banyak diperdagangkan mengalami kenaikan.

Tak heran bila saham sektor tambang memimpin penguatan bursa, dengan naik 2,9%, disusul sektor perkebunan yang menguat 1,9%, properti 1,7%, konsumsi 1,45%. Demikian pula sektor infrastruktur yang naik 0,7%, perdagangan 0,6% dan finansial 0,5% serta manufaktur 0,3%.

Hanya sektor industri dasar dan aneka industri yang masih melemah.

Saham komoditas yang mengalami penguatan antara lain Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 23.300, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 31.800, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 16.900, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 175 menjadi Rp 3.650, PT London Sumatra (LSIP) naik Rp 150 ke Rp 8.600, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 ke Rp 2.600, dan Bayan Resources (BYAN) naik Rp 100 ke Rp 5.700.

Perdagangan berjalan ramai, transaksi di seluruh pasar sebanyak 81.217 kali dengan volume 5,197 miliar lembar saham senilai Rp 3,440 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 50 saham turun dan 74 saham stagnan. Asing membukukan transaksi beli senilai Rp 480,76 miliar dan penjualan Rp 578,11 miliar. Ini berarti, investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 97,35 miliar.
Beberapa emiten yang menguat antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 10.400, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 24.600, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp250 ke Rp13.550.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Astra International (ASII) turun Rp 350 ke Rp 35.650, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 12.950, XL Axiata (EXCL) turun Rp 100 ke Rp 2.425, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 50 ke Rp 4.000.

Kenaikan IHSG juga didukung sentimen positif bursa regional Asia. Indeks Komposit Shanghai naik 69,12 poin (2,36%) ke level 3.003,83, indeks Hang Seng naik 449,90 poin (2,22%) ke level 20.722,08, indeks Nikkei-225 naik 33,24 poin (0,32%) ke level 10.404,33, indeks Straits Times naik 44,96 poin (1,65%) ke level 2.765,83, dan indeks kospi naik 19,21 poin (1,20%) ke level 1.615,02. [mdr]
03/02/2010 – 12:06
IHSG Sesi I Ditutup Naik 20,4 Poin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Sentimen dari bursa regional berhasil menjaga kenaikan IHSG pada perdagangan Rabu (3/2) hingga sesi I yang ditutup naik 20,4 poin (0,79%) menjadi 2.600,65 karena pengaruh indeks Wall Street.

Hal itu dikatakan pengamat pasar modal, Deni Hamzah kepada INILAH.COM Rabu (3/2). “Kenaikan indeks sesi I dipengaruhi bursa regional yang mengikuti kenaikan indeks Wall Street,” katanya
Walaupun kenaikan indeks tidak mendorong kenaikan semua saham. Ada beberapa saham yang naik karena sentimen masing-masing individu. Hal ini terjadi pada saham Bumi Resources (BUMI) dengan naiknya harga komoditi maka akan mendorong kenaikan harga batubara yang terkerek naik. Selain itu ada kenaikan saham karena securitas asing menaikkan target harganya seperti yang dialami Adaro Energy. Sementara saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan Aneka Tambang (ANTM) naik karena kemarin terkoreksi tajam sehingga kembali ke harga semula.

Untuk volume perdagangan mencapai 2,4 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp1,5 triliun dengan 125 saham naik, 36 saham turun dan 73 saham stagnan. Indeks saham JII naik 4,3 poin ke level 428, namun indeks saham LQ45 naik 3,9 poin ke level 507. Untuk sektor perkebunan naik 25 poin ke 1.833 dan sektor pertambangan naik 57,7 poin ke 2.258,97.

Sentimen dari Wall Steet, dengan penjualan rumah mendongkrak Dow Jones lebih dari 100 poin. Sentimen positif lain adalah kenaikan harga minyak berada di posisi tertinggi dalam empat bulan terakhir, dipicu penguatan indeks dan data ekonomi. Harga acuan minyak untuk kontrak Maret naik US$2,8 ke US$77,23 per barel pada New York Mercantile Exchange. Harga tersebut meningkat 20% dari pertengahan Desember lalu.

Adapun saham-saham yang naik adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp500 ke Rp31.800, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp300 ke Rp23.100, United Tractors (UNTR) naik Rp250 ke Rp16.750, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA naik Rp250 ke Rp16.750, Astra Otoparts AUTO) naik Rp200 ke Rp6.300, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp150 ke Rp3.750, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp125 ke Rp3.600, Astra International (ASII) naik Rp100 ke Rp36.100.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah XL Axiata (EXCL) turun Rp325 ke Rp2.200, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp100 ke Rp13.150, AKR Corporindo (AKRA turun Rp60 ke Rp1.120. [hid]

Rabu, 03/02/2010 07:03 WIB
Saham unggulan oversold jadi peluang

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): Pergerakan IHSG secara teknis masih mixed, belum adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri turut memengaruhi pergerakan indeks.

Erdikha Sekuritas memperkirakan bahwa pergerakan IHSG berkisar antara 2.554 dan 2.618. Saham yang direkomendasi adalah BDMN, TINS, dan ISAT.

Kresna Securities mengatakan bahwa indeks harga saham gabungan akan berkonsolidasi di titik support 2.580 untuk memastikan apakah tren jangka naik panjang masih berlanjut atau mulai berbalik arah.

Posisi moving average 5 yang masih berada di bawah moving average 10 dan MACD yang berada di titik 12,9 akan menjadi indikator penentu pergerakan indeks selanjutnya. Trading range untuk hari ini berada antara 2.549 dan 2.605. Rekomendasi buy on weakness untuk saham JSMR, INDF, dan UNVR.

Sementara itu, Panin Sekurita berpendapat bahwa IHSG gagal mempertahankan kenaikan yang terjadi pada sesi satu, sehingga akhirnya kembali ditutup melemah dalam perdagangan kemarin.

Meski tekanan jual masih membayangi pergerakan indeks, tetapi terdapat peluang untuk mengakumulasi kembali saham unggulan yang oversold. IHSG diperkirakan bergerak ke kisaran support-resistance 2.559-2.620.
03/02/2010 – 05:23
Krisis Likuiditas, Februari IHSG Bisa 2.200

(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Januari effect sudah berakhir dan IHSG pun akan anjlok bahkan hingga 2.200 karena kondisi global. Faktornya kebijakan pengetatan likuiditas di AS dan di China.

Menurut Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing, indeks bulan Februari tidak selincah bulan Januari lalu. “Faktornya pengetatan lokuiditas AS dan China dan dari dalam negeri laju inflasi mulai merangkak naik,” katanya kepada INILAH.COM kemarin.

Dengan demikian indeks akan sangat sulit mendapatkan sentimen positif untuk dapat mengembalikan indeks di level seperti bulan Januari lalu. Bahkan minyak mentah pun tidak berdaya untuk mendongkrak pasar saham. “Jadi indeks akan turun ke 2.400 bahkan ke 2.200,” jelasnya.

Meskipun demikian, kinerja emiten di tahun 2010 relatif stabil. Sebab faktor eksternal lebih dominan mempengaruhi pasar saham. Jadi pergerakkan saham tergantung pada masing-masing emiten. Untuk itu ada saham-saham yang masih tetap prospektif di sektor infrastruktur, perbankan dan konsumer. “Untuk sahamnya (direkomendasikan) masih tetap bluechip,” ucapnya. [hid]

Chart for Composite Index (^JKSE)

… jika disimak, memang ada tekanan jual pada semua indikator teknikal… yang agak melegakan, seharusnya, tekanan itu sedang menuju area jenuh jual dan peluang terjadinya golden cross, yaitu perubahan tren menuju beli lage … well, medium bollinger bands di 2610 maseh terekspektasikan … namun jika terpuruk seperti kata analis pro, maka batas support bollinger bands di antara 2500 dan 2300 mesti dicermati … kayanya kok drastis abis yo … ekspektasi batas atas di 2670 maseh ada seh … well, sekale lage, liat aja dah

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s