1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg menunggu RDG, rdg menunggu makan siang: 040210 4 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:58 am

Tergerus Saham Perbankan, IHSG Melemah 0,43 Persen
Kamis, 4 Februari 2010 | 16:06 WIB

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Supriyanto, pedagang grosiran di bawah jembatan layang Asemka, Jakarta Barat, memantau harga saham miliknya dengan laptop yang terkoneksi dengan internet, Rabu (3/2). Dia sudah dua tahun berinvestasi di pasar modal walaupun pernah merugi puluhan juta rupiah.
TERKAIT:
Wall Street Tarik Nafas
Saham Lapis Dua Angkat IHSG ke 2.600
Saham Berpeluang Melaju
IHSG Ditutup Merosot 0,28 Persen
“Recall” Otomotif Tekan Saham
GramediaShop: Teori Dan Aplikasi
GramediaShop: Secrets Of Self – Made Millionaires
JAKARTA,KOMPAS.com — Indeks harga saham gabungan atau IHSG tak luput dari sentimen negatif bursa regional. Ujungnya, Kamis (4/2/2010), indeks ditutup melemah 0,43 persen menjadi 2.593,22. Perinciannya 67 saham naik, 94 saham turun, dan 71 saham tak mengalami perubahan harga.

Nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp 3,19 triliun.

Penurunan indeks kali ini disebabkan oleh merosotnya sejumlah saham perbankan, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,52 persen menjadi Rp 4.750, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 1,99 persen menjadi Rp 7.400, dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turun 2,07 persen menjadi Rp 4.725.

Saham-saham lain yang juga ditransaksikan melemah mencakup PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 0,84 persen menjadi Rp 35.350, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,72 persen menjadi Rp 11.400, dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun 2,8 persen menjadi Rp 5.200.

Sebaliknya, saham-saham yang mampu mencatatkan penguatan adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 4,67 persen menjadi Rp 25.750, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik 2,36 persen menjadi Rp 23.850, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 0,79 persen menjadi Rp 32.050, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 1,15 persen menjadi Rp 176, dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) naik 3,66 persen menjadi Rp 1.700. (Hendra Soeprajitno/Kontan)
Sesi II Tutup
IHSG dan Rupiah Kompak Melemah
Indeks di BEI turun ke level 2.593,22 (0,29%), sedang rupiah bercokol di posisi 9.327/US$.
KAMIS, 4 FEBRUARI 2010, 16:30 WIB
Antique

Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Sentimen Regional Kuat, IHSG Raih 24 Poin
IHSG dan Rupiah Tak Kompak
Rupiah Ikut Dorong IHSG Melemah
Tekanan Jual Mereda, IHSG Hanya Turun 8 Poin
Tak Gubris Demo, IHSG Naik 55 Poin
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali berakhir negatif.

Menurut analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi, penurunan beberapa bursa regional dan global, termasuk laporan kinerja pelaku usaha di Amerika Serikat yang berada sedikit di bawah ekspektasi disinyalir menjadi pemicunya.

“Harga minyak dunia yang ditransaksikan pada US$76,80 per barel, pelemahan sebagian besar harga komoditas dunia, dan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan cenderung melemah turut menjadi faktor penggerak bursa domestik hari ini,” kata dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 4 Februari 2010.

IHSG pada penutupan transaksi hari ini, kembali melemah ke level 2.593,22 atau turun 11,33 poin (0,29 persen). Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang melemah 3,19 poin atau 0,12 persen di posisi 2.601,35.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,19 triliun dan volume tercatat 11,86 juta lot, dengan frekuensi 79.939 kali. Sebanyak 75 saham menguat, 101 melemah, 76 ditutup stagnan, serta 234 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 649,81 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 702,19 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup, juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 380,44 (1,84 persen) ke level 20.341,54, Nikkei 225 melemah 48,35 poin atau 0,46 persen menjadi 10.355,98, dan Straits Times terkoreksi 21,80 persen (0,79 persen) di posisi 2.743,04.

Di Bursa Efek Indonesia, saham komoditas yang melemah cukup besar di antaranya PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp 50 atau 0,29 persen ke level Rp 16.700, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah Rp 50 (2,38 persen) menjadi Rp 2.050, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi Rp 25 atau 0,96 persen di posisi Rp 2.575.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.327 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.325/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.325 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu, 3 Februari 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.325-9.345/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
IHSG Ditutup Melemah 0,43%, Seiring Melemahnya Bursa Regional
Kamis, 04 Februari 2010 16:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham hari ini tercatat berakhir negatif. IHSG pada penutupan perdagangan saham hari ini tercatat melemah 0,43% ke level 2593,22. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 pada penutupan perdagangan saham hari ini tercatat melemah 0,58% ke level 505,179.

Pada penutupan perdagangan saham sore hari ini tercatat volume perdagangan sebesar 5,930 miliar saham senilai Rp 3,188 triliun dengan total transaksi sebanyak 79.939 kali.
Kamis, 04 Februari 2010 | 13:39

BI RATE

BI Pertahankan BI Rate 6,5%

JAKARTA Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Kamis (4/2) memutuskan untuk tidak mengubah tingkat bunga acuan BI rate yang kini sebesar 6,5%.

Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono mengatakan, BI Rate diputuskan tetap 6,5% karena masih konsisten dengan pencapaian inflasi 2010 sebesar 5% plus minus 1%.

Inflasi bulan Januari 2010 sebesar 0,84% terjadi karena kenaikan harga beras. “Harga beras akan turun karena musim panen. Jadi, inflasi Januari tidak akan mengganggu inflasi sepanjang tahun ini,” katanya.

Keputusan BI ini sesuai juga dengan hasil survey Bloomberg terhadap 23 ekonom. Semua responden Bloomberg itu memperkirakan bank sentral tak akan mengubah bunga acuan hingga enam bulan mendatang.

Dua belas dari 17 analis juga memprediksi BI baru akan menaikkan BI rate pada akhir Juni 2010. acuan tetap .. %.

Para pembuat kebijakan di seluruh Asia mengambil langkah-langkah untuk menarik rangsangan moneter untuk mempercepat pemulihan eknomi. Namun, menurut Eric Alexander Sugandi, Ekonom Standard Chartered, meskipun harga konsumen naik dalam laju tercepat sejak Mei, bank sentral tetap menjaga tingkat suku bunga dalam beberapa bulan ke depan untuk melindungi pertumbuhan.

“Setelah itu, bank sentral harus meningkatkan bunga acuan untuk meredam inflasi yang berasal dari kenaikan harga energi global,” kata Sugandi. Laji inflasi bisa lebih dari 5% pada Mei mendatang dengan adanya kenaikan harga minyak

J. Ani Kristanti, Andri Indradie
kontan
Kamis, 04/02/2010 12:07 WIB
Regional Lesu, IHSG Turun Tipis 3 poin
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi tipis 3 poin pada perdagangan sesi I hari ini. Kelesuan bursa-bursa regional Asia membuat bandar-bandar saham enggan beraksi di Bursa Efek Indonesia.

IHSG bergerak ragu-ragu pada perdagangan sesi I hari ini. Para bandar saham tampak belum melakukan aksi beli maupun jual yang signifikan, sehingga IHSG bergerak dalam rentang tipis antara 2.597,452 hingga 2.610,368.

IHSG dibuka naik ke level 2.604,752. Pada awal perdagangan, IHSG sempat berkutat di zona merah. Di tengah perjalanan, IHSG sempat naik ke zona hijau hingga menyentuh level 2.610,368. Namun menjelang tutup sesi I, IHSG kembali jatuh ke zona merah dengan koreksi tipis.

Saham-saham sektor perkebunan dan konsumsi menjadi penopang utama IHSG dari koreksi tipis indeks saham-saham pertambangan, keuangan dan sebagainya.

Pada perdagangan Kamis (4/2/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 3,190 poin (0,12%) ke level 2.601,359. Indeks LQ 45 juga turun tipis 0,649 poin (0,12%) ke level 507,487.

Bursa-bursa regional Asia didominasi koreksi melanjutkan koreksi bursa Wallstreet tadi malam.

Indeks Komposit Shanghai turun 15,66 poin (0,52%) ke level 2.988,17.
Indeks Hang Seng turun 320,24 poin (1,55%) ke level 20.401,84.
Indeks Nikkei-225 turun 99,22 poin (0,95%) ke level 10.305,16.
Indeks Straits Times turun 19,73 poin (0,71%) ke level 2.745,11.
Indeks Komposit Seoul turun 4,82 poin (0,30%) ke level 1.610,20.

Perdagangan berjalan tidak begitu ramai, transaksi di seluruh pasar sebanyak 42.471 kali dengan volume 3,779 miliar lembar saham senilai Rp 1,759 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 89 saham turun dan 60 saham stagnan.

Saham-saham yang berada di jajaran top gainer antara lain : GUdang Garam (GGRM) naik Rp 1.200 ke Rp 25.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 23.750, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 250 ke Rp 6.350, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 32.050, Lonsum (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 8.700, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 100 ke Rp 13.650.

Sedangkan saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain : Astra International (ASII) turun Rp 400 ke Rp 35.250, Unilever (UNVR) turun Rp 50 ke Rp 11.550, United Tractors (UNTR) turun Rp 50 ke Rp 16.600, EMTEK (EMTK) turun Rp 50 ke Rp 540, Telkom (TLKM) turun Rp 50 ke Rp 9.300, Indocement (INTP) turun Rp 50 ke Rp 12.900.

(dro/qom)

04/02/2010 – 09:31
IHSG Dibuka Turun Tipis 2.86 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Pembukaan perdagangan saham pada Kamis (4/2) mencatat IHSG turun 2,86 poin (0,11%) menjadi 2.601,69 karena aksi koreksi dengan melemahnya Wall Sreet.

Untuk volume perdagangan mencapai 13,7 juta unit saham dengan nilai transaksi Rp24,2 miliar dengan 11 saham naik, 20 saham turun dan 39 saham stagnan. Indeks saham JIIturun 0,9 poin ke level 427, namun indeks saham LQ45 turun 0,6 poin ke level 507. Untuk sektor perkebunan naik 2,5 poin ke 1.844 dan sektor pertambangan turun 8 poin ke 2.257,94.



Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu (3/1) berakhir melemah, setelah sejumlah rilis data ekonomi yang cukup mengecewakan, terutama data tenaga kerja swasta. Dow Jones melemah 0.26% S&P 500 merosot 0.5. Harga minyak terus menguat 22 sen ke US$77,45 per barel pada perdagangan Rabu (3/2), kendati suplai minyak meningkat pekan lalu.

Penguatan rupiah diperkiakan memberikan sentimen positif bagi IHSG. Pengumuman BI rate meskikupun diperkirakan tetap 6,5%, pada hari ini menjadi hal yang dapat mempengaruhi aliran dana asing ke Indonesia. Jika BI rate tetap maka saham perbankan, properti dan otomotif akan menarik untuk dikoleksi.

Sentimen dari Wall Steet, dengan penjualan rumah mendongkrak Dow Jones lebih dari 100 poin. Sentimen positif lain adalah kenaikan harga minyak berada di posisi tertinggi dalam empat bulan terakhir, dipicu penguatan indeks dan data ekonomi. Harga acuan minyak untuk kontrak Maret naik US$2,8 ke US$77,23 per barel pada New York Mercantile Exchange. Harga tersebut meningkat 20% dari pertengahan Desember lalu.

Adapun saham-saham yang naik adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp150 ke Rp31.950, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp100 ke Rp23.400, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA naik Rp100 ke Rp17.000, Bank Danamon (BDMN) naik Rp25 ke Rp4.850, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp25 ke Rp4.700.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp50 ke Rp7.500, PP London Sumatera (LSIP) turun Rp50 ke Rp8.550, Telekomunikasi Indonesia (TLKM turun Rp50 ke Rp9.300, United Tractors (UNTR turun Rp50 ke Rp16.600. [hid]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s