1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

tidak semua ipo tidak pasti semua : 110711 4 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:34 pm

Nama Besar Tak Tentukan Harga Saham

Oleh: Jagad Ananda
Pasar Modal – Senin, 11 Juli 2011 | 08:14 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Sepanjang semester awal tahun ini ada sepuluh emiten baru yang masuk ke Bursa Efek Indonesia. Namun, tidak seperti tahun-tahun lalu, saham-saham muka baru itu tidak menunjukkan performance yang bagus. Bahkan sebaliknya, gara-gara harganya jatuh, banyak investor terjebak karena membeli efek perdana.

Kalau yang menukik itu saham-saham yang diterbitkan emiten yang ‘kurang terkenal’ dan prospek bisnisnya masih dipertanyakan, itu bisa dipahami. Tapi lain halnya jika yang menurun tajam merupakan efek keluaran perusahaan yang punya nama besar dan masa depan meyakinkan. Contohnya saham PT Garuda Indonesia (GIAA).

Biasanya, efek keluaran BUMN selalu mencatatkan kenaikan harga yang signifikan. Tapi ini tidak. Gara-gara sejumlah faktor, seperti yang diulas banyak analis, harga GIAA sejak di hari perdagangan pertama malah nyungsep dari harga perdananya yang Rp750. Setelah berjalan selama lima bulan, saham maskapai penerbangan ini tak pernah jauh dari level Rp520 alias 30,6% di bawah harga IPO.

Kemudian ada PT Metropolian Land (MTLA) yang dikawal nama besar Ciputra. Namun nasibnya juga tak jauh berbeda. Kendati tak separah GIAA, MTLA sempat menukik dari harga penawaran perdananya Rp240 ke level Rp190. Kemudian sempat balik ke posisi awal. Sayang hanya sebentar. Jumat (8/7) lalu MTLA masih berlabuh di level Rp230.

Investor yang agak tenang adalah yang mengoleksi saham PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) yang dikawal nama besar Indofood. Sebab, kendati tidak sekinclong yang diperkirakan, saham ini mampu bertahan di atas harga perdananya.

Lantas bagimana dengan saham-saham lainnya yang masih berada di bawah? Sejumlah analis yang dihubungi INILAH,COM tampak enggan berkomentar. Terutama pada saham-saham yang diterbitkan perusahaan yang ‘kurang populer’. Mereka hanya melihat ada dua emiten yang diperkirakan kinerjanya bakal meningkat yang berujung pada penguatan harga efeknya, yakni GIAA dan MTLA.

GIAA diyakini bakal terdongkrak lantaran maskapai ini, belakangan, giat melakukan aksi korporasi. Salah satunya dengan penambahan armada. Selan itu, di semester II ini ada sejumlah momen yang dipastikan mampu mendongkrak pendapatan perseroan. Seperti lebaran, musim haji dan liburan akhir tahun.

Berdasarkan fakta itulah, sejumlah analis optimistis, dalam waktu dekat saham ini akan mampu menguat ke Rp580. Bahkan seorang direktur investasi di sebuah BUMN, yang juga ‘bercocok tanam’ di efek ini begitu percaya, tahun ini juga GIAA akan kembali ke harga IPO-nya yang Rp750.

MTLA pun diprediksi akan mengalami hal yang sama. Sebab selain memiliki cukup banyak proyek, sebagian saham perusahaan yang didukung oleh nama besar Ciputra ini dimiliki Government of Singapore Investment Corpotration. BUMN asal Singapura ini, setelah IPO, masih menguasai 37,% saham MTLA.

“Biasanya asing tidak akan membiarkan saham perushaannya letoy,” kata seorang pengamat pasar. Apalagi MTLA punya kelebihan yang cukup menggiurkan yakni perusahaan ini memiliki utang yang sangat kecil. Itu sebabnya, sejumlah analis berani mamasang target harga untuk MTLA di level Rp290.

Yang menjadi pertanyaan mengganjal, benarkah nama besar paling menentukan dalam pergerakan haraga saham baru? Jawabnya, tidak. sebab ada faktor lain yang juga cukup berpengaruh. Selain kinerja emiten, kondisi pasar ikut mendorong harga satu saham untuk naik atau turun.

Contoh yang paling hangat adalah PT Tifa Finance yang mencatatkan sahamnya 8 Juli lalu. Harga saham berkode TIFA ini di hari pertama langsung terangkat ke level Rp 310 allias naik 55%. [mdr]

Lima emiten yang baru mencatatkan saham perdana hingga semester pertama 2011, harga sahamnya mengalami penurunan dibandingkan harga saham perdananya.

Sentimen bursa saham kurang baik mempengaruhi pelemahan saham tersebut. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito menuturkan, sentimen pasar cukup mempengaruhi meski performance emiten menjanjikan. Sentimen pasar dinilai sangat penting dalam pencatatan saham perdana di BEI. Menurut Eddy, saat indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami pelemahan merupakan waktu bagi investor untuk masuk ke bursa saham.”Bagi pelaku pasar yang paham mengenai fundamental perusahaan tidak perlu panik karena tidak jangka pendek sesaat. “Yang pasti saat listing apapun juga performance dari perusahaan menjanjikan tetapi sentimen pasar sangat penting untuk kenaikan dan penurunan pada hari pertama,” tambah Eddy, Senin (20/6).

Sementara itu, Direktur Investment Banking PT Danareksa Sekuritas David Agus mengatakan, pengaruh IHSG sangat besar dalam penawaran umum saham perdana yang lalu. IHSG tidak mendukung kenaikan saham perdana yang baru mencatatkan saham perdana pada hari pertama.

DARI 10 saham yang mencatatkan saham perdana hingga semester pertama 2011, sekitar lima emiten, harga sahamnya mengalami penurunan dibandingkan harga saham perdana. Lima emiten tersebut antara lain PT Megapolitan Development Tbk yang mencatatkan saham perdana dengan harga Rp210 per saham mengalami penurunan harga saham menjadi sebesar Rp165 per saham pada Jumat (18/6), saham PT Martina Berto Tbk (MBTO) mencatatkan saham perdana sebesar Rp740 per saham menjadi Rp500 per saham pada Jumat (18/6), saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatatkan saham perdana sebesar Rp750 per saham menjadi Rp530 per saham pada Jumat (18/6), saham PT Jaya Agra Wattie Tbk mencatatkan saham perdana Rp500 per saham menjadi Rp445 per saham pada perdagangan saham Jumat (18/6), dan saham PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mencatatkan saham perdana Rp240 per saham menjadi Rp195 per saham pada awal pembukaan perdagangan saham Senin (20/6).

Terkait Saham PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) yang mencatatkan saham perdana pada hari ini juga mengalami penurunan. Pada awal pembukaan, saham MTLA dibuka naik 4% ke level Rp250 per saham kemudian langsung turun 18,75% ke level Rp195 per saham. Menurut David, penurunan saham MTLA dipengaruhi investor ritel yang langsung menjual saham. Hal ini dilihat dari volume perdagangan saham kecil sekitar 10.823 lot pada awal pembukaan perdagangan saham Senin (20/6).”Kalau kita lihat investor ritel banyak yang buang, volume perdagangan sahamnya pun kecil,” kata David.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1621392/5-emiten-bernasib-sial-saat-listing-perdana

Sumber : INILAH.COM
Waspada! Bila Saham IPO Menglami Oversubscribe

Oleh: Wahid Ma’ruf
Pasar Modal – Minggu, 22 Mei 2011 | 03:55 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Penawaran saham perdana suatu calon emiten yang mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe bukan jaminan sahamnya akan menarik di bursa.

Kesuksesan sebuah saham IPO di pasar ditentukan fundamental perusahaannya, tingkat kewajaran harga sahamnya dan kondisi pasar. “Namun kalau anda lebih mendahulukan prospek sebagai acuan dalam membeli sebuah saham, dan mengabaikan faktor fundamental, maka siap-siap aja terkena loss,” tulis trader independent, Teguh Hidayat dalam risetnya.

Belajar dari pengalaman saham PT Martina Berto (MBTO) menggelar IPO yang mengalami oversubscribe hingga 11 kali. Namun sahamnya anjlok dari Rp740 ke Rp500. Hal yang sama juga dialami saham Megapolitan Development (EMDE yang mengalami oversubscribe 14 kali dan turun hingga Rp205 dari level perdana Rp250.

Untuk calon emiten yang akan melakukan IPO adalah PT Jaya Agra Wattie dan PT Buana Listya Tama (BULL). PT Jaya Agra Wattie mengalami versubscribe dua kali. Untuk PT Buana Listya Tama (BULL) mengalami versubscribe 16 kali.

Banyak analis menilai rendahnya permintaan IPO Jawattie jika dibanding IPO BULL, disebabkan tingginya risiko harga karet. Secara fundamental Jawattie lebih baik dari BULL. Sementara prospek BULL tampaknya lebih cerah dari Jawattie, karena bisnis pertambangan lepas pantai saat ini sedang cerah. Sektor ini akan membutuhkan banyak jasa transportasi laut.

Namun kesuksesan saham mereka di pasar akan dibuktikan pada saat benar-benar dilakukan pencatatan di bursa.
ipo MBSS
Harga penawaran perdana saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk dinilai relatif mahal.Apalagi untuk industri perusahaan pelayaran yang bergerak dibidang khusus.

Managing Research PT Indosurya Asset Managemet Reza Priyambada mengatakan, harga penawaran umum saham perdana PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk sekitar Rp1.500-Rp1.900 relatif mahal. Reza menilai, harga penawaran saham perdana yang ditawarkan sekitar Rp1.500-Rp1.900 juga berani untuk industri pelayaran.

Selain itu, pelaku pasar juga kadang kurang yakin dengan industri pelayaran. Perseroan bergerak di bidang usaha pelayaran khususnya batu bara diharapkan dapat mendongkrak kinerja perseroan mengingat sektor batu bara yang prospektif. “Pelaku pasar juga harus melihat klien dan kontrak perseroan,” tutur Reza.

Seperti diketahui, perseroan akan melepas sekitar 215 juta saham ke publik atau 12,3%. Harga saham perdana ditawarkan sekitar Rp1.500-Rp1.900 per saham. Perseroan akan melakukan bookbuilding pada 1-15 Maret 2011. Harga final saham MBSS akan ditentukan pada 15 Maret 2011. Masa penawaran umum dilakukan pada 25-29 Maret 2011.

Sumber : TOPSAHAM.COM

… berbarengan dengan KEJATUHAN IHSG AWAL 2011, IPO2 PADA BERANTAKAN : IPO TIDAK SEMUANYA SUKSES BWAT INVESTOR
Harga IPO
Senin, 14 Februari 2011 – 10:21 wib

Topik seputar penawaran umum perdana (initial public offering) belakangan menjadi bahan diskusi yang hangat. Menjelang tutup tahun 2010 lalu, publik disuguhkan oleh polemik soal IPO PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Sebagian menyoal harga IPO saham produsen baja terlalu rendah. Argumentasi ini didukung oleh fakta ketika masuk pasar sekunder di hari pertama atau listing perdana, harga sahamnya melesat menyentuh batas autorejection.

Saham yang saat IPO dilepas di harga Rp850 itu dalam waktu singkat mentok di harga Rp1.275. Hingar bingar Krakatau Steel akhirnya senyap begitu saja. Kini, masih bisa dibilang awal 2011, diskusi soal IPO kembali menyeruak ranah publik berkaitan IPO-nya PT Garuda Indonesia (GIAA). Topik yang muncul juga masih berkaitan dengan penentuan harga IPO saham Garuda.

Di satu sisi, ada yang bilang penetapan harga Rp750 meskipun itu batas bawah dari range harga yang ditawarkan antara Rp750 hingga Rp1.000 terlalu tinggi. Tapi pemerintah berketetapan hati bahwa Rp750 itu harga yang bagus.

Faktanya, saat listing perdana saham GIAA dibuka Rp700 dan turun hingga titik Rp600 pada menit-menit pertama. Pelajaran apa yang bisa dipetik dari kejadian di atas. Tampak sekali bahwa penentuan harga IPO merupakan satu hal yang sangat penting dan strategis dalam pencapaian sukses tidaknya sebuah IPO.

Perlu dipahami bahwa kesuksesan IPO tidak hanya diukur laku tidaknya saat penjajakan di pasar atau penjualan di pasar perdana, tapi juga ditentukan bagaimana performance saham ketika masuk di pasar sekunder. Sebab, pasar sekunder merupakan pasar yang sesungguhnya, di mana gerakan naik turunnya harga saham murni ditentukan oleh mekanisme demand and supply.

Daya Pikat Tinggi

IPO, sebenarnya memiliki daya pikat yang tinggi bagi investor. Mengapa? Fakta membuktikan bahwa saat listing perdana untuk saham-saham IPO seringkali mengalami anomali harga, yaitu kenaikan harga yang cukup tinggi bahkan fantastis.

Fenomena seperti ini tidak monopoli satu bursa saham saja seperti di Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi merupakan fenomena bursa saham di dunia. Akibat fenomena ini, banyak ahli-ahli investasi keuangan yang meneliti ada apa di balik anomali IPO tersebut.

Khusus di BEI, sebuah penelitian pernah dilakukan oleh seorang akademisi, Hakiman. Mahasiswa S3 Universitas Padjajaran Bandung ini dalam penelitian yang dituangkan di disertasi untuk promosi gelar doktornya menyuguhkan data bahwa sejak 1996 hingga Juni 2004 tercatat ada 147 perusahaan yang IPO dan listing di BEI.

Dari jumlah tersebut, 72,72 persen ternyata harga IPO-nya undervalue, 11,88 persen overvalue, dan 15,3 persen stagnan. Pada penutupan perdagangan hari ke 30 menjadi 73,42 persen undervalue, 21,69 persen overvalue, dan 4,89 persen tetap.

Undervalue berarti saat listing perdana terjadi kenaikan harga dari harga penetapan saat IPO. Sedangkan overvalue berarti terjadi penurunan harga saat listing perdana. Dan stagnan menunjukkan bahwa saat masuk pasar sekunder harga saham tersebut tidak berubah dari harga IPO.

Andai saja data penelitian itu diteruskan hingga akhir 2010, maka bisa dipastikan bahwa saham yang undervalue memang sangat signifikan. Data ini semakin mengukuhkan bahwa harga IPO memang undervalue, sengaja atau tidak sangaja. Fakta sudah membuktikan hal itu. Undervalue saham IPO itu sudah menjadi fenomena dunia.

Bagaimana sebenarnya harga IPO ini dirumuskan. Di atas kertas, pada umumnya ada dua model formula untuk menentukan harga saham IPO, yakni discounted cash flow model (DCF) dan relative valuation model (Model RV).

Kita tidak akan mengulas bagaimana model ini bekerja, karena dua-duanya akan mempertimbangkan apakah perlu diskon atau premium dan seberapa besar diskon atau premium itu diberikan.

Dalam praktik, hasil hitungan dua model itu hanya sebagai basic atau pegangan bagi Penjamin Emisi (underwriter), calon emiten maupun investor. Sebab, penentuan yang sebenarnya Sangat didominasi oleh kekuatan permintaan dan penawaran, terutama permintaan yang diajukan oleh investor institusi berkualitas. Merekalah yang dominan berperan dibandingkan hasil hitungan dengan dua jenis model teoritik tadi. (Tim BEI)(//ade)
10/08/2010 – 06:33
Inilah Jadwal Penerbitan Obligasi & IPO Semester II
Agustina Melani

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa Efek Indonesia mencatat rencana penerbitan obligasi dan penawaran saham saham perdana (IPO) di semester II 2010.

PT Summit Oto Finance (Oto Finance) akan menerbitkan obligasi sebesar Rp500 miliar paling lambat Oktober 2010. Perusahaan pembiayaan lain yaitu PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) akan menerbitkan obligasi sebesar Rp1,5 triliun.

Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito, Senin (9/8). “Kedua perusahaan pembiayaan itu sedang dalam proses penerbitan obligasi kalau proses sekarang paling lambat Oktober akan terbitkan obligasi,” ujar Eddy.

Terkait penawaran umum perdana saham, Eddy menuturkan, BEI telah memberikan pra efektif kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur, anak usaha PT Indofood Sukses Makmur dan PT Harum Energy. BEI telah memberikan pra efektif kepada PT Indofood Sukses Makmur pada akhir Juli lalu dan dilanjutkan ke Bapepam-LK.

Seperti diketahui, Indofood CBP menargetkan dana sebesar US$400 juta-US$500 juta. Perseroan menargetkan kuartal keempat 2010 dapat tercatat di BEI. [hid]

Nanda Sitepu
Associate Analyst Vibiz Research Center
IPO 2010: Ekonomi Membaik, 22 Emiten Siap-Siap “Go Publik”
Rabu, 03 Februari 2010 08:15 WIB
(Vibiznews – Stocks) Bursa saham Indonesia sepanjang tahun 2009 lalu tampil mengejutkan dengan membukukan kenaikan tajam. Semakin membaiknya perekonomian global, seiring positifnya pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia pasca krisis global membuat perusahaan-perusahaan private berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan dana segar melalui Initial Public Offering (IPO).

Initial Public Offering (IPO) adalah salah satu proses mendapatkan dana bagi perusahaan dengan cara menjual sebagian kepemilikan perusahaan dalam bentuk saham untuk pertama kalinya kepada public pada tingkat harga dan proporsi tertentu. IPO sepertinya menjadi salah satu pilihan utama paling tepat bagi perusahaan privat untuk mendapatkan tambahan dana, terutama untuk ekspansi usaha.

List Emiten-Emiten Yang Bakal “Bersaing”
Berikut ini daftar 22 emiten yang sudah ataupun telah menyatakan akan melakukan IPO pada tahun ini :

Emiten “Pendatang Baru” Pertama Tahun Ini
PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) tercatat sebagai emiten ke-1 yang berhasil listing pada tahun 2010. EMTK tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Januari 2010. EMTK sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Technology, Media and Telecommunication. Saham EMTK ditawarkan pada harga penawaran Rp 720 sebanyak 512.730.000. Namun untuk jumlah saham yang tercatat di BEI dengan tambahan 2.885.389.500 saham pendiri dan konversi waran sekitar 1.729.182.720 maka total saham EMTK yang tercatat ada sekitar 5.127.302.220. EMTK sendiri berhasil menghimpun dana sekitar Rp 369 miliar dari IPO tersebut dengan kapitalisasi pasar Rp 3,691 triliun. Lalu bagaimana dengan kondisi saham EMTK saat ini?

Saham EMTK per (02/02) tercatat berada pada harga Rp 600 atau turun sebesar 16,67% dari harga IPO. Penurunan harga yang cukup tajam tersebut seiring dengan koreksi tajam yang dialami IHSG pada (20/01).

Calon Emiten Yang Bakal Hadir Bulan Ini
Pada bulan Februari 2010, 2 perusahaan sudah siap melangkah ke bursa dengan melaksanakan Initial Public Offering (IPO). Kedua perusahaan tersebut adalah PT PP Persero dan PT Benakat Petroleum Energy .

PT PP Persero
PT Pembangunan Perumahan Persero akan melakukan IPO dengan harga penawaran sebesar Rp 560/saham. Jumlah saham yang bakal ditawarkan adalah sebanyak 1.038.976.500 unit. Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT DBS Vickers Securities Indonesia. Listing saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI) rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 09 Februari 2010.

PT Benakat Petroleum Energy
PT Benakat Petroleum Energy akan melakukan IPO dengan menyertakan waran seri I. Harga penawaran untuk IPO adalah sebesar Rp 140/saham. Jumlah saham yang ditawarkan ada sebanyak 11.500.000.000 unit. Sedangkan jumlah waran seri I yang diterbitkan ada sebesar 6.500.000.000 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 145. Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek adalah PT Danatama Makmur.

Untuk waran seri 1 diberikan secara cuma-cuma, sebagai insentif dimana setiap pemegang 23 saham baru berhak memperoleh 13 waran. Jangka waktu waran yang diterbitkan adalah 3 tahun, dimana 1 waran memberikan hak bagi pemegangnya untuk membeli 1 saham baru

Kedua emiten tersebut diperkirakan akan laris manis terutama karena cukup tingginya penawaran terhadap saham IPO kedua perusahaan tersebut. PT PP Persero mengklaim mengalami oversubscribed 1,7 kali dari jumlah penawaran. Sedangkan PT Benakat Petroleum Energy mengklaim mengalami oversubscribed hingga 5,13 kali dari jumlah penawaran. PT Benakat Petroleum Energy terpantau memancing lebih banyak peminat, mungkin karena core bisnis perusahaan yang bergerak di bidang migas.

Potensi IPO Tahun 2010
IPO memang menjadi suatu fenomena yang cukup ditunggu oleh para investor, karena “umumnya” harga penawaran IPO cenderung lebih murah dibandingkan nilai “wajar”. Hal tersebut karena perseroan biasanya memberikan ruang gerak bagi para investor untuk memetik keuntungan.

Namun tidak semua saham IPO itu “pasti” bagus, untuk memilih saham IPO memang tidak mudah karena investor biasanya hanya diberikan prospektus singkat mengenai perusahaan. Beberapa hal yang sebaiknya dicermati dalam memilih saham IPO antara lain tujuan penggunaan dana IPO oleh perusahaan, kinerja keuangan perusahaan, prospek bisnis yang sedang digeluti oleh perusahaan, dan pastinya harga penawaran saham perusahaan tersebut. PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) setidaknya sudah menunjukkan bahwa tidak semua saham IPO harganya bisa langsung membumbung tinggi.

Pergerakan harga saham memang tidak semuanya didasarkan oleh kinerja perusahaan. Kondisi ekonomi global, pergerakan harga komoditas, suku bunga Bank Indonesia, aksi korporasi tertentu, bahkan terorisme bisa saja membuat harga saham bergerak volatile. Namun beberapa calon emiten yang cukup layak untuk ditunggu pada tahun 2010 ini adalah PT Krakatau Steel dan PT Garuda Indonesia. Pilihlah saham IPO jika memang merupakan investasi bagus, Jangan hanya membeli saham karena itu merupakan saham IPO !

Iklan
 

One Response to “tidak semua ipo tidak pasti semua : 110711”

  1. […] transaksi (online trading A): bwat yg keperangkap ipo mtla, baca lage neh: ipo bisa BIKIN INVESTOR NANGIS elsa beli @245,260, jual @265, 270, 280; full matched @260 antm jual @2125 apln jual @340, 350 adro […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s