1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

murah, MAHAL, muraaaaaah … 050210 5 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:07 pm

Jumat, 05 Februari 2010 | 15:14

BURSA

Sekuritas: Meski Sudah Mahal, Saham-saham Indonesia Masih Menarik

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menyimpan magnet bagi investor global. Tahun lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah naik 87% dan membuat BEI dinobatkan sebagai bursa berkinerja terbaik di Asia. Sejumlah pelaku pasar memperkirakan,indeks masih berpeluang naik 20% di tahun 2010 ini.

Harga sejumlah saham di BEI boleh jadi sudah mahal, meski begitu reli bursa masih bakal berlanjut. Kenaikan pendapatan dan laba bersih dari para emiten BEI serta solidnya harga komoditas akan mendorong laju indeks.Hanya sedikit analis yang khawatir pergerakan indeks akan terganggu oleh isu-isu politik dan inflasi.

Tiga sekuritas papan atas, yaitu Bahana Securities, Kim Eng Securities, dan Macquarie Securities percaya IHSG adalah salah satu dari tiga indeks bursa Asia yang bakal naik tahun 2010 ini. “Indeks masih bisa naik sekitar 20% dari posisi 2.600 saat ini,” ujar ketiga sekuritas tersebut kepada Reuters. Jika dihitung dalam kurs rupiah, kenaikan indeks sepanjang 2009 tercatat sebesar 87% tetapi kalau dihitung dalam dollar AS maka kenaikannya mencapai 130%. Pasalnya, tahun lalu rupiah menguat terhadap dollar AS. Alhasil, IHSG menjadi indeks yang mencatatkan kinerja terbaik di dunia sepanjang tahun 2009 silam.

Beli saham pemain lokal dan emiten batubara

Investor asing melihat kondisi politik Indonesia yang masih cukup stabil, keuntungan yang tinggi dari pasar modal, penurunan utang, dan kenaikan peringkat utang Indonesia sebagai alasan untuk mengoleksi saham-saham dari bursa kita meskipun harganya sudah cukup tinggi.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% hingga 6% pada tahun 2010, ekonomi Indonesia akan tumbuh paling tinggi dibanding negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Berdasarkan perhitungan para pialang saham, keuntungan dari investasi yang ditempatkan di pasar modal Indonesia di atas 20% setahun. Angka tersebut di atas angka rata-rata keuntungan dari bursa Asia lainnya yang sekitar 15%.

Analis Macquarie memprediksi keuntungan dari saham akan meningkat lebih besar lagi pada 2010 menjadi 25,2% setahun. Pendorongnya adalah kenaikan harga komoditas, dividen yang lebih tinggi, dan tingkat utilisasi yang lebih baik. Para analis juga memperkirakan IHSG akan menuju 3.170, naik 25% dari posisi saat ini.

Konsekuensinya, harga saham emiten-emiten di BEI jadi lebih tinggi. “Saham-saham tersebut saat ini sudah diperdagangkan di level harga wajarnya,” ujar Macquarie. Belanja pemerintah dan belanja swasta menjadi faktor yang sangat penting pada tahun 2009 dan peranan mereka tetap berlanjut pada 2010.

Saham-saham yang menjadi pilihan para analis dari ketiga sekuritas tersebut antara lain, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Danamon Tbk (BDMN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Meski begitu, perlu diwaspadai bahwa booming harga komoditas saat ini juga dapat memicu naiknya inflasi di atas toleransi para pelaku pasar. Risiko lainnya adalah stabilitas politik pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini tengah diguncang kasus Bank Century. Hasil panitia khusus (pansus) ini bisa membuat SBY terpaksa mengorbankan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Tentu saja hal tersebut bisa menganggu minat investor yang berniat mengoleksi saham-saham di bursa kita.

Harry Su, Kepala Riset Bahana Securities, mengatakan sepertiga dari kapitalisasi pasar BEI atau sekitar US$ 200 miliar merupakan kapitalisasi pasar dari saham-saham yang sensitif terhadap pergerakan harga minyak dan komoditas global. “Pertumbuhan China dan investasi yang terus masuk menjadi alasan bagi kami untuk bullish terhadap bursa Indonesia,” kata Harry Su. Selama ini, Indonesia termasuk pemasok besar komoditas dunia dari CPO hingga batubara dan mineral tambang lainnya.

Jika inflasi mencapai dua digit dan Bank Indonesia tidak bisa mengatasinya, investor bakal kabur. “Harga minyak yang lebih tinggi bagus untuk ekonomi Indonesia, tetapi dampaknya buruk terhadap bursa karena subsidi BBM yang harus dikeluarkan pemerintah jadi membengkak,” kata Ferry Wong, Analis Macquarie Capital Securities Indonesia. Apabila harga minyak dunia menembus US$ 100 – US$ 110 sebarel, analis menilai pemerintah perlu menaikkan harga BBM dan melihat dampaknya pada inflasi dan suku bunga.

Hari Widowati REUTERS

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s