1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

well, BENERAN MURAH dah, gw beli … 060210 6 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:17 am

Bursa global berguguran
Total dana panas keluar dari emerging market capai US$1,6 miliar

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan kemarin luruh 2,86% ke level 2.518,98, terimbas sentimen negatif bursa global yang berguguran karena kekhawatiran resesi ekonomi akan berlanjut di tengah lonjakan risiko gagal bayar surat utang Eropa.
Bloomberg melaporkan keprihatinan terhadap kelanjutan pembayaran surat utang di Eropa dan data pengangguran di Amerika Serikat menekan turun indeks saham negara berkembang ke posisi terendah dalam 4 bulan terakhir.

Indeks Morgan Stanley Capital (MSCI) bursa saham negara berkembang menurun 2,6% ke level 902,59, yang merupakan posisi penutupan terendah sejak 2 Oktober.

Di Asia, bursa saham Indonesia mengalami koreksi terdalam kedua setelah indeks Hang Seng yang melemah 3,33%. Hanya 13 saham yang ‘menghijau’ di PT Bursa Efek Indonesia, di tengah koreksi 178 saham-saham unggulan.

Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan pemodal asing pada perdagangan akhir pekan ini terlihat panik, sehingga membukukan penjualan bersih besar-besaran, yang diikuti oleh aksi jual pemodal lokal.

“Sentimen negatif berasal dari bursa Eropa, terutama karena kekhawatiran gagal bayar di Yunani, Spanyol, dan Portugis. Kabar ini menjadi sentimen negatif lanjutan dari pengetatan pinjaman perbankan AS dan China,” tuturnya kepada Bisnis kemarin.

Masalah utang sejumlah negara Eropa tersebut, lanjutnya, bisa mempersulit pemulihan ekonomi negara-negara maju seperti AS dan Inggris yang menjadi kreditur tiga negara tersebut.

Sinyal negatif tersebut diperburuk dengan kabar dari AS terkait dengan kenaikan data pengangguran ke posisi terparah sejak Perang Dunia II. Pemerintah AS merevisi jumlah pengangguran menjadi 8,1 juta, dari laporan sebelumnya 7,2 juta.

Bisnis mencatat setelah revisi data tersebut, angka tagihan gaji AS dari Desember 2007 hingga Desember 2009 turun 5,9%, mengalahkan krisis Perang Dunia kedua yang melemah 5,2% sepanjang 1948-1949.

“Pasar khawatir secara berlebihan ketika mulai fokus pada berita negatif, tetapi kondisi itu bisa berubah tiba-tiba. Data tersebut cukup baik, tetapi pasar sekarang fokus pada risiko sistemik,” tutur analis IG Markets Cameron Peacock, dikutip Bloomberg.

Dana panas

EPFR global melaporkan kondisi tersebut memicu penarikan dana panas dari bursa-bursa negara berkembang (emerging market) yang nilainya kemarin mencapai US$1,6 miliar, atau sekitar Rp15,2 triliun.

Di Indonesia, pemodal asing melepas saham senilai Rp1,78 triliun dari total nilai transaksi harian bursa kemarin Rp4,36 triliun. Penjualan bersih mereka menembus angka Rp996,202 miliar, atau rekor penjualan bersih harian tertinggi pada setahun terakhir.

Seiring dengan penjualan bersih asing tersebut, nilai tukar rupiah melemah 0,7% ke level Rp9.410 per dolar AS. Bloomberg mencatat sepanjang tahun berjalan dana asing yang masuk ke bursa Indonesia turun 47,7% atau sebesar US$57,1 juta. Sehari kemarin, dana asing yang keluar mencapai US$105,9 juta.

“Penjualan bersih ini sebenarnya sudah terjadi sejak Januari. Pemodal global melepas aset mereka di Asia, untuk menjaga posisi likuiditas dan mengantisipasi situasi sulit,” ujar Pardomuan.

Fenomena pelepasan saham asing, lanjutnya, tidak terlihat karena tidak berlangsung drastis. Di sisi lain, IHSG pun masih menguat di tengah anjloknya indeks utama Asia selama Januari, seperti Shanghai dan Hang Seng yang melemah 10% dan 8% sebulan itu.

Kemarin, indeks Shanghai turun 1,87%, Hang Seng anjlok 3,33%, Kospi tertekan 3,05%, dan Nikkei-225 melemah 2,89%. Indeks MSCI Asia pasifik pun tertekan 2,6% ke level 114,56.

Indeks Dow Jones tadi malam dibuka menguat 0,04% ke posisi 10.005,81 setelah sehari sebelumnya terkoreksi. Indeks FTSE 100 di Inggris pukul 21.00 WIB tadi malam langsung melemah 1,75% ke posisi 3.625,19, sedangkan indeks FTSE MIB di Itali terkoreksi 1,07% ke level 21.179,75.

Saham tambang

Head of Online Division PT AM Capital Suryadi Candra Kasih menambahkan saham emiten tambang terkoreksi besar, seiring dengan penurunan harga minyak mentah dunia.

“Pergerakan harga saham pertambangan dan perkebunan sangat berkorelasi dengan harga minyak mentah dunia, yang tahun ini cenderung bergerak melemah,” tuturnya.

Harga energi dunia tersebut kemarin turun 0,01% (US$0,01 per barel) ke level harga US$73,13. Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun US$79,36 per barel, harga komoditas itu turun 7,85%.

Indeks sektor pertambangan kemarin melemah 4,13%, diikuti indeks sektor infrastruktur sebesar 3%. Di sisi lain, indeks sektor perkebunan, konsumsi, keuangan, aneka industri, dan kimia dasar rata-rata melemah 2,5%.

Sektor properti menjadi indeks sektoral yang terkoreksi paling tipis, yakni sebesar 1,65%. Indeks LQ-45 dan BISNIS-27 melemah 3,29% dan 3,11%, masing-masing ke level 505,18 dan 237,69.

“Fenomena ini merupakan koreksi tertunda, yang telah menimpa bursa China dan Hong Kong. Secara teknis ini merupakan ayunan di tengah tren bullish, koreksi sedikit di tengah tren positif jangka panjang,” tuturnya.

Di pasar surat utang global, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US T-Bond) bertenor 10 tahun meningkat 1 basis poin, akibat angka pengangguran berkurang tetapi disertai dengan peningkatan angka PHK kemarin malam. (Wisnu Wijaya) (irvin. avriano@bisnis.co.id/arif.gunawan@ bisnis.co.id)

Oleh Irvin Avriano A. & Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia
06/02/2010 – 08:03
Indeks Sepekan, Tekanan Eksternal Cukup Kuat

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks pada perdagangan pekan pertama Februari tidak dapat mempertahankan di level 2.600. Sebab sentimen negatif dari eksternal cukup kuat menekan indeks kembali ke level 2.500.

Menurut analis saham Sinarmas Securities, Alfiansyah, sebenarnya sentimen dari internal cukup positif. Hal ini mulai dari ekspektasi BI rate tetap di level 6,5%, inflasi masih di bawah 1% dan cadangan devisa bulan Januari hampir mencapai US$70 miliar menunjukan ekonomi Indonesia cukup positif. “Namun karena faktor eksternal dari kekhawatiran investor terhadap gagal bayar di eropa indeks tidak dapat bertahan di level 2.600,” jelasnya kemarin.

Sebenarnya harga minyak pekan ini sempat naik ke US$77 per barel. Saham sektor pertambangan dan komoditi pun ikut naik. Indeks pun sempat naik hingga 2% meskipun pada perdagangan berikutnya langsung terkoreksi.

Tekanan terhadap indeks mulai berat ketika eropa mengalami kesulitan likuiditas. Belum lagi data ekonomi AS yang tidak menggembirakan seperti data perdagangan dan data klaim pengangguran. Kondisi ini memberikan sentimen negatif untuk indeks wall Street dan bursa regional. Secara bersamaan harga minyak dunia pun terjerembab di level US$74 per barel. bertepatan dengan perdagangan akhir pekan maka dimanfaatkan untuk merealisasikan keuntungan. Invesstor asing pun lebih senang memegang dana tunai dalam kondisi saat ini. [hid]
Jumat, 05/02/2010 16:08 WIB
Asing Jual Saham Rp 996 Miliar, IHSG Anjlok 74 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh semakin dalam dan ditutup anjlok tajam sebesar 2,86%. Aksi jual asing yang mencapai Rp 996,202 miliar menjadi pemicu utama kejatuhan IHSG sebesar 74 poin.

Sepanjang perdagangan hari ini, kubu penjual menguasai lantai perdagangan tanpa adanya perlawanan beli yang memadai guna menahan laju penurunan cepat IHSG. Seluruh saham-saham raksasa ambruk hanya menyisakan 13 saham kecil yang masih naik.

Pembukaan bursa-bursa regional Eropa yang langsung jatuh di atas 1-2% membuat sentimen bursa global semakin buruk. Indeks-indeks bursa regional Asia yang masih buka langsung mempercepat penurunan. Indeks Hang Seng jatuh lebih dari 3%, disusul indeks-indeks lainnya yang anjlok mendekati 3%.

Investor mulai mengkhawatirkan masalah utang sejumlah negara Eropa seperti Spanyol, Portugal dan Yunani. Sebab, negara-negara maju seperti AS dan negara-negara Eropa Barat yang memberi utang kepada 3 negara tersebut berpotensi terguncang jika benar-benar terjadi gagal bayar.

Aktivitas investor asing tampak didominasi aksi jual massal guna memperoleh dana segar sembari menunggu situasi dan proyeksi ekonomi terbaru. Transaksi beli asing tercatat sebesar Rp 785,798 miliar, sedangkan transaksi jual asing mencapai Rp 1,782 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 996,202 miliar.

Hampir semua saham berkapitalisasi besar mengalami koreksi. Indeks saham tambang jatuh paling dalam di atas 4% yang diikuti indeks sektor infrastruktur jatuh di atas 3 %, kemudian perkebunan, konsumsi, keuangan dan manufaktur yang jatuh rata-rata di atas 2%.

Pada perdagangan Jumat (5/2/2010), IHSG ditutup anjlok 74,244 poin (2,86%) ke level 2.518,976. Indeks LQ 45 juga anjlok 16,597 poin (3,28%) ke level 488,582.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.410 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.335 per dolar AS.

Bursa-bursa regional Asia ambruk seiring dengan pembukaan bursa-bursa Eropa yang didominasi koreksi di atas 1-2%.

Indeks Komposit Shanghai turun 55,91 poin (1,87%) ke level 2.939,40.
Indeks Hang Seng anjlok 676,56 poin (3,33%) ke level 19.665,08.
Indeks Nikkei-225 anjlok 298,89 poin (2,89%) ke level 10.057,09.
Indeks Straits Times turun 58,52 poin (2,13%) ke level 2.686,46.
Indeks Komposit Seoul anjlok 49,30 poin (3,05%) ke level 1.567,12.

Perdagangan berjalan ramai, transaksi di seluruh pasar sebanyak 87.250 kali dengan volume 5,556 miliar lembar saham senilai Rp 4,412 triliun. Sebanyak 13 saham naik, 193 saham turun dan 38 saham stagnan.

Saham-saham yang berada di jajaran top gainer antara lain : Matahari Dept Store (LPPF) naik Rp 275 ke Rp 2.900, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 20 ke Rp 560, Mitra Adi Perkasa (MAPI) naik Rp 20 ke Rp 720, Multipolar (MLPL) naik Rp 5 ke Rp 93, Gapura Prima (GPRA) naik Rp 2 ke Rp 140.

Sedangkan saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain : Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.950 ke Rp 30.100, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.450 ke Rp 11.000, Astra International (ASII) turun Rp 1.000 ke Rp 34.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 25.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 700 ke Rp 16.150, United Tractors (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 15.950, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 23.450, Telkom (TLKM) turun Rp 300 ke Rp 8.950.

(dro/qom)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s