1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

imbas global maseh mencengkeram kerah ihsg … 080210 8 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:20 pm

08/02/2010 – 16:07
Akhirnya IHSG Tetap Turun 43,4 Poin

(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan IHSG pada perdagangan Senin (8/2) ditutup masih tertekan yang turun 43,4 poin (1,72%) menjadi 2.475,57 karena masih tertekan oleh krisis di Eropa.

Menurut analis saham Ciptadana Securities, Syaiful Adrian, ancaman gagal bayar yang dialami Yunani, Portugal dan Spanyol menghawatirkan terjadinya krisis berikutnya. “Tekanan ini diperkirakan akan berlangsung dalam 2 pekan ke depan karena belum ada sentimen positif yang akan masuk. Indeks diperkirakan tidak akan mampu bertahan di atas 2.000,” katanya kepada INILAH.COM Senin (8/2).

Kondisi ini ternyata cukup kuat menekan bursa sehingga data yang positif di AS juga tidak dapat menggeser indek untuk berbalik arah. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi bursa regional. Apalagi sentimen dari China tentang pemangkasan leanding masih menjadi sentimen negatif.

Untuk volume perdagangan mencapai 4,3 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp4,16 triliun dengan 37 saham naik, 155 saham turun dan 60 saham stagnan. Indeks saham JII turun 8,6 poin ke level 403, namun indeks saham LQ45 turun 9,4 poin ke level 479. Untuk sektor yang tertekan paling banyak adalah sektor pertambangan 3,2 poin ke 2.136 dan sektor perkebunan turun 23 poin ke 1.794.

Adapun saham-saham yang naik adalah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) naik Rp150 ke Rp5.500, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp100 ke Rp12.950, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp50 ke Rp5.800, Bayan Resources (BYAN) naik Rp50 ke Rp5.700.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp1.150 ke Rp28.950, Gudang Garam (GGRM) turun Rp900 ke Rp24.100, Astra International (ASII) turun Rp650 ke Rp33.700, United Tractors (UNTR) turun Rp600 ke Rp15.350, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp600 ke Rp15.550, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp400 ke Rp10.800. [hid]

Senin, 08 Februari 2010 | 16:09

BURSA SAHAM

Bursa Eropa Hijau, IHSG Kembali Siuman di Sesi Akhir

JAKARTA. Menjelang penutupan sesi kedua, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali siuman. Sebelumnya, indeks sempat melemah hingga 2.433. Namun, IHSG kembali bangkit dan ditutup pada 2.475, atau melemah 1,72%. Perinciannya 32 saham menguat, 146 saham melemah, dan 56 saham tak mengalami perubahan harga.

Penguatan IHSG pada sesi akhir tak terlepas dari menguatnya sejumlah bursa Eropa pada awal perdagangan. Apalagi, indeks Dow Jones Futures mampu mencatatkan penguatan meskipun tipis.

Beberapa saham yang menguat; PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik 0,78% menjadi Rp 12.950, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 0,88% menjadi Rp 5.700, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) naik 1,69% menjadi Rp 600, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) naik 1,85% menjadi Rp 550, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 1,74% menjadi Rp 175.

Sebaliknya saham-saham yang tak mampu bertahan; PT Indo Tambangraya Megah Tbk (TMG) turun 3,82% menjadi Rp 28.950, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 3,6% menjadi Rp 24.100, PT Astra International Tbk (ASII) turun 1,89% menjadi Rp 33.700, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 3,57% menjadi Rp 10.800, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 2,04% menjadi Rp 2.400, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun 1,08% menjadi Rp 1.840.

Hendra Soeprajitno kontan
8/02/2010 – 08:14
Bayang-bayang Koreksi Indeks Tekan Rupiah
Natascha & Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Rupiah Senin (8/2) diprediksikan melanjutkan koreksi. Masih berlangsungnya tekanan capital outflow di pasar saham menjadi sentimen negatif yang menghantui rupiah.

Analis valas dari Valbury Asia Nico Omer Jonckheere mengatakan, rupiah masih memiliki potensi melemah karena berlanjutnya capital outflow di pasar saham. “Pekan ini, tekanan jual rupiah sangat tinggi. Akibatnya bergerak pada kisaran 9.350-9.500 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, kemarin.

Menurutnya, arus dana keluar yang masih akan terjadi di bursa domestik, juga dialami sejumlah bursa lainnya. Hal ini dipicu memburuknya situasi kredit di Eropa, yang berpotensi pada default.

Meningkatnya peralihan kredit gagal (credit default swap/CDS), memang membuat situasi Eropa tertekan. Sebab, negara-negara yang mengalami masalah itu harus membayar premi asuransi obligasi pemerintah yang makin meningkat. “Ini merupakan tanda naiknya risiko deflasi. Euro tertekan dan mendukung tren penguatan dolar AS,” lanjutnya.

Nico menilai, sebenarnya fundamental perekonomian AS biasa saja, dengan variasi dari rilisnya sejumlah data perekonomian AS. Namun, dalam situasi Eropa yang lebih buruk, tak ada pilihan bagi investor. “Mereka memilih keluar dari emerging market dan kembali lagi ke safe haven,” paparnya.

Sedangkan di Asia sendiri, imbuh Nico, tidak terjadi decoupling karena semua terimbas aliran dana keluar. Namun, yield yang tinggi di Indonesia menyebabkan sebagian dana tertahan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN). Adanya dana yang tertahan ini membuat pergerakan rupiah terbatas. “Rupiah masih bisa bergerak karena masih berimbal hasil tinggi dan suku bunga yang masih dipertahankan,” pungkasnya.

Di sisi lain, pengamat pasar uang, David Sumual memperkirakan pergerakan rupiah awal pekan ini stabil cenderung melemah. Hal ini seiring aksi profit taking asing di pasar saham. “Rupiah akan bergerak dalam kisaran 9.390-9.450,” katanya kepada INILAH.COM, ketika dihubungi terpisah.

Menurutnya, akhir pekan lalu asing sudah merealisasikan keuntungan hingga Rp600 miliar dalam sehari. Mereka keluar dari saham-saham perbankan dan pertambangan seiring penurunan harga minyak mentah dunia ke US$ 72 per barel . “Pasar masih memanfaatkan momentum harga komoditas dan sentimen negatif dari Eropa,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, melihat pelemahan rupiah yang tidak terlalu tajam akhir pekan lalu, David memperkirakan hari ini belum akan terjadi arus capital outflow yang deras. Pelaku pasar lebih bersikap wait and see dan belum beralih ke instrumen investasi lain seperti obligasi. “Mereka masih hati-hati dengan memegang cash, belum pindah portofolio lain apalagi ke luar negeri” paparnya.

Ia menilai, investor asing saat ini masih dalam tahapan rekonsolidasi di dalam negeri. Sebab, pasar menyisakan kekhawatiran adanya big fund atau big player yang secara tiba-tiba memindahkan portofolionya ke luar negeri, berlanjut pada capital outflow. “Ini akan diikuti investor lain sehingga rupiah berpeluang tertekan,” imbuhnya.

Hal itu akan terjadi jika ada berita eksternal yang signifikan maknanya bagi pasar. “Namun untuk saat ini, tampaknya masih undercontrol. Trennya untuk kuartal pertama ini, rupiah masih bagus,” pungkasnya.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (5/2) ditutup melemah 90 poin (0,966%) terhadap dolar AS menjadi 9.405/9.410. [vin/ast/mdr]
IHSG Lagi-Lagi Ditutup Anjlok
Senin, 8 Februari 2010 – 16:06 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun tajam 43 poin dan melemah paling dalam se-Asia Pasifik. Pergerakan bursa di kawasan Asia Pasifik serta saham-saham unggulan yang melemah, memberikan imbas negatif pada penutupan indeks kali ini.

Sektor pertambangan terpantau masih memimpin pelemahan sebesar 32,459 poin. Begitu juga pergerakan seluruh sektor yang seluruhnya melemah, seperti sektor perbankan turun tipis 3,89 poin, sektor perkebunan melemah 23,339 poin, sektor infrastruktur anjlok 15,72 persen, dan sektor konsumer turun 18,65 poin.

Pada penutupan perdagangan Senin (8/2/2010) sore, IHSG turun tajam 43,404 poin atau setara 1,72 persen menjadi 2.475,572. Sementara itu, indeks LQ45 juga melemah 9,417 poin ke posisi 479,165 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) terpangkas 8,633 ke posisi 403,694.

Sore ini tercatat nilai transaksi ditutup sebanyak Rp4,530 triliun dengan volume sebanyak 4,671 miliar lembar saham, dan total transaksi sebanyak 83.760. Sebanyak 37 saham mengalami kenaikan, 155 saham melemah, dan 60 saham terpantau stagnan.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain saham dari PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN) naik Rp150 menjadi Rp5.500, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang naik sebesar Rp100 menjadi Rp12.950, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp50 ke posisi Rp5.800, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp50 ke level Rp5.700, dan PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) naik Rp25 menjadi Rp3.500.

Sementara saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp1.150 menjadi Rp28.950, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp900 menjadi Rp24.100, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp650 menjadi Rp33.700, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp600 menjadi Rp15.350.
(css)
Asing net sell Rp1,39 triliun, indeks jatuh
Senin, 08/02/2010 16:33:54 WIBOleh: Ratna Ariyanti & Wisnu Wijaya
JAKARTA (bisnis.com): Pemodal asing mulai Jumat pekan lalu terus membukukan aksi jual bersih saham (net sell). Pada penutupan sore hari ini, investor asing tercatat membukukan net sell Rp1,39 triliun, lebih besar dibandingkan dengan penutupan Jumat pekan lalu di posisi Rp996,23 miliar.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, pemodal asing membukukan aksi beli saham Rp830,63 miliar, sedangkan nilai jualnya mencapai Rp2,22 triliun.

Bertolak belakang dengan investor asing, pemodal domestik justru mencetak aksi beli saham Rp3,65 triliun, sedangkan aktivitas jual saham mencapai Rp2,26 triliun.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kemarin ditutup turun 1,72% atau 43,40 poin ke level 2.475,57.

Sebanyak 32 saham tercatat naik, 144 saham turun, dan 220 saham masih belum beranjak dari posisi penutupan sebelumnya.

IHSG Bursa Efek Indonesia pada pukul 09.31 pagi tadi dibuka melemah 0,95% ke level 2.495,05. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat menyumbang penurunan IHSG sebesar 2,68 poin, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menekan 2,61 poin indeks, dan saham PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 1,83 poin penurunan indeks.

Penurunan indeks sore hari ini dimotori oleh saham Telkom sebesar 6,52 poin, Unilever Indonesia 3,95 poin, Astra International 3,40 poin, Bank Mandiri 2,68 poin , United Tractors 2,58 poin. Sementara itu penurunan indeks tertahan oleh kenaikan beberapa saham, antara lain Indocement Tunggal Prakasa 0,48 poin, International Nickel Indonesia 0,32 poin, Bank Niaga 0,31 poin dan Bayan Resources 0,22 poin.

Indeks Nikkei-225 ditutup melemah 1,05% ke posisi 9.951,82, indeks saham Hang Seng menurun 0,58% ke level 19.550,89, sedangkan Straits Times ditutup naik 0,37% ke posisi 2.693,62.

Indeks saham bursa Malaysia melemah 1,02% ke level 1.235,22, sedangkan Topix Tokyo dan indeks saham Kospi ditutup menurun 0,98% ke posisi 883,01 dan 0,91% ke level 1.552,79.

Senin, 08/02/2010 16:13 WIB
IHSG Turun Paling Tajam di Asia
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus merosot meski sebagian bursa Asia dan Eropa sudah rebound. IHSG kompak dengan Nikkei-225 yang hari ini terpuruk ke titik terendahnya dalam 2 bulan terakhir.

Penurunan IHSG terutama dipicu oleh rontoknya saham Telkom hingga Rp 250 (2,79%) ke level 8.700. Saham Telkom turun setelah Kementerian BUMN mengumumkan laba bersih BUMN ini turun menjadi Rp 9,3 triliun di 2009 dari sebelumnya Rp 10,619 triliun.

Pada perdagangan Senin (8/2/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 43,404 poin (1,72%) ke level 2.475,572. Indeks LQ 45 juga melemah 9,417 poin (1,93%) ke level 479,165.

Posisi IHSG ini berarti terendah sejak 23 Desember 2009 ketika IHSG ditutup berada di level 2.474. IHSG hari ini sempat menyentuh titik terendahnya di 2.431,838.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis ke level 9.390 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.410 per dolar AS. Rupiah sempat melemah jauh ke 9.430 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia cukup beragam, sebagian bahkan sudah mengalami rebound. Hanya Indeks Nikkei-225 yang mengalami kejatuhan paling parah hingga di bawah level 10.000 ke titik terendahnya dalam 2 bulan terakhir.

  • Indeks Nikkei-225 ditutup turun 105,27 poin (1,05%) ke level 9.951,82.
  • Indeks Hang Seng melemah 114,19 poin (0,58%) ke level 19.550,89.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 8,28 poin (0,31%) ke level 2.691,84.
  • Indeks Seoul turun 14,33 poin (0,91%) ke level 1.552,79.
  • Indeks Shanghai melemah 4,23 poin (0,14%) ke level 2.935,17.

Namun bursa-bursa Eropa sudah mengalami rebound pada awal perdagangan. Indeks FTSE 100 dibuka naik 0,87%, DAX 30 naik 0,9%, CAC 40 naik 1,11%.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 83.760 kali pada volume 4.671 juta lembar saham senilai Rp 4,53 triliun. Sebanyak 32 saham naik, 146 saham turun dan 56 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 600 menjadi Rp 15.350, PTBA turun Rp 600 menjadi Rp 15.550, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.325, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 125 menjadi Rp 4.375.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Indocement (INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 12.950, International Nickel (INCO) naik Rp 25 menjadi Rp 3.500, BTN (BBTN) naik Rp 10 menjadi Rp 1.060.
(qom/qom)

Sentimen Negatif Pemicu Rontoknya Saham

Senin, 08 Februari 2010 | 18:28 WIB

TEMPO InteraktifJakarta – Terkoreksinya indeks harga saham gabungan lebih dari 40 poin atau 1,72 persen pada penutupan perdagangan hari ini masih disebabkan oleh sentimen negatif para pelaku pasar terhadap jebloknya perdagangan pekan lalu.

“Minggu ini masih terpengaruh, masih ada sentimen,” ujar Anton Gunawan, kepala ekonom Bank Danamon kepadaTempo, Senin (8/2). Namun ia melihat, sentimen negatif seperti itu merupakan hal yang biasa dalam perdagangan saham. Koreksi-koreksi seperti ini masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, analis BNI Securities, Akhmad Nurcahyadi, menilai arus dana masih mencari tempat yang aman (safe haven) sehingga pemulihan di pasar saham masih belum stabil. Namun ia memprediksi, dalam waktu yang lebih singkat dari tiga bulan, keadaan akan kembali membaik.

Akibat akumulasi sentimen negatif dari faktor global dan domestik membuat indeks harga saham lokal sempat anjlok lebih dari 87 poin. Namun, bursa Eropa yang dibuka membaik sore ini membuat indeks mampu berbalik arah naik, sehingga indeks tidak jatuh terlalu dalam.

Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini hanya turun 43,404 poin atau 1,72 persen ke level 2.475,572 dari posisi akhir pekan lalu di 2.518,976. Investor asing kembali mencatat penjualan bersih yang cukup besar senilai Rp 1,39 triliun.

ARIE FIRDAUS

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s