1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

110210 mari bermaen2 saham dah … 11 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:51 am

Sesi II Tutup
IHSG Balik Arah, Terangkat 24,3 Poin
IHSG sempat menyentuh level tertinggi 2.508,26 dan terendah 2.468,85.
KAMIS, 11 FEBRUARI 2010, 16:12 WIB
Arinto Tri Wibowo

Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
IHSG dan Rupiah Tak Sejalan
IHSG & Rupiah Rebound
IHSG Masih Mengacu Sentimen Eksternal
Sentimen Eksternal Negatif, IHSG Terpuruk
IHSG dan Rupiah Kompak Melemah
Web Tools

VIVAnews – Meski relatif berfluktuasi, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mampu menguat pada penutupan transaksi Kamis 11 Februari 2010.

Sentimen kenaikan mayoritas indeks bursa Asia dan respons pelaku pasar terhadap sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,5 persen selama 2009, mendorong aksi beli selektif di pasar.

IHSG akhirnya menguat 24,31 poin (0,97 persen) ke level 2.507,75. Volume transaksi mencapai 12,57 juta lot senilai Rp 2,98 triliun dengan frekuensi 89.909 kali.

Sebanyak 84 saham menguat, 111 melemah, dan 71 saham lainnya stagnan. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 2.508,26 dan terendah 2.468,85.

Pemodal asing membukukan pembelian saham senilai Rp 546,95 miliar dengan penjualan Rp 430,99 miliar. Berdasarkan data tersebut, posisi investor asing di pasar reguler adalah net buying Rp 116 miliar.

Tim riset PT CIMB Securities Indonesia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,5 persen sepanjang 2009 mampu menambah daya tarik investor asing.

Kondisi itu berbeda dibanding sepekan terakhir yang memicu aksi lepas saham oleh sejumlah investor asing tersebut.

“IHSG menguat dan mengarah ke resistance 2.510,” kata tim riset itu.

Sementara itu, analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra dalam ulasannya juga mengatakan, sentimen positif kenaikan harga berbagai jenis logam serta penguatan sebagian besar bursa regional mampu menambah aksi beli di pasar saham domestik.

Saham-saham yang mengontribusi kenaikan IHSG di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat Rp 750 (3,26 persen) ke posisi Rp 23.700, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp 750 (2,58 persen) menjadi Rp 29.750, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) terangkat Rp 200 (2,33 persen) ke level Rp 8.750.

Di bursa regional Asia, indeks Hang Seng bergerak ke level 20.290,69 atau terangkat 368,47 poin (1,85 persen), Straits Times naik 15,56 poin (0,57 persen) menjadi 2.750,05, dan Seoul Composite menguat 27,69 poin (1,76 persen) ke posisi 1.597,81.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
11/02/2010 – 16:12
Tertolong Regional, IHSG Ditutup Naik 24,31 Poin

(Inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa regional yang naik lebih dari 1% membuat IHSG pada perdagangan Kamis (10/2) ditutup naik 24.31 poin (0,98%) menjadi 2.507,75 sehingga investor berubah acuan ke eksternal.

Hal itu dikatakan analis saham Bhakti Securities, Reza Nugraha katanya kepada INILAH.COM, Kamis (11/2). “Pada sesi II bursa regional naik lebih dari 1% sehingga investor menggalihkan persepsinya untuk mengarahke area positif,” katanya.

Dengan dukungan eksternal itu, investor asing mulai melakukan aksi beli sehingga mengalami nett buy. Hal ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya cenderung nett sell.”Kondisi inilah yang ditunggu investor lokal untuk masuk karena mereka menunggu investor asing masuk ke saham lagi. Apalagi harganya saat ini sudah cukup murah,” katanya.

Untuk volume perdagangan mencapai 5,9 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp2,7 triliun yang diwarnai 84 saham menguat, 111 saham turun dan 71 saham stagnan. Untuk indeks saham JII naik 5,7 poin ke level 409, indeks saham LQ45naik 6,2 poin ke level 487. Untuk sektor pertambangan naik 29 poin ke 2.124 dan sektor perkebunan naik 30 poin ke 1812.

Adapun saham-saham yang naik adalah Delta Djakarta(DLTA) naik Rp2.000 ke Rp72.000, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp750 ke 29.750, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp750 ke Rp23.700, Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp500 ke Rp6.000, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp400 ke Rp11.250, PP London Sumatera (LSIP) naik Rp300 ke Rp8.650, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp200 ke Rp8.705, Tambang batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp150 ke Rp15.550.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Matahari Departement Store (LPPF) turun Rp375 ke Rp2.625, Gudang Garam (GGRM) turun Rp300 ke Rp23.950, Bayan Resources (BYAN) turun Rp200 ke Rp5.550, Inti Agri Resources (IIKP) turun Rp150 ke Rp460, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp150 ke Rp6.050, Goodyear Indonesia ((GDYR) turun Rp100 ke Rp12.500, Bisi International (BISI) turun Rp80 ke Rp1.400. [hid]
Kamis, 11/02/2010 16:06 WIB
IHSG Tembus 2.500
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup perdagangan di teritori positif sebesar 24 poin mengikuti indeks-indeks regional Asia yang sudah lebih dulu berada di zona hijau. IHSG sukses kembali menembus level 2.500.

Pembukaan IHSG berada di level 2.483,639 dan langsung menguat ke level 2.501,345. Tak lama, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah ke zona negatif hingga sempat jatuh ke level 2.468,854.

Namun seiring dengan adanya aksi beli cukup besar pada saham-saham berkapitalisasi besar, IHSG pun terangkat kembali ke zona positif. Indeks saham tambang dan perkebunan memimpin kenaikan IHSG hari ini, yang diikuti oleh indeks saham sektor infrastruktur dan konsumsi.

Pergerakan IHSG hari ini sangat fluktuatif dengan pola grafik membentuk dua titik puncak. Selama beberapa hari terakhir, IHSG memang cenderung bergerak stagnan dan membentuk pola grafik sideways.

Garis SMA5 (simple moving average 5 harian) telah memotong garis SMA20 dan SMA60 sejak beberapa hari yang lalu yang berarti harga-harga saham sudah tergolong undervalue. Namun tampaknya, IHSG belum mampu terangkat lebih tinggi lantaran penurunan volume transaksi sejak akhir pekan lalu.

Pada perdagangan hari ini, volume transaksi cukup tinggi seiring dengan perlawanan beli yang berhasil mendorong IHSG kembali menembus level 2.500. Peningkatan volume ini bisa menjadi sinyal tren kenaikan, jika tidak dipukul dengan tekanan jual pada perdagangan besok.

Pada perdagangan Kamis (11/2/2010), IHSG ditutup naik 24,313 poin (0,97%) ke level 2.507,751. Indeks LQ 45 naik 6,258 poin (1,29%) ke level 487,652.

Sementara nilai tukar rupiah justru melemah tipis ke level 9.375 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.360 per dolar AS.

Sementara bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami kenaikan.
Indeks Shanghai naik 3 poin (0,1%) ke level 2.985,50.
Indeks Hang Seng naik 368,47 poin (1,85%) ke level 20.290,69.
Indeks Nikkei-225 naik 31,09 poin (0,31%) ke level 9.963,99.
Indeks Straits Times naik 15,55 poin (0,57%) ke level 2.749,94.
Indeks Seoul naik 27,69 poin (1,76%) ke level 1.597,81.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 89.909 kali pada volume 6,286 miliar lembar saham senilai Rp 2,988 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 111 saham turun dan 71 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat harganya antara lain : Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 72.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 750 ke Rp 23.700, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 29.750, Kentucky Fried Chicken (FAST) naik Rp 500 ke Rp 6.000, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 11.250, Lonsum (LSIP) naik Rp 300 ke Rp 8.650, Telkom (TLKM) naik Rp 200 ke Rp 8.750, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 ke Rp 15.550.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain : Matahari Dept Store (LPPF) turun Rp 375 ke Rp 2.625, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 23.950, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 200 ke Rp 5.500, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 150 ke Rp 6.050, Goodyear (GDYR) turun Rp 100 ke Rp 12.500.
(dro/qom)
Kamis, 11/02/2010 07:31 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Masih Terus Fluktuatif
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup melemah di tengah reaksi yang beragam dari bursa-bursa Asia lainnya. IHSG harus berakhir negatif meski sempat positif di awal perdagangan.

Pada perdagangan Rabu (10/2/2010), IHSG ditutup melemah hingga 12,737 poin (0,51%) ke level 2.476,748. Indeks LQ 45 juga melemah 2,852 poin (0,59%) ke level 479,862.

Transaksi perdagangan yang fluktuatif dan sunyi tampaknya akan kembali menyapa perdagangan saham pada Kamis (11/2/2010) ini. Namun hadirnya emiten baru PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) diharapkan mampu membawa angin positif di lantai bursa.

Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis dalam volume perdagangan yang sangat tipis akibat badai salju. Pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke direspons negatif dan menghapuskan sentimen positif yang datang dari masalah utang Yunani yang tampaknya akan segera dituntaskan.

Pada perdagangan Rabu (10/2/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 20,26 poin (0,20%) ke level 10.038,38. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah tipis 2,39 poin (0,22%) ke level 1.068,13 dan Nasdaq melemah 2 poin (0,14%) ke level 2.147,87.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG bergerak mix dan ditutup melemah 6 poin pada perdagangan hari Rabu (10/2/2010) kemarin. Penurunan indeks ini tetap memperlihatkan adanya ruang penguatan. Berita kepastian mengenai bantuan dana untuk negara-negara Uni Eropa masih akan menjadi sentimen positif bagi investor asing yang saat ini masih mencatat net buy 70 Miliar. Untuk perdagangan hari ini kami merekemondasikan saham-saham seperti BDMN, UNTR, INTP dan BBNI dengan range perdagangan untuk IHSG di kisaran 2.454 – 2.524.

Panin Sekuritas:

Investor terlihat masih ragu memanfaatkan momentum reboundnya bursa regional serta pengumuman data PDB tahun 2009. Bursa Eropa terlihat juga mengalami rebound besar pada pembukaan perdagangan kemarin. Kembali memanasnya kondisi politik dalam negeri, membuat kenaikan IHSG tertahan. Sementara hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.460-2.505. Saham pilihan : UNTR, INKP, BDMN, BMRI.

(qom/qom)
SBY: Tolong Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Kondisi ekonomi yang baik agar didukung dengan stabilitas politik dan keamanan.
KAMIS, 11 FEBRUARI 2010, 17:10 WIB
Heri Susanto, Nur Farida Ahniar

SBY-Boediono memimpin Rapat Kabinet Indonesia Bersatu II (Antara/ Widodo S Jusuf)
BERITA TERKAIT
SBY: Ekonomi Tumbuh 4,5% Bukan dari Langit
Konsumen Indonesia Paling Percaya Diri
SBY Sumringah, Ekonomi RI Tumbuh Mengejutkan
Komunikasi Masih Jagoan Pertumbuhan Ekonomi
BPS: Pembangunan Ekonomi RI Tak Merata
Web Tools

VIVAnews- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar kondisi ekonomi yang baik tak kehilangan momentumnya. Kondisi ekonomi yang baik agar didukung dengan stabilitas politik dan keamanan.

“Tolong disadari kalau saya menggaris bawahi pentingnya menjaga iklim dalam negeri kita, saya tak ingin momentum yang ada di tangan kita, peluang kita miliki berbuat 5 tahun mendatang tak digunakan dengan baik,” katanya sebelum membuka rapat kabinet terbatas bidang Polhukam di kantor kepresidenan.

Yudhoyono memberikan penjelasan terhadap capaian kinerja perekonomian dimana pertumbuhan ekonomi 2009 mencapai 4,5 persen. Selain itu dana stimulus fiskal sebesar Rp 76 triliun dengan serapan 90 persen menyumbang 0,5 persen dari pertumbuhan ekonomi tahun lalu.

Selain itu inflasi juga mencapai 2,8 persen atau hanya 3 tahun dari 30 tahun inflasi mencapai di bawah 3 persen. Cadangan devisa juga merupakan tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 66,5 miliar.

Menurutnya Indonesia termasuk lulus ujian dalam rangkaian krisis 2 tahun berturut turut, mulai dari krisis pangan, energi, dan resesi global. Hal ini juga menjadi modal untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2014. Pertumbuhan ekonomi tersebut bisa dicapai jika iklim investasi kondusif, pembangunan infrastrukutur di seluruh Indonesia berhasil, dan stabilitas dalam negeri bisa dijaga.

Untuk itu, lanjut dia, stabilitas politik, sosial, keamanan dalam negeri harus dijaga, termasuk langkah penegakan hukum harus ditegakkan. Pemerintah harus memberikan kebijakan kondusif dunia usaha termasuk pusat dan sinergi.

“Iklim ini merupakan pra-syarat, pre kondisi yang harus kita jaga setiap saat termasuk kondisi ekonomi agar sektor riil terus bergerak,” katanya.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Menkopolkam
Djoko Suyanto, Menhukham Patrialis Akbar, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Jaksa Agung Hendarman Supanji, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Mensesneg Sudi Silalahi.

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s