1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

hantu jadul WILAYAH BARU @ihsg … 120210 12 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:38 am

Jumat, 12/02/2010 16:07 WIB
IHSG Melejit Hingga 1%
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses bertahan di atas level 2.500 pada perdagangan hari ini setelah sempat hampir jatuh ke level 2.400 pada awal perdagangan. Penguatan saham sektor pertambangan menjadi pendorong utama kenaikan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG sempat menguat tipis. Namun tak lama kemudian jatuh ke zona negatif lantaran tipisnya volume transaksi awal perdagangan hari ini. IHSG sempat menyentuh level 2.501,985.

Namun akhirnya IHSG berhasil berbalik arah seiring dengan perburuan saham-saham sektor pertambangan yang dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Masuknya investor membeli saham BUMI memicu transaksi menjadi sangat aktif.

Indeks saham tambang melesat 44,1 poin (2,07%) ke level 2.168,934. Indeks saham perkebunan naik sebesar 17,702 poin (0,97%) ke level 1.830,329.

Investor asing juga tampak sudah mencatat pembelian bersih (foreign net buy). Transaksi jual asing sebesar Rp 722,045 miliar, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 938,171 miliar. Net buy asing sebesar Rp 216,126 miliar.

Pada perdagangan Jumat (12/2/2010), IHSG ditutup menguat 26,386 poin (1,05%) ke level 2.534,137. Indeks LQ 45 menguat 5,647 poin (1,15%) ke level 493,299.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level 9.335 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.375 per dolar AS.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan diikuti dengan pembukaan bursa-bursa Eropa yang juga didominasi penguatan.
Indeks Shanghai naik 32,63 poin (1,09%) ke level 3.018,13.
Indeks Hang Seng turun 22 poin (0,11%) ke level 20.268,69.
Indeks Nikkei-225 naik 128,20 poin (1,29%) ke level 10.092,19.
Indeks Straits Times naik 3,51 poin (0,13%) ke level 2.757,14.
Indeks Seoul turun 4,15 poin (0,26%) ke level 1.593,66.
Indeks Taiwan naik 80,80 poin (1,1%) ke level 7.441,84.

Perdagangan berjalan ramai dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 82.238 kali pada volume 4,279 miliar lembar saham senilai Rp 3,068 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 44 saham turun dan 67 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 30.850, Astra International (ASII) naik Rp 1.000 ke Rp 35.300, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 15.800, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 200 ke Rp 5.700, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 100 ke Rp 2.700, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 50 ke Rp 2.275.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 100 ke Rp 7.600, Ace Hardware (ACES) turun Rp 110 ke Rp 1.340, Lonsum (LSIP) turun Rp 50 ke Rp 8.600, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 50 ke Rp 7.800, Telkom (TLKM) turun Rp 50 ke Rp 8.700.

(dro/qom)

Sesi II Tutup
Akhir Pekan, IHSG-Rupiah Sejalan
Indeks di BEI terangkat ke level 2.534,14. Sedangkan rupiah menguat di posisi 9.342/US$.
JUM’AT, 12 FEBRUARI 2010, 16:21 WIB
Antique

(VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
IHSG Balik Arah, Terangkat 24,3 Poin
IHSG dan Rupiah Tak Sejalan
IHSG & Rupiah Rebound
IHSG Masih Mengacu Sentimen Eksternal
Sentimen Eksternal Negatif, IHSG Terpuruk
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berhasil menutup akhir pekan ini dengan pergerakan positif.

Menurut Maxi Liesyaputra, analis PT BNI Securities, pergerakan Dow Jones yang mencatat penguatan 106 poin, didorong pernyataan Uni Eropa yang akan membantu stabilisasi keuangan Yunani yang sedang kesulitan masih menjadi sentimen positif ke bursa regional. “Termasuk IHSG,” kata dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 12 Februari 2010.

Dia menambahkan, harga berbagai jenis logam di London Metal Exchange (LME) yang mencatat penguatan, terutama nikel dan timah yang harganya naik signifikan, serta pergerakan bursa regional Asia Pasifik yang juga menunjukkan penguatan turut memberikan angin segar ke bursa domestik.

“Kurs rupiah pun terus menunjukkan peningkatan, di mana pagi ini tadi berada di posisi 9.355 per US$,” tutur Maxi.

IHSG pada penutupan transaksi akhir pekan ini, terangkat ke level 2.534,14 atau menguat 26,39 poin (1,05 persen). Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang menguat 13,50 poin atau 0,93 persen di posisi 2.531,25.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,07 triliun dan volume tercatat 8,56 juta lot, dengan frekuensi 82.238 kali. Sebanyak 142 saham menguat, 44 melemah, 67 ditutup stagnan, serta 236 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 757,03 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 540,54 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup, sebagian besar juga bergerak positif seperti indeks Nikkei 225 naik 128,20 (1,29 persen) ke level 10.092,19 dan Straits Times terangkat 5,27 persen atau 0,19 persen di posisi 2.758,90.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham pengontribusi IHSG terbesar di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp 1.100 atau 3,69 persen ke level Rp 30.850, PT Astra International Tbk (ASII) menguat Rp 1.000 (2,91 persen) menjadi Rp 35.300, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terangkat Rp 300 atau 1,26 persen di posisi 24.000.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.342 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.367/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.371 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis, 11 Februari 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.355-9.360/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Sesi I Tutup
IHSG Kembali Bertahan Positif
Bursa Asia saat IHSG tutup, juga bergerak positif seperti indeks Hang Seng dan Nikkei.
JUM’AT, 12 FEBRUARI 2010, 11:41 WIB
Antique
)
BERITA TERKAIT
IHSG Fluktuatif, Melemah 5 Poin
Penguatan IHSG Tak Bertahan Lama
IHSG Masih Tergerus Sentimen Eksternal
Sesi II, IHSG Masih Dilanda Tekanan
3 Hari IHSG Susut 146 Poin
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia bermain lagi di kisaran positif. Sebab, dalam perjalanannya menuju akhir transaksi sesi pertama ini sempat bergerak melemah.

Menurut PT Reliance Securities Tbk dalam risetnya yang diterima VIVAnews hari ini, IHSG tetap naik, seiring meningkatnya harga minyak dan positifnya laporan laba perbankan Indonesia.

Sekuritas tersebut memperkirakan, saham perbankan berkapitalisasi pasar cukup besar akan menopang IHSG, terutama jika investor masih merespon positif kenaikan laba perbankan Indonesia sebesar 47 persen.

Namun, Reliance mengakui, investor sepertinya tetap mewaspadai rencana exit strategy yang diusulkan Bernanke, karena diprediksi bisa memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.

Indeks akhir sesi I Jumat, 12 Februari 2010, terangkat 13,50 poin atau 0,93 persen ke level 2.531,25, dari awal transaksi pagi tadi yang menguat 3,13 poin (0,12 persen) di posisi 2.510,88.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,64 triliun dan volume tercatat 5,18 juta lot, dengan frekuensi 44.526 kali. Sebanyak 112 saham menguat, 31 melemah, 61 stagnan, serta 285 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham unggulan yang mengontribusi penguata IHSG antara lain, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp 950 (3,19 persen) di posisi Rp 30.700, PT Astra International Tbk (ASII) terangkat Rp 550 atau 1,60 persen menjadi Rp 34.850, dan PT PP Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp 450 (1,87 persen) ke level Rp 24.400.

Bursa Asia saat IHSG tutup, juga bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 74,47 poin (0,37 persen) di posisi 19.3653,16, Nikkei 225 naik 92,94 atau 0,93 persen menjadi 10.056,93, dan Straits Times menguat 6,73 poin atau 0,24 persen ke level 2.760,36.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 11.30 WIB, berada di posisi 9.367 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.360/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
12/02/2010 – 06:44
Prediksi Bursa Saham
Krisis Global Kedua Hantui IHSG
Natascha & Vina Ramitha

(Inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (12/2) diperkirakan masih tertekan karena antisipasi pasar terhadap krisis ekonomi lanjutan. Buy on weakness saham ADRO, ASII, TLKM, BBRI, BMRI, dan BDMN.

Michael Handisurya dari Valbury Securities mengatakan, pasar hari ini diprediksikan masih tertekan. Penyelesaian kasus Bank Century yang dikhawatirkan berujung pada reshuffle kabinet serta kasus pajak kelompok Bakrie, masih akan menjadi sentimen negatif. “Sementara sejumlah faktor eksternal juga masih menekan IHSG,” ujarnya ketika berbincang dengan INILAH.COM, Kamis (11/2) petang.

Menurutnya, faktor eksternal yang mempengaruhi bursa adalah aliran hot money yang belum masuk kembali ke bursa. Selain itu, pasar pun melihat situasi Eropa sebagai indikasi awal 2008, ketika krisis global mulai melanda. Hal ini ditambah berhembusnya kabar bahwa sejumlah emiten akan mengurangi dividen karena khawatir akan mengalami kesulitan likuiditas di pertengahan tahun.

Indikasi antisipasi krisis juga terlihat pada emiten-emiten yang melakukan right issue untuk menambah dana. Kecemasan munculnya krisis, menyebabkan pasar saat ini banyak yang melakukan aksi wait and see. “Meski skala krisis diprediksikan lebih kecil, hal ini membuat sentimen eksternal masih buruk,” imbuhnya.

Mengingat perubahan faktor eksternal dari negatif ke positif yang masih lama, akhirnya pasar pun mengandalkan faktor dalam negeri yang diharapkan bisa menjadi katalis baru. “Salah satunya laporan keuangan 2009 beberapa emiten,” ujarnya.

Michael merekomendasikan beberapa saham unggulan, seperti PT Astra Internasional (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Selain itu juga saham pertambangan, seperti PT Adaro Energy (ADRO) yang berpeluang rebound karena harganya sudah sangat turun. “Investor bisa trading untuk emiten-emiten ini,” katanya.

Sedangkan saham perbankan yang akan mengeluarkan laporan keuangan pekan depan dan memiliki peluang kenaikan juga menjadi pilihan. Seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Danamon (BDMN). “Semua kami rekomendasikan untuk buy on weakness,” pungkasnya.

Pada perdagangan Kamis (11/2), IHSG ditutup naik 24,313 poin (0,97%) ke level 2.507,751. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 6,286 miliar lembar saham, senilai Rp 2,988 triliun dan frekuensi 89.909 kali. Sebanyak 84 saham naik, 111 saham turun dan 71 saham stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Delta Djakarta (DLTA) naik Rp2.000 menjadi Rp72.000, PT Astra Agro (AALI) menguat Rp750 ke Rp23.700, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp750 ke Rp29.750, PT Fast Food Indonesia (FAST) terangkat Rp500 ke Rp6.000, dan PT Unilever (UNVR) melambung Rp400 ke Rp11.250, PT London Sumatra (LSIP) naik Rp300 ke Rp8.650, PT Telkom(TLKM) menguat Rp200 ke Rp8.750, dan PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp150 ke Rp15.550.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Matahari Dept Store (LPPF) turun Rp375 ke Rp2.625, PT Gudang Garam (GGRM) melemah Rp300 ke Rp23.950, PT Bayan Resources (BYAN) anjlok Rp200 ke Rp5.500, PT Astra Otoparts (AUTO) terkoreksi Rp150 ke Rp6.050, dan PT Goodyear (GDYR) turun Rp100 ke Rp12.500. [ast/mdr]
PREDIKSI
Rebound IHSG tertahan

JAKARTA: Kenaikan bursa saham kemarin dinilai akan sedikit tertahan pada perdagangan hari ini, menyusul belum pulihnya selera investasi pemodal yang terlihat dari nilai transaksi yang rendah.
Indeks hargas saham gabungan (IHSG) berpotensi tertekan kembali di bawah level psikologis 2.500, meski peluang penguatan masih terbuka.

Analis PT Kresna Securities Adityawarman menilai secara teknis indikator pergerakan indeks ke level positif masih lemah, mengingat volume perdagangan yang tipis, atau sebesar 6,29 miliar saham senilai Rp2,99 triliun.

“Posisi indeks yang berada di titik topang bollinger band dan rata-rata pergerakan konvergensi dan divergensi [MACD] masih terus turun akan menjadi penahan penguatan lebih lanjut,” paparnya, kemarin.

Pada perdagangan Rabu, jelasnya, indikator teknikal tersebut berada di level -15,8 dan kemarin masih menurun ke posisi -17,7. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran titik topang 2.456 menuju titik resistan 2.534.

Kemarin, IHSG naik 0,97% (24,31 poin) ke level 2.507,75. Indeks BISNIS-27 menguat signifikan sebesar 1,38% ke level 230,73. Penguatan itu ditopang saham sektor pertambangan dan energi serta saham perbankan dan infrastruktur.

Faktor harga saham yang cukup murah oleh tren koreksi indeks dalam 2 pekan terakhir mendorong investor mengakumulasi saham secara selektif (selective buying).

Sentimen negatif yang sempat menjadi penyebab koreksi bursa dalam beberapa hari terakhir diasumsikan terealisasi dengan koreksi ke level 227,6 pada Rabu (10/2). Sentimen tersebut terutama berasal dari krisis surat utang negara zona euro yaitu Yunani, Spanyol, dan Portugal yang mengakibatkan naiknya permintaan dolar AS.

Minyak terendah

Bisnis mencatat kenaikan dolar AS berujung pada pelemahan harga minyak dunia ke level US$71 per barel, yang merupakan posisi terendah tahun ini. Kemarin, harga energi dunia ini menyentuh level US$74 per barel diikuti kenaikan berbagai harga komoditas logam di pasar dunia.

Indeks regional Asia Pasifik juga mengalami pergerakan positif. Indeks Hang Seng naik 1,85%, indeks Nikkei-225 menguat 0,31%, dan indeks STI Singapura bergerak positif sebesar 0,7%.

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,5% selama 2009 direspons positif investor. Demikian juga dengan proyeksi pemerintah atas pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 5,5%.

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia
&
Harry Setiadi Utomo
Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
12/02/2010 – 06:27
Uni Eropa Setuju Bantu Yunani, Wall Street Hijau
Mosi Retnani Fajarwati

(Istimewa)
INILAH.COM, New York – Wall Street menguat pada perdagangan Kamis (11/2), usai para pemimpin Eropa memutuskan untuk membantu Yunani.

Cina, konsumen bahan metal terbesar, melaporkan peningkatan pinjaman dan rendahnya inflasi, yang menandakan perkonomian di negeri tirai bambu tersebut mulai pulih. Hal ini menjadi pemicu penguatan saham sektor pertambangan.

Namun, pemicu pasar saham terbesar adalah pernyataan Uni Eropa (UE) yang akan membantu Yunani dalam menangani utangnya. Para investor melihat, keputusan UE adalah untuk menghindari terjadinya krisis keuangan di Yunani dan juga Portugal serta Spanyol.

Para pemimpin Eropa bersedia untuk membantu permasalahan Yunani agar tidak menyebar ke negara Eropa lainnya dan menyebabkan krisis.

Pada penutupan perdagangan Kamis, Dow Jones naik 105,81 poin (1,05%) ke 10.144,19, S&P 500 naik 10,34 poin (0,97%) ke 1.078,47, dan Nasdaq naik 29,54 poin (1,38%) ke 2.177,47.

Sesaat sebelum penutupan perdagangan, pemerintah AS melaporkan bahwa aplikasi klaim insentif pengangguran merosot pada pekan lalu. Ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja perlahan pulih. [mre]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s