1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

rumor negatif biasanya 90% positif:190210 19 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:10 am

Akhir Sesi II, Tekanan IHSG Mereda
Indeks di BEI turun tipis 0,23% ke level 2.554. Sedang akhir sesi I tadi, terkoreksi 1%.
JUM’AT, 19 FEBRUARI 2010, 16:27 WIB
Antique

Penutupan Bursa (Antara/Fanny Octavianus)
BERITA TERKAIT
Akhir Sesi II, IHSG Didera Sentimen Negatif
Transaksi Saham Naik, IHSG Kembali Positif
IHSG & Rupiah Seirama
Awal Pekan, IHSG & Rupiah Tak Sejalan
Akhir Pekan, IHSG-Rupiah Sejalan
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia masih bertahan di area negatif, meski penurunannya mereda. Nilai tukar rupiah pun terlihat melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, pelemahan IHSG pada hari ini terpicu sentimen negatif bursa regional yang sejak pagi tadi terkoreksi. “Sepertinya, pelaku pasar terus mengamati pergerakan indeks regional,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 19 Februari 2010.

Namun, dia mengakui, menjelang penutupan beberapa investor kembali mencoba melakukan transaksi saham, sambil berharap pada pergerakan Dow Jones nanti malam. “Jadi, meski IHSG turun, tidak terlihat adanya kepanikan. Jadi, koreksi ini sifatnya sementara,” tutur Robin.

IHSG pada penutupan transaksi akhir pekan ini turun tipis 5,66 poin atau 0,23 persen ke level 2.554,38. Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang sempat terkoreksi 25,93 poin (1,02 persen) di posisi 2.534,10.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,39 triliun dan volume tercatat 6,03 juta lot, dengan frekuensi 58.000 kali. Sebanyak 63 saham menguat, 118 melemah, 74 ditutup stagnan, serta 236 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 496,61 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 590,11 miliar.

Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng melemah 528,13 poin (2,59 persen) di posisi 19.894,02, Nikkei 225 terkoreksi 212,11 atau 2,05 persen menjadi 10.123,58, dan Straits Times turun 12,05 poin (0,44 persen) ke level 2.757,14.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham unggulan yang mengontribusi pelemahan IHSG di antaranya PT PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp 200 atau 1,24 persen ke level Rp 15.900, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) melemah Rp 150 (1,92 persen) menjadi Rp 7.600, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi Rp 100 atau 1,14 persen di posisi 8.600.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.345 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.355/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.358 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis, 18 Februari 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.310-9.325/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
IHSG Tertekan Sentimen Regional
Jum’at, 19 Februari 2010 – 07:49 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Sensitifitas indeks harga saham gabungan (IHSG) atas indeks regional nampaknya akan kembali terlihat. Tren melemahnya indeks regional yang nampaknya berlanjut akan memberikan tekanan jual pada indeks diakhir pekan ini, Jumat (19/2/2010).

Menurut Trimegah Securities dalam analisanya, investor masih rawan untuk melakukan tekanan jual, dalam rangka profit taking. “Tekanan ambil untung kembali terjadi setelah rally,” katanya di Jakarta, Jumat (19/2/2010).

Dia melanjutkan, stochastic yang menunjukkan IHSG telah berada di area jenuh beli dan memiliki kecenderungan untuk deadcross semakin membuka peluang bagi tekanan jual.

Menurutnya, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran support resistance di 2.535-2.595.

Sebelumnya, indeks saham pada penutupan perdagangan Kamis (18/2/2010) sore ditutup anjlok 21,306 poin atau setara 0,83 persen ke level 2.560,034.

Dimana pergerakan saham seluruh sektor pun terpantau mengalami pelemahan, seperti sektor perkebunan yang turun 12,76 poin, sektor pertambangan anjlok hingga 53,80 poin, sektor infrastruktur turun 6,53 poin, sektor manufaktur melemah 5,32 poin, dan sektor perbankan melemah tipis 0,48 poin.

Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 3,138 miliar lembar saham senilai Rp2,590 triliun dengan total transaksi sebanyak 72.978 lot. Saham yang ditutup menguat 57 jenis saham, melemah 145 jenis saham, dan stagnan 49 jenis saham.
(css)

19/02/2010 – 06:44
Akhir Pekan, Cari Aman di Saham ‘Big Cap’
Natascha & Vina Ramitha

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (19/2) sulit menguat. Investor sebaiknya mengamankan dana di saham big cap seperti BMRI, BBRI, BBCA, PGAS, JSMR, INDF, dan UNVR.

Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing memprediksikan, IHSG akhir pekan ini akan berakhir di zona merah. Pasalnya, secara teknikal belum ada konfirmasi perubahan tren bullish atau bearish. Untuk itu, indeks harus berada di level resistan terdekat. “Jika menyentuh titik 2.610, baru ada konfirmasi perubahan tren secara teknikal,” katanya kepada INILAH.COM, Kamis (18/2) petang.

Ia menilai, IHSG tidak memiliki alasan kuat untuk rebound dan melanjutkan rally. Pasar yang bermain jangka pendek pun akan memanfaatkan momentum koreksi. Investor melakukan pembelian cepat untuk kemudian segara merealisasikan keuntungan. “Sehingga tak ada indikator kuat untuk menopang perubahan tren,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini terjadi profit taking hampir di seluruh bursa Asia, menyusul kenaikan sebelumnya, akibat eskpektasi pasar bahwa Eropa akan menyelamatkan Yunani. Namun setelah itu, keraguan kembali melanda karena belum ada kejelasan lebih lanjut. “Pasar pun memanfaatkan kondisi ini untuk ambil untung,” ucapnya.

Pasar saat ini lebih memilih bermain singkat, karena meragukan investasi jangka panjang. Pasalnya, untuk memastikan adanya bullish jangka panjang, harus ada bukti perbaikan fundamental perekonomian AS secara menyeluruh. “Notulen rapat The Fed menyatakan bank sentral AS itu sudah melihat adanya prospek pemulihan yang cukup kuat. Namun, pasar masih tetap memerlukan bukti-bukti,” paparnya.

Minimnya sentimen, membuat Pardomuan merekomendasikan investor bermain dengan pola trading. Apalagi adanya potensi tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan harga gula dan minyak mentah. Demikian juga harga komoditas, terutama pangan, yang kembali naik.

Di tengah kondisi ini, Pardomuan menyarankan investor lebih memilih saham yang memiliki kapitalisasi pasar besar. Salah satunya dari sektor perbankan, seperti PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Central Asia (BBCA). Kemudian sektor infrastruktur, seperti PT Gas Negara (PGAS) dan PT Jasa Marga (JSMR).

Juga sektor consumer goods seperti PT Indofood (INDF) dan PT Unilever Indonesia (UNVR). “Saya merekomendasikan buy untuk saham-saham ini,” pungkasnya.

Pada perdagangan Kamis (18/2), IHSG ditutup ambles 21,306 poin (0,82%) ke level 2.560,034. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup sepi, dimana volume transaksi tercatat sebesar 3,138 miliar lembar saham, senilai Rp2,59 triliun dan frekuensi 72.978 kali. Sebanyak 57 saham naik, 145 saham turun dan 49 saham stagnan.

Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG ) turun Rp850 ke Rp30.600, PT Indocement (INTP) terkoreksi Rp400 ke Rp13.600, PT Goodyear (GDYR) merosot Rp300 ke Rp12.000, PT Astra International (ASII) turun Rp250 ke Rp36.000, PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp200 ke Rp16.100, PT Bumi Resources (BUMI) tergelincir Rp100 ke Rp2.325.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Astra Otoparts (AUTO) naik Rp350 ke Rp6.650, PT Bank Danamon (BDMN) terangkat Rp150 ke Rp5.100, PT Bhakti Investama (BHIT) melambung Rp60 ke Rp305, PT United Tractors (UNTR) menguat Rp50 ke Rp16.900, dan PT Ace Hardware (ACES) naik Rp 30 ke Rp 1.350. [ast/mdr]

18/02/2010 – 19:44
Kinerja Emiten Buruk, Bursa Asia Berguguran
Vina Ramitha

(Istimewa)
INILAH.COM, Tokyo – Bursa Asia kembali berguguran dan membawa indeks MSCI APAC turun 0,3%. Hal ini dipicu laporan keuangan emiten yang negatif serta penurunan harga logam yang menekan perusahaan pertambangan.

Indeks MSCI Asia Pasifik (APAC) turun 0,3% ke 117,84 pada akhir perdagangan Kamis (18/2) di Tokyo. Di antara 10 kelompok industri, perusahaan energi dan material terpantau memimpin penurunan.

Indeks ini sempat melesat pada perdagangan kemarin, tertinggi sejak November 2009. Namun terpaksa anjlok 8,2% sejak mencapai angka tertingginya dalam 17 bulan pada 15 Januari lalu. Hal ini akibat spekulasi pengetatan likuiditas China serta defisit anggaran fiskal Eropa. Indeks MSCI APAC secara keseluruhan telah turun 2,2% tahun ini. Valuasi sahamnya mencapai 18,3 kali pendapatan rata-rata.

Pengamat senior di Okasan Asset Management Co., Yoshihiro Ito mengatakan, pasar kini memiliki appetite yang kuat untuk bargain hunting serta mencari harga saham yang lebih tinggi. “Kelanjutan pemulihan ekonomi global akan mendukung pasar, meski ketidakpastian takkan mudah dihilangkan,” paparnya kepada Bloomberg.

Indeks Nikkei Jepang 225 Stock Average naik 0,3% ke 10.335,69, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,5%. Indeks S & P / ASX 200 Australia melemah 0,3%, dan indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,4%.

Di antara beberapa emiten yang menguat, saham Coca Cola Amatil Ltd memimpin. Perusahaan minuman ringan terbesar Australia itu naik 4,1% setelah JPMorgan Chase & Co menaikkan rating dari ‘netral’ menjadi ‘overweight’, menyusul laporan keuangan perusahaan tersebut. Sementara ASX Ltd., operator bursa saham terbesar Australia, naik 3% setelah pendapatan dari kenaikan modal, perdagangan, dan derivatif naik di atas estimasi analis.

Kenaikan peritel Wesfarmers sebesar 3,2% juga memberi dorongan terbesar ke indeks MSCI. Hal ini setelah korporasi mengumumkan kenaikan 1% pada pendapatan bersih A$879 juta, dari estimasi A$802 juta. CEO Wesfarmers Richard Goyder menyatakan, bisnis industri ritel saat ini memang sedang membaik. “Hasilnya on track dan masih banyak yang harus diperbaiki dari bisnis ini,” paparnya.

Adapun pelemahan indeks MSCI berasal dari saham-saham Singapura. Indeks Straits Times Singapura turun 0,9%, koreksi terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Pelemahan dipicu saham Genting Singapura Plc, operator kasino.

Saham juga jatuh karena kekhawatiran penyelamatan keuangan Yunani oleh Uni Eropa, setelah sekutu politik Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa ‘tidak ada satu euro pun yang harus diberikan ke Yunani’. Hal ini memunculkan lagi kecemasan atas kredit tak terbatas.

Indeks Futures Standard & Poor 500 turun 0,2%. Indeks ini naik 0,4% kemarin di New York setelah data pemerintah menunjukkan perumahan AS mulai meningkat dan ada kenaikan produksi industri pada Januari, melebihi estimasi analis. Hal ini membuktikan bahwa ada percepatan pertumbuhan di negara dengan ekonomi terbesar dunia.

Saham lain yang juga melemah adalah Qantas yang juga turun 8,1%, atau yang terbesar sejak Februari tahun lalu. Maskapai tersebut berencana meniadakan kabin first class dengan tarif termahal mereka, karena penurunan profit hingga 72%.

Sektor komoditas juga mengalami penurunan signifikan. Saham perusahaan migas terbesar Australia, Santos Ltd. turun 1%. Sims Metal Management juga turun 8% setelah melaporkan penurunan penjualan semester pertama tahun fiskal perusahaan. Sims dan Qantas merupakan yang paling banyak mengalami penurunan di antara 983 perusahaan di indeks MSCI APAC.

Sementara harga emas yang turun 1,9% karena pengumuman Dana Moneter Internasional (IMF) untuk ekspansi penjualan logam tersebut, menyebabkan saham Newcrest turun 2,3 %. Pesaingnya, St Barbara Ltd. turun 5,4%. Demikian pula dengan Aluminium Corp. dari China, turun 2,8%. Perusahaan pertambangan terbesar dunia, BHP Biliton dan pesaingnya yang terbesar ketiga dunia, Rio Tinto Group, sama-sama turun 1,1%. [ast/mdr]
Akhir Pekan, IHSG Terkoreksi Tipis
Jum’at, 19 Februari 2010 – 16:09 wib
TEXT SIZE :
Ade Hapsari Lestarini – Okezone

Ilustrasi. Foto: AP
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya masih menyerah kalah. Kali ini, di penutupan perdagangan saham ditutup melemah lagi walaupun tipis.

Indeks saham pada penutupan perdagangan Jumat (19/2/2010) sore terpantau turun 5,65 poin atau setara 0,22 persen ke level 2.554,38. Sementara itu indeks LQ45 juga melemah 0,94 poin ke posisi 497,82 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) juga turun 1,72 poin ke posisi 415,48.

Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 2,47 miliar lembar saham senilai Rp2,10 triliun dengan saham yang ditutup menguat 64 jenis saham, melemah 118 jenis saham, dan stagnan 73 jenis saham.

Saham-saham di beberapa sektor pun terpantau bergerak mixed, dengan pelemahan terdalam masih dipimpin dari sektor unggulan di pertambangan dan perkebunan masing-masing sebesar 18,4 poin dan 15,38 poin.

Sementara itu, pelemahan tipis tersebut salah satunya juga didukung penguatan dari sektor konsumer, sektor perdagangan, serta sektor perdagangan.

Saham yang ditutup menguat atau top gainer, seperti PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN) naik Rp250 ke Rp6.150, PT Astra Internasional Tbk (ASII) naik Rp150 menjadi Rp36.150, PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat Rp150 menjadi Rp17.050, serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp75 menjadi Rp3.850.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi Rp600 ke Rp30.000, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) turun Rp300 ke posisi Rp6.350, dan PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) melemah Rp200 ke Rp11.800.(ade)

Iklan
 

2 Responses to “rumor negatif biasanya 90% positif:190210”

  1. Steddy Says:

    bro… yang tau Rumor tentang Hangseng & Nikkei … kasi tau dong… Thx…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s