1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg MUNGKIN tertekan … 220210 22 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:47 am

Senin, 22/02/2010 16:08 WIB
Bergerak Lelet, IHSG Cuma Naik 9 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup cuma naik tipis 9 poin setelah mati-matian bertahan agar tidak jatuh ke zona negatif. Sentimen positif bursa-bursa regional Asia gagal membuat IHSG terangkat lebih tinggi.

Mengawali perdagangan, IHSG sempat naik ke level 2.574,969. Namun penipisan daya beli tidak mampu menghadang aksi jual, sehingga laju kenaikan IHSG menipis. IHSG sempat sekali mencolek zona merah.

Sepanjang perdagangan sesi II, IHSG tampak mati-matian bertahan di zona positif. Meski sesekali sempat masuk ke zona negatif, namun akhirnya berhasil ditutup di zona positif. Menipisnya daya beli pada saham-saham berkapitalisasi besar menahan laju kenaikan IHSG.

IHSG bergerak dalam rentang 2.553,814 hingga level 2.574,969 pada perdagangan hari ini. Penguatan tajam saham-saham sektor pertambangan tidak bertahan lama. Tekanan jual pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hingga masuk ke zona negatif memberikan sentimen negatif pada saham-saham sektor tambang lainnya, kecuali saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang masih kokoh di zona hijau.

Kontribusi paling besar yang menghambat laju kenaikan IHSG adalah koreksi indeks saham sektor infrastruktur yang diseret oleh penurunan cukup dalam pada saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 100 (1,16%).

Koreksi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 50 (0,66%) juga memberikan kontribusi besar dalam menghambat laju kenaikan IHSG.

Sebagai catatan, saham TLKM dan BBRI menguasai sekitar 15% dari total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga koreksi cukup dalam pada dua saham ini akan membuat laju IHSG tertahan.

“Pelaku pasar masih khawatir dengan perkembangan ekonomi global. Dari sisi domestik, faktor pemicunya adalah menunggu keputusan Pansus (panitia khusus)Century awal bulan depan, juga adanya kenaikan inflasi jangka pendek. Kalau saya menganggap, pelaku masih masih akan strong sell dalam beberapa waktu ke depan,” kata analis Valbury Nico Omer Jonckheere saat dihubungi detikFinance, Senin (22/2/2010).

Pada perdagangan Senin (22/2/2010), IHSG ditutup naik tipis 9,887 poin (0,38%) ke level 2.564,263. Indeks LQ 45 juga naik tipis 1,989 poin (0,39%) ke level 499,812.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level 9.305 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.348 per dolar AS.

Sebagian besar bursa-bursa regional Asia naik tajam rata-rata di atas 1-2%, kecuali bursa China yang mengalami koreksi tipis.
Indeks Shanghai turun 14,73 poin (0,49%) ke level 3.003,40.
Indeks Hang Seng naik 483,25 poin (2,43%) ke level 20.377,27.
Indeks Nikkei 225 naik 276,89 poin (2,74%) ke level 10.400,47.
Indeks Strait Times naik 4,64 poin (0,17%) ke level 2.761,78.
Indeks KOSPI naik 33,20 poin (2,08%) ke level 1.627,10.
Indeks Taiwan naik 118,20 poin (1,59%) ke level 7.560,04.

Perdagangan berjalan tidak begitu ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 60.840 kali pada volume 2,743 miliar lembar saham senilai Rp 2,412 triliun. Sebanyak 76 saham naik, 89 saham turun dan 86 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.150 ke Rp 31.150, Astra International (ASII) naik Rp 400 ke Rp 36.550, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 13.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 24.400, Lonsum (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 8.850, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 50 ke Rp 5.650.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 800 ke Rp 11.000, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 8.500, United Tractors (UNTR) turun Rp 100 ke Rp 16.950, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 11.200, BRi (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 7.500, Sampoerna Agro (SGRO) turun Rp 25 ke Rp 2.725.

(dro/qom)
IHSG menguat ke level 2.571,71
Senin, 22/02/2010 09:35:54 WIBOleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bloomberg): Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 0,68% pada pukul 9:35 a.m.

Indeks yang ditopang oleh saham 398 perusahaan yang diperdagangkan di BEI itu naik 17,33 poin menjadi 2.571,71.

Di antara sejumlah saham yang menopang IHSG, sebanyak 58 menguat, enam tertekan dan 334 tidak berubah.

Gain dalam indeks harga saham gabungan itu dimotori oleh Astra International, Bank Central Asia dan Perusahaan Gas Negara. Sekitar 193 juta saham berpindah tangan di BEI.

Saham PT Bumi Resources Tbk, yang terangkat Rp50 menjadi Rp2.350, merupakan saham teraktif dari segi nilai di Jakarta.

Saham paling aktif berikutnya adalah PT Adaro Energy Tbk, yang menanjak Rp30 menjadi Rp1.830, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk, yang terangkat Rp900 ke posisi Rp30.900.(er)
Senin, 22/02/2010 09:34 WIB
Rupiah-IHSG Langsung Cerah
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) dan nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan ini dengan penguatan yang cukup besar. IHSG mendapat semangat dari bursa Tokyo yang menguat lebih dari 3%.

Pada perdagangan Senin (22/2/2010), IHSG dibuka langsung menguat 12,553 poin (0,49%) ke level 2.566,929.

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level 9.290 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.348 per dolar AS.

Bursa Asia pagi ini cukup meriah, dengan Indeks Nikkei-225 melonjak hingga lebih dari 3% setelah pekan lalu terperosok akibat kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga pinjaman bank-nya.

Indeks Nikkei-225 menutup sesi I perdagangan Senin ini dengan lonjakan hingga 320,01 poin (3,16%) ke level 10.443,59.

Bursa Hong Kong juga mengawali perdagangan awal pekan ini dengan kenaikan hingga 440,87 poin (2,22%0 ke level 20.334,89.

“Pagi ini bursa Asia dibuka menguat, bahkan Nikkei dan Kospi dibuka menguat di atas 2%. Penguatan harga komoditas dan harga minyak yang kembali berada di atas level US$ 80 per barel serta sentimen bursa global dan regional dapat mengangkat IHSG hari ini. IHSG kami perkirakan akan bergerak dalam kisaran S2: 2533 S1: 2547 R1: 2577 R2: 2595,” demikian analisis dari Sucorinvest.

(qom/qom)

Blue Chips Topang Penguatan IHSG di Awal Sesi
Indeks di BEI menguat 14,62 poin (0,57 persen) ke level 2.568,99.
SENIN, 22 FEBRUARI 2010, 09:52 WIB
Antique

Papan Bursa Efek Indonesia (Andika Wahyu)
BERITA TERKAIT
IHSG Merah di Awal Sesi
Awal Sesi, IHSG Konsolidasi
Awal Sesi, IHSG Ramai Transaksi
IHSG Kembali Ramai Transaksi
Aksi Ambil Untung Ikuti IHSG
Web Tools

VIVAnews – Saham-saham unggulan (blue chips) yang ramai kembali dinilai menjadi pemicu indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menguat saat perdagangan dibuka.

Menurut research analyst PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono, IHSG hari ini berpeluang bergerak menguat karena akan ditopang aksi beli pemodal terhadap saham-saham blue chips,” kata dia.

“Indeks awal pekan ini akan bergerak di kisaran level 2.525-2.580,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta.

IHSG menguat 14,62 poin (0,57 persen) ke level 2.568,99 pada awal transaksi Senin, 22 Februari 2010. Pada pra pembukaan (pre-opening) tadi, indeks juga naik 2,55 poin atau 0,49 persen di posisi 2.566,93.

Bursa Asia, saat IHSG dibuka juga bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 447,21 poin (2,25 persen) ke level 20.341,23, Nikkei 225 naik 320,01 atau 3,16 persen menjadi 10.443,59, dan Straits Times menguat 13,70 (0,50 persen) di posisi 2.770,84.

Bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York, atau Sabtu dini hari WIB pun kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 9,45 poin (0,09 persen) menjadi 10.402,35, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 naik 2,42 poin atau 0,22 persen ke level 1.109,17, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 2,16 poin (0,10 persen) di posisi 2.243,87.

Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada perdagangan kemarin ditutup melemah di posisi Rp 2.300, pagi ini pun dibuka naik Rp 50 (2,17 persen) ke level Rp 2.350.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Indeks diprediksi tertekan aksi ambil untung
Senin, 22/02/2010 05:00:23 WIBOleh: Wisnu Wijaya
JAKARTA (Bisnis.com): Beberapa sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia tertekan oleh aksi ambil untung.

Trimegah Securities:
Tekanan aksi ambil untung kembali membuat IHSG menguji kisaran support trading jangka menengah. Stochastic yang berada di area jenuh beli dan memiliki kecenderungan untuk deadcross masih memberi ruang bagi tekanan jual. Indeks diperkirakan masih akan mengetes posisi support dan bergerak di kisaran 2.525-2.580

Panin Sekuritas:
Tekanan terhadap indeks sedikit mereda menjelang penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Pergerakan indeks pada pekan lalu dipengaruhi oleh krisis utang sejumlah negara Eropa. Di tengah pergerakan indeks yang volatil, saham perbankan sedikit marak oleh hasil laporan keuangan. Penguatan harga komoditas juga menjadi sentimen penggerak saham pertambangan dan perkebunan. Pada awal pekan ini, kami melihat indeks berpeluang menguat terbatas. Saham bluechip diperkirakan kembali menjadi pendorong pergerakan indeks, yang bergerak pada kisaran 2.525-2.580.

Erdikha Sekuritas:
Indeks ditutup turun 5,66 poin menjadi 2.554,37 (-0,22%). Pergerakan indeks berpotensi mixed akibat adanya sentimen negatif dari bursa regional. Pergerakannya pada hari akan berkisar di antara 2.517-2,590. Saham-saham rekomendasi kami adalah TINS, SMCB, dan DOID.

Kresna Securities:
IHSG masih berpotensi turun menguji titik support 2.520. Untuk jangka pendek, potensi penurunan terlihat dari indikator bollinger bands yang masih berada di mid point. Selain itu, stochastic masih cukup tinggi di 81,3. Kisaran pergerakan hari ini akan berada di antara 2.520-2.579. Rekomendasi untuk saham UNTR, BBRI, dan SMGR. (wiw)

Bullish Hammer
Psychology…

As with any single candlestick, confirmation is required. The Bullish Hammer formation shows the price goes much lower than the open then closes near the opening price. This fact reduces the confidence of the bears. Ideally, a white real body Hammer with a higher open the following day could be a bullish signal for the days ahead.
Similar pattern(s)…

Bullish Hammer is a special case of the Dragonfly Doji.

Bearish Hanging Man.

How to identify…

  1. Small real body at the upper trading range.
  2. Color of the body is not important.
  3. Long lower shadow at least twice the length of the body.
  4. Little or no upper shadow.
  5. Previous trend should be bearish.

This pattern signals a trend…

Reversal

Bullish Hammer

Chart for Composite Index (^JKSE)
Kinerja emiten gairahkan indeks saham
Senin, 22/02/2010 05:30:15 WIBOleh: Arif Gunawan S.
JAKARTA (Bisnis.com): Pemodal diperkirakan mentransaksikan saham berdasarkan sentimen fundamental pada pekan ini, menyusul makin maraknya publikasi laporan keuangan emiten per 31 Desember 2009 yang diekspektasikan positif.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi bergerak di teritori positif, sembari terus mencermati perkembangan politik dalam negeri, pergerakan bursa regional, dan global.

Fund Manager PT Valbury Asia Securities Thauriq Anwar mengatakan kinerja fundamental emiten kembali dilirik sebagai salah satu acuan bertransaksi saham di tengah makin membaiknya sentimen bursa global.

“Faktor politik terkait dengan koalisi partai di tengah pengusutan kasus Century akan diperhatikan. Demikian juga dengan kinerja fundamental emiten pada tahun lalu yang diperkirakan membaik,” tuturnya kepada Bisnis.com Sabtu.

Ekspektasi kinerja emiten yang positif, lanjutnya, tercermin dari kuatnya kinerja emiten perbankan yang laporan keuangannya telah dipublikasikan pada pekan lalu.

Tren suku bunga yang terus menurun dan penguatan harga komoditas juga akan diperhatikan pasar.

Sepekan lalu, IHSG tercatat masih menguat 0,8% ke level 2.554,38. Indeks SRI-KEHATI membukukan kenaikan tertinggi sebesar 1,41%, disusul indeks BISNIS-27 sebesar 1,07%. Sebaliknya, indeks PEFINDO25 menjadi satu-satunya yang terkoreksi di bursa Indonesia sebesar 1,09%.

Saham sektor jasa dan perdagangan menguat tertinggi sebesar 2,55%, diikuti indeks sektor keuangan sebesar 2,23%, aneka industri (2,07%), dan perkebunan (0,06%).

Sebaliknya indeks sektoral yang terkoreksi adalah infrastruktur (0,45%), industri dasar (0,37%), pertambangan (0,1%), dan konsumsi (0,07%).

Dua saham grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk dan PT Energi Mega Persada Tbk menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi selama sepekan, masing-masing Rp1,73 triliun dan Rp1,46 triliun.

PT Danatama Makmur, PT CLSA Indonesia, dan PT CIMB Securities Indonesia tercatat sebagai broker paling aktif di bursa.

Dalam 5 hari perdagangan terakhir, pemodal asing membukukan pembelian bersih Rp2,18 triliun, dari pembelian senilai Rp4,59 triliun dan penjualan Rp2,42 triliun.

Pada akhir pekan lalu, seluruh bursa utama Asia jatuh ke teritori negatif seperti indeks Hang Seng yang anjlok 2,59%, Nikkei-225 terkoreksi 2,05%, dan Kospi turun 1,68%. Ini berlawanan dengan pergerakan indeks Dow Jones di AS yang menguat 0,09% ke level 10.402. (wiw)
22/02/2010 – 06:45
Prediksi IHSG
Awal Pekan, BoW Saham Astra
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini masih turun pasca keputusan bank sentral AS. Buy on weakness saham ASII, UNTR, ADRO, BMRI, dan BBRI.

Adityawarman dari Kresna Securities memprediksikan, tekanan akibat kenaikan diskonto bank sentral AS The Fed masih menyebabkan IHSG tertekan. Berdasarkan indikator teknikal, belum ada konfirmasi pembalikan arah, IHSG masih kesulitan untuk menguat.

“Level 2.560 yang dianggap sebagai level support, kini sudah tertembus dan tidak menjadi konfirmasi pembalikan arah. Melainkan membentuk level support baru,”katanya ketika dihubungi INILAH.COM/

Menurutnya, saat ini ada sentimen fundamental yang kuat, terutama setelah kenaikan diskonto AS.

Pasar menangkap kebijakan itu sebagai sinyal bahwa inflasi sudah mulai mengkhawatirkan.

Sehingga pemerintah AS memutuskaan perlunya melakukan pengetatan likuiditas.

Namun pengetatan itu masih dilakukan dengan menggunakan instrumen moneter, yakni membatasi money supply. Sementara kenaikan suku bunga acuan Fed diperkirakan masih jauh. “Ini syok jangka pendek yang akan berlanjut sepanjang pekan ini,” ujarnya

Di tengah kondisi ini, Adit merekomendasikan saham kelompok Astra karena kinerja anak perusahaan membaik. Yakni saham PT United Tractor (UNTR) setelah data penjualan yang naik menimbulkan adanya ekspektasi earning korporasi juga bisa naik. Demikian pula dengan saham PT Astra Internasional (ASII) yang mendapatkan konsolidasi earning dari UNTR. “Buy on weakness kedua emiten ini,” papar Adit.

Kemudian, juga saham PT Adaro Energy (ADRO), serta saham perbankan Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Saham-saham ini peluangnya

tinggi, ada kemungkinan bisa turun lagi sehingga sesuai untuk buy on weakness,” pungkasnya.

Pada perdagangan Jumat (19/2), IHSG ditutup turun tipis 5,658 poin (0,23%) ke level

2.554,376. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia tidak terlalu ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 3,015 miliar lembar saham, senilai Rp 2,395 triliun dan frekuensi 58.000 kali. Sebanyak 63 saham naik, 118 saham turun dan 74 saham stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN ) naik Rp 250 ke Rp 6.150, Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 36.150, United Tractors (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 17.050, PT London Sumatra (LSIP ) naik Rp 100 ke Rp 8.750, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 ke Rp 4.525, Bank Danamon

(BDMN) naik Rp 50 ke Rp 5.150.

Saham komoditas yang melemah antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 15.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 30.000, PT Astra Argo Lestari (AALI) turun Rp50 ke Rp24.200, dan PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp25 ke 2.300.

Senin, 22/02/2010 07:35 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Tancap Gas
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu bergerak dengan penuh kelesuan seiring kondisi sebegian besar bursa regional yang libur Imlek. Pergerakan IHSG terjadi dalam rentang volume yang sangat tipis.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

Senin (15/2/2010), IHSG melemah 16,681 poin (0,66%) ke level 2.517,456.
Selasa (16/2/2010), IHSG menguat 41,049 poin (1,63%) ke level 2.558,505.
Rabu (17/2/2010) sesi I, IHSG menguat 17,113 poin (0,66%) ke level 2.575,618.
Kamis (18/2/2010), IHSG melemah 21,306 poin (0,82%) ke level 2.560,034. I
Jumat (19/2/2010), IHSG turun tipis 5,658 poin (0,23%) ke level 2.554,376.

IHSG sempat terkena imbas dari keputusan Bank Sentral AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunga pinjaman bank daruratnya, seiring membaiknya kondisi ekonomi. Namun sentimen itu sudah mulai memudah pengaruhnya di bursa Wall Street.

Keputusan The Fed itu justru dianggap cerminan sektor finansial sedang dalam tahap pemulihan. Meski demikian, masih ada kekhawatiran penarikan likuiditas yang cepat akibat keputusan The Fed itu akan mengganggu Wall Street.

Pada perdagangan Jumat (19/2/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 9,45 poin (0,09%) ke level 10.402,35. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat tipis 2,42 poin (0,22%) ke level 1.109,17. Nasdaq menguat tipis 2,16 poin (0,10%) ke level 2.243,87.

IHSG Pada perdagangan Senin (22/2/2010) diprediksi akan bergerak menguat kembali meski terbatas. Saham-saham unggulan diprediksi masih akan menjadi faktor penentu.

Bursa Tokyo mengawali perdagangan Senin ini dengan penguatan yang cukup signifikan. Indeks Nikkei-225 dibuka menguat 179,14 poin (1,77%) ke level 10.302,72.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari Jum’at (19/02/2010) indeks ditutup melemah pada level 2554. Berita postif dari kenaikan indeks Dow Jones terlihat tidak memberikan dampak yang signifikan pada pergerakan indeks minggu lalu. Untuk hari ini kami perkirakan indeks berpeluang menguat kembali pada range perdagangan 2543 – 2584 dengan saham pilihan TLKM, BMRI, BBCA, UNTR

Panin Sekuritas:

Tekanan terhadap indeks sedikit mereda menjelang penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Pergerakan indeks pada pekan lalu dipengaruhi oleh krisis hutang beberapa negara Eropa. Ditengah pergerakan indeks yang volatile, saham perbankan sedikit marak oleh hasil laporan keuangan. Menguatnya harga komoditas juga menjadi sentimen penggerak saham pertambangan dan perkebunan.

Sementara awal pekan ini, kami melihat indeks berpeluang untuk bergerak menguat terbatas. Saham bluechip diperkirakan kembali akan menjadi pendorong pergerakan indeks. Kisaran support-resistance 2.525-2.580.

(qom/qom)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s