1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg ditutup menguat dah … 230210 23 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:23 pm

23/02/2010 – 20:44
MSCI APAC Naik 0,4%
Spekulasi Dubai Bantu Bursa Asia
Vina Ramitha

(istimewa)
INILAH.COM, Tokyo – Mayoritas bursa Asia pada Selasa (23/2) menguat, menghapus pelemahan indeks MSCI Asia Pasifik (APAC) sebelumnya. Spekulasi bahwa Dubai mampu memperbaiki kondisi finansialnya, menjadi katalis positif.

Indeks MSCI APAC naik 0,4% ke 118,79 di Tokyo setelah sempat turun 0,7%. Indeks ini mencatatkan rasio lima saham naik untuk setiap empat yang turun. Saham langsung rally, setelah surat kabar Uni Emirat Arab (UEA), Al Ittihad melaporkan pemerintah Dubai mengalokasikan US$5 miliar untuk Dubai World.

Seorang jubir di Depkeu UEA mengatakan laporan Dubai tetap tidak mencerminkan perkembangan baru. Namun, Shane Oliver dari AMP Capital Investors di Sydney mengatakan, sentimen ini meredakan kekhawatiran pasar. Investor menganggap tindakan itu merupakan bukti pemerintah akan membantu kesulitan Dubai World. Bahkan, ada harapan situasi serupa akan terjadi di Eropa, khususnya Yunani. “Masalah utang ini memang membebani pasar,” katanya kepada Bloomberg.

Dubai World adalah salah satu dari tiga BUMN utama emirat (negara bagian) tersebut. Pada November 2009, perusahaan itu mencari cara untuk menunda pembayaran utang sebesar US$22 miliar, setidaknya selama enam bulan. Pasca pengumuman ini, pasar Timur Tengah langsung dilanda kekhawatiran yang menulari seluruh dunia, terutama Eropa.

Indeks MSCI APAC turun 6,4% sejak mencapai angka tertinggi di 17 terakhir pada 15 Januari lalu ketika pasar khawatir pemerintah mulai menarik paket stimulus. Juga kekhawatiran masalah utang yang sedang dihadapi Eropa, terutama Yunani, Spanyol, dan Portugal.

Indeks ini melonjak 2,6% kemarin, yang menyebabkan harga rata-rata perusahaan 1,55 kali nilai buku atau level tertinggi sejak 3 Februari. Indeks ini juga telah naik 68% setelah menyentuh titik terendah selama lima tahun belakangan pada Maret 2009 lalu. Perusahaan yang berada di indeks ini valuasi rata-ratanya mencapai 18,2 kali dari prediksi profit.

Indeks Hang seng di Hong Kong naik 1,2%, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 48,37 poin (0,47%), indeks komposit Shanghai China jatuh 20,82 poin (0,69%) ke level 2.982,57. Sedangkan indeks Strait Times Singapura naik 25,09 poin (0,91%) ke level 2.782,55 dan indeks Kospi Korsel naik 1,8 poin (0,11%) ke level 1.628,90.

Singapura yang pada 19 Februari lalu sempat mengatakan bahwa produk domestik bruto (PDB)nya akan naik 6,5% tahun ini, belum memasukkan data potongan pajak korporasi pada RAPBN yang dilansir kemarin. Sedangkan Hong Kong kemungkinan membatasi anggaran untuk program pemulihan saat mengumumkan RAPBN besok.

Salah satu saham yang mencatat kenaikan tinggi di MSCI APAC adalah Sun Hung Kai Properties. Saham developer terbesar dunia berdasarkan valuasi pasar ini ditutup naik 4,2% ke HK$106,40. Perusahaan ini baru memenangkan lelang tanah Hong Kong yang pertama pada 2010, dengan harga di atas estimasi analis. Adapun perseroan sempat mengumumkan pembelian sebuah situs di Foshan, Provinsi Guangdong, China Selatan, seharga US$688 juta.

Sedangkan saham penambang lepas pantai terbesar China, Cnooc Ltd., naik 1,8% ke HK$12,44 dan Petro China Co., produsen minyak terbesar di China, naik 0,6% ke HK$8,80. Demikian juga produsen pengeboran lepas pantai (rig) terbesar dua dunia, Sembcorb Marine Ltd., naik 7,6% ke S$3,67. Perusahaan ini baru melaporkan kenaikan pada kuartal empat 2009 yang diatas prediksi analis.

Malaysian Airline System Bhd., carrier terbesar di Malaysia, melonjak 12% menjadi 2,12 ringgit, kenaikan terbesar dalam indeks MSCI APAC. Hal ini terjadi setelah perseroan mencatatkan laba pada kuartal empat 2009.

Jason Teh dari Investors Mutual di Sydney mengatakan, ada beberapa penurunan di indeks meski pemulihan ekonomi telah berjalan. Seperti yang dialami Aristocrat Leisure Ltd. yang turun 4,3% ke A$4,27, usai memposting kerugian pada semester kedua tahun fiskal perusahaan sebesar A$124,5 (US$112 juta). Pembuat mesin slot ini terkena ganti rugi tuntutan dari AS.

Epistar Corp., produsen dioda cahaya terbesar Taiwan, turun 3,8% ke NT$90,50 yang merupakan penurunan terbesar kelima di indeks MSCI. Beredar spekulasi, Samsung Electronics Co. akan mengurangi pesanan dari perusahaan dioda. Ping An turun 8,9% ke 44,27 yuan di bursa Shanghai setelah mengumumkan saham senilai 859,8 juta bisa mulai diperdagangkan 1 Maret mendatang setelah suspensi berakhir.

“Saham Ping An cukup besar dan menambah kekhawatiran pasar karena masalah likuiditas,” pungkas analis Central China Securities Holdings Co., Li Jun, di Shanghai. [ast/mdr]
Senin, 22 Februari 2010 | 17:33

KRISIS YUNANI

Yunani Telah Selesaikan Kontrak Swap dengan 15 Sekuritas

MILAN Yunani telah menyelesaikan perjanjian swap dengan 15 perusahaan sekuritas dan bank yang membantu negara itu keluar dari defisit. “Perjanjian swap yang mengijinkan Yunani menerima pembayaran di depan ini, dilakukan sebelum tahun 2008,” kata seorang sumber yang tidak mau disebut namanya. Pada tahun tersebut, regulator Uni Eropa mengubah aturannya untuk membatasi penggunaan kontrak pada tahun 2008.

Sumber anonim itu juga mengatakan, Goldman Sachs Group Inc., yang memberikan Yunani pendanaan hingga US$ 1 miliar melalui kontrak swap tahun 2002, merupakan salah satu kontrak swap terbesar yang telah diselesaikan.

Minggu lalu, Pengawas Keuangan Uni Eropa memerintahkan Yunani untuk menyediakan informasi mengenai kontrak swap untuk mendukung penyelidikan apakah negara itu atau negara lain menggunakan cara yang sama. Yakni, menggunakan derivatif untuk menyembunyikan defisit anggarannya yang makin meluas.

Menurut Cesare Conti, seorang profesor bisnis di Bocconi University Itali, swap biasanya dirancang untuk membantu sebuah negara mengelola utang mereka. Ketimbang negara itu harus menghasilkan uang. “Jika swap digunakan untuk mengelola utang daripada meningkatkannya, mereka akan menemukan keuntungan,” ujarnya dalam sebuah wawancara telepon.

J. Ani Kristanti Bloomberg
TLKM Siuman, IHSG Terangkat 0,76 Persen
Selasa, 23 Februari 2010 | 16:08 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI

TERKAIT:
Saham Langsung Merah
Awal Pekan, Wall Street Terpeleset
Tertatih-tatih, IHSG Terkerek 0,39 Persen
IHSG Bisa Meroket Hingga 3.000
IHSG Dibuka Hijau
GramediaShop: Accurate -sistem Informasi Akuntansi Perusahaan+cd Revisi
GramediaShop: Life Is Beautiful (edisi Revisi)
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan manis. Selasa (23/2/2010), hingga paruh kedua berakhir, Indeks bertengger di 2.583,65 atau naik 0,76 persen. Perinciannya 111 saham naik, 49 saham turun, dan 79 saham tak mengalami perubahan harga.

Nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp 3,64 triliun. Satu hal yang menarik, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan nilai transaksi harian hingga Rp 406,9 miliar, atau terbesar pertama. Sekadar mengingatkan, umumnya, nilai transaksi harian terbesar ditempati oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Tapi, kali ini, emiten Bakrie itu hanya mencatatkan nilai transaksi Rp 364,6 miliar saja. Adapun saham TLKM yang sempat melemah hingga Rp 8.200, berhasil ditutup menjadi Rp 8.500. Sementara, BUMI naik 1,09 persen menjadi Rp 2.325.

Beberapa saham lain yang berhasil mencatatkan penguatan; PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 1,93 persen menjadi Rp 31.750, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 2,29 persen menjadi Rp 24.600, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 2,06 persen menjadi Rp 17.300, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 1,79 persen menjadi Rp 11.400, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik 3,39 persen menjadi Rp 9.150, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik 0,96 persen menjadi Rp 36.900.

Sebaliknya, posisi top loser banyak diduduki oleh emiten perbankan, seperti PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turun 0,96 persen menjadi Rp 5.150, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1 persen menjadi Rp 4.950, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 0,67 persen menjadi Rp 7.450.

Saham lain yang juga mengalami penurunan; PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun 1,45 persen menjadi Rp13.600, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 1,09 persen menjadi Rp 2.275. (Hendra Soeprajitno/Kontan)

IHSG Rally Tipis Jelang Pandangan Akhir Pansus Century
Selasa, 23 Februari 2010 – 16:12 wib

Rani Hardjanti – Okezone

JAKARTA – Setelah sempat melemah, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil melakukan rally tipis. Penguatan ini diindikasikan sebagai sikap pelaku investor atas antisipasi pandangan Pansus Century yang akan diumumkan malam ini.

Rencananya, malam ini Pansus Century akan menggelar rapat pandangan akhir fraksi-fraksi terhadap kasus dan talangan Bank Century senilai Rp6,7 triiliun. Kasus Century memang menjadi perhatian investor, khususnya mengenai kepastian hukum di Tanah Air.

Disebut-sebut, nama Menkeu Sri Mulyani dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam penyaluran dana talangan Bank Century, yang kini bernama Bank Mutiara. Kedua pejabat tersebut merupakan bagian dari tokoh yang berpengaruh di pasar.

IHSG pada perdagangan Selasa (23/2/2010) ditutup menguat 19,39 poin atau 0,76 persen ke posisi 2.583,65. Kendati demikian, secara teknis pergerakan pola indeks saham (Stochastic) memungkinkan indeks menemukan momentumnya untuk kembali menguat.

Sementara Jakarta Islamic Indeks (JIII menguat 4,3 poin ke posisi 420,26 dan indeks LQ45 naik 3,73 poin ke posisi 503,54.

Volume perdagangan terpantau 3,71 miliar lembar saham senilai Rp3,126 triliun. Saham yang ditutup melemah sebanyak 121 jenis saham, melemah 58 jenis saham dan stagnan 81 jenis saham.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer antara lain, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp600 ke posisi Rp31.750, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp550 ke posisi Rp24.600, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp350 ke posisi Rp36.900.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp200 ke posisi Rp13.600, PT Bank BRI Tbk (BBRI) turun Rp50 ke posisi Rp7.450, PT Bank BCA Tbk (BBCA) turun Rp50 ke posisi Rp4.950.(rhs)
Selasa, 23/02/2010 16:07 WIB
IHSG Banting Setir Melesat 19 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil masuk ke zona positif. Penguatan saham-saham raksasa di semua sektor berhasil mendorong IHSG melesat 19 poin.

IHSG dibuka melemah ke level 2.564,162 dan langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.538,035. Koreksi saham-saham sektor perbankan dan infrastruktur memberikan tekanan cukup besar pada pergerakan IHSG di sesi I tadi pagi.

Menjelang akhir sesi I, penguatan saham-saham sektor pertambangan, perkebunan dan konsumsi berhasil membuat koreksi IHSG menipis. Dan memasuki sesi II, IHSG akhirnya berhasil kembali memasuki zona positif seiring dengan meningkatnya volume dan nilai transaksi.

Hampir semua saham-saham berkapitalisasi besar di segala sektor mengalami penguatan cukup besar. Hanya sebagian saham sektor perbankan yang masih berada di zona merah.

Aktivitas investor asing juga cukup ramai, meskipun hanya mencatat transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp 91,994 miliar. Transaksi jual asing mencapai Rp 1,349 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 1,257 triliun.

Pada perdagangan Selasa (23/2/2010), IHSG ditutup naik 19,388 poin (0,75%) ke level 2.583,651. Indeks LQ 45 juga naik 3,731 poin (0,74%) ke level 503,543.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level 9.295 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.310 per dolar AS.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif setelah menguat tajam pada perdagangan kemarin.
Indeks Shanghai turun 20,82 poin (0,69%) ke level 2.982,57.
Indeks Hang Seng naik 245,73 poin (1,21%) ke level 20.623,00.
Indeks Nikkei 225 turun 48,37 poin (0,47%) ke level 10.352,10.
Indeks Strait Times naik 18,77 poin (0,68%) ke level 2.776,23.
Indeks KOSPI naik 1,8 poin (0,11%) ke level 1.628,90.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 83.824 kali pada volume 4,058 miliar lembar saham senilai Rp 3,643 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 58 saham turun dan 81 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 31.750, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 24.600, United Tractors (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 17.300, Astra International (ASII) naik Rp 350 ke Rp 36.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.700, Lonsum (LSIP) naik Rp 300 ke Rp 9.150, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 11.400, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 16.100.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bir Bintang (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 159.000, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 13.600, BCA (BBCA) turun Rp 50 ke Rp 4.950, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 50 ke Rp 5.150, Indika Energy (INDY) turun Rp 25 ke Rp 2.275. (dro/qom)

EKONOMI
23/02/2010 – 19:24
Inilah ‘Top Foreign Buy’ Hari Ini

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Saham Global Mediacom (BMTR) merupakan saham paling banyak diburu investor asing pada perdagangan Selasa (23/2) mencapai 27,2% dari total transaksi mencapai Rp68,8 miliar dengan volume 230,4 juta unit saham.

Hal itu dikutip dari data BEI sesi penutupan perdagangan Selas (23/2). Setelah itu menyusul saham Bank Mandiri (BMRI) mencapai 17,1% senilai Rp145,8 miliar dengan volume 32,2 juta unit saham. Saham Adaro Energy (ADRO) diurutan ketiga mencapai 15,1% senilai Rp201,3 miliar dengan colume 109,9 juta saham. Untuk saham Holcim Indonesia (SMCB) diurutan keempat mencapai 10,4% senilai Rp58,1 miliar dengan volume 33,2 juta unit saham.

Urutan kelima saham Dharma Henwa (DEWA) mencapai 8,8% senilai Rp10,3 miliar senilai 94,7 juta unit saham. Urutan keenam saham International Nickel Indonesia (INCO) mencapai 8% senilai Rp76,3 miliar mencapai volume 19,9 juta unit saham. Saham Indofood Sukses Makmur (INDF) diurutan ketujuh mencapai 6,6% senilai Rp51,5 miliar dengan volume 13,2 juta unit saham. Saham Aneka Tambang (ANTM) di urutan kedelapan mencapai 6,6% senilai Rp40,1 miliar dengan colume 19,3 juta unit saham.

Urutan kesembilan saham BW Plantations (BWPT) mencapai 6,5% senilai Rp15,7 miliar sebanyak 26,9 juta unit saham dan terakhir saham Benakat Petroleum Energy (BIPI) mencapai 5,9% senilai Rp7,6 miliar dengan volume 36,7 juta unit saham. [hid]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s