1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

analisis pro menunjang saham … 230210 23 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:53 am

IHSG Masih Menguat, Akumulasi Saham Bank
Saham itu di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN).
SELASA, 23 FEBRUARI 2010, 06:57 WIB
Antique

pialang memperhatikan pergerakan saham (Rosa Panggabean)
BERITA TERKAIT
IHSG Rebound, Beli Saham Unggulan
IHSG Mendatar, Saham Unggulan Layak Beli
IHSG Tembus 2.600, Saham Unggulan Layak Beli
Saham Kapitalisasi Pasar Besar Layak Beli
Saham Tambang Layak Beli
Web Tools

VIVAnews – Laju positif indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kemarin, berpeluang berlanjut. Saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) sektor perbankan dan grup Astra layak beli.

“Pergerakan bursa regional Asia yang diprediksi masih menguat akan menjadi katalis IHSG,” kata Ikhsan Binarto, analis PT Optima Sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews, Senin sore, 22 Februari 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Selasa, 23 Februari 2010, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.550 dan batas atas (resistance) 2.590.

Pada transaksi Senin, indeks kembali berakhir positif di posisi 2.564,26, meski hanya menguat 9,89 poin (0,38 persen) dari perdagangan Jumat, 19 Februari 2010, yang melemah tipis 5,66 poin atau 0,23 persen ke level 2.554,38.

Bursa Asia saat IHSG berakhir, sebagian besar juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 483,25 poin (2,43 persen) di posisi 20.377,27, Nikkei 225 naik 276,89 atau 2,74 persen menjadi 10.400,47, dan Straits Times terangkat 0,32 poin atau 0,01 persen ke level 2.757,46.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Senin sore waktu New York, atau Selasa dini hari WIB kembali negatif. Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi tipis 18,97 poin (0,18 persen) menjadi 10.383,38, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 turun 1,16 poin atau 0,10 persen ke level 1.108,01, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 1,84 poin (0,08 persen) di posisi 2.242,03.

Menurut Ikhsan, IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan transaksi awal pekan ini, seiring mulai banyaknya emiten yang merilis laporan keuangan tahun buku 2009, yang diproyeksikan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, dia mengakui, laju bursa regional (terutama Asia) yang akan kembali bergerak positif, terkait positifnya data ekonomi Amerika Serikat juga masih menjadi acuan pelaku pasar. “Tapi, indeks Dow Jones tetap mempengaruhi pasar,” kata dia.

Sisi teknis, Ikhsan melanjutkan, turut mendukung IHSG naik kembali pada hari ini. Hal itu terbaca dari indikator moving average convergence divergence (MACD) yang membentuk golden cross. “Artinya, kenaikan indeks bakal berlanjut,” tuturnya.

Rekomendasi
Ikhsan menyarankan, akumulasi saham-saham big caps sektor perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Danamon Tbk (BDMN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan grup Astra.

Semua saham itu, kata dia, terkait proyeksi laporan keuangan perseroan tahun buku 2009 yang positif dan saham big caps yang selalu diburu pemodal.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
23/02/2010 – 06:44
Prediksi IHSG
Akumulasi Saham Energi & Bank
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (23/2). Investor masih bisa memburu saham BIPI, MEDC, serta BBTN.

Analis Pacific 2000 Mohammad Arif mengatakan, IHSG hari ini berusaha ke level 2.580, dengan dukungan data internal yang kuat. Menurutnya, penguatan ini seharusnya terjadi pada perdagangan kemarin. “Namun kenaikan agak terganggu karena syok pasar saat The Fed menaikkan diskonto,” katanya kepada INILAH.COM, Senin (22/2).

Pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil menguat, meski kenaikannya tidak sebesar bursa lain di kawasan Asia. Pasar melakukan aksi short covering untuk menutup kembali ke posisi mereka. Hal ini terjadi setelah dampak keputusan Bank Sentral AS The Fed untuk menaikkan diskonto, ternyata tidak terlalu berimbas buruk di Wall Street. “Meskipun aksi short covering sebenarnya tak terlalu berpengaruh ke IHSG karena tak banyak fasilitas untuk short selling,” ujarnya.

Di lain sisi, pasar kemarin juga tidak beraksi terhadap rilisnya data pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2009 yang positif. Padahal terlihat pertumbuhan konsumsi domestik yang positif serta ekspor yang mulai membaik. “Ini pertumbuhan yang berkualitas, seharusnya membaik. Namun karena tertutup kekurangan kemarin, langkah IHSG menuju level 2.580 masih terhalang shortage ketika pasar mengkhawatirkan diskonto AS,” papar Arif.

Secara keseluruhan, imbuhnya, penguatan awal pekan tidak terlalu banyak berpengaruh ke indeks hari ini. Demikian pula dengan diskonto yang tidak berpengaruh ke ekonomi. Pasalnya, suku bunga overnight difasilitasi untuk perbankan. Ini berarti, ketika bunganya naik berarti ada sinyal perbaikan dari The Fed.

“Pasar kredit antarbank sudah kembali normal dan pasar tak perlu mengkhawatirkan likuiditas perbankan. Sentimen ini baru bisa dilihat reaksinya pada perdagangan hari ini,” lanjutnya.

Di tengah kondisi ini, Arif merekomendasikan saham-saham lagging di sektor yang terkorelasi dengan energi minyak. Seperti PT Medco Energy (MEDC) dan PT Benakat Petroleum Energy (BIPI). Beli kedua saham itu, sebab sektor minyak diprediksikan membaik pada 2010 ketimbang 2009,” ujarnya.

Menurutnya, BIPI, emiten yang baru melakukan penawaran saham perdana (IPO) itu memiliki strategi akusisi untuk penambahan cadangan devisa yang cukup agresif. “Apalagi ada kabar BIPI juga akan masuk ke PT Elnusa (ELSA),” katanya.

Arif juga memilih saham sektor perbankan, yakni PT Bank Tabungan Negara (BBTN). Hal ini terkait valuasinya yang masih menarik, kerena harganya belum banyak naik, “Rekomendasi beli untuk emiten ini,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (22/2), IHSG ditutup naik tipis 9,887 poin (0,38%) ke level 2.564,263. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau moderat, dimana volume transaksi tercatat 2,743 miliar lembar saham senilai Rp2,412 triliun dan frekuensi 60.840 kali. Sebanyak 76 saham naik, 89 saham turun dan 86 saham stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp1.150 ke Rp31.150, PT Astra International (ASII) terangkat Rp400 ke Rp36.550, PT Indocement (INTP) menguat Rp250 ke Rp13.800, PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp200 ke Rp24.400, PT London Sumatra (LSIP) terapresiasi Rp100 ke Rp8.850, serta PT Bayan Resources (BYAN) naik Rp50 ke Rp5.650.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Goodyear (GDYR) turun Rp800 ke Rp11.000, PT United Tractors (UNTR ) melemah Rp100 ke Rp16.950, PT Unilever (UNVR) turun Rp100 ke Rp11.200, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang terkoreksi Rp100 ke Rp8.500,PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) (BBRI) yang turun Rp50 ke Rp7.500 dan PT Sampoerna Agro (SGRO) turun Rp 25 ke Rp 2.725. [ast/mdr]
Selasa, 23/02/2010 07:05 WIB
Wall Street Flat Tunggu Bernanke
Nurul Qomariyah – detikFinance

Foto: Reuters New York – Saham-saham di bursa Wall Street bergerak flat karena investor sedang menunggu pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke di depan kongres.

Bernanke diharapkan bisa mengklarifikasi keputusan The Fed menaikkan suku bunga pinjaman bank yang dilakukan pekan lalu.

“Orang-orang masih mencoba menggambarkan apa tujuan Bernanke,” ujar Dennis Cajigas, analis dari Lind-Waldock seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23/2/2010).

Pada perdagangan Senin (22/2/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 18,97 poin (0,18%) ke level 10,383,38. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 1,16 poin (0,10%) ke level 1.108,01 dan Nasdaq melemah 1,84 poin (0,08%) ke level 2.242,03.

Rencana Presiden Barack Obama memperbaiki UU sektor kesehatan disambut baik. Saham-saham sektor asuransi bergerak menguat dengan indeks sektor kesehatan Morgan Stanley naik 1,7%.

Saham-saham sektor energi merosot dan menjadi faktor penentu pelemahan indeks saham. Namun pelemahan saham-saham energi itu mampu ditutup oleh kenaikan saham-saham perbankan. Indeks energi S&P tercatat turun 1,3%, saham Chevron Corp turun 1,5%, Exxon Mobil turun 0,7%.

Saham-saham perbankan menguat dengan saham JPMorgan Chase naik 2,1% dan menjadi salah satu pengangkat terbesar indeks Dow Jones. Indeks finansial S&P naik 1,1%.

Perdagangan berjalan dengan tipis dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 7 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 9,65 miliar.

(qom/qom)
23/02/2010 – 04:00
Ayo Cermati Saham BMRI, BBTN, UNTR & CTRA

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan saham pada perdagangan Selasa (23/2) diperkirakan masih konsolidasi di kisaran 2.532-2.580 karena sepi sentimen positif. Saham pilihan BMRI, BBTN, UNTR dan CTRA.

Hal itu dikatakan anais saham Bali Securities, Ketut Tribayuna kepada INILAH.COM kemarin. “Indeks diperkirakan masih konsolidasi sehingga investor lebih berhati-hati. Kalau untuk jangka panjang maka sekarang saatnya masuk. Namun kalau untuk trading maka harus jeli untuk jual saat sudah naik,” katanya.

Setelah paa peragangan Senin kemarin bergerak sideways, hari ini kemungkinan indeks akan menguji level resisten di 2.580. Kalau dapat terlewati maka indeks akan menuju ke 2.560. Namun kalau tidak terlewati maka indeks belum saatnya masuk ke level 2.600. Walaupun secara fundamental ekonomi cukup positif. “Dari dalam negeri hambatannya hanya karena kasus Century yang lebih politis,” katanya yang merekomendasikan saham Holcim Indonesia (SMCB).

Sedangkan dari eksternal potensi negatif dari Eropa yang masih belum jelas cara bail out kepada utang Yunani. Namun pasar saham juga masih menunggu data ekonomi pada pekan ini yang cukup menentukan pergerakan indeks.

Kemarin IHSG bergerak menguat tipis di tengah reboundnya bursa regional Asia. Laju gerak indeks cenderung tertahan menyusul aksi jual pada beberapa saham unggulan yang sebelumnya mendorong indeks naik.

Menurut analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono, investor masih menunggu perkembangan perekonomian global dan politik dalam negeri. “Besok (hari ini) kami perkirakan indeks akan bergerak mixed terbatas,” katanya.

Saham pilihan antara lain saham Bank Mandiri (BMRI), Bank Tabungan Negara (BBTN), United Tractors (UNTR) dan Ciputra Surya (CTRA).

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s