1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

bak ngetren, sehari naek, sehari turun …240210 24 Februari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:31 am

24/02/2010 – 16:43
Tambang Abaikan Naiknya Sektor Konsumsi
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham masih bercokol di teritori negatif, meski tekanan sudah mulai mereda. Koreksi saham sektor tambang menahan upaya penguatan sektor konsumsi.

Pada perdagangan Rabu (24/2), IHSG ditutup turun 4,235 poin (0,17%) ke level 2.579,416. Indeks LQ 45 juga turun tipis 1,153 poin (0,23%) ke level 502,390.

Indeks di awal perdagangan dibuka langsung anjlok 0,95% ke level 2.559. Namun, tekanan jual mereda pada sesi siang, hingga indeks perlahan-lahan bangkit ke 2.574 dan akhirnya ditutup di 2.579, meski masih di teritori merah.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG melemah seiring koreksi di bursa regional, menyusul sentimen negatif bursa Wall Street. Selain bergulirnya kasus bank Century. “Pasar saat ini masih menantikan hasil penyelidikan Pansus DPR atas kasus Century ini,” ujarnya.

Data ekonomi AS semalam memburuk, seiring turunnya home price index dan consumer confidence. Sentimen ini pun menyebar ke bursa Asia dan harga komoditas. Harga metal terkoreksi 2% sementara minyak mentah turun 1.6% ke US$78.8/barel.

Sentimen negatif lain berasal dari pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS. Hal ini mengindikasikan adanya arus dana keluar (capital outflow). Indeks Dolar sebagai safe heaven investment pun, memecahkan level tertinggi barunya.

Bursa saham sore ini didominasi pelemahan, dimana sektor tambang memimpin penurunan dengan anjlok 0,8%, disusul properti 0,5%, serta infrastruktur dan aneka industri 0,35%. Demikian pula sektor finansial yang terkoreksi 0,2% dan perkebunan yang turun 0,04%.

Saham tambang yang melemah antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 31.350, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 15.950 dan PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp50 ke Rp2.275.

Koreksi ini mengabaikan penguatan beberapa sektor, seperti konsumsi yang naik terbesar 1,07% . Demikian juga sektor manufaktur, industri dasar dan perdagangan yang berhasil menguat.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau moderat, dimana volume transaksi tercatat 4,932 miliar lembar saham, senilai Rp 3,090 triliun dengan frekuensi 91.139 kali. Sebanyak 70 saham naik, 119 saham turun dan 66 saham stagnan.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 10.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 24.500, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 17.150,

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 25.600, Adira Finance (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 8.00, Bhakti Investama (BHIT) naik Rp 120 ke Rp 620, Unilever (UNVR) naik Rp 100 ke Rp 11.500, PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 100 ke Rp 5.050.

Koreksi IHSG didukung pelemahan bursa regional, seperti indeks Hang Seng di Hong Kong yang turun 155,26 poin (0,75%) ke level 20.467,74, indeks Nikkei 225 turun 153,27 poin (1,48%) ke level 10.198,83, indeks Strait Times turun 19,46 poin (0,7%) ke level 2.763,09 dan indeks KOSPI turun 16,07 poin (0,99%) ke level 1.612,83. Adapun indeks Shanghai merupakan saham satu-satunya yang terpantau naik 39,6 poin (1,33%) ke level 3.022,18. [mdr]
Rabu, 24/02/2010 16:08 WIB
IHSG Tergelincir 4 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup melemah 4 poin pada perdagangan hari ini. Belum tampak adanya daya beli yang memadai guna mengangkat IHSG ke level yang lebih tinggi.

IHSG dibuka langsung melorot tajam ke level 2.555,470, anjlok 28 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.583,651. Hampir semua saham-saham unggulan berkapitalisasi besar mengalami koreksi cukup besar di awal perdagangan.

Namun aksi beli cukup masif berhasil membuat koreksi tajam IHSG menipis, meskipun belum mampu mengangkat IHSG ke zona positif. Pergerakan IHSG sepanjang pekan ini sangat fluktuatif. Di awal perdagangan, IHSG selalu mengalami koreksi cukup dalam, lalu ditutup dengan koreksi tipis atau naik menembus zona hijau.

Hal yang sama juga terjadi pada perdagangan di bursa-bursa regional. Pelaku pasar tampaknya masih menunggu kepastian dan perkembangan situasi ekonomi dunia.

Di dalam negeri, pelaku pasar diperkirakan masih menanti hasil akhir penyelidikan Pansus Bank Century pada 2 Maret 2010.

Pada perdagangan Rabu (24/2/2010), IHSG ditutup turun 4,235 poin (0,17%) ke level 2.579,416. Indeks LQ 45 juga turun tipis 1,153 poin (0,23%) ke level 502,390.

Sementara rupiah ditutup melemah cukup tajam ke level 9.340 per dolar dibandingkan penutupan kemarin di level 9.295 per dolar AS.

Bursa-bursa regional Asia juga mengalami tekanan jual, kecuali bursa Shanghai yang masih berada di teritori positif.
Indeks Shanghai naik 39,6 poin (1,33%) ke level 3.022,18.
Indeks Hang Seng turun 155,26 poin (0,75%) ke level 20.467,74.
Indeks Nikkei 225 turun 153,27 poin (1,48%) ke level 10.198,83.
Indeks Strait Times turun 19,46 poin (0,7%) ke level 2.763,09.
Indeks KOSPI turun 16,07 poin (0,99%) ke level 1.612,83.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 91.139 kali pada volume 4,932 miliar lembar saham senilai Rp 3,090 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 119 saham turun dan 66 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 25.600, Adira Finance (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 8.00, Bhakti Investama (BHIT) naik Rp 120 ke Rp 620, Unilever (UNVR) naik Rp 100 ke Rp 11.500, BCA (BBCA) naik Rp 100 ke Rp 5.050.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 10.500, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 31.350, Malindo (MAIN) turun Rp 230 ke Rp 900, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 24.500, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 17.150, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 15.950.

(dro/qom)
24/02/2010 – 12:07
IHSG Sesi I Ditutup Turun 8,6 Poin

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan IHSG secara perlahan mendekati area positif pada sesi perdagangan Rabu (24/2) ditutup turun 8,6 poin (0,34%) menjadi 2.574,99 hal ini karena kemarin volumenya cukup kuat.

Hal itu dikatakan analis saham First Asia Capital, Bayu Aji kepada INILAH.COM, Rabu (24/2). “Indeks perlahan naik karena kemarin volumenya cukup kuat sehingga masih dapat menahan pelemahan yang terjadi sejak awal pembukaan,” katanya.

Pada sesi II indeks akan mencoba masuk ke area positif. Meskipun cukup berat karena bursa regional masih cenderung tertekan. Apalagi aksi jual masih dialami saham blue chip.

Untuk volume perdagangan mencapai 2,5 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun yang diwarnai 50 saham menguat, 104 saham turun dan 61 saham stagnan. Untuk indeks saham JII turun 3 poin ke level 417, indeks saham LQ45turun 2,2 poin ke level 501.

Indeks turun tajam pada perdangan Selasa (23/2), usai indeks kepercayaan konsumen Februari diumumkan anjlok. The Conference Board menyatakan, indeks kepercayaan konsumen turun menjadi 46 untuk Februari dari 56,5 pada bulan sebelumnya. Angka tersebut jauh dibawah ekspektasi para ekonom, yaitu 55. Harga minyak anjlok seiring dengan anjloknya indeks kepercayaan konsumen Februari ini.

Adapun saham-saham yang naik adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp700 ke Rp25.300, Adria Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp350 ke Rp8.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp200 ke Rp13.450, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp200 ke Rp11.600, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp150 ke Rp13.750, Bhakti Investama (BHIT) naik Rp120 ke Rp620.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Astra Otoparts (AUTO) turun Rp300 ke Rp6.100, Astra International (ASII) turun Rp300 ke Rp36.600, Astra Agro Lestasi (AALI) turun Rp250 ke Rp24.450, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp250 ke Rp31.500, Malindo Feedmil (MAIN) turun Rp220 ke Rp910,  Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp150 ke Rp7.300, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp150 ke Rp8.350, PP London Sumatera (LSIP) turun Rp150 ke Rp9.000, Bank Danamon (BDMN) turun 100 ke Rp5.050. [hid]
24/02/2010 – 09:39
Terkoreksi, IHSG Dibuka Turun 20,01 Poin

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan IHSG pada perdagangan Rabu (24/2) dibuka turun 20,01 poin (0,77%) menjadi 2.563,64 terserang profit taking seiring anjloknya Wall Street dan harga minyak dunia.

Untuk volume perdagangan mencapai 70,5 juta unit saham dengan nilai transaksi Rp60,1 miliar yang diwarnai 6 saham menguat, 74 saham turun dan 30 saham stagnan. Untuk indeks saham JII turun 5,1 poin ke level 415, indeks saham LQ45 turun 6 poin ke level 497.

Indeks turun tajam pada perdangan Selasa (23/2), usai indeks kepercayaan konsumen Februari diumumkan anjlok. The Conference Board menyatakan, indeks kepercayaan konsumen turun menjadi 46 untuk Februari dari 56,5 pada bulan sebelumnya. Angka tersebut jauh dibawah ekspektasi para ekonom, yaitu 55. Harga minyak anjlok seiring dengan anjloknya indeks kepercayaan konsumen Februari ini.

Adapun saham-saham yang naik adalah Adira Dinamuka Multi Finance (ADMF) naik Rp50 ke Rp7.900, Bhakti Investama (BHIT) naik Rp40 ke Rp540, Alumindo Light Metal Indonesia (ALMI) naik Rp10 ke Rp580.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Astra Agro Lestasi (AALI) turun Rp500 ke Rp24.200, Astra International (ASII) turun Rp400 ke Rp36.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp350 ke Rp31.400, United Tractors (UNTR) turun Rp250 ke Rp17.050, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp200 ke Rp15.900, Bank Danamon (BDMN) turun Rp150 ke Rp5.000, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp150 ke Rp7.300.
HONG KONG, Feb 24, 2010 (AFP)
Weaker-than-expected data from the US and Europe triggered fresh doubts about the pace of global recovery Wednesday, with Asian markets trading broadly lower.

February US consumer confidence data released Tuesday eroded expectations for sustainable consumer spending and a quick economic recovery in the US, prompting a risk-averse reaction across the region.

“The market is looking for signs of economic recovery and growth,” said analysts at IG Markets. “The latest set of consumer confidence figures isn’t helping this view.”

A surprise decline in business confidence in Germany, Europe’s biggest economy, also indicated sluggish recovery and hit sentiment towards the euro in overnight trade before the single currency rebounded slightly in Asian trade.

Traders flocked to the safe-haven dollar, which edged up to 90.25 yen in Tokyo morning trade from 90.21 in New York late Tuesday. The euro firmed to 1.3531 dollars, from 1.3509, and to 122.12 yen from 121.87.

Tokyo fell 1.82 percent in the session to noon, with a relatively strong yen denting exporters profitability, sending related shares lower.

Shares of Toyota were down 1.50 percent, hours before its president Akio Toyoda was set to testify before US Congress on the carmaker’s safety problems that have prompted global recalls of more than eight million vehicles.

Worries about the state of the US economy saw Hong Kong shed 0.58 percent, while Seoul lost 1.08 percent and Sydney was off 1.41 percent. Singapore was 0.80 percent lower.

However, Shanghai bucked the trend, adding 0.14 percent on bargain hunting.

The region took its cue from Wall Street where US stocks slumped 0.97 percent overnight in reaction to the disappointing data and on a report showing a rise in the number of problem banks being followed by regulators.

The Conference Board reported that its consumer confidence index plunged to 46.0 from 56.5 a month earlier as Americans became more pessimistic about job prospects.

Traders were also waiting for scheduled comments from Federal Reserve chairman Ben Bernanke on the state of the economy to panels of the House of Representatives and Senate.

He is expected to shed light on the central bank’s sudden decision last week to hike interest charged on short-term emergency loans given to banks.

The move was widely taken as a sign that the US had started to unwind massive stimulus measures to support the economy during the financial crisis.

“Investors are exercising caution after risk appetite waned on Wall Street,” said Hideaki Inoue, chief forex manager at Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corp.

Greece’s debt crisis also continued to weigh on investors’ minds, with a general strike called by Greek unions to protest government plans to cut benefits in order to reduce the budget deficit.

Oil was higher, with New York’s main futures contract, light sweet crude for delivery, was up 38 cents at 79.24 dollars a barrel.

London’s Brent North Sea crude for April gained 28 cents at 77.53 dollars a barrel.

Hong Kong gold opened lower at 1,106.80-1,107.80 US dollars an ounce, down from Tuesday’s close of 1,120.30-1,121.30 dollars.

24/02/2010 – 08:47
IHSG Diprediksi di Kisaran 2.540-2.602

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG masih berkonsolidasi di kisaran MA-50 dan

sempat menguji support trading range pada awal perdagangan, namun berhasil menguat dan ditutup di resisten dari pola jangka pendek ascending triangle.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Trimegah Securities yang dikutip INILAH.COM, Rabu (24/2), disebutkan penembusan atas resisten tersebut membuka peluang untuk menguji resisten 2.650, sementara penembusan atas support membuka peluang menuju 2.480.

Sentimen dari luar kembali berada di area negatif setelah pelaku pasar merespon turunnya angka kepercayaan konsumen menjadi 46 di bulan Februari dari level 56,5 di bulan Januari. Hal tersebut membuat DJIA turun 101 poin (-1,0%). Tekanan jual juga terjadi pada minyak dan emas, serta bursa Eropa yang juga mengalami penurunan. Dalam dua bulan terakhir bursa cenderung semakin volatile, hal ini dapat dilihat dari Chicago-VIX Index yang naik menjadi 21,4 dari sebelumnya di 19,9 dan level tertinggi pada bulan Januari berada di 27,3.

Sentimen regional yang kembali negatif dan stochastic yang mendekati wilayah jenuh beli membuat IHSG masih rawan tekanan jual meskipun dalam jangka pendek masih berkonsolidasi di dalam pola ascending triangle. “Dengan kondisi ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak di kisaran 2.540-2.602,” demikian ulasan Trimegah. [cms]
Indeks saham mencoba level 2.600
Rabu, 24/02/2010 05:40:05 WIBOleh: Arif Gunawan S. & Harry Setiadi Utomo
JAKARTA (Bisnis.com): Kenaikan bursa aham pada perdagangan kemarin diperkirakan berlanjut hari ini, menyusul optimisme jangka pendek yang terjadi di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan kembali mencoba level psikologis 2.600. Namun, sentimen politik dalam negeri berpotensi memengaruhi pergerakan tersebut.

Analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono mengatakan selera investasi pemodal pada perdagangan kemarin mencerminkan sikap antisipasi mereka terhadap perkembangan politik di dalam negeri.

“Meski kemarin IHSG menguat, tetapi terefleksikan dengan jelas bahwa pergerakan indeks tertahan isu politik nasional,” tuturnya.

Pada perdagangan kemarin, IHSG menguat 0,75% (19,39 poin) ke level 2.583,65, berbalik dari posisi penutupan sesi pertama yang sempat melemah dua poin. Kenaikan terjadi di tengah variatifnya bursa regional.

Indeks Shanghai melemah 0,69%, Nikkei-225 turun 0,47%, namun Hang Seng justru menguat 1,21% diikuti Kospi sebesar 0,11%. Harga minyak mentah dunia untuk pengiriman April kembali mendekati level US$80 per barel, di bursa New York.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi kemarin mulai marak sehingga menyentuh angka Rp3,64 triliun. Sebanyak 121 saham naik dan hanya 58 yang terkoreksi.

Beberapa saham yang menjadi pendorong antara lain PT Indo Tambangmegah Raya Tbk (ITMG) yang naik Rp600 ke level Rp31.750, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp350 ke Rp17.300, dan PT Perusahaan Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) melonjak Rp200 ke Rp16.100.

Pada hari ini, Purwoko memproyeksikan IHSG bergerak menuju level psikologis 2.600, dengan level topang berada di 2.560.

Indeks BISNIS-27 di perdagangan hari kedua pekan ini melanjutkan penguatan sebesar 0,58% ditutup di level 238,19. Penguatan indeks BISNIS-27 kemarin didominasi oleh kenaikan harga saham-saham sektor pertambangan dan energi, sektor otomotif dan sektor industri barang konsumsi.

Saham International Nickel Indonesia Tbk (INCO) naik 1,97%, saham Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat 1,93%, saham Adaro Energy Tbk (ADRO) menguat 1,66%, dan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 1,26%.

Faktor harga minyak dunia yang teus bergerak positif di atas level US$80 per barel menjadi sentimen positif bagi kenaikan harga saham pertambangan kemarin. Harga minyak dunia bergerak ke level US$80,30 per barel setelah sehari sebelumnya berada di level US$80,24 per barel.

Penguatan indeks BISNIS-27 juga ditopang oleh saham Astra Internasional Tbk (ASII) yang naik sebesar 0,96% diikuti juga oleh saham industri barang konsumsi seperti saham Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar 1,29%, saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar 1,79%. Faktor harga yang cukup murah (oversold) hingga posisi awal pekan ini menjadi sentimen positif harga saham konsumsi tersebut.

Sentimen beli di bursa saham Indonesia juga ditopang oleh pergerakan positif indeks saham regional Asia Pasifik seperti indeks Hang Seng dan indeks STI Singapura. Indeks Hang Seng naik 1,21% dan indeks STi Singapura naik 0,91%.

Secara umum, investor cukup optimis dengan kinerja emiten pada 2009 yang akan dipublikasikan laporan keuangannya hingga akhir Maret mendatang. Antisipasi laporan kinerja emiten yang positif tersebut mendongkrak minat beli sejak awal pekan ini. (wiw)

24/02/2010 – 04:00
Ayo Cermati UNTR, PTBA, LSIP & SMCB

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan saham pada perdagangan Rabu (24/2) diperkirakan akan melanjutkan penguatan dengan menguji level 2.600 dengan support 2.560. Saham pilihan UNTR, PTBA, LSIP, SMCB.

Hal itu dikatakan analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono kemarin. “Besok (hari ini) kami perkirakan indeks akan menguji level psikologis 2.600. Level support berada di 2.560,” katanya.

Saham pertambangan dan pertanian berhasil menjadi motor penggerak naiknya indeks dalam perdagangan kemarin. Meski bergerak menguat, akan tetapi terefleksikan dengan jelas pergerakan indeks tertahan oleh isu dari politik nasional. HSG ditutup naik 19,388 poin (0,75%) ke level 2.583,651. Indeks LQ 45 juga naik 3,731 poin (0,74%) ke level 503,543. Aktivitas investor asing juga cukup ramai, meskipun hanya mencatat transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp91,994 miliar. Transaksi jual asing mencapai Rp1,349 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp1,257 triliun.

Investor diminta berhati-hati sebab dikhawatirkan dana asing yang sering meramaikan bursa di emerging market merupakan dana bailout ekonomi AS yang salah sasaran. Mereka menyebar menjadi pasar yang masih memiliki potensi mendapatkan keuntungan daripada memulihkan ekonomi AS sendiri. Namun hal ini memiliki potensi negatif karena dana itu tetap saja akan kembali suatu saat.

Saat itulah indeks akan tertekan cukup dalam yang diprediksi akan terjadi sebelum akhir tahun. Untuk itu investor disarankan berhati-hati saat indeks mengalami kenaikan. Jangan sampai ketika sudah masuk, justru asing menarik danaya.

Saham pilihan adalah saham United Tractors (UNTR), Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), PP London Sumatera (LSIP) dan Holcim Indonesia (SMCB). [hid]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s