1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

lapkeu itu punya imbas … 310310 31 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:35 pm

Rabu, 31 Maret 2010 | 14:02

KEBIJAKAN BAPEPAM

Bapepam Perpanjang Tenggat Penyampaian Laporan Keuangan

JAKARTA. Ini angin segar bagi perusahaan publik yang belum menyampaikan laporan keuangan tahunan. Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan memperpanjang batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan 2009 hingga pukul 19.00 WIB hari ini (31/1).

Sekretaris Bapepam Ngalim Sawega bilang perpanjangan waktu ini sebagai bentuk kelongaran administratif.

Ade Jun Firdaus kontan
… gw cuma ingat bahwa bumi belum mengeluarkan lapkeu … mungkin sibuk pesta pernikahan kale …

 

harga saham2 yg gw ikutan … 310310

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:42 pm

^JKSE 5:00am ET 2,777.301 -20.967 -0.75%
ANTM.JK 5:00am ET 2,400 50 2.13%
BUMI.JK 5:00am ET 2,250 100 4.26%
BNII.JK 4:55am ET 315 10 3.28%
TRUB.JK 5:00am ET 113 2 1.74%
ihsgw ga stabil = 1269.5
BBRI.JK 4:59am ET 8,250 0 0.00%
ADRO.JK 5:00am ET 1,960 50 2.62%
ELSA.JK 5:00am ET 470 5 1.08%
INDY.JK 5:00am ET 2,325 25 1.09%
ihsgw stabil = 3251.25
PGAS.JK 5:00am ET 4,250 75 1.80%
MAPI.JK 3:37am ET 700 10 1.41%
ihsgw yang baru = 2475
ihsgw total = 2303.3
Pemodal Realisasikan Keuntungan Jangka Pendek
Meski masih dalam tren bullish, IHSG justru melemah pada akhir transaksi hari ini.
RABU, 31 MARET 2010, 16:56 WIB
Arinto Tri Wibowo

Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Saham Unggulan Masih Atraktif, IHSG Bertahan
Tekanan Saham Unggulan Picu IHSG Terkoreksi
Saham Unggulan Angkat IHSG ke Rekor Baru
Aksi Beli Saham Bank Topang IHSG
Ditopang Saham Unggulan, IHSG Tembus 2.774
Web Tools

VIVAnews – Meski masih dalam tren bullish, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru melemah pada akhir transaksi Rabu 31 Maret 2010.

IHSG melemah 20,96 poin (0,74 persen) ke level 2.777,3. Volume transaksi mencapai 12,82 juta lot senilai Rp 15,12 triliun. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 2.809,47 dan terendah 2.758,26.

Sebanyak 72 saham menguat, 149 melemah, dan 57 saham stagnan. Sedangkan 216 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham yang mengontribusi penurunan indeks di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah Rp 150 (2,72 persen) ke posisi Rp 5.350, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) terkoreksi Rp 150 (2,01 persen) menjadi Rp 7.300, dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) turun Rp 110 (9,32 persen) ke posisi Rp 1.070.

Analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah mengatakan, pelemahan indeks cenderung dipengaruhi faktor teknikal. Apalagi, beberapa saham unggulan sudah jenuh beli (overbought).

“Pemodal mulai merealisasikan keuntungan untuk jangka pendek (profit taking),” kata Alfiansyah kepada VIVAnews di Jakarta.

Sementara itu, dia melanjutkan, pergerakan indeks bursa regional juga agak melambat, sehingga ikut berdampak terhadap IHSG.

Di bursa regional, indeks Hang Seng ke level 21.239,35 atau melemah 135,44 poin (0,63 persen), Nikkei 225 turun 7,2 poin (0,06 persen) ke posisi 11.089,94, dan Straits Times terkoreksi 45,93 poin (1,57 persen) ke posisi 2.887,46.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

 

cheating @ihsg … 310310

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 12:15 pm

Dec 11th, 2009 | Rubrik SEKURITAS
Insider Trading

Insider trading adalah sebutan bagi perdagangan saham oleh orang-orang dalam perusahaan tersebut. Dalam beberapa yurisdiksi, insider trading bisa dilakukan dan sah menurut hukum. Namun istilah ini umumnya merujuk kepada kegiatan ilegal di lingkungan pasar finansial untuk mencari keuntungan yang biasanya dilakukan dengan cara memanfanfaatkan informasi internal, misalnya rencana-rencana atau keputusan-keputusan perusahaan yang belum dipublikasikan.
Menurut undang undang Pasar Modal dalam penjelasannya dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “informasi orang dalam” adalah informasi material yang dimiliki oleh orang dalam yang belum tersedia oleh umum.
Sedangkan pengertian orang dalam menurut Undang-undang pasar modal adalah: komisaris, direktur, atau pegawai emiten atau Perusahaan Publik; pemegang saham utama emiten atan perusahaan publik; orang perseorangan yang karena kedudukannya atau profesinya atau hubungan usahanya dengan emiten atau (perusahaan) publik memungkinkan orang tersebut memperoleh informasi orang dalam.
Sementara itu UU Pasar Modal kita menegaskan lagi antara lain: Pasal 95 menegaskan, orang dalam emiten yang mempunyai informasi orang dalam dilarang melakukan penjualan atau pembelian atas efek emiten dimaksud, efek perusahaan lain yang melakukan transaksi dengan emiten yang bersangkutan.
Pasal 96 menegaskan, orang dalam sebagaimana dimaksud Pasal 95 dilarang; a) mempengaruhi pihak lain untuk melakukan pembelian atau penjualan atas efek dimaksud atau b) memberi informasi orang dalam kepada pihak mana pun yang patut diduga dapat menggunakan informasi dimaksud untuk melakukan pembelian atau penjualan atas efek.
Pasal 98 menegaskan, perusahaan efek yang memiliki informasi orang dalam mengenai emiten dilarang melakukan transaksi efek emiten atau perusahaan publik tersebut, kecuali; a) transaksi tersebut dilakukan bukan atas tanggungannya sendiri, tetapi atas perintah nasabahnya; b) perusahaan efek tersebut tidak memberikan rekomendasi pada nasabahnya mengenai efek yang bersangkutan.
Yang paling penting mengenai insider Trading ini adalah jika memenuhi tiga unsur secara kumulatif. Yaitu; adanya orang dalam, adanya informasi orang dalam, dan adanya transaksi yang dilakukan berdasarkan informasi orang dalam.
Informasi orang dalam (inside information/ nonpublic information) bisa berupa menjadi “haram” hukumnya untuk digunakan apabila digunakan oleh orang yang tidak berhak. Contoh kasar mengenai inside information ini adalah seorang pegawai yang memiliki informasi perusahaan yang bisa meningkatkan harga saham perusahaannya kemudian memberikan kepada orang lain dengan syarat ia bisa memperoleh sebagian dari keuntungannya.
Transaksi-transaksi seperti ini mengharuskan perilkuan yang adil dan pengungkapan informasi yang cukup secara tepat waktu oleh perseroan untuk memastikan adanya pasar yang benar dan berpengetahuan bagi efek perseroan yang bersangkutan.
Di Indonesia, praktik insider trading juga sering terdengar. Begitu mudah kata-kata itu disebutkan. Mulai dari pejabat pemerintah, suara politisi di gedung parlemen yang sangat kencang, sampai cuma bisik-bisik di pasar.
Akan tetapi, sampai kini, Bapepam belum ”dapat” membuktikan adanya praktik haram itu. Jika kita membuka lembaran sejarah kebelakang, banyak sekali sekali kasus-kasus yang berindikasikan Insider Trading yang kontroversial.
Ingat saja kasus Bank Skandal Bank Duta (1990) yang kolaps karena melanggar prinsip keterbukaan. Semua hal tersebut membuktikan insider trading memang suatau kejahatan di Pasar Modal yang sangat sulit untuk dibuktikan. Namun tidak hanya di Indonesia, bahkan di negara yang sudah maju sekalipun seperti Amerika Serikat. Tidaklah mudah untuk membawa pelaku kejahatan ini ke dalam peradilan pidana. Hal ini terkait dengan sulitnya pembuktian atas praktek kejahatan tersebut.
(pph)
Mar 23rd, 2010 | Rubrik EDITORIAL
Keterbukaan Emiten Jangan Basa Basi
Entah sudah berapa kali otoritas bursa berteriak agar para perusahaan terbuka (emiten) lebih transparan menyampaikan informasi seputar perusahaan. Apalagi kewajiban bagi perusahaan terbuka untuk menyampaikan keterbukaan informasi penting sudah diamanatkan dalam aturan resmi.
Jika mengacu aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), setidaknya ada 10 informasi yang perlu dilaporkan perusahaan yang telah listing pada publik, yaitu penggunaan dana hasil penawaran umum, laporan keuangan semester, dan laporan keuangan tahunan.
Berikutnya rencana Rapat Umum Pemegang Saham/RUPS, hasil RUPS, informasi perubahan pemegang saham, informasi kepailitan, fakta yang material, transaksi yang melibatkan benturan kepentingan, dan transaksi yang bersifat material.
Pentingnya informasi tersebut dilaporkan oleh perusahaan terbuka pada Bapepam dan masyarakat adalah sebagai wujud pertanggung jawaban si emiten yang telah meraup dana dari masyarakat ketika melaksanakan penawaran saham perdana atau intial public offering (IPO).
Bagaimana pelaksanaan keterbukaan informasi emiten Bursa Efek Indonesia (BEI), selama ini? Jika ukurannya sanksi, sepanjang tahun ini, para emiten di industri pasar modal patut diacungi jempol dalam menegakkan keterbukaan informasi. Setidaknya hingga awal tahun ini belum ada satu emiten pun yang “terbukti” melakukan pelanggaran keterbukaan informasi. Paling banter hanya terlambat menyampaikan laporan keuangan.
Apakah ini berarti emiten di Bursa Efek Indonesia telah benar-benar menjalankan keterbukaan informasi? Apabila kriterianya adalah sanksi yang dijatuhkan Bapepam, bisa dikatakan jawabannya: ya.
Persoalannya, Bapepam bukankah institusi yang sempurna. Artinya, tak adanya sanksi yang diberikan pada emiten bukan berarti tidak ada pelanggaran keterbukaan informasi oleh emiten. Sebab, bisa saja terjadi pelanggaran keterbukaan informasi oleh emiten, tanpa mampu (belum) terendus oleh Bapepam.
Selain itu, keterbukaan informasi seperti tuntutan Bapepam pun masih memiliki celah. Misalnya, terkait keterbukaan informasi tentang fakta yang bersifat material. Menurut aturan Bapepam nomor X.K.1, yang dimaksud dengan fakta material adalah informasi yang mungkin mempengaruhi nilai saham emiten bersangkutan.
Kata-kata “mungkin” dalam aturan tersebut jadi debatable karena bersifat memprediksi atau ramalan. Pedoman apa yang bisa dipakai bahwa suatu informasi akan mempengaruhi nilai saham emiten hingga ia material atau tidak? Sampai sekarang belum ada standarnya bakunya.
Demikian juga ketentuan Bapepam yang mengharuskan penyampaian fakta material kepada masyarakat paling lambat akhir hari kerja kedua setelah keputusan atau terjadinya suatu peristiwa. Disadari bahwa ketentuan tersebut di atas tidak relevan dengan kebutuhan investor atau pemegang saham yang selalu ingin “well informed,” mengingat pergerakan harga saham in-herent dan terjadi lama hitungan detik. Batas waktu paling lambat hari kerja kedua jadi terhitung sangat lambat jika dibandingkan dengan dengan akselerasi pasar saham.
Fakta di atas hanya sedikit dari masalah keterbukaan informasi di pasar modal yang belum sepenuhnya menemukan solusinya. Inilah yang menjadi tugas Bapepam guna mencari jalan keluar terbaik. Dengan demikian keterbukaan informasi benar-benar mampu menjawab kebutuhan seluruh pelaku pasar modal dan bukan basa-basi untuk memenuhi aturan alias sekedar menggugurkan kewajiban.
(pph)

 

MAEN SAHAM =

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:10 am

ATM TERUS MENERUS : maksud gw adalah gw bisa mengambil dana tunai (masuk ke rekening tabungan gw tentu saja) hampir setiap hari sebagai AKIBAT INVES + TRADING saham2 gw HARIAN …
… penjelasannya: inves adalah alat untuk mencari LABA JANGKA MENENGAH dan PANJANG
… keterangannya: trading adalah alat untuk mencari HARGA BELI LEBIH MURAH HARIAN dan untuk merealisasikan LABA HARIAN pada saham2 gw sehingga bisa diambil TUNAI (masuk ke rekening gw)
… kalo elo cuma INVES doang secara bodoh dan MALAS (yaitu TARUH DUIT SEBANYAK-BANYAKNYA PADA SAHAM TERTENTU dan BOBO selama kurang daripada 1 taon) maka elo TIDAK BISA MEMANFAATKAN sama sekali EKSPEKTASI LABA HARIAN untuk DITARIK KE REKENING TABUNGAN elo
… kalo elo cuma TRADING DOANK yaitu cara RAJIN tapi BODOH, maka elo TIDAK BISA MERAIH TINGKAT LABA YANG JAUH LEBIH TINGGI daripada tingkat laba harian
… itu artinya ELO BISA HIDUP DAN MAKAN DARI KERJA RAJIN dan CERDAS dalam MAEN SAHAM:

INVES + TRADING + ATM HARIAN = cara RAJIN + CERDAS + BERLABA GEDE setiap HARI

… jadi INVES + TRADING + ATM HARIAN = cara RAJIN + CERDAS + BERLABA GEDE setiap HARI

silakan baca dan unduh/download filenya dari posting gw :https://transaksisaham.wordpress.com/aksi-donk/

 

konsolidasi itu SETIAP HARI bo … 310310

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:36 am

31/03/2010 – 16:43
Koreksi ‘Big Cap’ Runtuhkan Bursa
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Pemburukan bursa regional dan aksi ambil untung investor masih mewarnai pergerakan bursa. Penguatan beberapa saham komoditas dihalau koreksi saham unggulan berkapitalisasi besar.

Pada perdagangan Rabu (31/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 20,967 poin (0,75%) ke level 2.777,301. Indeks saham unggulan LQ 45 juga turun 4,501 poin (0,83%) ke level 539,801.

Indeks dibuka melemah tipis 0,06% ke level 2.796 dan terus melorot hingga pada sesi siang bertengger di 2.786. Tekanan aksi jual masih mendera bursa, sehingga indeks pun terjungkal ke level 2.777.

Kepala Riset Panca Global Securities Bertrand Raynaldi mengatakan, pelemahan bursa regional dan sepinya sentimen positif yang berpengaruh signifikan pada indeks, membuat bursa berakhir negatif. “Minimnya sentimen ini membuat pergerakan bursa global atau Wall Street dijadikan acuan IHSG,” ujarnya.

Menurut Bertrand, ekspektasi atas pertumbuhan ekonomi yang positif serta keberhasilan emiten membukukan keuntungan yang besar sudah terakumulasi semuanya dengan kenaikan indeks saat ini. Namun, IHSG tidak mampu bertahan lama bertengger di level 2.800 poin karena sudah menguat sekitar 10%, sejak awal Maret 2010. “Harga saham domestik yang sudah mahal, memicu investor merealisasikan keuntungannya,“ujarnya.

Hampir semua sektor melemah, kecuali perkebunan dan infrastruktur yang masih membukukan penguatan. Adapun sektor aneka industri dan konsumsi memimpin penurunan sebesar 1,4%, diikuti sektor perdagangan 1,3%, manufaktur 1,2%, dan finansial 1,1%. Demikian pula sektor properti yang jatuh 0,9%, industri dasar 0,6% dan tambang yang turun 0,08%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6,411 miliar lembar saham, senilai Rp 15,121 triliun dan frekuensi 119.535 kali. Sebanyak 72 saham naik, 149 saham turun dan 57 saham stagnan.

Aktivitas investor asing mendominasi aksi jual mencapai Rp 11,011 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 11,671 triliun. Ini berarti, transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 660,294 miliar.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 163.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 38.050, Petrosea (PTRO) turun Rp 900 ke Rp 9.000, Gudang Garam (GGRM ) turun Rp 600 ke Rp 24.750, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 41.900, United Tractors (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 18.350.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000, BTPN (BTPN) naik Rp 700 ke Rp 7.900, Goodyear (GDYR ) naik Rp 700 ke Rp 12.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.600, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.400, PT International Nickel Indonesia (INCO)naik Rp 100 ke Rp 4.725, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS ) naik Rp 75 ke Rp 4.250.

IHSG terkoreksi di tengah pelemahan bursa regional Asia. Indeks Shanghai di China turun 19,36 poin (0,62%) ke level 3.109,10, indeks Hang Seng turun 135,44 poin (0,63%) ke level 21.239,35.

Indeks Nikkei-225 turun 7,2 poin (0,06%) ke level 11.089,94, indeks Kospi di Seoul turun 7,34 poin (0,43%) ke level 1.692,85. [mdr]

Rabu, 31/03/2010 16:07 WIB
Asing Jual Saham Rp 660 Miliar, IHSG Terpangkas 20 Poin
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 20 poin seiring dengan kejatuhan harga saham-saham berkapitalisasi besar lantaran terpicu aksi jual asing sebesar Rp 660,294 miliar.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.798,677 dan langsung melesat hingga ke level 2.809,473, naik 11 poin dari penutupan kemarin di level 2.798,268. Rupanya penguatan IHSG tak bertahan lama. Mendadak aksi jual masif memukul jatuh IHSG cukup dalam.

Pada perdagangan sesi II, IHSG malah sempat menyentuh level 2.758,262, turun 40 poin dari penutupan kemarin. Hampir seluruh saham-saham unggulan berkapitalisasi besar didera tekanan jual yang cukup berat.

Hanya saham-saham sektor pertambangan yang masih bolak-balik bergerak di antara zona merah dan zona hijau. Saham-saham raksasa yang masih mengalami penguatan antara lain Adaro (ADRO), Inco (INCO), Bukit Asam (PTBA), Lonsum (LSIP), PGN (PGAS) dan Antam (ANTM).

Sedangkan indeks saham sektoral lainnya tampak tak mempunyai kekuatan untuk memasuki zona hijau. Saham-saham lapis dua tampak mendominasi penguatan. Perburuan saham-saham lapis dua tampaknya menjadi salah satu pilihan investor pada perdagangan hari ini.

Biasanya, perburuan saham-saham lapis dua akan berlangsung cukup panjang mengiringi periode sideways dalam grafik IHSG. Selama 3 hari terakhir, IHSG bergerak sideways setelah melakukan rally panjang selama 3 pekan berturut-turut.

Saham Delta Dunia (DOID) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini. Transaksi DOID mencapai Rp 579 miliar dengan volume tinggi. Harga saham DOID anjlok tajam lantaran rencana Recapital Advisors mengakuisisi 51% saham perseroan melalui penerbitan saham baru non HMETD di harga Rp 1.400 per saham.

Pada perdagangan Rabu (31/3/2010), IHSG ditutup anjlok 20,967 poin (0,75%) ke level 2.777,301. Indeks LQ 45 juga turun 4,501 poin (0,83%) ke level 539,801.

Aktivitas investor asing juga didominasi aksi jual sebesar Rp 11,011 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 11,671 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 660,294 miliar.

Bursa-bursa regional bergerak didominasi penguatan :

Indeks Shanghai turun 19,36 poin (0,62%) ke level 3.109,10.
Indeks Hang Seng turun 135,44 poin (0,63%) ke level 21.239,35.
Indeks Nikkei-225 turun 7,2 poin (0,06%) ke level 11.089,94.
Indeks Straits Times turun 37,57 poin (1,28%) ke level 2.895,82.
Indeks KOSPI turun 7,34 poin (0,43%) ke level 1.692,85.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 119.535 kali pada volume 6,411 miliar lembar saham senilai

Rp 15,121 triliun

. Sebanyak 72 saham naik, 149 saham turun dan 57 saham stagnan.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 119.535 kali pada volume 6,411 miliar lembar saham senilai Rp 15,121 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 149 saham turun dan 57 saham stagnan.

Pembengkakan nilai transaksi disebabkan adanya transaksi penjualan saham Semen Gresik (SMGR) milik Blue Valley senilai Rp 9,821 triliun.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000, BTPN (BTPN) naik Rp 700 ke Rp 7.900, Goodyear (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 12.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.600, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.400, Inco (INCO) naik Rp 100 ke Rp 4.725, PGN (PGAS) naik Rp 75 ke Rp 4.250.

Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Bir Bintang (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 163.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 38.050, Petrosea (PTRO) turun Rp 900 ke Rp 9.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 24.750, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 41.900, United Tractors (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 18.350.

(dro/qom)
Saham Kapitalisasi Besar Ramaikan Sesi II
Setelah menyentuh level 2.800, IHSG mulai melakukan pengujian. Tren pasar masih bullish.
RABU, 31 MARET 2010, 13:19 WIB
Arinto Tri Wibowo

Papan perdagangan saham (ANTARA)
BERITA TERKAIT
Lapis Kedua Diburu, IHSG Kuat di Sesi II
Sesi II, Saham Tambang Topang IHSG
Sesi II, Saham Konstruksi Diburu
Saham Unggulan Topang IHSG Tembus 2.800
Sesi II, Saham Kapitalisasi Besar Diburu
Web Tools

VIVAnews – Setelah mampu menembus level 2.800, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memasuki masa konsolidasi. Kondisi itu yang mendorong IHSG terkoreksi pada penutupan sesi pertama, Rabu 31 Maret 2010.

IHSG melemah 12,02 poin (0,42 persen) ke level 2.786,24. Saham-saham yang terkoreksi di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp 100 (0,41 persen) menjadi Rp 24.200, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tergerus Rp 250 (4,55 persen) ke posisi Rp 5.250, dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) yang terkoreksi Rp 100 (1,34 persen) menjadi Rp 7.350.

Pengamat pasar saham Willy Sanjaya mengatakan, setelah menyentuh level 2.800, IHSG mulai melakukan pengujian, sebelum memantapkan posisinya di level psikologis tersebut.

Meski demikian, menurut dia, pasar saham masih dalam kondisi bullish. Harga-harga sejumlah saham juga mulai menunjukkan level tertingginya.

“Ini masa konsolidasi, sebelum IHSG kembali menembus level 2.800,” ujar Willy ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta.

Dia optimistis, meski terkoreksi pada sesi pertama, IHSG diperkirakan berbalik menguat (rebound) pada akhir transaksi hari ini.

Saham-saham yang berpotensi mengontribusi kenaikan kembali IHSG di antaranya PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan beberapa saham berkapitalisasi pasar besar lainnya seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Sementara itu, di bursa regional, indeks Hang Seng Hang Seng melemah 34,85 poin (0,16 persen) ke posisi 21.339,94, Nikkei 225 sempat ke level 11.101,61 atau menguat 4,47 poin (0,04 persen), dan Straits Times melemah 20,8 poin (0,71 persen) menjadi 2.912,59.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
31/03/2010 – 12:38
IHSG Sesi Siang
DOID Dominasi Koreksi Bursa
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Aksi profit taking melanda bursa saham, sehingga IHSG pun tenggelam ke zona merah. Saham DOID memimpin penurunan siang ini.

Pada perdagangan Rabu (31/3) sesi siang, IHSG ditutup melemah 12,03 poin (0,43%) ke level 2.786,24. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 3,0800 poin (0,56%) ke level 5.41,22.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai dengan volume transaksi tercatat mencapai 2,198 miliar lembar saham, senilai Rp 2,096 triliun dan frekuensi 62.335 kali. Sebanyak 70 saham menguat, 104 saham melemah, dan 74 saham stagnan.

Semua sektor berkontribusi pada koreksi indeks kecuali pertambangan dan aneka industri. Sektor properti memimpin pelemahan 1%, disusul sektor keuangan 0,92%, konsumsi 0,81%, industri dasar 0,69%, perdagangan 0,52%, manufaktur 0,36%, perkebunan 0,31%, dan infrasturktur 0,03%.

Saham Delta Dunia Petroindo (DOID ) mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi sebesar 326 miliar. Adapun DOID siang ini ditutup melemah Rp30 ke Rp1.150. Kemarin, otoritas bursa memasukkan saham DOID dalam kategori Unusual Market Activity (UMA). ebab, harga saham DOID menurun dan adanya aktivitas transaksi saham di luar kebiasaan.

Yustian Hartono, technical analyst AmCapital Indonesia memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah. Sebab, indeks saat ini memasuki masa-masa profit taking. “Karena itu, indeks akan mengarah ke level support 2.785 dan 2.838 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (31/3).

Profit taking pasar, lanjut Yustian, terjadi setelah melesatnya indeks hingga 10% sejak awal 2010. Indeks sekarang berada di area support, 2.780-2.790. Secara teknikal, indeks menguji, apakah level support dalam pola uptrend ini bisa ditembus, atau justru rebound hingga level tertingginya, 2.838,27. “Ini angka tertinggi sepanjang sejarah bursa Indonesia pada 14 Januari 2008 lalu,” paparnya.

Yustian menilai, koreksi indeks hari ini hanya semata faktor profit taking. Sebab, berita-berita dari regional belum ada yang memicu pergerakan pasar. Bursa AS sendiri beberapa hari terakhir bergerak dalam kisaran tipis. “Pelaku pasar masih wait and see atas indikator-indikator recovery perekonomian selanjutnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, meski PER (Price Eraning Ratio) indeks sudah mencapai 15 kali, namun level ini masih rendah jika melihat rilisnya laporan keuangan emiten-emiten yang rata-rata positif. “Jika semuanya sudah dirilis dan hasilnya positif, PER Indeks masih ada peluang untuk meningkat, bahkan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di atas 2.838,27.” timpal Yustian.

Di tengah kondisi ini, Ia merekomendasikan saham-saham yang kenaikan harganya belum terlalu banyak dan berfundamental baik. Seperti PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Adaro Energy (ADRO), PT Bank Tabungan Negara (BBTN), dan PT Multistrada Arah Sarana (MASA). “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya. [ast/mdr]
31/03/2010 – 12:09
Ambil Untung, IHSG Sesi I Ditutup Turun 12.03 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Perdagangan saham pada Rabu(31/3) sesi I IHSG ditutup turun 12,03 poin (0,43%) menjadi 2.786,24 karena investor melakukan aksi jual menjelang pengumuman data inflasi besok.

Hal itu dikatakan analis saham Sinarmas Securities,Alfiansyah kepada INILAH.COM, Rabu (31/3). “Investor merealisasikan keuntungannya dengan aksi jual untuk mengantisipasi data inflasi kalau sesuai ekspektasi maka akan masuk lagi besok,” katanya.

Aksi ambil untung dilakukan setelah penguatan indeks dalam beberapa hari sebelumnya. Saat ini indeks sudah dalam area jenuh beli terutama sektor perbankan dan batubara sehingga sektor ini mengalami tekanan jual. Investor asing juga masih dalam posisi net sell. “Pergerakan hingga sesi penutupan masih berpotensi menguat dengan strategi Buy on Weakness (beli di level support) untuk akumulasi menjelang data inflasi dan akan dilepas menjelang libur panjang,” katanya lagi.

Untuk volume perdagangan mencapai 2,1 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp2,090 triliun dengan 70 saham naik, 104 saham turun dan 74 saham stagnan. Indeks saham JII turun 1,6 poin ke level 444,85 indeks saham LQ45 juga turun 3 poin ke level 541,22.

Adapun saham-saham yang naik adalah Goodyear Indonesia(GDYR) naik Rp500 ke Rp12.600, Multibreeder (MBAI) naik Rp500 ke Rp5.500, Tambang batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp350 ke Rp17.550, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) naik Rp350 ke Rp7.550, Astra International (ASII naik Rp250 ke Rp42.650, Modern International (MDRN) naik Rp120 ke Rp640, Bayan Resources (BYAN) naik Rp100 ke Rp6.200, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp100 ke Rp4.725.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp450 ke Rp38.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp250 ke Rp5.250, Bank Danamon (BDMN) turun Rp200 ke Rp5.250, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) turun Rp200 ke Rp8.100, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp200 ke Rp12.100, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun ke Rp150 ke Rp14.150, United Tractors (UNTR) turun Rp150 ke Rp18.550, Bank Mega (MEGA) turun Rp100 ke Rp2.000. [hid]

Rabu, 31/03/2010 12:08 WIB
IHSG Kehilangan 12 Poin
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 12 poin setelah sempat naik dan menembus level 2.800 pada awal perdagangan. Koreksi sebagian besar saham unggulan di berbagai sektor membuat IHSG tak mampu bertahan di zona positif.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.798,677 dan langsung melesat hingga ke level 2.809,473, naik 11 poin dari penutupan kemarin di level 2.798,268. Namun tak lama, mendadak kubu penjual memberikan posisi jual bertubi-tubi dan menyerap seluruh posisi beli, terutama pada saham-saham unggulan.

Alhasil, IHSG langsung merosot ke zona negatif hingga sempat menyentuh level 2.780,958, turun 18 poin dari penutupan kemarin. Untungnya, penguatan sejumlah saham-saham raksasa BUMN seperti Bukit Asam (PTBA), PGN (PGAS), Antam (ANTM) dan BTN (BBTN) berhasil mengangkat kembali IHSG.

Dibantu oleh penguatan saham Astra International (ASII), Lonsum (LSIP) dan BCA (BBCA), IHSG berhasil mengurangi koreksi hingga mendekati level penutupan perdagangan kemarin. Perburuan saham-saham lapis dua tampaknya masih berlanjut dan ikut berpartisipasi dalam mengurangi poin negatif IHSG.

Biasanya, perburuan saham-saham lapis dua akan berlangsung cukup panjang mengiringi periode sideways dalam grafik IHSG. Selama 3 hari terakhir, IHSG bergerak sideways setelah melakukan rally panjang selama 3 pekan berturut-turut.

Pada perdagangan Rabu (31/3/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 12,028 poin (0,43%) ke level 2.786,240. Indeks LQ 45 juga turun 3,085 poin (0,57%) ke level 541,217.

Aktivitas investor asing juga didominasi aksi jual sebesar dengan transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 422 miliar.

Bursa-bursa regional bergerak didominasi penguatan :
Indeks Shanghai turun 9,96 poin (0,32%) ke level 3.118,51.
Indeks Hang Seng turun 34,85 poin (0,16%) ke level 21.339,94.
Indeks Nikkei-225 naik 42,43 poin (0,38%) ke level 11.139,57.
Indeks Straits Times turun 17,76 poin (0,61%) ke level 2.915,63.
Indeks KOSPI turun 6,54 poin (0,38%) ke level 1.693,52.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 62.350 kali pada volume 3,829 miliar lembar saham senilai Rp 12,119 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 104 saham turun dan 74 saham stagnan.

Pembengkakan nilai transaksi disebabkan adanya transaksi penjualan saham Semen Gresik (SMGR) milik Blue Valley senilai Rp 9,8 triliun.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 12.600, BTPN (BTPN) naik Rp 350 ke Rp 7.550, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 17.550, Astra International (ASII) naik Rp 250 ke Rp 42.650, Inco (INCO) naik Rp 100 ke Rp 6.200, Bayan (BYAN) naik Rp 100 ke Rp 6.200, Lonsum (LSIP) naik Rp 50 ke Rp 9.950.

Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 36.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 250 ke Rp 5.250, Adira (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 8.100, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 12.100, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 18.550, astra Agro (AALI) turun Rp 100 ke Rp 24.200, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 18.550. (dro/dnl)
31/03/2010 – 06:20
Saham TLKM Berpeluang Jadi Penyelamat Bursa
Natascha & Vina Ramitha

INILAH.COM, Jakarta –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (31/3) berpotensi melemah. Namun koreksi ini diprediksi terbatas. Saham TLKM akan menjadi emiten penyelamat bursa.

Analis Pacific 2000 Muhammad Arif memprediksikan, IHSG akan bergerak konsolidasi cenderung melemah. Kendati demikian, tidak akan banyak terjadi penurunan, mengingat level konsolidasi 2.800 sudah ditembus. “Bursa hari ini masih akan diwarnai koreksi kecil,”katanya ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (30/3) petang.

Menurutnya, hingga akhir pekan ini, IHSG akan mencoba koreksi ke 2.750 untuk membentuk level support yang baru. Sebab setelah menembus 2.800, indeks masih belum memiliki level support yang kuat.

Namun, pasar tidak perlu khawatir, karena tingginya capital inflow akibat ekspektasi positif data non-farm payroll AS yang dirilis pekan ini. Apalagi saham komoditas masih berpeluang menguat, seiring pelemahan dolar AS. “Mengingat indeks masih dalam proses pembentukan level support, peluang trading pun menjadi sepi. Investor sebaiknya lakukan pembelian selektif,” ulasnya.

Di tengah kondisi ini, Arif menyarankan pelaku pasar untuk fokus pada saham yang masih lagging atau belum mencatatkan kenaikan. Satu-satunya emiten yang memenuhi persyaratan tersebut adalah PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM). “Koreksi TLKM sudah habis, harganya juga tak banyak bergerak, sehingga investor bisa switch ke saham ini,” katanya.

Arif menjelaskan, emiten saat ini belum tertekan oleh penguatan indeks menembus 2.800. Tren konsolidasi TLKM menonjol, apalagi ada rencana pembelian menara yang belum terealisasi. Hal ini cukup menguntungkan, karena TLKM akan membeli menara itu jauh di bawah harga pasar. Misalnya ketika XL menjual menaranya Rp1 miliar, TLKM hanya Rp250 juta. “Dengan demikian, ekspansi akan cepat dan harga akan stabil di Rp8.000-8.100 per lembar,” pungkasnya.

Pada perdagangan Selasa (30/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 3,497 poin (0,12%) ke level 2.798,268. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 5,067 miliar lembar saham, senilai Rp 4,132 triliun dan frekuensi 128.745 kali. Sebanyak 121 saham naik, 72 saham turun dan 93 saham stagnan.

Beberapa emiten yang terangkat antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 73.000, Goodyear (GDYR) naik Rp 450 ke Rp 12.100, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 38.950, BTPN (BTPN) naik Rp 250 ke Rp 7.200, Delta Dunia (DOID) naik Rp 200 ke Rp 1.180, Adira (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 8.300, Unilever (UNVR) menguat Rp 150 menjadi 12.300 dan Bank Mandiri (BMRI) terangkat Rp 100 ke level Rp 5.500.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Bank Mega (MEGA) turun Rp 350 ke Rp 2.100, Astra International (ASII) turun Rp 200 ke Rp 42.400, TB Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 17.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 25.350, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 ke Rp 940, Indocement (INTP) turun Rp 100 ke Rp 14.300, International Nickel Indonesia (INCO ) turun Rp 75 ke Rp 4.625, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 8.250. [ast/mdr]

DJI 10,907 +11,56 (+0,11%)
S&P 500 1,173 -0.05 (-0,0%)
Nasdaq 2,410 +6,33 (+0,26%)

Dua pengumuman data ekonomi kemarin masih mengobarkan optmisme pada investor saham Amerika dengan DJI naik 11 poin. Data pertama adalah tingkat kepercayaan konsumen yang meningkat menjadi 52,5 pada bulan Maret dibandingkan 46,4 pada bulan Februari, sedangkan estimasi konsensus ada pada tingkatan 50 (indeks diatas 90 diartikan perekonomian dalam keadaan solid ). Diharapkan dengan naiknya tingkat kepercayaan, konsumen akan belanja lebih banyak. Belanja swasta membentuk sekitar 70% dari perekonomian Amerika. Data kedua adalah pengumuman data harga jual rumah yang, walaupun naik sedikit bulan lalu, menunjukkan konsistensi kenaikan selama 8 (delapan) bulan berturut turut. Sementara itu harga minyak kemarin bertahan pada tingkatan USD82-an, meningkat tipis 0,24% , menanggapi kedua pengumuman data ekonomi Amerika. Selain itu, persediaan minyak mingguan kemarin diumumkan menunjukkan penurunan.

Author : Research Department ipot

 

harga saham2 yg gw ikutan … 300310 30 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:11 pm

^JKSE 5:00am ET 2,798.2681 3.497 0.13%

ADRO.JK 5:00am ET 1,910 20 1.06%
INDY.JK 5:00am ET 2,300 25 1.10%
ELSA.JK 5:00am ET 465 15 3.13%
BBRI.JK 4:59am ET 8,250 50 0.60%
ihsgw stabil = 3231.25
BUMI.JK 5:00am ET 2,350 0 0.00%
BNII.JK 4:56am ET 305 10 3.39%
TRUB.JK 5:00am ET 115 0 0.00%
ANTM.JK 5:00am ET 2,350 25 1.08%
ihsgw ga stabil = 1280
PGAS.JK 5:00am ET 4,175 50 1.18%
MAPI.JK 4:58am ET 710 10 1.39%
ihsgw yang baru = 2442.5
ihsgw total = 2293
dibandingkan dengan 190310: ihsgw total= 2259.2
gain = +1.49%

 

WAJIB mantul naek donk, ihsg … 300310

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:21 am

Indeks Gagal Bertahan di 2.800
SELASA, 30 MARET 2010 | 17:07 WIB
Besar Kecil Normal
Suasana perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta. Tempo/Pamca Syurkani

TEMPO Interaktif, Jakarta – Positifnya bursa Dow Jones dan bursa regional, serta menguatnya harga minyak dan komoditas lainnya, tidak mampu menopang indeks harga saham untuk bertahan di atas level 2.800.

“Harga-harga saham unggulan yang sudah sangat mahal setelah naik kencang dalam beberapa minggu terakhir membuat investor sangat hati-hati masuk ke bursa,” ujar Abidin, analis dari PT Millenium Danatama Sekuritas.

Alhasil, pada perdagangan hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, hanya naik tipis 3,497 poin atau 0,13 persen ke level 2.798,268 dari posisi Senin kemarin di 2.794,771.

Saham yang berpindah tangan mencapai 5,07 miliar unit senilai Rp 4,13 triliun, serta frekuensi lebih dari 128 ribu kali. Sebanyak 112 saham naik, hanya 66 saham yang turun, serta 83 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Investor asing mencatat pembelian bersih Rp 73,59 miliar.

Peluang indeks saham untuk kembali menguat, menurut Abidin, masih terbuka, namun investor mesti ekstra waspada karena indeks saat sudah masuk area jenuh beli dan saham-saham unggulan juga sudah sangat mahal.

Untuk perdagangan Rabu (31/3), indeks saham akan bergerak fluktuatif dalam rentang antara 2.750 hingga 2.820. “Emiten yang belum mengeluarkan laporan keuangan, serta saham lapis dua yang berfundamental bagus, masih menjadi incaran investor,” tuturnya.

Saham-saham yang menopang indeks dari kejatuhan hari ini antara lain: Indo Tambangraya menguat Rp 350 menjadi Rp 38.950, Astra Agro Lestari naik Rp 100 menjadi Rp 24.300, Bank Mandiri menguat Rp 100 menjadi Rp 5.500, Adaro naik Rp 20 menjadi Rp 1.920, dan Antam naik Rp 25 menjadi Rp 2.350.

Bursa Tokyo sore ini ditutup melonjak 1,01 persen memimpin penguatan bursa regional, diikuti bursa Hong Kong naik 0,65 persen, lalu bursa Seoul naik 0,48 persen, bursa Australia naik 0,4 persen, bursa Singapura naik 0,15 persen, serta bursa Shanghai juga terapresiasi 0,15 persen.

VIVA B KUSNANDAR
Saham Unggulan Masih Atraktif, IHSG Bertahan
Portofolio investor masih diparkir di saham-saham blue chips, terutama di Bank Mandiri.
SELASA, 30 MARET 2010, 16:36 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berhasil bertahan menguat, meski menjelang penutupan sempat mengalami tekanan jual.

Analis PT Optima Securities Ikhsan Binarto berpendapat, masih ramainya aksi pemburuan investor terhadap sejumlah saham-saham unggulan (blue chips) berhasil mengangkat posisi IHSG yang sempat terkoreksi menjelang menit terakhir sesi II ditutup, akibat ambil untung (profit taking).

“Pemodal masih mempercayai dananya untuk ditempatkan ke sejumlah saham papan atas yang memiliki performa menjanjikan,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 30 Maret 2010.

Portofolio investor, dia menuturkan, masih diparkir di saham-saham blue chips, terutama di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Indo Tambang Rayamegah Tbk (ITMG).

Selain itu, Ikhsan menambahkan, proyeksi terjadinya deflasi atau inflasi Maret yang lebih rendah dari bulan sebelumnya turut mendorong kembali aksi beli pelaku pasar terhadap saham di lantai bursa.

IHSG pada penutupan transaksi sesi II Selasa, menguat 3,50 poin atau 0,12 persen ke level 2.798,27. Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang naik 3,24 poin (0,11 persen) di posisi 2.798,01.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,13 triliun dan volume tercatat 10,14 juta lot, dengan frekuensi 128.745 kali. Sebanyak 121 saham menguat, 72 melemah, 93 ditutup stagnan, serta 208 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 942,87 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 704,96 miliar.

Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 137,36 poin atau 0,65 persen menjadi 21.374,79, Straits Times naik 4,25 poin (0,15 persen) ke level 2.933,39, dan Nikkei 225 menguat 110,67 poin atau 1,01 persen di posisi 11.097,14.

Di Bursa Efek Indonesia, saham papan atas yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya BMRI terangkat Rp 100 atau 1,85 persen ke level Rp 5.500, UNVR menguat Rp 150 (1,23 persen) menjadi 12.300, dan ITMG naik Rp 350 atau 0,90 persen di posisi Rp 38.950.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.095 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.069/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.090 per dolar AS. Pada perdagangan Senin, 29 Maret 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.090/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
30/03/2010 – 16:01
Naik 3,5 Poin
Saham Gorengan Selamatkan IHSG
Susan Silaban

(inilah.com/Wirasatria)
INILA.COM, Jakarta – Banyaknya pembelian atas saham-saham lapis dua membuat IHSG bergairah. IHSGpada perdagangan hari ini berhasil naik tipis 3,5 poin (0,13%) ke level 2.798,27.

Sore ini, nilai perdagangan di lantai bursa mencapai Rp3,580 triliun dengan volume perdagangannya sebanyak 4,55 miliar lembar saham yang ditopang 121 saham menguat, 72 saham melemah serta 93 saham stagnan.

Indeks JII pun berakhir positif 0,54 poin ke level 446,52, namun indeks LQ45 turun tipis 0,16 poin ke level 544,3. Sedangkan sektor pertanian tetap naik 21,47 poin ke level 1.920 begitu juga dengan sektor tambang pun naik tipis 2,67 poin ke level 2.432,25.

Adapun saham-saham yang menguat sore ini adalah DLTA naik Rp2.000 ke Rp73.000, GDYR naik Rp450 ke Rp12.100, MBAI naik Rp450 ke Rp5.000, ITMG pun naik rp350 ke Rp38.950, BTPN naik Rp250 ke Rp7.200, UNVR pun naik Rp150 ke Rp12.300, DOID naik Rp200 ke Rp1.180, LSIP pun naik Rp150 ke Rp150 ke Rp9.900, AALI naik Rp100 ke Rp5.600.

Sedangkan saham-saham yang melemah hari ini adalah MEGA turun Rp350 ke Rp2.100, ASII turun Rp200 ke Rp42.400, PTBA turun Rp150 ke Rp17.200, GGRM turun Rp150 ke Rp25.350, PLAS turun Rp100 ke Rp940, SMGR pun turun Rp100 ke RP7.450, INTP turun Rp100 ke Rp14.300, INCO turun Rp75 ke Rp4.625, TURI turun Rp50 ke Rp2.175. [san/cms]
30/03/2010 – 16:01
Turun ke 2.798, IHSG Ditutup Naik Tipis 3,5 Poin
Susan Silaban

INILA.COM, Jakarta – Banyaknya pembelian atas saham-saham lapis dua membuat IHSG bergairah. IHSG pada perdagangan hari ini berhasil naik tipis 3,5 poin (0,13%) ke level 2.798,27.

Sore ini, nilai perdagangan di lantai bursa mencapai Rp3,580 triliun dengan volume perdagangannya sebanyak 4,55 miliar lembar saham yang ditopang 121 saham menguat, 72 saham melemah serta 93 saham stagnan.

Indeks JII pun berakhir positif 0,54 poin ke level 446,52, namun indeks LQ45 turun tipis 0,16 poin ke level 544,3. Sedangkan sektor pertanian tetap naik 21,47 poin ke level 1.920 begitu juga dengan sektor tambang pun naik tipis 2,67 poin ke level 2.432,25.

Adapun saham-saham yang menguat sore ini adalah DLTA naik Rp2.000 ke Rp73.000, GDYR naik Rp450 ke Rp12.100, MBAI naik Rp450 ke Rp5.000, ITMG pun naik rp350 ke Rp38.950, BTPN naik Rp250 ke Rp7.200, UNVR pun naik Rp150 ke Rp12.300, DOID naik Rp200 ke Rp1.180, LSIP pun naik Rp150 ke Rp150 ke Rp9.900, AALI naik Rp100 ke Rp5.600.

Sedangkan saham-saham yang melemah hari ini adalah MEGA turun Rp350 ke Rp2.100, ASII turun Rp200 ke Rp42.400, PTBA turun Rp150 ke Rp17.200, GGRM turun Rp150 ke Rp25.350, PLAS turun Rp100 ke Rp940, SMGR pun turun Rp100 ke RP7.450, INTP turun Rp100 ke Rp14.300, INCO turun Rp75 ke Rp4.625, TURI turun Rp50 ke Rp2.175. [san/cms]
Selasa, 30 Maret 2010 | 12:11

BURSA SAHAM

IHSG Gagal Bertahan di 2.800

JAKARTA. Indeks ternyata tak mampu bertahan di level 2.800. Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Indeks Harga Saham Gabunga (IHSG) berada di 2.798 atau naik 0,12% dari hari sebelumnya. Sebelumnya, indeks sempat melaju di atas 2.800. Tepatnya, pada posisi 2.817, 59 pada pukul 09.43.

Saham-saham emiten tambang masih mendominasi pasar. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 1,06% menjadi Rp 1.910. Total perdagangan saham ADRO sebesar Rp 176,9 miliar. Di urutan kedua, ada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Transaksi saham ANTM sebesar Rp 131,2 miliar. Harga ANTM sendiri tak berubah di level Rp 2.325 per saham.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di urutan ketiga.Nilai perdagangannya mencapai Rp 115 miliar. Harga BUMI tak berubah di level Rp 2.350. Dominasi saham emiten tambang ini seiring dengan kenaikan harga minyak. Berdasarkan Bloomberg, harga minyak di NYMEX untuk kontrak pengiriman Mei naik 0,06% menjadi US$ 82,5 per barrel.

Edy Can kontan
IHSG Sesi I Menguat Malu-Malu
Selasa, 30 Maret 2010 – 12:04 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Positifnya bursa regional nampaknya menjadi faktor pendorong penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I kali ini. Walau belum menyentuh level 2.800, tapi kinerja indeks sudah mulai positif.

Terlihat IHSG pada akhir sesi I Selasa (30/3/2010) siang mengalami kenaikan sebesar 3,24 poin atau setara dengan 0,12 persen menjadi 2.798,01. Di mana sebanyak 108 saham menguat, 64 saham melemah, dan 80 saham stabil.

Nilai transaksi tercatat Rp1,8 triliun dengan volume sebesar Rp2,4 miliar lembar saham. Sementara indeks LQ45 mengalami kenaikan sebanyak 0,19 poin ke 544,65. Sedangkan JII malah melemah 0,17 poin ke 445,8.

Sektor perkebunan tampak memimpin penguatan indeks dengan naik sebanyak 19,78 poin, lalu sektor tambang juga menguat 6,4 poin. Begitu juga dengan sektor properti naik 1,3 poin, serta sektor keuangan naik 1,7 poin.

Di mana saham yang menguat (top gainer) antara lain adalah PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) naik Rp2.000 ke Rp73.000, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp950 ke Rp12.600, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp650 ke Rp39.250, dan PT Astra Agro Lestari tbk (AALI) naik Rp250 ke Rp24.450.

Sementara saham yang ditutup melemah (top loser) antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp350 ke Rp42.250, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp150 ke Rp18.500, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbvk (INTP) turun Rp100 ke Rp14.300, dan PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) turun Rp50 ke Rp4.650.(wdi
Melaju Lagi, IHSG Kembali Tembus 2.800
Selasa, 30 Maret 2010 | 09:38 WIB

KOMPAS/LASTI KURNIA

JAKARTA, KOMPAS.com – Saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada awal perdagangan Selasa (30/3/2010) pagi, bergerak di zona hijau, setelah kemarin seharian berkutat di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan pun kembali menembus level psikologis 2.800.

Sampai berita ini diturunkan, IHSG sesi pertama sudah bertambah 18,443 poin atau 0,66 persen menjadi 2.913,214. Sektor pertambangan, perbankan dan consumer menjadi pengawal utama indeks melaju di jalur positif.

Sementara indeks 45 saham bluchip LQ45 juga bertambah 0,72 persen menjadi 548,358, kemudian indeks Kompas100 meningkat 0,70 persen ke posisi 678,441, serta Jakarta Islamic Index menguat 0,61 persen ke 448,704.

Kemarin IHSG mengalami koreksi teknis setelah rally sepanjang pekan terakhir. “Meski demikian, kami melihat IHSG sampai saat ini masih berada dalam bullish trend. Untuk hari ini ditengah tekanan jual terkait profit taking, investor masih dapat memperhatikan saham-saham yang menerbitkan laporan keuangan,” sebut analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Ia memerkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.770-2.814.
Selasa, 30/03/2010 09:43 WIB
IHSG Melesat Tembus 2.800
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tajam menembus kembali level 2.800 setelah mengalami koreksi cukup besar pada perdagangan kemarin. Penguatan saham-saham unggulan sektor perbankan, perkebunan, batubara dan konsumsi menjadi pendorong utamanya.

Pada perdagangan Selasa (30/3/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.795,180 dibanding penutupan kemarin di level 2.794,771. IHSG langsung menguat tajam hingga sempat menyentuh level 2.816,549, naik 32 poin dari penutupan kemarin.

Penguatan IHSG didorong oleh penguatan saham sektor batubara seperti Indo Tambang (ITMG), Bukit Asam (PTBA), diikuti penguatan saham-saham sektor konsumsi seperti Gudang Garam (GGRM), Unilever (UNVR), saham-saham sektor perkebunan seperti Lonsum (LSIP) dan Astra Agro (AALI) serta saham-saham sektor perbankan seperti Bank Mandiri (BMRI), BCA (BBCA), BRI (BBRI).

Hingga pukul 09.38 JATS, IHSG telah bertengger di level 2.814,503 naik 19,732 poin (0,7%). Sementara nilai tukar rupiah menguat tipis ke level 9.065 dari penutupan sebelumnya 9.085.

“Hari ini kami perkirakan IHSG melemah pada kisaran 2760 – 2813 dengan pertimbangan : indikator klinger oscillator dead cross, stochastic oscillator berpotongan di area overbought (89) dengan potensi dead cross, muncul candle Hanging Man dan semacam Bearish Engulfi ng serta penurunan indek kemarin di ikuti dengan kenaikan volume,” ulas Sucorinvest.

Bursa-bursa regional pagi ini didominasi penguatan dalam rentang tipis, kecuali bura Shanghai yang berada di zona negatif:
Indeks Shanghai turun 2,3 poin (0,07%) ke level 3.121,50.
Indeks Hang Seng naik 13,9 poin (0,07%) ke level 21.251,38.
Indeks Nikkei-225 naik 51,61 poin (0,47%) ke level 11.038,08.
Indeks Straits Times naik 3,42 poin (0,13%) ke level 2.932,89.
(dro/dro)
IHSG Kembali Bermain di 2.800
Indeks di BEI terangkat 10,25 poin (0,37 persen) ke level 2.805,02 pada awal transaksi.
SELASA, 30 MARET 2010, 09:43 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami pembalikan arah menguat (rebound) saat perdagangan mulai dibuka.

Menurut PT Mega Capital Indonesia melalui risetnya hari ini, sentimen positif dari bursa global dan regional, serta harga komoditas diprediksi mampu mendorong penguatan indeks kembali dari tekanan jual pelaku pasar yang marak kemarin.

Sekuritas tersebut memperkirakan, indeks akan bergerak pada batas bawah (support) 2.780 dan batas atas (resistance) di 2.810, dengan target harian (intraday) di kisaran level 2.760-2.830.

IHSG terangkat 10,25 poin (0,37 persen) ke level 2.805,02 pada awal transaksi Selasa, 30 Maret 2010. Sedangkan pra pembukaan (pre-opening) tadi, hanya bergerak di tempat (stagnan) di posisi 2.794,77.

Bursa Asia, saat IHSG dibuka juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 5,95 poin atau 0,03 persen menjadi 21.243,38, Nikkei 225 terangkat 51,61 poin (0,47 persen) di posisi 11.038,08, dan Straits Times naik 3,42 poin atau 0,12 persen ke level 2.932,56.

Bursa Wall Street pada perdagangan Senin sore waktu New York atau Selasa dini hari WIB pun bergerak positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 45,50 poin (0,42 persen) menjadi 10.895,86, indeks harga saham indikator Standard & Poor s 500 naik 6,63 poin atau 0,57 persen ke level 1.173,22, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 9,23 poin (0,39 persen) di posisi 2.404,36.

Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada perdagangan awal pekan ini stagnan di posisi Rp 2.350, pagi ini dibuka juga masih bergerak di level yang sama.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Rilis Laporan Keuangan Picu IHSG Rebound
Indeks di BEI berpotensi bergerak di kisaran level 2.750-2.830.
SELASA, 30 MARET 2010, 08:18 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpotensi berbalik arah menguat (rebound) di perdagangan hari ini. Keluarnya laporan keuangan sejumlah emiten tahun buku 2009, diprediksi memicu penguatan.

“Sentimen regional turut menjadi katalis,” kata Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews, Senin sore, 29 Maret 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Selasa, 30 Maret 2010, berpotensi bergerak di kisaran level batas bawah (support) 2.750 dan batas atas (resistance) 2.830.

Pada transaksi Senin, indeks kembali terkoreksi karena berada di posisi 2.794.77, melemah 18,31 poin (0,66 persen) dari perdagangan Jumat, 26 Maret 2010, yang mencatatkan rekor teringgi baru karena naik 13,93 poin atau 0,23 persen ke level 2.813,08.

Sedangkan bursa Asia, saat IHSG berakhir bergerak variatif. Indeks Hang Seng terangkat 184,32 poin atau 0,88 persen menjadi 21.237,43 dan Straits Times naik 20,44 poin (0,70 persen) ke level 2.906,28, tetapi Nikkei 225 melemah 9,90 poin (0,09 persen) di posisi 10.986,47.

Bursa Wall Street pada perdagangan Senin sore waktu New York atau Selasa dini hari WIB bergerak positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 45,50 poin (0,42 persen) menjadi 10.895,86, indeks harga saham indikator Standard & Poor s 500 naik 6,63 poin atau 0,57 persen ke level 1.173,22, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 9,23 poin (0,39 persen) di posisi 2.404,36.

Menurut Robin, meski IHSG masih mengacu perkembangan bursa regional tapi banyaknya emiten yang merilis laporan keuangan sepanjang 2009, yang diprediksi positif bisa mendongkrak aksi beli kembali pada saham.

Selain itu, dia mengaku sentimen positif penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan data Badan Pusat Statistik yang diprediksi terjadi deflasi Maret ini sepertinya akan diantisipasi pelaku pasar untuk mengakumulasi saham.

Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono juga berpendapat, IHSG hari ini mesti masih dibayangi tekanan jual terkait aksi ambil untung (profit taking), tetapi investor tetap memperhatikan saham-saham yang menerbitkan laporan keuangan.

Indeks Selasa, kata dia, diperkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.770-2.814.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
PREDIKSI
Koreksi IHSG berlanjut

JAKARTA: Aksi ambil untung (profit taking) yang diprediksi masih akan terjadi pada hari ini diproyeksikan akan membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melemah.
Robby Has, analis PT Erdikha Sekuritas, mengatakan IHSG diprediksi akan bervariasi antara hijau dengan merah dan cenderung menurun. Pelemahan juga terjadi karena pasar berada di kondisi jenuh beli.

“Pasar masih rawan aksi profit taking. Secara teknikal diperkirakan indeks akan melemah. Jika harga komoditas tetap menunjukkan kenaikan, maka penurunan indeks akan tertolong oleh saham-saham dari emiten berbasis komoditas, seperti pertambangan,” ujarnya kemarin.

IHSG kemarin ditutup turun 18,31 poin atau 0,7% ke level 2.794,77. Ini merupakan penurunan pertama dalam 5 hari terakhir. Pelemahan indeks terjadi di tengah kondisi bursa regional yang didominasi oleh kenaikan indeks.

Indeks Shanghai naik 64,08 poin atau 2,09% ke level 3.123,80, indeks Hang Seng naik 184,32 poin atau 0,88% ke level 21.237,43, dan indeks Straits Times naik 18,62 poin atau 0,64% ke level 2.924,90. Adapun indeks Nikkei-225 turun 0,09% atau 9,90 poin ke level 10.986,47 dan indeks Kospi turun 5,73 poin atau 0,34% ke level 1.691,99.

Sementara itu, indeks BISNIS-27 ditutup mengalami koreksi sebesar 0,85% di level 259,04. Koreksi indeks pada Senin kemarin dipicu oleh aksi ambil untung investor terhadap saham perbankan dan otomotif.

Saham perbankan telah naik signifikan sepanjang pekan kemarin dipengaruhi ekspektasi deflasi pada Maret dan tren apresiasi rupiah terhadap dolar AS yang telah berlangsung selama 2 pekan terakhir.

Oleh Ratna Ariyanti
Wartawan Bisnis Indonesia
&
Harry Setiadi Utomo
Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

30/03/2010 – 06:44
Belanja Konsumen Naik, Wall Street Hijau
Mosi Retnani Fajarwati

(istimewa)
INILAH.COM, New York – Konsumen lebih yakin untuk membelanjakan dananya, dan hal itu membuat para investor optimis akan kondisi ekonomi saat ini.

Dow Jones naik sekitar 46 poin pada perdagangan Senin (29/3), kenaikan juga terjadi pada 2 indeks utama lainnya. Kenaikan indeks dipicu oleh pernyataan Departemen Perdagangan AS bahwa belanja konsumen menguat pada Februari, dan ini merupakan penguatan yang ke-5 dalam 5 bulan terakhir.

Kenaikan 0,3% pada data tersebut, seiring dengan ekspektasi para ekonom. Data belanja konsumen ini menggugah harapan bahwa pemulihan ekonomi berjalan stabil.

Akhir pekan ini, Departemen Tenaga Kerja AS akan mengumumkan data tenaga kerja. Para analis memprediksikan angka pengangguran turun untuk bulan Maret ini.

Sementara itu, menguapnya kekawatiran krisis utang Yunani memicu turunnya permintaan dolar AS. Pelemahan dolar AS mendongkrak harga komoditas, pasalnya harga komoditas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Saham-saham di sektor terkait pun juga menguat.

Krisis utang Yunani menemukan jalan keluar, dengan diterbitkannya surat utang bertenor 7 tahun senilai US$6,74 miliar pada Senin ini. Kemampuan Yunani dalam menerbitkan surat utang, memunculkan sentimen positif. Para pemimpin negara Eropa dan IMF telah sepakat untuk menalangi Yunani atau negara lain yang menggunakan mata uang euro, terkait krisis utang.

Saham sektor keuangan bergerak mixed, usai Departemen Keuangan AS menyatakan akan melepas kepemilikan sahamnya di Citigroup Inc. Pemerintah AS memiliki 7,7 miliar saham di Citigroup atau senilai US$25 miliar, kepemilikan ini sejak krisis 2008. Penjualan yang direncanakan tahun depan, diperkirakan akan menambah laba perseroan hingga US$7,5 miliar.

Pada penutupan perdagangan Senin, Dow naik 45,5 poin (0,4%) ke 10.895,86, S&P 500 naik 6,63 poin (0,6%) ke 1.173,22, dan Nasdaq naik 9,23 poin (0,4%) ke 2.404,36. [mre]