1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

indikator bejibun di dalamnya …010310 1 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:31 pm

Laporan Keuangan
Senin, 1 Maret 2010 – 13:44 wib

SETIAP perusahaan publik atau emiten yang tercatat di bursa efek tentu menyimpan prestasi sendiri-sendiri. Ada emiten yang mengukir prestasi gemilang, kinerjanya selalu naik terus menerus dengan stabil sehingga sahamnya di bursa selalu diburu investor untuk dijadikan portofolio investasi.

Tapi banyak juga emiten yang prestasinya pas-pasan, sekadar hidup dan tidak menunjukkan kemajuan berarti dari waktu ke waktu. Ada pula emiten yang prestasinya stagnan, bahkan terus merosot.

Begitulah memang kondisi perusahaan publik yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pertanyaannya, dari mana performance emiten itu bisa diketahui secara detil? Dari mana pelaku pasar bisa mengetahui perkembangan emiten dari waktu ke waktu? Apakah dari gosip, pengumuman atau dari hasil perkiraan atau analisa yang dikeluarkan para analis di bursa.

Jawaban yang paling valid untuk pertanyaan di atas hanya satu yakni Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh emiten. Laporan keuangan adalah jendela informasi bagi investor untuk mengetahui seluruh kondisi material perusahaan publik. Investasi di pasar modal tanpa didukung informasi laporan keuangan ibarat berjalan di lorong gelap, tidak ada petunjuk dan arah kemana akan melangkah. Dengan begitu sangat jelas bahwa laporan keuangan memegang peranan penting dalam aktivitas investasi di pasar modal.

Laporan keuangan ibarat rapot bagi setiap emiten. Seluruh kejadian penting di perusahaan disajikan di sana. Dari sanalah publik bisa membaca, menilai dan menganalisa bagaimana kondisi, kinerja dan prospek emiten pada masa datang. Dari sana pulalah acuan dasar bagi pelaku pasar dalam menentukan keputusan investasi di bursa, apakah mau beli (buy), tahan (hold) dan jual (sell). Laporan keuangan adalah informasi material yang sangat dibutuhkan oleh pelaku pasar. Sebab dari sanalah pelaku pasar bisa mengetahui kondisi dan perkembangan emiten.

Begitu pentingnya laporan keuangan bagi pelaku pasar, hal ini dituangkan dalam peraturan khusus, baik di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun Peraturan Bapepam-LK dan bahkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Di BEI, peraturan yang berkaitan dengan keterbukaan informasi dituangkan dalam Peraturan Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

Dalam peraturan itu disebutkan bahwa perusahaan yang tercatat di bursa wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan, laporan keuangan tengah tahunan dan juga laporan keuangan triwulanan ke bursa untuk diumumkan di bursa. Batas waktu penyampaian masing-masing jenis laporan keuangan dibedakan berdasarkan tingkat keterlibatan akuntan publik pada laporan keuangan tersebut.

Dari sudut pandang itu setidaknya ada tiga jenis laporan keuangan yakni laporan keuangan audit. Laporan keuangan ini harus diserahkan ke bursa efek paling lambat bulan ketiga, setelah tanggal laporan keuangan. Kedua jenis laporan keuangan yang ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik. Laporan keuangan jenis ini harus diserahkan ke bursa efek dua bulan setelah tanggal Laporan Keuangan Nasional.

Satu lagi jenis laporan keuangan yang disebut dengan laporan keuangan tidak audit. Penyerahan laporan keuangan ini paling lambat satu bulan setelah tanggal laporan keuangan dimaksud.

Khusus laporan keuangan tahunan, wajib disampaikan dalam bentuk keuangan auditan, sedangkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan triwulanan, tidak wajib diaudit.

Meski tidak wajib diaudit bukan berarti kualitas informasi yang dituangkan tidak valid. Sebab, bursa dalam peraturannya secara tegas mengatakan dalam hal perusahaan tercatat menyampaikan laporan keuangan tidak diaudit, kualitas keterbukaan yang disampaikan setara dengan kualitas keterbukaan informasi pada laporan keuangan auditan periode sebelumnya yang pernah diterbitkan oleh emiten tersebut.

Tanggung jawab penyusunan laporan keuangan berada pada manajemen perseroan. Untuk itu, setiap laporan keuangan yang disampaikan, wajib disusun sesuai dengan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) yang berlaku dan Peraturan Bapepam No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Jika ternyata bursa menemukan laporan keuangan yang disusun tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan tersebut di atas maka bursa akan mewajibkan perusahaan tersebut untuk memperbaiki laporan keuangan dimaksud dan menyampaikan kembali ke bursa. Karena itu jangan main-main dalam menyusun laporan keuangan. (Tim BEI)(//rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s