1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

p0litie-K i(hsg)tu baru babak I : 040310 4 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:42 am

Pemakzulan makin terbuka
BI menilai persepsi pasar masih positif
JAKARTA: Jalan ke arah pemakzulan dan reshuffle kabinet dinilai semakin terbuka menyusul kemenangan ‘kubu oposisi’ dalam sidang paripurna DPR terkait dengan rekomendasi Panitia Khusus Hak Angket skandal Bank Century.
Manuver mengulur waktu yang dilakukan oleh Partai Demokrat dalam sidang kemarin tidak membuahkan hasil. Kubu yang memandang ada penyimpangan dalam pengambilan dan pelaksanaan bailout Bank Century (opsi C) memenangkan voting dengan meraih 325 suara.
Kubu yang memandang tidak ada persoalan dalam keputusan bailout yang dimotori Partai Demokrat bersama Partai Kebangkitan Bangsa hanya 212 suara.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih baik memikirkan untuk mempertahankan pemerintahan yang sekarang dan melepas Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Boni pun memandang peluang adanya pemakzulan makin besar. “Sudah tidak penting lagi mempertahankan mereka,” ujar Boni di Jakarta kemarin.
Sedikit berbeda dengan Boni, Direktur Lembaga Survei Indonesia Burhanudin Muhtadi meramalkan Yudhoyono akan mempertahankan posisi Boediono dan Sri Mulyani sampai ada ketetapan secara hukum.
“Karena keputusan paripurna DPR belum tentu terbukti secara yuridis, kecuali ada inisiatif dari parlemen untuk menggunakan Hak Menyatakan Pendapat yang berpotensi masuk pada proses pemakzulan,” ujarnya.
Kedua pengamat tersebut memandang boleh dibilang koalisi partai pendukung Presiden Yudhoyono berantakan menyusul kekalahan kubu Demokrat.
Opsi A: Kebijakan pemberian fasilitas pijaman jangka panjang (FPJP) dan penyertaan modal sementara (PMS)
kepada Bank Century sudah tepat, namun ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Opsi C: Kebijakan pemberian FPJP dan PMS kepada Bank Century, serta pelaksanaannya bermasalah.
“Koalisi berantakan. PPP akan dikeluarkan dari koalisi, tapi untuk melepas PKS dan Golkar belum tentu karena risikonya besar [bagi SBY],” ujar Boni.
Istana bungkam
Kalangan Istana memilih tidak berkomentar atas hasil voting dalam sidang paripurna DPR.
Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Staf Khusus Presiden bidang Informasi Heru Lelono, maupun Staf Khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana menolak memberikan komentarnya, saat dihubungi Bisnis seusai perolehan hasil voting paripurna DPR.
“Mohon maaf,” kata Heru ketika dihubungi lewat telepon genggamnya tadi malam.
Hal senada juga dikemukakan oleh Denny yang mengangkat telepon genggamnya saat dihubungi, namun menolak berkomentar. Sementara Julian, tidak mengangkat telepon maupun menjawab pesan singkat yang dikirim Bisnis.
Pada voting itu, pendukung opsi A sebanyak 212 suara dan opsi C sebanyak 325 suara. (Lihat tabel)
Suasana politik kemarin memang terasa mencekam. Di luar parlemen terjadi bentrok antara para demonstran dan aparat kepolisian. Sempat beredar isu ada mahasiswa yang meninggal tertembak dalam demonstrasi.
Rumor tersebut langsung dibantah oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Edward Aritonang. Memang ada yang tiga pengunjuk rasa yang dibawa ke RS Angkatan Laut Mintohardjo, katanya, namun hanya luka kecil.
Meski tensi politik tinggi, pasar saham dan uang tidak terpengaruh. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A. Sarwono mengatakan secara keseluruhan persepsi pasar masih positif terhadap Indonesia karena indikator makro ekonomi masih positif.
Bahkan, aksi pembelian di tengah koreksi (buy on weakness) oleh investor asing itu terjadi di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 0,37% (9,5 poin) ke level 2.567,09. Nilai transaksi bursa mencapai Rp3,27 triliun.
Pada perdagangan kemarin hingga pukul 16.00 WIB, rupiah menguat 10 poin menjadi Rp9.280 per dolar AS dan menurut kurs tengah Bank Indonesia, bertengger di level 9.277 per dolar AS.
Di bursa, pemodal asing memborong saham di tengah aksi jual pemodal domestik. Pembelian bersih asing mencapai Rp407,62 miliar, dari total nilai belanja saham Rp1,03 triliun.
Aksi pembelian di tengah koreksi (buy on weakness) oleh asing itu justru terjadi di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 0,37% (9,5 poin) ke level 2.567,09. Nilai transaksi bursa mencapai Rp3,27 triliun.
Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Edgar Ekaputra menilai pemodal asing tetap melirik pasar modal Indonesia karena memiliki keunggulan fundamental dibandingkan dengan negara lain, meski terjadi kisruh Century di Indonesia.
Head of Research OCBC NISP Suriyanto Chang kepada Bisnis mengatakan dalam beberapa hari terakhir, ketika penyelesaian kasus Bank Century tengah ramai, investor asing masih percaya terhadap perekonomian Indonesia.
Dia memprediksi rupiah hingga akhir pekan mampu mencapai level Rp9.250 per dolar AS, sedangkan pada pekan depan bisa lebih kuat lagi menuju level Rp9.200. (eries.adlin@bisnis.co.id)
Reportase: 04/10/Arif Gunawan S./ Dewi Astuti/Anugerah Perkasa/ Berliana Elisabeth S./Irsad Sati/John Andhi Oktaveri/Linda T. Silitonga/Fahmi Achmad
Oleh Sutan Eries Adlin
Bisnis Indonesia

Pemakzulan makin terbukaBI menilai persepsi pasar masih positif JAKARTA: Jalan ke arah pemakzulan dan reshuffle kabinet dinilai semakin terbuka menyusul kemenangan ‘kubu oposisi’ dalam sidang paripurna DPR terkait dengan rekomendasi Panitia Khusus Hak Angket skandal Bank Century.
Manuver mengulur waktu yang dilakukan oleh Partai Demokrat dalam sidang kemarin tidak membuahkan hasil. Kubu yang memandang ada penyimpangan dalam pengambilan dan pelaksanaan bailout Bank Century (opsi C) memenangkan voting dengan meraih 325 suara.
Kubu yang memandang tidak ada persoalan dalam keputusan bailout yang dimotori Partai Demokrat bersama Partai Kebangkitan Bangsa hanya 212 suara.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih baik memikirkan untuk mempertahankan pemerintahan yang sekarang dan melepas Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Boni pun memandang peluang adanya pemakzulan makin besar. “Sudah tidak penting lagi mempertahankan mereka,” ujar Boni di Jakarta kemarin.
Sedikit berbeda dengan Boni, Direktur Lembaga Survei Indonesia Burhanudin Muhtadi meramalkan Yudhoyono akan mempertahankan posisi Boediono dan Sri Mulyani sampai ada ketetapan secara hukum.
“Karena keputusan paripurna DPR belum tentu terbukti secara yuridis, kecuali ada inisiatif dari parlemen untuk menggunakan Hak Menyatakan Pendapat yang berpotensi masuk pada proses pemakzulan,” ujarnya.
Kedua pengamat tersebut memandang boleh dibilang koalisi partai pendukung Presiden Yudhoyono berantakan menyusul kekalahan kubu Demokrat. Hasil akhir Sidang Paripurna DPR terkait hasil rekomendasi Pansus Hak Angket Bank CenturyOpsi ADemokrat 148PAN 39PKB 25Total 212Opsi CGolkar 104PDIP 90PKS 56PPP 32Gerindra 25Hanura 17PKB 1Total 325
Opsi A: Kebijakan pemberian fasilitas pijaman jangka panjang (FPJP) dan penyertaan modal sementara (PMS)kepada Bank Century sudah tepat, namun ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.Opsi C: Kebijakan pemberian FPJP dan PMS kepada Bank Century, serta pelaksanaannya bermasalah.
“Koalisi berantakan. PPP akan dikeluarkan dari koalisi, tapi untuk melepas PKS dan Golkar belum tentu karena risikonya besar [bagi SBY],” ujar Boni.
Istana bungkam
Kalangan Istana memilih tidak berkomentar atas hasil voting dalam sidang paripurna DPR.
Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Staf Khusus Presiden bidang Informasi Heru Lelono, maupun Staf Khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana menolak memberikan komentarnya, saat dihubungi Bisnis seusai perolehan hasil voting paripurna DPR.
“Mohon maaf,” kata Heru ketika dihubungi lewat telepon genggamnya tadi malam.
Hal senada juga dikemukakan oleh Denny yang mengangkat telepon genggamnya saat dihubungi, namun menolak berkomentar. Sementara Julian, tidak mengangkat telepon maupun menjawab pesan singkat yang dikirim Bisnis.
Pada voting itu, pendukung opsi A sebanyak 212 suara dan opsi C sebanyak 325 suara. (Lihat tabel)
Suasana politik kemarin memang terasa mencekam. Di luar parlemen terjadi bentrok antara para demonstran dan aparat kepolisian. Sempat beredar isu ada mahasiswa yang meninggal tertembak dalam demonstrasi.
Rumor tersebut langsung dibantah oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Edward Aritonang. Memang ada yang tiga pengunjuk rasa yang dibawa ke RS Angkatan Laut Mintohardjo, katanya, namun hanya luka kecil.
Meski tensi politik tinggi, pasar saham dan uang tidak terpengaruh. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A. Sarwono mengatakan secara keseluruhan persepsi pasar masih positif terhadap Indonesia karena indikator makro ekonomi masih positif.
Bahkan, aksi pembelian di tengah koreksi (buy on weakness) oleh investor asing itu terjadi di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 0,37% (9,5 poin) ke level 2.567,09. Nilai transaksi bursa mencapai Rp3,27 triliun.
Pada perdagangan kemarin hingga pukul 16.00 WIB, rupiah menguat 10 poin menjadi Rp9.280 per dolar AS dan menurut kurs tengah Bank Indonesia, bertengger di level 9.277 per dolar AS.
Di bursa, pemodal asing memborong saham di tengah aksi jual pemodal domestik. Pembelian bersih asing mencapai Rp407,62 miliar, dari total nilai belanja saham Rp1,03 triliun.
Aksi pembelian di tengah koreksi (buy on weakness) oleh asing itu justru terjadi di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 0,37% (9,5 poin) ke level 2.567,09. Nilai transaksi bursa mencapai Rp3,27 triliun.
Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Edgar Ekaputra menilai pemodal asing tetap melirik pasar modal Indonesia karena memiliki keunggulan fundamental dibandingkan dengan negara lain, meski terjadi kisruh Century di Indonesia.
Head of Research OCBC NISP Suriyanto Chang kepada Bisnis mengatakan dalam beberapa hari terakhir, ketika penyelesaian kasus Bank Century tengah ramai, investor asing masih percaya terhadap perekonomian Indonesia.
Dia memprediksi rupiah hingga akhir pekan mampu mencapai level Rp9.250 per dolar AS, sedangkan pada pekan depan bisa lebih kuat lagi menuju level Rp9.200. (eries.adlin@bisnis.co.id)
Reportase: 04/10/Arif Gunawan S./ Dewi Astuti/Anugerah Perkasa/ Berliana Elisabeth S./Irsad Sati/John Andhi Oktaveri/Linda T. Silitonga/Fahmi Achmad
Oleh Sutan Eries AdlinBisnis Indonesia

04/03/2010 – 10:16
Kasus Century, Pasar sudah ‘Expect’
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Pelaku pasar sudah mengantisipasi sidang paripurna hasil pansus Century. Dalam kasus ini dipastikan akan ada yang dikorbankan untuk kepentingan tertentu.

Chief Economist Mandiri Sekuritas Destry Damayanti mengatakan, pasar sudah mengetahui akan ada yang dikorbankan. Bila seseorang yang mengetahui pasar maka akan lebih mengerti kebijakan bailout Century.

Menurut Destry, seharusnya yang menjadi perhatian adalah aliran dana bailout century. “Market sudah expect sidang paripurna hasil pansus century, dan demokrat akan kalah” ujar Destry, Kamis (4/3).

Lebih lanjut ia mengatakan, dampak sidang paripurna hasil pansus century tidak terlalu signifikan. Tapi bila masalah hasil pansus century berlaru-larut maka berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Pemerintahan menjadi tidak efektif dan akan berdampak terhadap sektor riil,kalau di market maka hit and run apalagi Indonesi menganut sistem devisa bebas,” jelas Destry.

Masalah hasil sidang pansus century pun menjadi perhatian investor asing. Destry mengatakan, asing masih melihat Indonesia memiliki potensi investasi yang besar dan fundamental ekonomi yang baik. “investor sudah membayangkan hasil sidang paripurna dan kemungkinan terburuk salah satu pejabat akan turun,” kata Destri.

Ia melanjutkan, figur dan kredibel Menteri Keuangan memang diakui oleh investor asing. Tapi masih banyak orang yang memiliki kredibel. Ia memang menyayangkan, menteri keuangan mundur. Selain itu, market hari ini juga flat. Destry mengatakan, bila pasar saham turun maka saat ini waktu untuk beli saham. [hid]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s