1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pekan penantian berakhir dan mulai … 070310 7 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:52 am

06/03/2010 – 14:28
Century Mereda, IHSG Sepekan Naik 1,2%
Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Sepekan ini, IHSG berhasil menguat 1,2%. Hal ini dipicu munculnya kepastian pasar pascakeputusan Pansus Century dan antisipasi atas rilis laporan keuangan pekan depan.

Hal ini diungkapkan Adrian Rusmana, Kepala Riset Sucorinvest Central Gani. Menurutnya, kejelasan masalah politik dalam negeri, seiring keluarnya hasil Pansus Bank Century telah memberi kepastian pada pasar untuk berinvestasi. “Mereka kembali berani masuk di hari terakhir perdagangan,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan ini.

Investor saat ini juga sedang menantikan riisnya laporan keuangan 2009 pekan depan, yang diprediksikan positif. Menurutnya, membaiknya kinerja emiten akan mendongkrak harga saham. Investor pun melakukan anstisipasi dengan melakukan pembelian, terutama terhadap saham yang akan membagikan dividen “Ekspektasi ini meredakan pelemahan yang melanda bursa pekan ini,”katanya.

Pada pekan pertama Maret 2010, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)^JKSE bergerak naik 1,2% dari level 2.549,03 ke posisi 2.578,77. Diawali dengan kenaikan tipis pada Senin (1/3) sebesar 5,6 poin ke level 2.554,67.

Penguatan tajam rupiah atas dolar AS serta data inflasi yang terkendali, menjadi faktor pendongkrak bursa. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2010 sebesar 0,3% dan inflasi kumulatif Januari-Februari 2010 1,14%. Ini berarti, inflasi year on year mencapai 3,81%.

Demikian juga kenaikan harga minyak ke US$80.61 per barel, yang dipicu ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS, negara pengkonsumsi energi terbesar di dunia. Penguatan indeks terbatas akibat koreksi saham-saham berkapitalisasi besar, seperti TLKM, BBCA, BUMI dan INTP.

Sementara pada keesokan harinya, indeks di luar dugaan mampu mencatat kenaikan 21,9 poin ke level 2.576,59. Hal ini terjadi di tengah situasi politik yang menegangkan dan kericuhan, terkait sidang paripurna DPR yang akan mengambil keputusan soal kesimpulan dan rekomendasi akhir pansus Century.

Pelaku pasar mempertahankan kenaikan indeks melalui aksi beli pada saham berkapitalisasi besar non komoditas, seperti telekomunikasi, perbankan dan konsumer. Menurut VP Research & Analysis Nico Omer Jonckheere, pergeseran minat sektoral ini lebih kepada pemerataan kesempatan dan bukan perubahan sentimen pasar. “Karena saham komoditas seharusnya masih diuntungkan bertahannya harga underlying komoditi di harga yang tinggi,” ujarnya.

Sedangkan sentimen positif bursa saham global juga bertahan dengan menguatnya bursa Amerika dan Eropa pascapemberian komitmen dana Eropa untuk Yunani sebesar US$41 miliar.

Adapun aktifitas perdagangan saham yang berlangsung cukup semarak pada Rabu (3/3) hanya berlangsung sementara. Indeks kembali berubah arah dan akhirnya ditutup melemah 9,502 poin (0,37%) ke level 2.567,089.

Berdasarkan hasil keputusan Pansus Century, terlihat kemenangan pendukung opsi C. Yakni yang menduga kebijakan bailout bermasalah dan harus diproses secara hukum.

Hal ini memicu ekspektasi pecah koalisi partai pendukung Presiden SBY yang akan diikuti penonaktifan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani.

Investor pun mengantisipasinya dengan melepas kepemilikan sahamnya. Saham kelompok Bakrie yang awalnya diperdagangkan secara antusias, kembali terjerembab akibat aksi ambil untung.

Purwoko Sartono dari Panin sekuritas mengatakan, apapun hasil penetapan masalah Century yang akan dilakukan, akan baik untuk pasar. Karena selama ini pelaku pasar jadi ragu dan mengambil sikap menunggu. “Pelaku ingin kepastian, untuk menghitung resiko. Bila telah jadi keputusan maka resiko telah terukur, sehingga gairah investasi akan kembali kuat,” ujarnya.

Keesokan harinya, IHSG terus melemah 1,4 poin ke 2.565. Hal ini terjadi di tengah situasi yang tidak menentu dan tekanan bursa saham regional. Namun, indeks masih mampu bertahan ditopang gain saham berkapitalisasi besar, seperti BBCA, UNVR, INCO, ANTM dan BUMI. Saham-saham tambang logam menjadi buruan investor karena harga nikel terus naik ke level tertinggi barunya menembus US$22.000 per ton.

Namun, IHSG di akhir pekan berhasil menguat, dengan naik 13 poin ke 2.578,772. Pidato Presiden SBY ternyata dapat menepis kekhawatiran investor, seperti pernyataan bahwa Boediono dan Sri Mulyani masih akan berada di kabinet. Sementara itu, reshuffle yang mungkin terjadi, tidak akan dilakukan secara radikal.

Sentimen positif juga berasal dari penguatan bursa regional Asia, menyusul kenaikan indeks utama Wall Street akibat stabilnya perekonomian AS. Hal ini terindikasi dari rilis data weekly jobless claims dan laporan penjualan AS periode Februari yang positif, terbaik sejak resesi 2007. “Sentimen eksternal dari data ekonomi AS dan regional, berpengaruh besar pada IHSG,” ujar Budi Ruseno dari Bhakti securities.

ADapun ekspektasi terhadap laporan keuangan sejumlah emiten kuartal empat 2009, menyebabkan investor tidak segera merealisasikan labanya, meski sudah meraup untung besar. “Mereka mengantisipasi rally yang akan terjadi pekan depan,” pungkasnya. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s