1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pisah kamar satu atap, satu kamar dua atap … 080310 8 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:51 pm

Rencana Aturan Pemisahan Rekening Dana Disambut Baik
Senin, 8 Maret 2010 – 18:28 wib

JAKARTA – Rencana otoritas pasar modal dalam merancang aturan baru yang akan memisahkan rekening dana berbentuk tunai antara milik perusahaan efek dan investor disambut baik.

“Ini bagus sekali, sehingga tidak menodai kami yang benar-benar bekerja,” kata Presiden Direktur Asia Kapitalindo Wim Alfatih ketika dihubungi, di Jakarta, Senin (8/3/2010).

Menurut dia, memang seharusnya rekening dana investor dan efek tersebut menggunakan sistem yang langsung bisa diatur oleh PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan KSEI, tanpa melalui rekening broker.

“Jadi broker hanya menjelaskan informasi yang dibutuhkan nasabah dan mencari informasi. Jika, dana yang dimiliki broker besar, bisa memberikan kredit ke nasabah itu justru lebih baik,” tukasnya.

Dia mengaku tidak ada masalah, apakah aturan itu nantinya akan dibuat aturan khusus atau masuk dalam revisi aturan yang sudah ada. Terpenting, kata Wim, esensi dari aturan tersebut dapat dirasakan pelaku pasar.

Dia juga berharap, selain mengeluarkan aturan, regulator pasar modal itu juga harus rajin menyosialisasikannya ke market agar aturan baru itu efektif meminimalisir kasus penipuan dan kejahatan di pasar modal.

Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Ramany sebelumnya mengungkapkan, pihaknya berencana menciptakan dunia pasar modal menjadi lebih aman, sehingga sejumlah ketentuan dan aturan baru akan diterbitkan segera.

“Tunggu saja setahun ini ke depan. Bursa sudah kita reformasi, jadi setahun ke depan lebih aman termasuk broker-broker karena kita sudah punya program sampai pertengahan 2011,” ungkap dia.(J Erna/Koran SI/ade)
Bapepam Godok Pemisahan Rekening Dana Investor
Senin, 8 Maret 2010 – 18:10 wib

JAKARTA – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang merancang aturan baru yang akan memisahkan rekening dana berbentuk tunai antara milik perusahaan efek dan investor.

Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida mengatakan, aturan yang mewajibkan adanya pemisahan rekening dana tersebut masih dalam tahap pengodokan dan masih berbentuk konsep awal. “Selain itu, juga belum masuk dalam penyusunan draf,” kata dia di Jakarta, Senin (8/3/2010).

Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah nantinya akan dibuat aturan baru mengenai kewajiban pemisahan rekening dana tersebut atau hanya sebatas memasukkan aturan tersebut dalam revisi aturan yang sudah ada.

Namun, menurut dia, kewajiban pemisahan rekening dana itu akan paralel dengan ketentuan lainnya dalam pemberlakukan Single Identity (SID). “Sekarang, kami belum bisa memastikan apakah diperlukan adanya aturan khusus untuk itu,” ujar dia.

Pemisahan rekening dana tunai tersebut merupakan usulan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada regulator pasar modal. Direktur Utama KSEI Ananta Wiyogo menjelaskan, pihaknya memang telah mengajukan usulan pemisahan rekening tunai milik investor dan perusahaan efek kepada Bapepam-LK agar ditindaklanjuti.

Pemisahan rekening dana tunai tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan SID. Pasalnya, fasilitas pemisahan rekening yang ada saat ini baru berupa pemisahan rekening efek, di mana investor bisa memanfaatkannya melalui Acuan Kepemilikian Sekuritas (AKSes).

“Pemisahan rekening dana tunai ini untuk mengamankan dana investor dari semua risiko,” tukas dia. Karena dinilai sangat penting untuk mengamankan dana investor di pasar modal, dia berharap, aturan baru tersebut dapat diterbitkan tahun ini.(J Erna/Koran SI/ade)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s