1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

KETIDAKPASTIAN ujian TERBURUK investor … 100310 10 Maret 2010

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 7:37 am

Investing During Uncertainty
by Investopedia Staff, (Investopedia.com)
Filed Under: Bonds, Economics, Futures, Investing Basics
Every day it seems like the world is getting smaller. If you watch any financial television station or read the newspaper, you are most likely aware of how events in one country seem to have an ever-increasing effect on other countries around the world. We are more interconnected now than at any other time in history. It goes without mention that globalization definitely has its positives, but when threats of financial crisis, war, global recession, trade imbalances, etc, do occur it often leads to talk of moving money to safer investments and increasing government deficits. This rising uncertainty can confuse even the well-informed investor.
… perubahan di satu negara bisa berimbas pada perubahan di negara lain … dunia semakin terkait satu sama lain saat ini … globalisasi ternyata mempunyai makna positif sehingga saat terjadi krisis finansial, perang, resesi global, ketidakseimbangan perdagangan, dll, maka investor cenderung mencari yang aman saja sekaligus meningkatkan defisit anggaran belanja pemerintah … KETIDAKPASTIAN SEPERTI INI BISA MENGACAUKAN PERSEPSI INVESTOR, BAHKAN YANG BERPENGALAMAN SEKALI PUN …
Uncertainty
Any time you put money at risk for the chance of profit there is an inherent level of uncertainty. When new threats such as war or recession arise, the level of uncertainty increases significantly as companies can no longer accurately predict their future earnings. As a result, institutional investors will reduce their holdings in stocks considered unsafe and move the funds to other sources like precious metals, government bonds and money-market instruments. This selloff, which occurs as large portfolios reposition themselves, can cause the stock market to depreciate.
… untuk mendapatkan LABA selalu ada RISIKO sesuai dengan derajat ketidakpastian … jika ada ancaman baru seperti perang atau resesi, derajat ketidakpastian meningkat secara nyata … kenapa? karena perusahaan2 sulit sekali memprediksikan masa depan pendapatan mereka … investor institusi akan mengurangi portofolio sahamnya yang dianggap TIDAK AMAN dan memindahkannya pada investasi jenis lain seperti logam mulia, obligasi/surat utang negara/pemerintah dan instrumen pasar uang … penjualan besar-besaran ini sebagai langkah reposisi wajar bisa menyebabkan bursa saham menciut …

Effects of Uncertainty
Uncertainty is the inability to forecast future events; people can’t predict the extent of a possible recession, when it’s going to start/end, how much it will cost, or what companies will be able to make it through unscathed. Most companies normally predict sales and production trends for the investing public to follow assuming normal market conditions, but increasing levels of uncertainty can make these numbers significantly inaccurate.
… ketidakpastian adalah ketidakmampuan untuk meramalkan peristiwa2 di masa depan, orang tidak bisa memprediksikan lamanya resesi, waktu mulai resesi dan akhirnya, besaran modal tergerus saat resesi, atau perusahaan mana yang mampu melewati resesi dengan mulus … mayoritas perusahaan biasanya memprediksikan penjualan dan produksi sebagai acuan investor pada saat kondisi normal, tetapi saat ketidakpastian meningkat maka angka2 tersebut SEMAKIN TIDAK AKURAT PREDIKSINYA…
Uncertainty itself can affect the economy on both the micro and macro level; a description of uncertainty on a micro level focuses on the effect on individual companies within an economy faced with the threat of war or recession, whereas the view of uncertainty on a macro level looks at the economy as a whole :
… ketidakpastian berimbas pada ekonomi makro dan mikro; penjelasan imbas ketidakpastian pada tingkat mikro berpusat pada dampak pada perusahaan2 itu sendiri saat ekonomi sedang berhadapan dengan ancaman perang atau resesi, sementara pada tingkat makro maka ekonomi dipandang dalam keseluruhan ekonominya …

From a company-specific point of view, uncertainty provides a major concern for those that produce consumer goods every day. For example, consumption may fall on the threat of a recession as individuals refrain from purchasing new cars, computers and other non-essentials. This uncertainty may force the companies in certain sectors to lay off some of their employees to combat the impacts of lower sales. The level of uncertainty that surrounds a company’s sales also extends into the stock market. Consequently, stock prices of companies that produce non-essential goods sometimes experience a selloff when levels of uncertainty rise.
… dari sudut pandang perusahaan, ketidakpastian merupakan keprihatinan utama buat penghasil barang2 konsumsi sehari-hari … contohnya, konsumsi bisa anjlok akibat ancaman resesi, karena pembeli menunda pembelian mobil baru, komputer, dan kebutuhan bukan pokok lainnya … ketidakpastian dapat mendorong perusahaan2 di industri tersebut memphk-kan pegawainya guna mengatasi penurunan penjualan … derajat ketidakpastian yang melingkupi penjualan perusahaan juga berimbas ke bursa saham … dampaknya harga saham perusahaan kebutuhan bukan pokok tersebut akan anjlok akibat penjualan saham2nya secara besar-besaran saat ketidakpastian meningkat …
On a macro level, uncertainty is magnified if the countries at war are major suppliers or consumers of goods. A good example is a country that supplies a large portion of the world’s oil. Should this country go to war, uncertainty regarding the level of the world’s oil reserves would grow. Because the demand for oil would be high and the supply uncertain, a country unable to produce enough oil within its own borders would be required to ensure that enough oil was stored to cover operations. As a result, the price of oil would increase.
… pada tingkat makro, ketidakpastian besar terjadi jika negara2 yang berperang adalah pemasok barang kebutuhan atau konsumen utama kebutuhan tersebut … contohnya jika negara tersebut pemasok minyak global … jika negara itu ikut perang, maka ketidakpastian cadangan minyak global akan naik … karena tingkat kebutuhan minyak akan meningkat sekali dan pasokan menjadi tidak jelas, maka negara pemasok minyak harus bekerja hati-hati dan keras meningkatkan penyimpanan minyaknya untuk memenuhi kebutuhan tersebut … akibatnya harga minyak akan meningkat …

Another macro-level event that affects companies and investors is the flight of capital and devaluation of exchange rates. When a country faces the threat of war or recession, its economy is considered uncertain. Investors attempt to move their currency away from unstable sources to stable ones; the currency of a country under a threat of war is sold and the currencies from countries without the threat are bought. The average investor probably would not do this, but the large institutional investors and currency futures traders would. These actions translate into a devaluation of exchange rates.
… contoh kejadian pada tingkat makro lainnya yang bisa berimbas pada perusahaan dan investor adalah KABURNYA MODAL ASIEN-K dan DEVALUASI MATA UANG … jika sebuah negara berhadapan dengan ancaman perang atau resesi, ekonominya dianggap mengalami ketidakpastian … investor akan berusahan memindahkan modalnya dari mata uang negara tesebut ke mata uang lain yang lebih stabil … mata uang negara yang terancam perang akan dijual dan mata uang negara yang tanpa ancaman perang akan diburu dan dibeli … investor ritel biasanya tidak melakukan aktivitas ini, tetapi investor institusi dan pedagang mata uang future biasa melakukannya … tindakan seperti ini akan menyebabkan devaluasi mata uang …

What’s an Investor to Do?
When situations of heightened uncertainty arise, the best defense is to be as well informed as possible. Keep updated by reading the newspaper and researching individual companies. Analyze which sectors have more to gain and lose in a crises and decide on a long-term plan. Times of heightened uncertainty can lead to great opportunities for investors who position themselves to take advantage of it. Some investors might decide to be offensive and search for companies that provide goods or services that will lead to great returns when things turn around. It is difficult to commit capital during uncertain times, but it can often reap huge rewards in the long run. Those who want to mitigate uncertainty and risk might be content leaving their money where it is or perhaps moving it to safer securities.
JADI APA YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN INVESTOR?
jika situasi semakin tidak pasti, PERTAHANAN TERBAIK ADALAH SEMAKIN TAHU BANYAK INFORMASI … dapatkan informasi lewat membaca koran dan menyelidiki lebih dalam kondisi perusahaan2 … analisis sektor yang bisa meraih LABA dan RUGI pada saat krisis dan ambil keputusan jangka panjang… saat ketidakpastian TINGGI sekali, ADALAH PELUANG TERTINGGI BUAT INVESTOR MENJADI AGRESIF … sebagian investor akan memutuskan untuk BELI dan mencari perusahaan2 yang menghasilkan barang kebutuhan atau jasa yang bisa memberikan LABA RAKSASA jika kondisi ekonomi PULIH … AMAT SULIT MEMAKAI MODAL UNTUK INVESTASI pada saat KRISIS, tetapi YAKIN LAH TINDAKAN SEPERTI INI AKAN BISA MERAUP LABA BESAR DALAM JANGKA PANJANG … buat investor yang ingin meringankan imbas ketidakpastian dan risiko BIASANYA LEBIH SUKA membiarkan saja investasi yang sudah dilakukan atau MALAH BERPINDAH KE INVESTASI YANG LEBIH AMAN …
Regardless of which strategy you decide to take (if any), you can’t go wrong over the long term by keeping yourself well informed and getting into a position so that you can take advantage of prices when the things reverse.
… apapun strategi investasi anda, terpenting adalah TETAP BANYAK INFORMASI bagus dan ambil lah langkah yang bisa memberikan LABA KARENA KENAIKAN HARGA PADA SAAT KONDISI KETIDAKPASTIAN REDA …

by Investopedia Staff
… well TEORI dan ANJURAN DI ATAS ADALAH PENGALAMAN GW SENDIRI … pada 28 Oktober 2008, dengan dilatarbelakangi oleh “SEMANGAT SUMPAH PEMUDA” (ce-ile…:P) gw malah masuk beli REKSA DANA SAHAM SECARA DOLLAR COST AVERAGING … maksudnya gw masuk setiap hari dalam jumlah yang relatif kecil terus menerus selama berbulan-bulan … karena saat itu KETIDAKPASTIAN EKONOMI GLOBAL TINGGI SEKALI, INDONESIA PUN TERIMBAS KARENA NILAI RUPIAH AMBLES KE Rp.13000 per dolar amrik … ihsg ambles ke 1111 … SESUAI DENGAN INFORMASI YANG GW DAPAT DARI INTERNET (situs2 yang bona fide tentu saja) dan TELEVISI (misalnya dari cnbc, bloomberg, cnn, metro tv, abc australia) maka GW YAKIN SEKALI BAHWA AKAN TERJADI USAHA RAKSASA GLOBAL UNTUK MENGATASI KONDISI KRISIS FINANSIAL GLOBAL (krisfinalo) tersebut … maka tindakan gw yang mencicil masuk beli REKSA DANA SAHAM itu sesuai dengan info yang gw dapatkan … ternyata di bulan DESEMBER 2008, gw SUDAH BISA MELAKUKAN DUA HAL: redemption (jual sebagian reksa dana saham gw) dan JALAN-JALAN KE NEGARA tempat anak gw sekolah … saat itu ihsg sudah mencapai antara 1223 (penutupan 1 Desember 2008) dan 1355 (penutupan 30 Desember 2008) … jadi reksa dana saham gw uda GAIN SEKIRA 20-30% … gw redeem sebagian dalam jumlah cukup besar guna memenuhi kebutuhan jalan2 itu … untungnya lagi gw sempat beli tiket pesawat terbangnya pada awal 2008 saat Rp masih di kisaran 9600-an … well, ke depan liat aja dah :))

… kalo elo ingin tau lebih banyak isu2 peka bwat investor pemula baca posting2 gw ini : https://transaksisaham.wordpress.com/catatan-harian-bursa-saham/

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s