1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

imink-iming doank (90) … 150310 15 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:57 am

Tren pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini diperkirakan masih menguat dan relatif tenang lantaran tidak ada isu besar yang bisa memengaruhi denyut bursa secara signifikan.

Sebanyak lima analis yang diwawancarai Bisnis secara umum menilai pergerakan IHSG pada pekan ini masih berpeluang menguat, bahkan bisa menembus level 2.700 sebagai titik tinggi baru pada tahun ini.

Analis PT Syailendra Capital Lanang Trihardian memperkirakan meski menguat, kenaikan indeks relatif tipis. “Katalisnya adalah laporan keuangan emiten, yang bisa menjadi motor penggerak,” kata Lanang, akhir pekan lalu.

Dia juga memperkirakan pemodal asing masih melanjutkan aksi beli pada pekan ini, bilamana tidak ada sentimen negatif yang mengejutkan.

Secara terpisah, Kepala Riset PT Mandiri Sekuritas Ari Pitoyo memprediksi pasar tidak akan bergerak fluktuatif. Namun, perkembangan ekonomi China bisa menjadi salah satu penentu pergerakan IHSG pekan ini.

Analis PT Reliance Securities Gina Novrina Nasution memprediksi IHSG masih punya tren menguat. Akan tetapi penguatannya tipis karena pekan lalu asing sudah terlalu banyak memborong saham, sehingga pekan ini bisa jadi mereka bosan lalu menjualnya.

Kepala Riset BNI Securities Norico Gaman menuturkan kondisi investasi Indonesia yang kondusif menjadi indikator positif bagi peningkatan arus modal asing masuk ke pasar domestik. Dia menilai pada kuartal I/2010 kondisi investasi regional bakal jauh lebih baik dibandingkan dengan kuartal IV/2009.

“Investor akan terpicu dengan rencana Bank Indonesia yang akan menaikkan tingkat suku bunga,” ujarnya.

Analis Ciptadana Securities Franco Sutedjowidjoyo terlihat lebih optimistis dibandingkan dengan keempat analis lainnya. Dia memprediksi IHSG melaju ke atas level 2.700 sebagai batas bawah dan batas atas 2.720.

Sumber : BISNIS.COM
Minat Beli Asing Naik Tajam
Senin, 15 Maret 2010 | 03:33 WIB

Jakarta, Kompas – Setelah sempat melakukan aksi jual pada Februari 2010, investor asing kembali melakukan aksi beli saham secara besar-besaran. Aksi beli itu diperkirakan masih akan terus berlanjut menyusul pemulihan ekonomi dunia yang semakin menunjukkan kemajuan dan masih banyaknya investor asing yang belum sempat masuk ke pasar modal Indonesia.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikeluarkan Minggu (14/3), mencatat bahwa selama sepekan lalu investor asing melakukan pembelian saham sebesar Rp 5,91 triliun dan penjualan saham sebesar Rp 4,13 triliun. Dengan demikian, sejak 8-12 Maret 2010 investor asing melakukan pembelian bersih Rp 1,78 triliun.

Aksi beli investor asing ini juga terjadi pada minggu pertama Maret. Menurut data BEI, pada 1-5 Maret investor asing membukukan pembelian bersih Rp 820 miliar. Dengan demikian, sepanjang Maret investor asing melakukan pembelian bersih Rp 2,6 triliun.

Sebelumnya, yaitu pada Februari, investor asing sempat melakukan aksi jual saham besar-besaran di BEI. Total penjualan bersih investor asing sepanjang bulan itu Rp 2 triliun. Aksi jual itu dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran investor terhadap rencana pengetatan likuiditas di AS dan China.

Pengamat pasar modal Ferry Latuhihin, akhir pekan lalu, mengatakan, kembalinya minat investor asing untuk mengakumulasi saham-saham di BEI dipengaruhi kondisi ekonomi global yang semakin membaik. ”Kita bisa melihat perekonomian global bertahap menunjukkan beberapa perbaikan, terutama Asia dengan China dan India sebagai pemimpin,” kata Ferry.

Optimisme Indonesia

Sementara Indonesia, lanjut Ferry, juga menunjukkan banyak perbaikan. Ketegangan sosial politik dalam negeri mulai reda pasca-Sidang Paripurna DPR membahas kasus Century.

Adapun dalam bidang ekonomi, Ferry melihat bahwa optimisme pemerintah semakin kuat, antara lain, saat Bank Indonesia menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,5 persen menjadi 6 persen. Di samping itu, tingkat inflasi dinilai cukup terkendali, kinerja fiskal sangat baik, serta likuiditas perbankan sebagai mesin saluran keuangan dalam perekonomian terlihat cukup besar dengan tingkat kredit bermasalah yang rendah.

”Fakta saat ini, dunia masih dibanjiri oleh likuiditas. Jadi, sangat dimengerti dan tidak ada anomali sama sekali ketika investor asing kembali berebut masuk ke pasar kita,” kata Ferry.

Sementara itu, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan, investor asing kembali melakukan aksi beli besar-besaran untuk mengantisipasi musim pembagian dividen yang biasanya dilakukan bulan Maret.

Menurut Pardomuan, aksi beli itu masih akan berlanjut. Namun, investor harus mewaspadai terjadinya aksi ambil untung karena selama dua pekan terakhir indeks harga saham dalam negeri meningkat cukup tinggi.

Terhitung sejak 1-12 Maret 2010, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah meningkat 4,6 persen, dari 2.549 menjadi 2.666. Sementara Indeks LQ-45 meningkat 4,76 persen dan Indeks Kompas100 naik 4,89 persen. Peningkatan indeks harga saham dalam negeri ini telah mendongkrak nilai kapitalisasi pasar di BEI sebesar Rp 102 triliun, dari Rp 2.071 triliun akhir Januari 2010 menjadi Rp 2.173 triliun per 12 Maret 2010.

Analis Reliance Securities, Gina Novrina Nasution, memperkirakan, selama sepekan ini IHSG masih akan menguat, tetapi dengan tingkat terbatas. (REI)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s