1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

lokomotif bursa saham … 160310 16 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:26 am

Investor Asing

Senin, 15 Maret 2010 – 11:41 wib

Senin, 15 Maret 2010 – 11:41 wib

INVESTOR asing atau pemodal luar negeri seringkali menjadi bahan pembicaraan ramai di pasar modal. Sampai saat ini, kendati komposisi nilai transaksi asing sudah tidak dominan lagi dibandingkan investor lokal, tapi pamor mereka selalu menjadi perhatian. Setiap kali investor asing melakukan manuver, maka pada saat itu pula perhatian tercurah ke sana.

Jika investor asing tiba-tiba memborong satu jenis saham tertentu maka gerakan itu hampir pasti akan diikuti oleh investor lokal. Pendek kata, investor asing masih kerap menjadi lokomotif dalam menentukan sikap beli atau jual di pasar.

Keberadaan investor asing di Indonesia memang sangat dibutuhkan. Masuknya mereka ke pasar membuat investor lokal lebih percaya diri. Aliran dana dari investor asing ke pasar modal juga mengindikasikan kepercayaan internasional terhadap prospek pasar modal Indonesia. Ini yang paling penting untuk dipertahankan.

Kehadiran investor asing di pasar modal Indonesia menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia bersifat terbuka dan menyatu atau terintegrasi dengan pasar modal dunia lainnya. Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak bisa dipisahkan dengan bursa efek lain di luar negeri. Makanya, jangan heran jika indeks di bursa efek luar negeri turun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI juga terkoreksi. Jika pemain-pemain global menarik dananya dari bursa, bukan hal yang aneh jika mereka juga menarik dananya keluar dari BEI.

Namun begitu, bisa juga dana-dana dari investor luar negeri itu berpindah dari satu negara ke negara lain, dari satu bursa efek ke bursa efek lainnya. Jika bursa efek di negara maju dinilai sudah jenuh dan mereka menilai bursa efek di negara berkembang punya potensi besar untuk tumbuh maka mereka tidak akan ragu masuk ke bursa efek Negara berkembang. Begitulah sifat investor, selalu mencari peluang yang lebih menjanjikan.

Hadirnya investor asing di BEI memang memberikan cukup banyak manfaat, terutama dalam peningkatan likuiditas dan terbentuknya efisiensi pasar. Manfaat tersebut bisa diharapkan mengingat investor asing memiliki modal yang lebih besar, akses luas ke pasar modal dunia serta lebih berpengalaman, analisis fundamental yang lebih baik, memiliki informasi yang lebih banyak dan lebih baik, dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menginterpretasikan informasi.

Di sisi lain, hadirnya investor asing – apalagi jika sampai menciptakan ketergantungan terhadap mereka – maka bisa menimbulkan ekses negatif.

Misalnya, investor asing bisa mendikte pasar sehingga mereka selalu memenangkan permainan. Mereka masuk di harga murah dan keluar di harga mahal. Selain itu, ketergantungan yang tinggi terhadap investor asing bisa menciptakan volatilitas atau ketidakstabilan pasar, rentan terhadap risiko global. Keluarnya mereka dengan melepas portofolio membuat country risk meningkat dan nilai tukar domestik akan terganggu dan mendorong tekanan tak terduga.

Liberalisasi Pasar

Kehadiran investor asing di BEI memiliki tahapan yang cukup panjang. Awalnya, investor asing tidak boleh melantai di bursa Indonesia. Melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 1055/KMK.013/1989 tentang Pembelian Saham oleh Pemodal Asing Melalui Pasar Modal, pada 16 September 1989, investor asing dibolehkan masuk ke pasar modal Indonesia dengan batasan maksimal 49 persen.

Sejalan dengan semakin terbukanya pasar, pada 4 September 1997, melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 455/KMK.01/1997 tentang Pembelian Saham oleh Pemodal Asing Melalui Pasar Modal, batasan porsi asing yang 49 persen itu dicabut. Lahirnya keputusan ini menandai masuknya pasar modal ke era liberalisasi total bagi pemodal asing.

Liberalisasi bagi pemodal asing ini ternyata harus berhadapan dengan Undang-undang No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam peraturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 111 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Presiden No. 77 Tahun 2007 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal, merinci lebih lanjut tentang ketentuan batasan kepemilikan pemodal asing untuk lembaga keuangan bukan bank.

Selain itu peraturan ini mengatur tentang kepemilikan modal dalam daftar bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan khususnya untuk bidang jasa sewa guna usaha (leasing), pembiayaan non-leasing, modal ventura, perusahaan asuransi kerugian, perusahaan asuransi jiwa, perusahaan reasuransi, perusahaan pialang asuransi, perusahaan pialang reasuransi, perusahaan penilai kerugian asuransi, perusahaan konsultan aktuaria dan perusahaan agen asuransi.

Adanya benturan antara KMK No. 455/KMK.01/1997 yang membebaskan kepemilikan asing di pasar modal dengan Undang-undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal hingga kini masih menjadi pembahasan pemerintah. (Tim BEI)(//rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s