1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

the fed mencium mesra ihsg tampaknya … 170310 17 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:02 am

17/03/2010 – 06:42
Beli Saham Berbasis Konsumsi Domestik
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (17/3) cenderung stagnan karena berkonsolidasi. Beli saham berbasis konsumsi domestik seperti SMCB, SMGR, INTP, UNVR, dan INDF.

Krisna Dwi Setiawan, analis pasar modal dari Valbury Asia Securities memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak stagnan cenderung berkonsolidasi. Terjadi tarik menarik sentimen antara aliran dana asing yang konsisten masuk ke pasar domestik dan kondisi pasar yang jenuh beli (overbought).

Menurutnya, dana asing yang masuk ke Indonesia, merupakan dana yang pada Januari-Februari lalu sempat keluar ketika terjadi koreksi yang cukup dalam di bursa Indonesia. “Ketika itu, bursa anjlok dan banyak dana keluar dari pasar domestik,” ujarnya ketika berbincang dengan INILAH.COM, Senin (15/3) kemarin.

Selain karena pemulihan ekonomi dan memburuknya situasi Eropa, pasar Indonesia diminati karena kerja makro ekonomi yang kuat. Terbatasnya penguatan dolar AS, yang membuka lebar peluang koreksi mata uang AS tersebut, merupakan indikator lain. “Hal ini memicu pasar mengantisipasinya dengan menempatkan dana di emerging market,” lanjutnya.

Namun demikian, rally IHSG terhambat beberapa hal. Seperti valuasi saham yang sudah berada di nilai wajar, dengan kembalinya rasio harga terhadap laba (price earning ratio/PER) ke 15 kali dibanding ekspektasi 2010. “Itu sudah nilai wajar, jadi valuasi menghambat rally,” sambungnya.

Adapun tekanan bursa akan datang dari kondisi pasar yang secara teknikal pasar sudah overbought dan harus konfirmasi lagi ke level 2.689. Level tersebut merupakan level resistan yang kuat, sekaligus tertinggi sepanjang tahun ini dan diraih pada Januari lalu. “Level itu harus tertembus dulu, baru rally berlanjut,” kata Krisna.

Pasar juga menantikan akhir bulan ini, ketika banyak yang mempengaruhi aliran modal. Seperti penyelamatan Yunani dan Dubai World yang jatuh tempo utangnya pada April. Kemudian ancaman kenaikan suku bunga China yang lebih nyata terjadi ketimbang ancaman serupa dari AS.

Negara adidaya itu masih membutuhkan suku bunga rendah untuk pertumbuhan ekonomi. Sementara China terancam tekanan inflasi. “Ini memicu penurunan permintaan barang material,” lanjutnya.

Dalam kondisi seperti ini, Krisna merekomendasikan ketiga pemain besar sektor semen, seperti Holcim Indonesia (SMCB), Semen Gresik (SMGR), dan Indocement (INTP). Kemudian consumer goods seperti Unilever (UNVR) dan Indofood (INDF). “Beli saham-saham berbasis konsumsi domestik ini,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (15/3), IHSG ditutup menguat tipis 3,097 poin (0,12%) ke level 2.669,608. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6.848 juta lembar saham, senilai Rp 2,973 triliun dan frekuensi 91.916 kali. Sebanyak 101 saham naik, 76 saham turun dan 69 saham stagnan.

Beberapa emiten berkapitalisasi besar yang menguat antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.150 menjadi Rp 34.150, PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 100 menjadi Rp 5.200, Indofood (INDF) naik Rp 100 menjadi Rp 3.950, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 4.800.

Penguatan emiten ini berhasil meredam koreksi saham gup Astra, seperti Astra International (ASII) yang turun Rp 350 menjadi Rp 38.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 17.150, dan PT Astra Argo Lestari (AALI) yang melemah Rp250 ke 24.400.

Sedangkan emiten-emiten lain yang melemah antara lain PT TB Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 menjadi Rp 15.800, Telkom (TLKM ) turun Rp 50 menjadi Rp 8.350. [ast/mdr]
Rabu, 17/03/2010 07:33 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Kena Imbas Positif The Fed
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu ditutup menguat tipis meski sempat lesu di awal perdagangan pada perdagangan Senin lalu. Namun penguatan IHSG susut menjelang akhir perdagangan.

Pada perdagangan Senin (15/3/2010), IHSG ditutup menguat tipis 3,097 poin (0,12%) ke level 2.669,608. Indeks LQ 45 melemah 0,145 poin (0,03%) ke level 519,728. Perdagangan saham libur pada Selasa (16/3/2010).

Untuk Rabu (17/3/2010), IHSG diprediksi akan kembali bergerak menguat. Sentimen positif dari penguatan bursa-bursa utama dunia merespons kebijakan Bank Sentral AS yang mempertahankan suku bunga rendah, akan IHSG ke teritori positif.

Saham-saham di bursa Wall Street melonjak hingga titik tertingginya dalam 17 bulan terakhir setelah Bank Sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya dalam waktu yang lebih lama.

Pada perdagangan Selasa (16/3/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 43,83 poin (0,41%) ke level 10.685,98. Indeks S&P 500 menguat 8,95 poin (0,78%) ke level 1.159,46 dan Nasdaq menguat 15,80 poin (0,67%) ke level 2.378,01.

Bursa Jepang juga dibuka langsung menguat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 63,75 poin (0,59%) ke level 10.785,46.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin ditutup menguat ditengah tekanan jual serta minimnya transaksi. Pasca libur Hari Raya Nyepi, kami memproyeksikan indeks masih akan bergerak fluktuatif dimana faktor regional akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks. Meski demikian, kami juga melihat indeks masih berada dalam trend bullish untuk jangka menengah. Hal ini juga terefleksikan dari terus masuknya dana asing (capital inflow) ke pasar modal kita. Nilai tukar rupiah yang cenderung menguat juga menjadi sentimen positif bagi pasar.

Secara teknikal, kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.652-2.680. Saham pilihan : ELTY, PGAS, ISAT.

eTrading Securities:

Pada hari senin(15/03/2010) perdagangan ditutup menguat 3 point (0.12%) ke posisi 2669 asing masih melakukan net buy sebesar 185 milliar. Pada perdagangan hari ini indeks masih akan bergerak di kisaran 2640 – 2690 dengan saham yang perlu dicermati pada hari ini PTBA, SGRO, BBRI.

(qom/qom)
Rabu, 17/03/2010 07:15 WIB
Wall Street Melesat Berkat Intel dan The Fed
Nurul Qomariyah – detikFinance

Foto: Reuters New York – Saham-saham di bursa Wall Street melonjak hingga titik tertingginya dalam 17 bulan terakhir setelah Bank Sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya dalam waktu yang lebih lama.

Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk memperpanjang masa suku bunga rendah dengan harapan untuk bisa terus menstimulasi pemulihan ekonomi yang kini masih dibayangi tingginya pengangguran dan masalah likuiditas.

Keputusan itu diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung Selasa (16/3/2010). Melalui voting 9:1, anggota FOMC sepakat untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25%. The Fed juga mencatat masalah naiknya momentum pemulihan ekonomi.

Ditambah penguatan saham Intel, indeks Standard & Poor’s 500 pun merangsek ke titik tertingginya dalam 17 bulan terakhir.

“Meski segala sesuatunya sudah bisa diprediksi, namun jelas ini adalah tanda-tanda bulish karena tidak ada hal yang negatif keluar dari keputusan dan bahasa The Fed,” jelas Cort Gwon, direktur riset dan perdagangan FBN Securities seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/3/2010).

Pada perdagangan Selasa (16/3/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 43,83 poin (0,41%) ke level 10.685,98. Indeks S&P 500 menguat 8,95 poin (0,78%) ke level 1.159,46 dan Nasdaq menguat 15,80 poin (0,67%) ke level 2.378,01.

Indeks S&P 500 akhirnya bisa menembus level 1.150, setelah dalam beberapa sesi sebelumnya gagal menembus level psikologis itu.

“Dalam beberapa hari dan pekan terakhir, kita telah menembus kisaran perdagangan S&P 500 di 1.050-1.1150, dan semoha kita bisa menembus kisaran perdagangan baru,” imbuh Gwon.

Saham Intel menjadi penguat utama Dow Jones setelah mencetak kenaikan 4%. Saham produsen chip terbesar itu naik setelah diharapkan memberikan rilis yang positif untuk kuartal berikutnya.

Perdagangan berjalan moderat, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,89 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)
Rabu, 17/03/2010 07:02 WIB
The Fed Perpanjang Masa Suku Bunga Ekstra Rendah
Nurul Qomariyah – detikFinance

Markas The Fed (Foto: Reuters) Washington – Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk memperpanjang masa suku bunga rendah dengan harapan untuk bisa terus menstimulasi pemulihan ekonomi yang kini masih dibayangi tingginya pengangguran dan masalah likuiditas.

Keputusan itu diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung Selasa (16/3/2010). Melalui voting 9:1, anggota FOMC sepakat untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25%.

Satu anggota FOMC, Gubernur Bank Sentral Kansas City Thomas Hoenig tidak sepakat dengan keputusan itu dan berpendapat mempertahankan suku bunga rendah tanpa terkecuali untuk periode yang lebih panjang tidak lagi diperlukan.

Hoenig yang sudah 2 kali memberikan pendapat yang berbeda menyatakan bahwa menjaga suku bunga rendah dalam jangka yang lebih lama dapat mendatangkan risiko ekonomi.

“Suku bunga rendah dapat meningkatkan risiko makro ekonomi dan stabilitas ekonomi dalam jangka panjang,” jelas Hoenig seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/3/2010).

The Fed melihat ‘aktivitas perekonomian terus menguat dan pasar tenaga kerja stabil’. Pernyataan tersebut sedikit berubah dibandingkan pernyataan dalam pertemuan terakhir yang menyebutkan ‘pelemahan pasar tenaga kerja mulai memudar’.

FOMC mencatat belanja konsumen masih tertahan oleh ‘tingginya pengangguran’. Kalimat itu sedikit berbeda dari pertemuan pada Januari lalu yang menyebutkan ‘lemahnya pasar tenaga kerja’. Analis melihat perbedaan kalimat itu sebagai perubahan fokus dari semula pertumbuhan lapangan kerja menjadi tingkat pengangguran AS yang kini sudah mendekati 10%.

FOMC yang sebelumnya tidak menyebutkan masalah sektor perumahan yang merupakan jantung dari krisis finansial, dalam pertemuan kali ini juga menyentil dengan menyebutkan proyek perumahan baru sudah flat pada tingkat yang rendah.

The Fed juga melihat tingkat pemulihan ekonomi masih akan ‘moderat’ untuk beberapa waktu. Masyarakat Amerika masih berhati-hati untuk berbelanja karena tingginya pengangguran, pertumbuhan pendapatan yang sedang, kesejahteraan rumah tangga yang lebih rendah dan masalah pengetatan kredit.

Analis melihat hasil pertemuan The Fed ini tidak memberikan indikasi sama sekali bahwa mereka akan segera mengambil kebijakan keluar secepatnya.

“Meski menyebutkan beberapa perbaikan dari data sektor tenaga kerja, namun FOMC tidak memberikan indikasi akan mengambil fase berikutnya untuk strategi baru secepatnya. FOMC memilih mempertahankan fleksibilitas dengan mengatakan akan menggunakan seluruh alat kebijakan yang diperlukan untuk mendotong pemulihan ekonomi dan stabilitas harga,” ujar Dean Maki, analis dari Barclays Capital Research.
(qom/qom)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s