1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

bursa saham tempat yang tidak stabil … 180310 18 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 3:35 pm

Faktor Internal Bikin IHSG Melempem
Kamis, 18 Maret 2010 – 16:13 wib

Ade Hapsari Lestarini – Okezone

JAKARTA – Setelah menurun tipis, indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berkutat dalam pelemahannya. Bahkan dalam penutupan perdagangan saham sore ini makin menurun tajam.

IHSG pada perdagangan Kamis (18/3/2010) sore ditutup terkoreksi 19,02 poin atau setara 0,69 persen ke posisi 2.737,24. Sementara Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 3,69 poin ke posisi 437,51 dan indeks LQ45 turun 4,74 poin ke posisi 534,91.

Volume perdagangan terpantau sebanyak 6,64 miliar jenis saham senilai Rp5,16 triliun dengan saham yang ditutup menguat 88 jenis saham, melemah 135 jenis saham, dan stagnan 72 jenis saham.

Faktor pelemahan IHSG kali ini pun karena berfluktuatifnya saham-saham eksternal. Di mana hampir semua saham terpantau memerah sehingga mendukung pelemahannya, terkecuali untuk saham di sektor pertambangan, dan properti.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp600 ke posisi Rp36.750, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp200 ke posisi Rp17.900, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp250 ke posisi Rp5.200.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp650 ke posisi Rp40.200, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) turun Rp500 ke posisi Rp6.500, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp350 ke posisi Rp5.450, dan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp250 menjadi Rp8.350.(ade)
Asing Ambil Untung Ramai, IHSG Terkoreksi
Saham blue chips yang terkena aksi take profit di antaranya Telkom & Astra International.
KAMIS, 18 MARET 2010, 16:26 WIB
Antique

BERITA TERKAIT
Semua Sektor Topang IHSG Tembus Level Baru
Transaksi Tipis, IHSG Bertahan Menguat
Akhirnya IHSG Tak Tahan Tekanan Jual
Lapis Dua Diburu, Penguatan IHSG Bertahan
Saham Konsumer Diburu, IHSG Tetap Naik
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terhempas ke zona merah, setelah sebelumnya berhasil mencatatkan rekor tertinggi baru.

Menurut analis PT Phillips Securities Indonesia Muhammad Habdi, ramainya aksi ambil untung (profit taking) investor terhadap saham-saham unggulan (blue chips) di lantai bursa diprediksi menjadi pemicu pelemahan.

“Tapi, pergerakan negatif bursa regional Asia juga mendorong terjadinya pelemahan pada IHSG,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 18 Maret 2010.

Habdi mengakui, saham blue chips yang terkena aksi take profit di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

IHSG pada penutupan transaksi hari ini, turun 19,02 poin atau 0,70 persen ke level 2.737,24. Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang terkoreksi 7,76 poin (0,29 persen) di posisi 2.748,50.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 5,67 triliun dan volume tercatat 13,57 juta lot, dengan frekuensi 133.456 kali. Sebanyak 88 saham menguat, 135 melemah, 72 ditutup stagnan, serta 198 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 1,58 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp 946,62 miliar.

Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng melemah 53,82 poin (0,25 persen) di posisi 21.330,67, Nikkei 225 turun 102,95 atau 0,95 persen menjadi 10.744,03, dan Straits Times terkoreksi 5,23 poin (0,18 persen) ke level 2.914,07.

Di Bursa Efek Indonesia, saham blue chips yang mengontribusi pelemahan IHSG cukup besar di antaranya ASII terkoreksi Rp 650 atau 1,59 persen ke level Rp 40.200, BBCA melemah Rp 350 (6,03 persen) di posisi 5.450, dan TLKM turun Rp 250 atau 2,90 persen menjadi Rp 8.350.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.125 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.120/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.120 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu, 17 Maret 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.117-9.149/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Kamis, 18/03/2010 16:11 WIB
Asing Tampung Aksi Jual Investor Lokal, IHSG Terhempas 19 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles 19 poin mengikuti koreksi bursa-bursa regional Asia dan Eropa. Investor asing menampung aksi ambil untung (profit taking) massif yang dilakukan investor berbendera lokal.

Mengawali perdagangan Rabu (17/3/2010), IHSG langsung menguat 23,094 poin (0,83%) ke level 2.779,356. Rupanya, keinginan melanjutkan penguatan perdagangan kemarin gagal dilakukan.

Tekanan jual pada sebagian besar saham-saham unggulan berkapitalisasi besar dengan cepat menjatuhkan IHSG ke zona merah. Titik terendah IHSG hari ini berada di level 2.718,306, anjlok 37,956 poin (1,37%) dari penutupan kemarin di level 2.756,262.

Menjelang penutupan sesi I, aksi beli selektif sempat membuat koreksi IHSG menipis. Aksi ini terjadi seiring dengan upaya pembalikan arah bursa-bursa regional Asia ke zona positif.

Namun memasuki sesi II, tekanan jual kembali menerpa IHSG dan membuat IHSG melorot tajam. Bursa-bursa regional Asia pun ikutan melorot seiring dengan pembukaan bursa-bursa Eropa yang didominasi koreksi.

Optimisme investor yang kemarin melakukan aksi beli yang membuat IHSG naik tajam lebih dari 3% pun rontok. Sebagian besar investor, khususnya investor lokal, akhirnya memutuskan melakukan aksi ambil untung (profit taking) lebih masif guna mengantisipasi perdagangan akhir pekan yang biasanya mengalami koreksi.

Kendati demikian, investor asing masih mencatat pembelian. Rupanya aksi jual masif investor lokal ditampung oleh investor-investor berbendera asing yang masih berani memasang posisi beli, meskipun pada harga yang lebih rendah.

Aksi beli asing sebesar Rp 1,781 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,146 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing mencapai Rp 635,495 miliar.

Hany indeks saham pertambangan dan properti yang masih di zona hijau, sekaligus menjadi penopang utama IHSG dari kejatuhan lebih dalam. Indeks saham sektor infrastruktur memimpin koreksi dengan koreksi tajam saham TLKM, diikuti dengan koreksi indeks sektor perkebunan dan aneka industri.

Koreksi saham-saham raksasa seperti ASII, SMGR, PGAS dan BBCA memberikan tekanan besar pada IHSG.

Pada perdagangan Kamis (18/3/2010), IHSG ditutup turun 19,020 poin (0,69%) ke level 2.737,242. Indeks LQ 45 juga turun 4,745 poin (0,87%) ke level 534,905.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif dalam rentang tipis setelah sebagian berbalik arah. Pada awal perdagangan, bursa-bursa Asia didominasi koreksi.
Indeks Shanghai turun 4,39 poin (0,14%) ke level 3.046,09.
Indeks Hang Seng turun 53,82 poin (0,25%) ke level 21.330,67.
Indeks Nikkei-225 turun 102,95 poin (0,95%) ke level 10.744,03.
Indeks Straits Times turun 5,23 poin (0,18%) ke level 2.914,07.
Indeks KOSPI melemah tipis 7,69 poin (0,46%) ke level 1.675,17.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 133.456 kali serta volume 6,785 miliar lembar saham senilai Rp 5,672 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 135 saham turun dan 72 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain ITMG naik Rp 600 ke Rp 36.750, INDS naik Rp 475 ke Rp 2.375, TBMS naik Rp 450 ke Rp 3.750, BMRI naik Rp 250 ke Rp 5.200, HERO naik Rp 200 ke Rp 5.200, PTBA naik Rp 200 ke Rp 16.250, BYAN naik Rp 150 ke Rp 5.950, GGRM naik Rp 150 ke Rp 27.350.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain ASII turun Rp 650 ke Rp 40.200, FAST turun Rp 500 ke Rp 6.500, BBCA turun Rp 350 ke Rp 5.450, TLKM turun Rp 250 ke Rp 8.350, SMGR turun Rp 200 ke Rp 7.650, PGAS turun Rp 175 ke Rp 4.075, AUTO turun Rp 150 ke Rp 7.100, AALI turun Rp 150 ke Rp 24.850.
(dro/qom)
IHSG sesi I terkoreksi 0,28% ke 2.748,50
Kamis, 18/03/2010 12:08:39 WIBOleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) siang ini terkoreksi 7,76 poin atau 0,28% ke posisi 2.748,50 saat penutupan sesi perdagangan I dari level 2.756,46 saat dibuka tadi pagi.

Indeks bergerak pada kisaran 2.740,71 – 2.779,35.

Dari 399 saham perusahaan yang menopang indeks, sebanyak 74 saham naik, 98 melemah dan 227 tidak mengalami pergerakan harga.

Secara individu, saham Bank Central Asia memotori penurunan indeks siang ini sebesar 9,40 poin, disusul oleh Telkom 2,58 poin, Semen Gresik 1,14 poin dan Adaro energy 0,41 poin.

Sejumlah saham yang menahan penurunan indeks di Bursa Efek Indonesia adalah Bank Mandiri dengan kontribusi minus 3,99 poin, disusul oleh Unilever Indonesia 1,47 poin, United Tractors 1,28 poin, dan Bank Danamon 1,06 poin.

Penurunan IHSG itu tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan oleh enam sektor indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor keuangan menjadi yang terdepan dengan menyumbang penurunan sebesar 48,29% terhadap indeks, diikuti oleh utilisasi infrastruktur 48,04%, industri kimia dasar 29,87%, pertanian 6,49%, konstruksi properti 4,70%, dan aneka industri 2,79%.

Penurunan IHSG siang ini juga terjadi pada Indeks BISNIS-27, yang ditutup melemah ke level 254,21 dari 255,01. Indeks BISNIS-27 bergerak pada kisaran 253,28 – 257,53.(er)
Menariknya Pasar Saham RI Sokong Penguatan IHSG
Kamis, 18 Maret 2010 – 13:56 wib
TEXT SIZE :
Widi Agustian – Okezone

Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI
JAKARTA – Meningkatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga menembus level 2.700 dikarenakan pasar di Indonesia masih menarik. Kenaikan ini terjadi karena masuknya asing yang cukup banyak.

“Karena pasarnya menarik, asing cukup banyak masuk,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugitom saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Kamis (18/3/2010).

Terlihat, lembaga pemeringkat rating S&P telah meng-upgrade rating utang Indonesia menjadi BB+. “S&P meng-upgrade rating kita, sebelumnya Fitch sudah menaikkan sebulan yang lalu. Dengan rating yang meningkat, waited mereka di dalam melakukan investasi bisa ditambah, ini sentimen positif plus fundamental story kita menjadi salah satu yang terbaik,” jelas dia.

Ditambah lagi dengan situasi dan kondisi politik pascaskandal Bank Century yang mulai mereda. “Political ini sudah mereda,” ucapnya.

Sementara itu, indeks pada sesi I hari ini sempat turun tipis sebanyak 7,76 poin atau 0,28 persen menuju ke 2.748. “Wajar saja kalau kemarin itu kan naiknya tinggi, sehingga normal kalau terjadi profit taking,” tandas dia.

Dilanjutkannya, dengan kondisi yang positif tersebut sebenarnya saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan initial public offering (IPO). “Kan market lagi bagus, harusnya sekarang waktu yang tepat untuk IPO. Kemarin sudah tinggi tiga persen, harus sudah beli,” tandas dia.(ade)

Kamis, 18/03/2010 15:37 WIB
Waspadai Arus Penarikan Modal Asing di Triwulan III-2010
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Pelaku pasar diimbau mewaspadai potensi terjadinya arus penarikan modal asing di triwulan III-2010. Momentum pemulihan ekonomi dunia diperkirakan bakal membuat investor-investor global menarik dananya.

Demikian ditegaskan Country Business Manager Citi Indonesia Tigor Siahaan dalam acara 10th Annual Citi Indonesia Economic and Political. Outlook 2010 di Hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Kamis (18/3/2010).

“Waspadai reverse carry trade, dari carry trade yang masuk ke Indonesia. Dengan suku bunga Amerika yang akan membaik, pasti investor lebih memilih placing ke tempat yang lebih aman,” papar Tigor.

Menurutnya, Indonesia saat ini masih menjadi incaran pihak asing dalam berinvestasi. Apalagi didukung dengan adanya kenaikan peringkat Indonesia oleh S&P beberapa waktu lalu.

Peningkatan peringkat tersebut membuat investor-investor skala global melakukan penempatan investasi ke pasar modal Indonesia. Dengan bunga yang lebih tinggi, ujar Tigor, tentu lumrah jika investor berbondong-bondong memarkirkan uang mereka di dalam negeri.

“Itu yang dinamakan carry trade, yaitu menjamin mata uang asing yang bunga rendah dan placing di bunga yang lebih tinggi seperti disini,” paparnya.

Langkah ini yang perlu diwaspadai karena hanya bersifat jangka pendek. Diperkirakan pada triwulan III-2010 akan terjadi perbaikan pada ekonomi AS, yang imbasnya adalah terjadinya inflasi. Kenaikan inflasi, mau tidak mau akan membuat The Fed menaikkan suku bunga acuan.

“Nggak mungkin dong Amerika terus di level 0,25% pada interest inflation. Diperkirakan triwulan III ini akan terjadi reverse carry trade,” paparnya.

Namun, secara umum hal ini tidak perlu dijadikan ketakutan karena reverse carry trade akan terjadi secara perlahan. Dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, tidak mungkin terjadi bubble.

“Tidak akan ada bubble, karena fundamental yang kuat. Tapi harus reverse ini pelu diwaspadai,” paparnya.

(wep/dro)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s