1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg setelah terkoreksi … 190310 19 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:51 pm

Asing Masih Dominan, IHSG Makin Kokoh
Indeks di BEI naik 0,20% ke level 2.742,97. Sedangkan rupiah menguat di posisi 9.102/US$.
JUM’AT, 19 MARET 2010, 16:34 WIB
Antique

Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Asing Ramai Ambil Untung, IHSG Terkoreksi
Semua Sektor Topang IHSG Tembus Level Baru
Transaksi Tipis, IHSG Bertahan Menguat
Akhirnya IHSG Tak Tahan Tekanan Jual
Lapis Dua Diburu, Penguatan IHSG Bertahan
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali bercokol di teritori positif pada akhir transaksi, meski sempat dibuka melemah pada perdagangan awal pagi.

Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, IHSG kembali ditutup menguat karena tingkat kepercayaan investor asing maupun lokal terhadap outloook ekonomi Indonesia masih positif.

“Asing masih dominam masuk, yang terlihat dengan penguatan rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat),” ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2010.

Dia mengakui, asing masih banyak melakukan pembelian saham, terkait dengan laporan keuangan tahun buku 2009 sejumlah emiten yang cukup positif. “Terutama, di sektor perbankan dan pertambangan,” kata Robin.

Robin mengakui, saham perbankan dan tambang yang paling banyak diminati investor asing di antaranya PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

IHSG pada penutupan transaksi hari ini, naik 5,73 poin atau 0,20 persen ke level 2.742,97. Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang menguat 17,56 poin (0,64 persen) di posisi 2.754,80.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,79 triliun dan volume tercatat 9,20 juta lot, dengan frekuensi 101.182 kali. Sebanyak 112 saham menguat, 93 melemah, 77 ditutup stagnan, serta 211 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 1,61 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp 1,48 miliar. Terjadi pembelian bersih (net buying) sekitar Rp 128,63 miliar.

Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 40,15 poin (0,19 persen) di posisi 21.370,82, Nikkei 225 naik 80,69 atau 0,75 persen menjadi 10.824,72, dan Straits Times terangkat 1,76 poin (0,06 persen) ke level 2.915,70.

Di Bursa Efek Indonesia, BBRI terlihat terangkat Rp 150 atau 1,91 persen ke level Rp 8.000 dan INCO menguat Rp 50 (1,18 persen) menjadi 4.275. Sedangkan ANTM, stagnan di posisi Rp 2.200.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.102 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.117/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.125 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis, 18 Maret 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.120-9.125/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Profit Taking Tak Halangi IHSG Menguat
Jum’at, 19 Maret 2010 – 16:09 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Aksi ambil untung (profit taking) nampaknya tidak mengahalangi indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk menguat pada perdagangan di akhir pekan ini. Walau tipis, terbukti IHSG masih bisa menguat.

Pada penutupan perdagangan Jumat (19/3/2010), IHSG tercatat menguat sebanyak 5,73 poin atau 0,21 persen ke level 2.742,97. Di mana sebanyak 112 saham menguat, 93 saham melemah, dan 77 saham stabil.

Senada dengan IHSG, Jakarta Islamic Index (JII) juga naik 0,1 poin ke 437,63, dan indeks LQ45 naik 0,87 poin ke 535,78.

Terlihat sektor perkebunan naik 6,5 poin, sektor konsumsi naik 7,3 poin dan manufaktur naik 2,8 poin. Sementara sektor pertambangan justeru melemah tiga poin, begitu juga sektor perdagangan turun 1,9 poin.

Walau tidak sebesar beberapa hari belakangan, nilai transaksi masih lumayan tinggi, yakni Rp4,47 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 4,168 miliar lembar saham.

Di Asia, tampak indeks Nikkei naik 80,69 poin atau 0,75 persen ke 10.824,72, indeks Hang Seng naik 40,15 poin atau 0,19 persen ke 21.370,82, serta indeks Straits Times naik 9,81 poin atau 0,28 persen ke 2.922,16.

Saham yang ditutup menguat (top gainer), antara lain saham dari PT multi Bintang Indonesia tbk (MLBI) naik Rp1.00 menjadi Rp164.000, PT london Sumatera Plantations tbk (LSIP) naik Rp400 ke Rp9.600, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) naik Rp300 ke Rp4.050 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp250 ke Rp12.200.

Sementara saham yang ditutup melemah (top looser), antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah tbk (ITMG) turun Rp350 ke Rp36.400, PT Gudang Garam Tbk (GRGM) turun Rp350 ke Rp27.000, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turun Rp250 ke Rp5.150, dan PT Indosat Tbk turun Rp150 ke Rp6.000. (wdi)
(rhs)

Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup naik 5 poin setelah bergerak dalam volatilitas tinggi pada perdagangan hari ini. Pertarungan jual beli berlangsung cukup ketat mengiringi volatilitas pergerakan bursa-bursa regional Asia.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.738,803 dibanding penutupan kemarin 2.737,242. Namun tak lama IHSG langsung melorot ke zona merah dan sempat menyentuh level 2.725,970 di titik terendah hari ini.

Pada awal perdagangan sedikit saja saham-saham unggulan yang mencetak kenaikan harga, sebagian besar didera takanan jual. Namun di tengah perdagangan, aksi beli berbondong-bondong berhasil mengangkat saham-saham unggulan.

IHSG pun sempat terangkat tinggi menyentuh level 2.758,126, naik 20,884 poin (0,76%) sebagai titik tertinggi hari ini. Sayangnya, penguatan tak bertahan lama. Pada perdagangan sesi II, laju kenaikan IHSG kembali layu dan sempat mencoba-coba mencolek zona merah.

Untungnya, daya beli masih cukup memadai untuk menahan tekanan jual dan mengangkat IHSG kembali pada tingkat yang aman dari koreksi.

Salah satu sebabnya karena dibantu oleh penguatan saham-saham sektor perkebunan, padahal tadi pagi saham-saham ini menjadi penyebab koreksi IHSG. Namun koreksi saham-saham raksasa seperti ITMG, TLKM, GGRM dan ASII membuat IHSG tak mampu diangkat lebih tinggi.

Pada perdagangan Jumat (19/3/2010), IHSG ditutup menguat tipis 5,732 poin (0,2%) ke level 2.742,974. Indeks LQ 45 juga naik tipis 0,874 poin (0,16%) ke level 535,779.

Aktivitas investor asing penuh dengan pertarungan jual dan beli. Transaksi beli asing sebesar Rp 1,757 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,623 triliun.

Meskipun total nilai transaksi asing membengkak tajam mencapai Rp 3,38 triliun, namun nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) hanya sebesar Rp 134,086 miliar.

Bursa-bursa regional Asia kembali didominasi penguatan setelah bergerak dengan volatilitas tinggi.

Indeks Shanghai menguat 21,66 poin (0,71%) ke level 3.067,75.
Indeks Hang Seng menguat 40,15 poin (0,19%) ke level 21.370,82.
Indeks Nikkei-225 naik 80,69 poin (0,75%) ke level 10.824,72.
Indeks Straits Times naik 8,31 poin (0,29%) ke level 2.922,25.
Indeks KOSPI naik 10,94 poin (0,65%) ke level 1.686,11.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 101.182 kali serta volume 4,601 miliar lembar saham senilai Rp 4,791 triliun. Sebanyak 112 saham naik, 93 saham turun dan 77 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain MLBI naik Rp 1.000 ke Rp 164.000, LSIP naik Rp 400 ke Rp 9.600, TBMS naik Rp 300 ke Rp 4.050, UNVR naik Rp 250 ke Rp 12.200, INTP naik Rp 150 ke Rp 14.150, PGAS naik Rp 150 ke Rp 4.225, BBRI naik Rp 150 ke Rp 8.000, CPIN naik Rp 200 ke Rp 2.450.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain GGRM turun Rp 350 ke Rp 27.000, ITMG turun Rp 350 ke Rp 36.400, ASII turun Rp 100 ke Rp 40.100, ISAT turun Rp 150 ke Rp 6.000, UNTR turun Rp 100 ke Rp 17.800, SMAR turun Rp 100 ke Rp 3.150, TLKM turun Rp 100 ke Rp 8.250.

(dro/qom)
Sesi II, Aksi Beli Saham Unggulan Berlanjut
Saham tersebut terutama di di sektor perbankan, infrastruktur, semen, dan otomotif.
JUM’AT, 19 MARET 2010, 11:55 WIB
Antique

BERITA TERKAIT
Sesi II, Investor Beli Selektif
Sesi II, Saham Bank Unggulan Masih Menarik
Saham Perbankan Masih Akan Topang IHSG
Sesi II, Saham Lapis Dua Diburu
Sesi II, Saham Unggulan Masih Menarik
Web Tools

VIVAnews – Pembalikan arah menguat (rebound) indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada sesi II berpeluang berlanjut. Aksi akumulasi saham-saham papan atas (blue chips) diprediksi terus terjadi.

Deni Hamzah, manajer investasi PT Reliance Asset Management berpendapat, meski sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) didera tekanan jual investor asing, tetapi mampu diredam dengan aksi beli saham blue chips lainnya, sehingga IHSG berhasil rebound pada akhir sesi I.

“Saham big caps yang ramai diakumulasi beli terutama di sektor infrastruktur, semen, dan konsumer,” ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2010.

Deni mengakui, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menjadi sentimen positif pada saham-saham di ketiga sektor tersebut, karena memiliki utang dalam dolar AS.

Saham-saham itu, kata dia, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Deni memproyeksikan, IHSG pada sesi II berpeluang melanjutkan penguatan karena masih ditopang aksi beli pemodal terhadap saham-saham di sektor perbankan, infrastruktur, semen, dan otomotif seperti PGAS, SMGR, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Astra International Tbk (ASII).

IHSG akhir sesi I Jumat, menguat 17,56 poin atau 0,64 persen ke level 2.754,80 dari awal transaksi pagi tadi yang melemah tipis 0,64 poin (0,02 persen) di posisi 2.736,60.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,17 triliun dan volume tercatat 4,71 juta lot, dengan frekuensi 59.143 kali. Sebanyak 91 saham menguat, 73 melemah, 79 stagnan, serta 250 saham tidak terjadi transaksi.

Saham unggulan yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya ASII terangkat Rp 450 atau 1,11 persen ke level Rp 40.650, INTP menguat Rp 200 (1,42 persen) di posisi Rp 14.200, dan PGAS naik Rp 150 atau 3,68 persen menjadi Rp 4.225.

Sedangkan bursa Asia, saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng terkoreksi 42,08 poin (0,20 persen) di posisi 21.288,59, tetapi Nikkei 225 naik 65,18 atau 0,61 persen menjadi 10.809,21, dan Straits Times menguat 8,17 poin (0,28 persen) ke level 2.922,11.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 11.30 WIB, berada di posisi 9.117 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.097/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Jumat, 19/03/2010 11:40 WIB
IHSG Rebound Cetak 17 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses berbalik arah dan mencetak kenaikan 17 poin pada perdagangan sesi I hari ini. Saham-saham unggulan mendadak berbalik arah setelah didominasi koreksi pada pembukaan tadi pagi.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.738,803 dibanding penutupan kemarin 2.737,242. Namun tak lama IHSG langsung melorot ke zona merah dan sempat menyentuh level 2.725,970.

Hanya sedikit saja saham-saham unggulan yang diburu pada awal perdagangan, kebanyakan mengalami tekanan jual. Namun di tengah perdagangan sesi I ini, mendadak terjadi perburuan pada saham-saham unggulan berkapitalisasi besar yang mengangkat level IHSG kembali ke zona positif dengan kenaikan cukup tinggi.

Kenaikan dipimpin oleh saham-saham sektor konsumsi, diikuti dengan saham-saham pertambangan. Penguatan saham-saham perbankan juga memberi kontribusi besar bagi kenaikan IHSG.

Hanya saham-saham sektor perkebunan serta saham-saham sektor perdagangan yang didominasi koreksi. Indeks saham sektoral lainnya mengalami penguatan.

Pada perdagangan Jumat (19/3/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat 17,566 poin (0,64%) ke level 2.754,808. Indeks LQ 45 juga naik 4,414 poin (0,82%) ke level 539,319.

Aktivitas investor asing juga tercatat net buy minimalis sebesar Rp 40 miliar.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif setelah didominasi penguatan pada pembukaan tadi pagi.

Indeks Shanghai melemah 9,026 poin (0,30%) ke level 3.037,06.
Indeks Hang Seng melemah 39,70 poin (0,19%) ke level 21.290,97.
Indeks Nikkei-225 naik 57,59 poin (0,54%) ke level 10.801,97.
Indeks Straits Times naik 11,13 poin (0,30%) ke level 2.923,06.
Indeks KOSPI 4,6 poin (0,27%) ke level 1.679,77.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 59.143 kali serta volume 2,354 miliar lembar saham senilai Rp 2,171 triliun. Sebanyak 91 saham naik, 73 saham turun dan 79 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain ITMG naik Rp 800 ke Rp 37.550, ASII naik Rp 450 ke Rp 40.650, UNVR naik Rp 450 ke Rp 12.400, INTP naik Rp 200 ke Rp 14.200, PGAS naik Rp 150 ke Rp 4.225, INDF naik Rp 125 ke Rp 4.200, SMGR naik Rp 100 ke Rp 7.750, BYAN naik Rp 100 ke Rp 6.050, PTBA naik Rp 100 ke Rp 16.350, BBRI naik Rp 100 ke Rp 7.950, BBCA naik Rp 100 ke Rp 5.550.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain MERK turun Rp 600 ke Rp 74.000, SMAR turun Rp 250 ke Rp 3.000, TLKM turun Rp 150 ke Rp 8.200, GGRM turun Rp 150 ke Rp 27.200, CLPI turun Rp 135 ke Rp 465, ISAT turun Rp 50 ke Rp 6.100, INKP turun Rp 50 ke Rp 2.250.

(dro/qom)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s