1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg dan gelembung dan asien-K, bukan ekuilibrium: 200310 20 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 3:10 pm

19/03/2010 – 15:59
‘Hot Money’ Tak Picu Gelembung Ekonomi
Ahmad Munjin

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Derasnya aliran hot money ke pasar domestik saat ini dinilai belum memicu gelembung ekonomi. Sebab, price earning ratio (PER) bursa Indonesia masih berada di level moderat.

Pengamat ekonomi, David Sumual mengatakan, derasnya aliran capital inflow ke pasar modal belum akan memicu bubble ekonomi. Pasalnya, PER emiten-emiten yang tergabung dalam IHSG ^JKSE masih berada di level moderat 13,6% dan bergerak di kisaran 13-14%.

Level itu, lanjut David, masih cukup moderat jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan. Di antaranya, China yang sudah mencapai 22%. Jika dibandingkan dengan Singapura dan Korea, Indonesia masih lebih murah.

“Baru jika PER Indonesia sudah melewati 20%, investor akan was was karena dianggap mahal,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (19/3).

PER bursa Singapura berada di kisaran 15-16%. Namun, negeri singa putih itu tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia karena tahapan ekonominya masuk dalam kategori negara maju. “Indonesia lebih baik dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, dan Filipina,” imbuhnya.

David menegaskan, PER Indonesia lebih murah lagi jika dibandingkan dengan PER indeks Dow Jones pernah mencapai 30%. Bahkan Nikkei pernah mencapai 40%. Ketika bullish di bursa Shenzhen, mencapai 30%. “Jadi, selama capital inflow masih terjadi, orang logis mau di level PER berapa,” paparnya.

Namun, dalam jangka panjang, menurut David, PER Indonesia yang bisa sustainable (bertahan lama) di kisaran 17-18%. Sebab, level tetinggi indeks pernah mencapai 2.800.

Di sisi lain, tipisnya peluang bubble ekonomi, akibat hot money yang mengalir deras sejak Maret 2009, sebagian besar masuk masuk ke invetasi portofolio seperti Surat Utang Negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan saham. “Mereka banyak masuk ke obligasi pemerintah dan bukan obligasi korporasi,” timpalnya.

Menurutnya, pembelian asing pada obligasi korporasi angkanya masih kecil. Porsi asing di corporate bond hanya mencapai 2% (Rp1,7 triliun) dari total outstanding obligasi Rp91,4 triliun. Sedangkan, kepemilikan asing di SBI mencapai 21% senilai Rp66,03 triliun dari total Rp314,42 triliun.

David menandaskan, hot money Indonesia, hanya terbatas pada portfolio invesment. Keadan ini sangat kontras dengan China yang investasinya masuk di sektor properti sehingga memicu bubble ekonomi. “Indonesia belum akan mengalami bubble ekonomi,” tandasnya.

Seperti diketahui, investor asing masih terus mengkoleksi saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama 7 hari perdagangan perdana di 2010, transaksi beli bersih asing (foreign net buy) telah mencapai Rp3,084 triliun. Rata-rata harian pada pekan ketiga Maret ini pun mencapai kisaran Rp500 juta hingga Rp1 triliun per hari.

Di lain pihak, China kembali memangkas kepemilikan obligasi US Treasury (obligasi negara AS) ke tingkat terendah dalam delapan bulan. Hal ini disampaikan Departemen Keuangan AS, Senin (15/3) lalu.

China mengurangi kepemilikan obligasi AS menjadi US$889 miliar pada akhir Januari 2010 dari bulan sebelumnya US$894,8 miliar. Hal ini juga ditengarai akan menjadi aliran hot money ke Indonesia. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s