1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

menu harian: TEKANAN … 220310 22 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:29 am

Senin, 22/03/2010 16:10 WIB
Sempat Jatuh ke Bawah 2.700, IHSG Ditutup Anjlok 40 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan ini anjlok 40 poin setelah mengalami rally selama dua pekan terakhir. Setelah sempat jatuh ke level 2.698, IHSG akhirnya bertahan di atas level 2.700.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.742,672 dan langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.698,263, turun 44 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.742,974. Rentang pergerakan IHSG hari ini berkisar antara 2.698,263 hingga 2.742,672.

Pada perdagangan sesi I, koreksi IHSG sempat menipis seiring dengan penguatan saham Astra International dan BCA serta didukung oleh penguatan saham-saham lapis dua. Namun memasuki perdagangan sesi II, tekanan jual semakin mendera saham-saham unggulan yang sejak perdagangan sesi I sudah mengalami koreksi.

Tampaknya, investor-investor yang telah melakukan pembelian masif selama dua pekan terakhir dan mengangkat IHSG menembus level 2.700, memutuskan untuk merealisasikan keuntungan (profit taking) terlebih dahulu.

Akibatnya, hampir seluruh saham-saham yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi selama dua pekan terakhir mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan hari ini dan memukul IHSG terperosok cukup dalam mendekati level bawah 2.700-an.

Saham-saham sektor pertambangan mengalami tekanan jual paling besar diikuti dengan koreksi saham-saham sektor perkebunan, infrastruktur dan konsumsi. Saham-saham yang mengalami kenaikan harga didominasi oleh saham-saham lapis dua.

Pada perdagangan Senin (22/3/2010), IHSG ditutup anjlok 40,573 poin (1,47%) ke level 2.702,401. Indeks LQ 45 juga turun 10,098 poin (1,88%) ke level 525,681.

Sementara nilai tukar rupiah melemah ke level 9.125 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.105 per dolar AS.

Transaksi investor asing didominasi aksi jual yaitu sebesar Rp 1,243 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 887,776 miliar. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 355,546 miliar.

Hampir seluruh bursa-bursa regional Asia terjebak di teritori negatif, kecuali bursa Shanghai yang sudah rebound ke zona hijau, sedangkan bursa Jepang hari ini meliburkan diri.

* Indeks Shanghai naik tipis 6,83 poin (0,22%) ke level 3.074,58.
* Indeks Hang Seng anjlok 437,57 poin (2,05%) ke level 20.993,25.
* Indeks Straits Times turun 23,64 poin (0,81%) ke level 2.892,06.
* Indeks KOSPI turun 13,44 poin (0,80%) ke level 1.672,67.
* Indeks Taiwan turun 61,93 poin (0,78%) ke level 7.835,98.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 90.621 kali serta volume 4,404 miliar lembar saham senilai Rp 3,687 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 161 saham turun dan 48 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain TOWR naik Rp 500 ke Rp 2.575, BYAN naik Rp 150 ke Rp 6.200, GJTL naik Rp 130 ke Rp 770, INDS naik Rp 100 ke Rp 2.475, NIPS naik Rp 100 ke Rp 1.700, ASII naik Rp 100 ke Rp 40.200, INTP naik Rp 100 ke Rp 14.250, PNBN naik Rp 80 ke Rp 940.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain MERK turun Rp 2.000 ke Rp 72.500, ITMG turun Rp 600 ke Rp 35.800, AALI turun Rp 450 ke Rp 24.400, PTBA turun Rp 350 ke Rp 16.000, UNTR turun Rp 250 ke Rp 17.550, BUMI turun Rp 250 ke Rp 2.325, LSIP turun Rp 200 ke Rp 9.400.

(dro/qom)

22/03/2010 – 16:49

Awal Pekan, Tiga Sektor Jatuhkan IHSG
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – IHSG mengawali pekan ini dengan terkoreksi cukup dalam 1,5%, dilanda aksi ambil untung investor. Sektor tambang, perkebunan dan infrastruktur memimpin pelemahan bursa.

Pada perdagangan Senin (22/3), IHSG berakhir jatuh 40,573 poin (1,47%) ke level 2.702,401. Indeks saham unggulan LQ 45 juga turun 10,098 poin (1,88%) ke level 525,681.

Sejak awal perdagangan, IHSG selalu berada di teritori negatif. Dibuka turun 0,37% ke level 2732, indeks hanya bergerak tipis ke 2.735 pada sesi siang. Tekanan jual investor terus menekan bursa sehingga akhirnya ditutup di angka 2.702.

Pengamat pasar modal Adrian Rusmana mengatakan, indeks saham terkoreksi seiring pelemahan bursa Asia. Investor merealisasikan keuntungan atas emiten-emiten yang menguat pesat dua pekan terakhir.

“Pasar mengkhawatirkan inflasi tinggi yang terjadi, bukan hanya di Asia tapi juga negara maju lain. Kenaikan suku bunga acuan pun menjadi kendala,”ujarnya.

Sentimen negatif lain berasal dari turunnya harga komoditas energi, tambang dan logam serta naikknya suku bunga India sebesar 25 basis poin. Apalagi secara teknikal, IHSG masih overbought dan beberapa saham saat ini sudah hampir bahkan beberapa saham sudah melebihi Target Price selama 12 bulan kedepan (overvalued).

Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor aneka industri yang masih menghijau. Sedangkan sektor tambang memimpin pelemahan, dengan anjlok 3%, disusul sektor perkebunan dan infrastruktur yang turun 2,1%. Kemudian sektor perdagangan dan properti yang melemah 1,6%, konsumsi dan finansial 1%, industri dasar 0,9% serta manufaktur yang turun 0,6%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup aktif, dimana volume transaksi teractat sebesar 4,404 miliar lembar saham, senilai Rp 3,687 triliun dan frekuensi 90.621 kali. Sebanyak 60 saham naik, 161 saham turun dan 48 saham stagnan.

Investor asing membukukan transaksi jual bersih (Net Foreign Transaction) sebesar

Rp 355,470 miliar. Terdiri dari aksi beli mencapai Rp 887,87 miliar dan aksi jual sebesar Rp 1,243 triliun.

Beberapa emiten yang melemah terbesar antara lain PT Merck (MERK) Rp2.000 ke Rp72.500, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) Rp600 ke Rp35.800, PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp450 ke Rp24.400, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp350 ke Rp16.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 17.550 dan PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp250 ke Rp2.325.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp500 ke Rp2.575, PT Bayan Resources (BYAN) naik Rp150 ke Rp6.200, PT Gajah Tunggal (GJTL) naik Rp130 ke Rp770, PT Astra International (ASII) turun Rp100 ke Rp40.200, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp100 ke Rp14.250.

Koreksi IHSG didukung pelemahan bursa regional Asia, di tengah liburnya bursa Jepang. Indeks Hang Seng di Hong Kong terpuruk 437,57 poin (2,05%) ke level 20.993,25, indeks Straits Times Singapura turun 23,64 poin (0,81%) ke level 2.892,06, indeks Kospi di Korsel melemah 13,44 poin (0,80%) ke level 1.672,67. Hanya indeks Shanghai di China yang berhasil naik 6,83 poin (0,22%) ke level 3.074,58. [mdr]

Senin, 22/03/2010 12:06 WIB
IHSG Kepleset 7 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 7 poin seiring dengan koreksi seluruh bursa-bursa regional Asia. Penguatan saham-saham lapis dua berhasil menahan laju penurunan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.742,672 dan langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.713,307, turun 29 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.742,974.

Semula, hampir seluruh saham-saham unggulan berkapitalisasi besar mengalami tekanan jual cukup besar. Saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan menjadi sasaran utama aksi jual dan membuat IHSG belum mampu menembus zona hijau.

Untungnya, para pemburu saham Astra International (ASII) dan BCA (BBCA) kembali melakukan aksi beli. Penguatan 2 saham ini sukses membuat IHSG sedikit terangkat dan mengurangi koreksi yang tadi pagi sempat jatuh cukup dalam.

Aksi beli selektif pada saham-saham lapis dua juga berhasil menahan laju penurunan IHSG lebih dalam.

Pada perdagangan Senin (22/3/2010) sesi I, IHSG ditutup melemah 7,706 poin (0,28%) ke level 2.753,268. Indeks LQ 45 juga melemah 2,872 poin (0,53%) ke level 532,907.

Investor asing banyak melakukan aksi jual pada perdagangan sesi I ini dengan posisi transaksi jual bersih (foreign net sell) tercatat sebesar Rp 109 miliar.

Bursa-bursa regional Asia diominasi koreksi. Bursa Jepang sedang meliburkan diri.

Indeks Shanghai melemah 5,15 poin (0,17%) ke level 3.062,60.
Indeks Hang Seng melemah 361,72 poin (1,69%) ke level 21.009,10.
Indeks Straits Times melemah 10,03 poin (0,34%) ke level 2.905,67.
Indeks KOSPI melemah 12,96 poin (0,77%) ke level 1.673,15.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 37.597 kali serta volume 1,515 miliar lembar saham senilai Rp 1,506 triliun. Sebanyak 61 saham naik, 116 saham turun dan 59 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain ASII naik Rp 550 ke Rp 40.650, TOWR naik Rp 500 ke Rp 2.575, BYAN naik Rp 300 ke Rp 6.350, INTP naik Rp 300 ke Rp 14.450, MYOR naik Rp 100 ke Rp 4.175, BBCA naik Rp 100 ke Rp 5.550, INDS naik Rp 100 ke Rp 2.475.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain ITMG turun Rp 500 ke Rp 35.900, AALI turun Rp 300 ke Rp 24.550, PTBA turun Rp 250 ke Rp 16.100, LSIP turun Rp 150 ke Rp 9.450, TLKM turun Rp 150 ke Rp 8.100, BMRI turun Rp 100 ke Rp 5.100, UNTR turun Rp 100 ke Rp 17.700, BUMI turun Rp 75 ke Rp 2.500.

(dro/qom)

IHSG pagi melemah 0,86% ke 2.719,50
Senin, 22/03/2010 09:42:12 WIBOleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pagi ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 23,46 poin atau 0,86% ke posisi 2.719,50 dari level 2.742,97 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Indeks bergerak pada kisaran 2.713,30 – 2.742,67.

Secara individu, saham Telkom menjadi motor penggerak penurunan indeks dengan kontribusi sebesar 3,88 poin, disusul oleh Bank Mandiri 2,66 poin, Bank Rakyat Indonesia 1,56 poin dan Perusahaan Gas Negara 1,55 poin.

Penurunan IHSG itu tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan oleh delapan sektor indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor keuangan menjadi sektor terdepan yang menyumbang penurunan indeks sebesar 45,98%, disusul oleh sektor pertambangan 22,05%, infratruktur utilisasi 17,12%, consumer goods 8,90%, pertanian 5,20%, konstruksi properti 3,99%, jasa dan perdagangan 3,81%, dan industri kimia dasar 1,06%.

Sementara itu, Indeks BISNIS-27 pagi ini dibuka di level 253,17 atau sama dengan penutupan akhir pekan lalu.(er)
Ada Tekanan
Senin, 22 Maret 2010 | 07:58 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI
Pialang menjalankan aktivitas perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com – Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Senin (22/3/2010) sepertinya bakal dibayangi tekanan jual, setelah pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan berhasil melejit ke atas level psikologis 2.700.

“Awal pekan ini kami memproyeksikan tekanan jual akan membayangi gerak indeks. Hal ini sudah ditandai dengan melemahnya saham unggulan,” sebut analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Ia memperkirakan kisaran support-resistance hari ini berada pada 2.727-2.769.

IHSG pada hari terakhir perdagangan akhir pekan lalu bergerak fluktuatif. Meski demikian, di tengah tekanan jual terhadap saham blue chip, IHSG berhasil ditutup pada area positif. “Optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, menguatnya bursa regional, serta antisipasi dirilisnya laporan keuangan emiten menjadi katalis positif, sebut Purwoko.

Di sisi lain, lanjutnya, ancaman merambat naiknya inflasi dalam negeri serta kekhawatiran naiknya suku bunga global membayangi pergerakan bursa.
Buru Saham Topang Laju IHSG
Selain saham-saham unggulan, lapis dua akan menjadi incaran investor asing maupun lokal.
SENIN, 22 MARET 2010, 07:57 WIB
Antique

Pialang memantau pergerakan saham. (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Aksi Beli Kembali Topang Penguatan IHSG
IHSG Bakal Catat Rekor Baru di 2.800
Investor Asing Memburu Saham Unggulan
Jelang Nyepi, Transaksi Saham Sepi
Akhir Pekan, IHSG Rawan Tekanan
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpeluang melanjutkan pergerakan positif akhir pekan lalu. Aksi pemburuan saham oleh investor asing (capital inflow) maupun lokal diprediksi menjadi penopang.

“Pemodal masih melakukan pembelian saham, seiring aksi-aksi korporasi perseroan,” kata Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews, Jumat sore, 19 Maret 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Senin, 22 Maret 2010, berpotensi bergerak di kisaran level batas bawah (support) 2.720 dan batas atas (resistance) 2.810/2.830.

Pada transaksi Jumat, indeks kembali berakhir positif di posisi 2.742.97, menguat 5,73 poin (0,20 persen) dari perdagangan Kamis, 18 Maret 2010, yang melemah 19,02 poin atau 0,70 persen ke level 2.737,24.

Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 40,15 poin (0,19 persen) di posisi 21.370,82, Nikkei 225 naik 80,69 atau 0,75 persen menjadi 10.824,72, dan Straits Times terangkat 1,76 poin (0,06 persen) ke level 2.915,70.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York atau Sabtu dini hari WIB bergerak negatif. Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 37,19 poin (0,35 persen) menjadi 10.741,98, indeks harga saham indikator Standard & Poor s 500 turun 5,93 poin atau 0,51 persen ke level 1.159,90, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 16,87 poin (0,71 persen) di posisi 2.374,41.

Robin berpendapat, IHSG pada pekan ini masih akan diawali dengan percobaan meneruskan penguatan transaksi akhir pekan lalu.

Sebab, kata dia, selain saham-saham unggulan (blue chips), beberapa pelaku investor asing atau lokal sepertinya kembali mencoba peluang investasi di saham-saham lapis dua yang mempunyai kinerja positif.

Namun, Robin mengakui, sentimen bursa regional maupun global, serta berita ekonomi mancanegara masih mempengaruhi pergerakan IHSG. “Terlihat, dalam satu minggu terakhir ini sentimen ini mendukung laju indeks domestik,” tuturnya.

Sedangkan analis PT Sucorinvest Central Gani Gifar Sakti berpendapat, IHSG berpeluang bergerak mendatar (sideways), karena masih berpotensi terjadinya aksi ambil untung (profit taking) investor. “Terutama, untuk sejumlah saham-saham di sektor perbankan,” kata dia.

Selain itu, dia juga mengaku belum adanya sentimen positif yang kuat yang bisa mendorong pasar kembali bergerak positif turut mendukung rawannya koreksi IHSG di awal pekan ini. “Indeks akan bergerak di kisaran level 2.726-2.758,” ujar Gifar.

antique.putra@yahoo.com

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s