1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

perilaku asien-K @saham maseh ada … 230310 23 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:01 am

Asing Masih Alirkan Dana ke Bursa
Senin, 22 Maret 2010 – 07:56 wib

JAKARTA – Aliran dana asing diperkirakan masih akan membanjiri pasar saham di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan karena membaiknya fundamental ekonomi.

Selain itu, terjaganya suku bunga dalam level rendah, membuat investor asing menjadikan pasar modal Indonesia sebagai persinggahan potensial.

”Ini tidak terlepas dari kondisi fundamental emiten-emiten yang cukup baik.Asing mengharapkan adanya dividen yield, biasanya itu kan di bulan April. Karena itu, mereka mulai masuk menjelang periode tersebut,” ujar Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang di Jakarta, kemarin.

Dengan kondisi tersebut, kata Edwin, dana asing masih akan mengaliri pasar saham setidaknya hingga periode April, yaitu pada saat emiten membagikan dividen.

Pekan ini, asing kemungkinan kembali masuk seiring dengan keluarnya sejumlah laporan keuangan sejumlah emiten yang belum mengeluarkan laporan keuangan periode buku 2009.

Di samping itu, kata Edwin, nilai tukar mata uang rupiah yang membaik juga menjadi sentimen positif lain dari dalam negeri. Sementara itu, dari global dan regional, sentimen positif masih terjaga seperti halnya pekan lalu. ”Trennya masih positif sehingga masih terbuka kemungkinan dana asing masuk lagi,” paparnya.

Pekan lalu, asing melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp1,93 triliun. Selama tiga pekan pertama di Maret ini, asing juga telah melakukan aksi beli secara perlahan. Di mana selama periode 1-19 Maret 2010, nilai bersih asing total mencapai Rp4,52 triliun.

Dari data tersebut, terlihat bahwa asing mulai melakukan akumulasi saham sejak awal Maret 2010. Di mana pada periode tersebut, baik kondisi regional, global maupun dalam negeri cukup kondusif.

Munculnya pernyataan Bank Sentral Amerika Serikat pekan lalu, untuk mempertahankan suku bunganya, juga menjadi momentum masuknya dana asing dalam jumlah besar.

”Sentimen ini membuat indeks mengalami lonjakan tinggi. Meskipun sempat terjadi aksi ambil untung dari spekulan. Namun,secara keseluruhan indeks berada dalam tren positif,” tambah Kepala Riset Dhana Wibawa Arta Cemerlang Ketut Tri Bayuna.

Jika aksi ambil untung tidak terjadi, Ketut optimistis IHSG bisa melaju lebih kencang, bahkan menembus level tertinggi sepanjang sejarah di level 2.830 yang terakhir terjadi 9 Januari 2008 lalu. Meski begitu, dia menilai aksi ambil untung sangat wajar terjadi dalam jangka pendek.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto menegaskan, meski hingga saat ini jumlah investor asing di SUN meningkat signifikan, namun pemerintah tidak berencana membatasi kepemilikan asing pada instrumen tersebut. ”Pelaku pasar SUN yang paling aktif adalah investor asing dan peran mereka menjadi pengerek pasar. Tidak ada pembatasan,” ujar dia.

Menurut dia, pembatasan merupakan kebijakan pasar yang sangat tidak bersahabat dan bisa menjatuhkan kepercayaan pasar. (juni triyanto/j erna)(Koran SI/Koran SI/ade)
23/03/2010 – 06:12
Prediksi IHSG Hari Ini
Beli Saham Kapitalisasi Besar
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (23/3) berpotensi masih melemah. Namun, investor masih bisa berbelanja emiten unggulan seperti TLKM, BMRI, BBCA, BBRI dan PGAS.

Demikian ungkap analis Citi Pacific Securities Hendri Effendi kepada INILAH.COM, Senin (22/3) petang. Menurutnya, IHSG hari ini akan bergerak sideways cenderung melemah karena tekanan profit taking. “IHSG masih berada pada periode konsolidasi di kisaran 2.700-2.756, dengan resitan kuat di 2.750,” ujarnya.

Menurutnya, level resistan itu sulit tertembus karena belum ada konfirmasi yang kuat dengan volume transaksi besar. Untuk itu, dibutuhkan pemicu besar dari laporan keuangan kuartal pertama 2010. “Butuh trigger besar untuk mengkonfirmasi level resistan 2.750 itu bisa di-break,” imbuhnya.

Hendri menuturkan, pasar masih menantikan laporan keuangan 2009 beberapa emiten besar Seperti PT Bumi Resources (BUMI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM). “Bahkan PT Gas Negara (PGAS) bisa jadi trigger IHSG untuk menembus 2.750,” papar Hendri.

Dalam kondisi seperti ini, beberapa saham menjadi pilihan Hendri. Seperti TLKM, BMRI, BBCA, PGAS, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Manfaatkan sideways untuk buy on weakness saham-saham tersebut,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (22/3), IHSG berakhir jatuh 40,573 poin (1,47%) ke level 2.702,401. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup aktif, dimana volume transaksi tercatat 4,404 miliar lembar saham, senilai Rp3,687 triliun dan frekuensi 90.621 kali. Sebanyak 60 saham naik, 161 saham turun dan 48 saham stagnan.

Beberapa emiten yang melemah terbesar antara lain PT Merck (MERK) melemah Rp2.000 ke Rp72.500, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) anjlok Rp600 ke Rp35.800, PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp450 ke Rp24.400, PT Bukit Asam (PTBA) terkoreksi Rp350 ke Rp16.000, PT United Tractor (UNTR) turun Rp250 ke Rp17.550 dan PT Bumi Resources (BUMI) drop Rp250 ke Rp2.325.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp500 ke Rp2.575, PT Bayan Resources (BYAN) terangkat Rp150 ke Rp6.200, PT Gajah Tunggal (GJTL) menguat Rp130 ke Rp770, PT Astra International (ASII) terapresiasi Rp100 ke Rp40.200, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp100 ke Rp14.250. [ast/mdr]
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mengalami koreksi yang cukup dalam bahkan sempat terperosok di bawah level 2.700. Saham-saham berkapitalisasi besar mengalami koreksi setelah menguat cukup tajam sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (22/3/2010), IHSG ditutup anjlok 40,573 poin (1,47%) ke level 2.702,401. Indeks LQ 45 juga turun 10,098 poin (1,88%) ke level 525,681.

Tekanan terhadap IHSG tampaknya belum akan memudar pada perdagangan Selasa (23/3/2010). IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif dan sesekali akan melorot di bawah level 2.700.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup menguat namun dalam volume transaksi yang tipis. Persetujuan Kongres AS atas UU Kesehatan berhasil menutup kekhawatiran seputar ketidakpastian seputar isu tersebut. Namun sebagian investor tetap mengkhawatirkan nasib sektor kesehatan setelah UU yang penuh kontroversi itu disetujui.

Pada perdagangan Senin (22/3/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 43,91 poin (0,41%) ke level 10.785,89. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 5,91 poin (0,51%) ke level 1.165,81 dan Nasdaq menguat 20,99 poin (0,88%) ke level 2.395,40.

Sementara Bursa Jepang yang pada Senin libur kembali dibuka terkoreksi. Indeks Nikkei-225 memulai perdagangan Selasa ini dengan penurunan 24,90 poin (0,23%) ke level 10.799,82.

Berikut rekomendasi saham hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari senin kemarin(22/03/10) IHSG ditutup melemah 40 point (1.48%) dan tutup pada posisi 2702 hal ini terjadi karena investor asing dan lokal mulai terlihat melakukan profit taking terutama pada saham-saham blue chip, jika kita lihat pada candle stick hari ini merupakan konfirmasi penurunan yang terjadi pada IHSG dimana setelah membentuk doji pada hari Jumat pada hari senin kembali membentuk candle hitam.

Sehingga kemungkinan pada perdagangan hari ini IHSG kembali tertekan dengan titik support pada level 1 2690 dan support 2 pada 2658 yang merupakan level support trendline dan pada level resistance 1 pada level 2726 dan level resistance 2 pada level 2556 sehingga pada hari ini kisaran IHSG bergerak pada level 2658 – 2726.

Panin Sekuritas:

Aksi jual terhadap saham unggulan berlanjut pada hari ini, sehingga indeks anjlok signifikan setelah mengalami rally menguat selama 2 pekan terakhir. Meski mengalami penurunan akan tetapi kami melihat koreksi yang terjadi masih wajar. Terlihat meski indeks bergerak melemah, akan tetapi aliran dana asing masih mengalir ke pasar modal kita. Secara teknikal, indeks kami perkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu mendatang. Kisaran support-resistance 2.672-2.721. Saham pilihan : BMRI, PNBN, GJTL, BISI

Sumber: detikcom

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s