1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

Ingin untung malah buntung 28 Maret 2010

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 9:25 am

Ingin untung malah buntung

… ini salah satu CONTOH CARA MALAS dan BODOH … yaitu IKUT-IKUTAN ANALIS PRO atawa TEMAN INVESTOR YANG UDA SUKSES (menurut ukuran sang investor pemalas dan bodoh) … TAPI JUGA ANALIS PRO PINTAR BANKET NGELESnya bo … SERIGALA BERBULU DOMBA itu lah para ANALIS PRO YANG TIDAK JUJUR dan TIDAK MAU BERTANGGUNGJAWAB atas HASIL ANALISISNYA … itu sebabnya GW TIDAK MENGANJURKAN cara ini … tapi up2u lah … karena yang penting sekali BUKAN CARANYA, tapi LABANYA itu bo :

Suhendra, pemodal ritel, kapok membeli saham emiten yang akan melaksanakan penawaran umum saham terbatas (rights issue). Hasrat ingin mendapat keuntungan malah menjadi buntung, karena saham yang dibeli melorot dari posisi saat beli.

Miliaran rupiah melayang

Miliaran rupiah melayang, karena

salah strategi

salah strategi berinvestasi di pasar modal. Saat ini, dia hanya bisa menahan untuk tidak menjual dua saham yang dibelinya sebelum emiten itu melakukan rights issue.

“Saya beli saham Darma Henwa sebelum per-usahaan itu rights issue di harga Rp225 per saham, dengan harapan setelah perusahaan itu menggelar aksi korporasinya, akan ada perbaikan pada kinerja perseroan hingga mengerek harga saham,” ujarnya.

Namun, sampai penutupan perdagangan 22 Maret, harga saham perseroan masih berada pada level Rp110 per saham, yang berarti Hendra akan merugi jika dia melepas saham perusahaan itu pada saat ini.

Kerugian tersebut membuat Hendra tidak ingin lagi melakukan transaksi jual beli saham dalam waktu dekat ini, hingga uang yang diinvestasikannya bisa dicairkan dalam posisi untung, entah itu kapan.

“Saya saat ini, lebih banyak melihat layar RTI [real time information] dengan memperhatikan pergerakan saham-saham yang saya miliki, tetapi tidak melakukan transaksi jual atau beli.”

Analis PT Optima Sekuritas Ikhsan Binarto mengatakan saham-saham yang akan rights issue sebaiknya dibeli pada saat perusahaan itu menuntaskan aksi korporasinya, sehingga diketahui dengan pasti pemegang saham mayoritas.

Tujuannya, agar diketahui komitmen pemegang saham dan manajemen dalam menjalankan perusahaan pascapenawaran umum saham terbatas.

Ikhsan tidak merekomendasikan pemodal ritel membeli saham sebelum perusahaan melakukan rights issue, dengan alasan harga menjelang pelaksanaan rights issue sering tidak wajar ka-rena ada aksi menggoreng saham untuk meng—angkat harga di level tertentu. “Spekulasi seperti itu yang patut dihindari pemodal ritel.”

Keuntungan pemegang saham

Bagi pemodal ritel yang notabene masuk dalam kategori pemegang saham publik di bawah 5%, membeli saham emiten yang akan rights issue agak lebih berisiko dibandingkan dengan pemegang saham yang memiliki saham di atas 5%.

Bahkan apabila pemegang saham di atas 5% tidak merealisasikan haknya dengan membeli saham portepel atau simpanan tersebut, dapat berdampak pada terdilusinya kepemilikan.

Keuntungan bagi pemegang saham yang melaksanakan haknya adalah mereka mendapatkan waran sebagai pemanis yang dapat ditukar dengan saham baru pada kurun waktu tertentu.

Beberapa pemegang saham terkadang tidak melaksanakan haknya dengan alasan kondisi perusahaan yang secara fundamental tidak terlalu bagus. Jadi, mereka akan merugi lebih besar jika harus menambah kepemilikan di per-usahaan tersebut, atau alasan lainnya sehingga menyebabkan mereka tidak menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu.

Akibatnya, yang bertanggung jawab menyerap saham yang tidak terbeli oleh pemegang saham adalah pembeli siaga atau pemegang saham lainnya.

Contohnya adalah penawaran saham terbatas PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, yang pada 30 Juni pemegang sahamnya adalah PT Bakrie & Brothers Tbk 10,35%, Credit Suisse cabang Singapura 11,35%, PT Danatama Makmur Tbk 3% dan masyarakat kurang dari 5% sebesar 72,29%.

Setelah pelaksanaan rights issue kepemilikan saham berubah menjadi Bakrie & Brothers 53,99% dan 1st Financial Company Limited 5,29% dan sisanya kepemilikan efek di bawah 5%.

Hal yang serupa juga kerap terjadi pada emiten yang melakukan rights issue. Perubahan susunan pemegang saham dengan dana segar yang diraup oleh manajemen diharapkan mampu meningkatkan kinerja perseroan dan berujung pada kenaikan harga saham.

Hal itu pula yang diekspektasikan oleh pemodal pada saat mengumpulkan saham-saham tersebut sebelum aksi korporasi itu dilaksanakan. Namun, kiranya investor tetap harus teliti dan memperhatikan fundamental perusahaan, jangan sampai ingin mendapat untung malah menjadi buntung. (rahyuningsih@bisnis.co.id)

Rahayuningsih
Bisnis Indonesia

Iklan
 

2 Responses to “Ingin untung malah buntung”

  1. Dear Mbak! Ulasannya sangat bagus! Tolong kita dibantu gimana caranya untuk bisa mendapatkan info tentang perusahaan yang di back up oleh Management yg jujur dan SDM yang kwalified, sehingga kinerja/ Produktivitas perusahaan bagus, sehingga Sahamnya bisa terdongkrak naik?
    Salam,

    Monang Sirait

    • bumi2009fans Says:

      mbak Rahayu pasti ngeles juga, soalnya ga merasa memposting artikel itu di blog gw : maen saham beneran 😛 … karena artikel ini gw copy n paste aja … soal isinya bole tanya langsung ke doi … tapi rasanya anda ini kura2 dalam perahu, PURA-PURA TIDAK TAHU 😀
      … tapi pernyataan bahwa MANAJEMEN HEBAT menunjukkan bahwa SAHAMNYA JUGA KINCLONG adalah pernyataan yang KEKANAK-KANAKAN, apalagi TAU SITUASI BURSA SAHAM INDO YANG DIPENUHI SPEKULATOR RAKSASI (RAKSASA YANG MANIAK CEMAS) … bisa saja perusahaan yang bagus manajemennya dihukum PASAR semata-mata karena HARGANYA UDA TERLALU MAHAL (valuasi terpengaruhi oleh ekspektasi laba) … well, itu lah fakta pahit di bursa, karena itu gw menganjurkan kombinasi antara investasi dan trading … trading adalah alat untuk mengurangi tingkat risiko yang BERLEBIHAN


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s