1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

takut MAMPUS, BRANEEEE idup @peluank : 270310 28 Maret 2010

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 8:33 am

JANGAN TAKUT MENCOBA
Kiat Sukses Bob Sadino bagi Kaum Muda
Minggu, 28 Maret 2010 | 01:01 WIB
… baca dulu yang ini :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/17/tukang-cari-v-tukang-kerjakan-170310/

BOGOR, KOMPAS.com – Pengusaha sukses bidang pertanian Bob Sadino mengajak generasi muda untuk tidak takut mencoba sesuatu hal yang baru. “Ingin sukses jangan takut mencoba,” kata Bob di hadapan puluhan peserta acara Lounching Program CSR “Go Entrepreneur” oleh Perum Pegadaian bertempat di Mall Botani Square, Sabtu (27/3/2010).

Menurut Bob, kunci sukses adalah tidak mudah menyerah, dan jangan takut untuk gagal. “Karena dengan kegagalan kita bisa belajar, bagaimana ke depan lebih baik lagi. Jadi, jangan pernah takut untuk gagal,” kata entrepreneur sukses asli Indonesia ini.

Di hadapan ratusan pengunjung Mall Botani Square, Bob yang tampil dengan gaya khasnya baju kemeja putih kotak-kotak dipadu celana jins pendek menyampaikan beberapa pengalamannya tentang memulai sebuah usaha tanpa harus menggunakan modal besar. “Yang penting ada kemauan dan berani menerima kegagalan, semua usaha jenis apa pun akan tetap jalan. Usaha yang paling bertahan lama ada agropreneur,” kata Bob.

Ia berpendapat selama langit masih membentang, selama itu pula usaha perkebunan akan terus berjalan. Namun, lanjut Bob, tinggal sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya.

“Sumber daya alam terbentang luas, kita bersyukur Indonesia alamnya subur dan kaya, tapi SDM Indonesia yang kurang mampu memanfaatkannya,” kata bapak dua orang putri ini.

Bob mengatakan, peluang bisnis pertanian cukup besar, tidak hanya pasar Internasional saja, pasar dalam negeri Indonesia juga sangat menjanjikan untuk perkembangan bisnis pertanian tersebut. Bob mengatakan semakin banyaknya minat generasi muda untuk berwirausaha dapat meningkatkan jumlah usahawan Indonesia yang saat ini hanya sebesar 1,8 persen dari total penduduk Indonesia.

Talkshow berlangsung selama satu jam lebih tersebut berlangsung cukup menarik. Sejumlah mahasiswa yang hadir dalam acara launching program CSR “Go Entrepreneur” oleh Perum Pegadaian sangat antusias bertanya kepada Bob. Dipandu oleh MC Shanaz Haque suasana talkshow kian bermakna, ditambah jawaban nyeleneh Bob yang membuat gelak tawa peserta.

Bob merupakan tokoh entrepreneurship Indonesia yang mampu merentas batas kewajaran bahwa bisnis harus dijalankan dengan kegigihan dan kerja keras. Menurut Bob, usaha dijalankan dengan kesenangan bukan karena keterpaksaan. Tidak harus cerdas dan bekerja keras untuk menjadi pengusaha sukses, menurutnya seorang pengusaha harus bisa

melihat peluang dan berani mengambil risiko.

Semua telah dibuktikan oleh Bob, entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal “Kem Chicks” (supermarket) ini pernah menjadi supir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses.
Mengawinkan Kamera Jadul dan yang Canggih
SABTU, 27 MARET 2010 | 07:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Aryono Huboyo Djati tidak percaya karya fotonya terjual Rp 700 juta dalam suatu lelang. Foto itu menggambarkan janda petinggi GAM (Gerakan Aceh Merdeka) menggandeng anaknya. Cahaya keemasan menyebar membentuk siluet ibu-anak sehingga tampak artistik.

“Ini dari jepretan kamera berlensa manual,” katanya kepada iTempo Rabu (24/3) lalu. Semua koleksi foto Aryono, pencipta lagu Burung Camar, yang dilelang memang dari lensa manual warisan leluhurnya.

Aryono adalah satu diantara 2000-an anggota pecinta kamera berlensa manual. Komunitas ini tergabung dalam Lensa Manual.net. Adalah Robert Tang yang mendirikan kelompok penghobi ini.

Robert awalnya bergabung di komunitas fotografi online. Saking penasaran dengan penggemar lensa tua, dia melontarkan postingan di milis tersebut. “Apakah masih ada yang suka lensa tua?” tanyanya.

Gayung bersambut. Makin banyak yang menyukai hasil jepretan dari lensa manual. Untuk menampilkan hasil jepretan dari lensa manual, dia membuat blog. Bersama kawan lainnya dia membuat situs dan kelompok yang bernama komunitas Lensa Manual.

Uniknya komunitas ini bukan sekedar pecinta lensa manual jadul (zaman dulu). Mereka berusaha mendapatkan jepretan yang sensasional dari hasil ‘ngoprek’ kamera dan lensanya. Untuk mendapatkan hasil jepretan yang tajam dengan efek yang menakjubkan mereka mengawinkan berbagai kamera dan lensa-lensa tua.

Agar proses perkawinan mulus, mereka menambah adaptor atau menggergaji lensa agar pas. Tujannya agar lensa posisinya pas dengan body kamera digital. “Dari pada lensa tidak terpakai, jamuran, mending digergaji atau ditambah adaptor,” ujar Robert.

Saling tukar menukar pengalaman mengoprek jadi menu pertemuan atau diskusi anggota komunitas. Kadang-kadang mereka sama-sama berburu kamera lawas untuk dikawinkan dengan lensa baru.

Banyak fotografer atau pecinta foto digital dengan lensa autofokus, kata Bob atau Robert, sering meremehkan hasil jepretan lensa manual. Baru ketika mereka melihat hasilnya, akhirnya keranjingan mencari sensasi dengan lensa manual. Maklum jepretan mampu menghasilkan warna yang lebih hidup, glow effect, atau swirly. “Hasilnya beda ketika dilihat di komputer. Dari situ banyak yang kena virus kami,” ujarnya terkekeh.

Untuk urusan lensa, para pecinta manual berburu di berbagai kota. Bahkan Bob rela merogoh kocek untuk membeli di eBay. Rata-rata lensa para anggota komunitas keluaran tahun 1960 hingga 1980-an seperti Leica. Kualitas barangnya cukup bagus, kuat dan menghasilkan foto yang sangat menarik.

Bob memiliki 5 lensa Leica. Menurut dia, harga pasaran lensa manual kini melambung. Lensa yang dulu hanya berharga ratusan ribu sekarang sudah jutaan rupiah.

Mengapa rindu dengan lensa lawas? Bob mengatakan banyak anggota yang bernostalgia. Ada pula yang bergabung karena takjub dengan hasil jepretannya. Namun banyak juga anggota yang ikut karena keterbatasan dana membeli kamera atau lensa digital autofokus.

Aryono termasuk pendatang baru di komunitas ini. Pria kelahiran tahun 1959 ini menolak menjelaskan koleksi lensa manualnya. “Belasan saja, salah satunya warisan ayah saya,” ujarnya.

Meskipun demikian, foto-fotonya istimewa. Salah satunya Imam Samudra, seminggu sebelum dieksekusi hukuman mati di penjara. Tatapan mata Imam Samudra yang menjelang magrib dengan lampu seadanya tertangkap tajam di kamera Aryono. Foto ini hanya bisa diakses jika Anda menjadi anggota komunitas lensa manual.

DIAN YULIASTUTI

Iklan
 

2 Responses to “takut MAMPUS, BRANEEEE idup @peluank : 270310”

  1. […] langsung ke link di atas, atawa baca2 dulu posting berikut:     https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/28/takut-mampus-braneeee-idup-peluank-270310/ inga, inga ada HUKUM ABADI TRANSAKSI SAHAM , baca posting ini : […]

  2. […] INVESTOR SAHAM … langsung ke link di atas, atawa baca2 dulu posting berikut:     https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/28/takut-mampus-braneeee-idup-peluank-270310/ inga, inga ada HUKUM ABADI TRANSAKSI SAHAM , baca posting ini […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s