1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

2850, wait a 2-year duration, GA LAH youw : 290310 29 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:41 am

Senin, 29/03/2010 16:07 WIB
IHSG Terperosok 18 Poin, Rupiah Terkuat Sejak Agustus 2008
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 18 poin pada perdagangan hari ini. Aksi ambil untung (profit taking) setelah rally selama sepekan kemarin membuat IHSG kembali jatuh ke bawah level 2.800.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.813,491 dibanding penutupan kemarin di level 2.813,082. Sesaat setelah dibuka, IHSG langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.780,430 turun 33 poin.

Aksi jual yang mendera saham-saham unggulan berkapitalisasi besar membuat IHSG tak mampu mendekati zona netral maupun zona positif. Sepanjang perdagangan hari ini IHSG terus berkutat di zona negatif.

Tampaknya investor memutuskan melakukan profit taking setelah melakukan pembelian masif selama perdagangan sepekan kemarin. Terlebih saham-saham raksasa perbankan yang sepekan kemarin sukses mengangkat IHSG menembus level 2.800.

Koreksi saham-saham sektor konsumsi, infrastruktur, perkebunan dan aneka industri juga memberikan kontribusi besar bagi koreksi IHSG hari ini.

Hanya saham-saham sektor pertambangan yang masih mengalami penguatan, terutama didorong oleh penguatan saham logam metal seperti Inco (INCO), Aneka Tambang (ANTM) serta Timah (TINS). Beberapa saham batubara juga masih mencetak penguatan.

Pada perdagangan Senin (29/3/2010), IHSG ditutup turun 18,311 poin (0,66%) ke level 2.794,771. Indeks LQ 45 juga melemah 4,219 poin (0,77%) ke level 544,456.

Sementara nilai tukar rupiah tercatat menguat tajam ke level 9.085 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.125 per dolar AS. Ini adalah level tertinggi rupiah sejak Agustus 2008.

Bursa-bursa regional bergerak variatif.
Indeks Shanghai naik 64,08 (2,09%) ke level 3.123,80.
Indeks Hang Seng naik 184,32 poin (0,88%) ke level 21.237,43.
Indeks Nikkei-225 turun tipis 9,9 poin (0,09%) ke level 10.986,47.
Indeks Straits Times naik 18,62 poin (0,64%) ke level 2.924,90.
Indeks KOSPI turun tipis 5,73 poin (0,34%) ke level 1.691,99.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 128.856 kali pada volume 7,803 miliar lembar saham senilai Rp 10,377 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 97 saham turun dan 90 saham stagnan.

Nilai transaksi beli asing mencapai Rp 6,421 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 6,309 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 111,713 miliar.

Nilai transaksi membengkak lantaran ada transaksi penjualan 18% saham XL Axiata milik Axiata Group Berhad ditambah pemindahtangan 1,8% opsi penjatahan lebih (greenshoe) di pasar negosiasi senilai Rp 5,559 triliun yang diperantarai oleh broker PT CIMB Securities (YU) dan PT Mandiri Sekuritas (CC).

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Schering Plough (SCPI) naik Rp 6.000 ke Rp 36.000, Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 74.000, Inco (INCO) naik Rp 275 ke Rp 4.700, Antam (ANTM) naik Rp 150 ke Rp 2.325, Timah (TINS) naik Rp 75 ke Rp 2.350, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 100 ke Rp 38.600.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain AStra International (ASII), Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 17.350, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 24.200, BCA (BBCA) turun Rp 150 ke Rp 5.600, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 12.150, BRI (BBRI) turun Rp 100 ke Rp 8.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 ke Rp 25.500, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 8.100, PGN (PGAS) turun Rp 100 ke Rp 4.225.

(dro/qom)
IHSG siang ditutup turun 20,81 poin ke 2.792,26
Senin, 29/03/2010 12:13:40 WIBOleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan sesi perdagangan I siang ini turun 20,81 poin atau 0,74% menjadi 2.792,26 dari penutupan akhir pekan lalu di 2.813,08.

Indeks bergerak pada kisaran 2.789,94 – 2.813,79.

Dari 399 saham perusahaan yang menopang indeks, sebanyak 74 saham menguat, 82 melemah dan 254 tidak mengalami pergerakan harga.

Secara individu, saham Bank Central Asia memotori penurunan indeks di bursa dengan kontribusi sebesar 4,69 poin, disusul oleh Astra International 4,41 poin, Bank Mandiri 2,66 poin, dan Telkom 2,58 poin.

Sejumlah saham yang menahan penurunan indeks adalah International Nickel Indonesia dengan kontribusi sebesar 2,54 poin, disusul oleh Aneka Tambang 1,52 poin, Benakat Petroleum 0,77 poin dan Indo Tambangraya 0,65 poin.

Penurunan IHSG juga tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan oleh lima sektor indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor keuangan menjadi sektor terdepan yang menyumbang penurunan indeks sebesar 60,43%, diikuti dengan infrastruktur utilisasi 33,81%, aneka industri 19,74%, consumer goods 16,43%, jasa dan perdagangan 4,94%.

Pelemahan IHSG pada penutupan siang ini juga terjadi pada Indeks BISNIS-27, yang ditutup turun 2,73 poin menjadi 258,53 dari posisi penutupan akhir pekan lalu. BISNIS-27 tadi pagi dibuka di level 261,31, bergerak pada kisaran 258,16 – 261,35.(er)
Senin, 29/03/2010 12:05 WIB
Saham Bank Seret IHSG Ke Bawah 2.800
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I hari ini turun 20 poin kembali ke bawah level 2.800. Koreksi saham-saham raksasa sektor perbankan memberikan tekanan pada pergerakan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG sempat menguat tipis ke level 2.813,796, namun tak lama langsung merosot hingga sempat menyentuh level 2.789,949, turun 24 poin dari penutupan pekan kemarin di level 2.813,082.

Tekanan jual mendera saham-saham raksasa sektor perbankan yang pada pekan lalu mengalami penguatan dan sukses menggiring IHSG menembus level 2.800 seperti Bank Mandiri (BMRI), BRI (BBRI) dan BCA (BBCA). Koreksi saham sektor konsumsi seperti Gudang Garam (GGRM) dan Unilever (UNVR) serta tak luput koreksi saham Astra International (ASII)juga memberikan kontribusi besar pada penurunan IHSG hari ini.

Hanya saham-saham sektor pertambangan seperti Aneka Tambang (ANTM), Adaro (ADRO), Benakat (BIPI), Indo Tambang (ITMG), Elnusa (ELSA), Inco (INCO) serta Timah (TINS) yang menjadi penopang IHSG dari kejatuhan lebih dalam. Penguatan beberapa saham sektor perkebunan seperti Lonsum (LSIP) dan Tunas Baru Lampung (TBLA) mengiringi penguatan saham tambang.

Pada perdagangan Senin (29/3/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 20,816 poin (0,74%) ke level 2.792,266. Indeks LQ 45 juga melemah 5,261 poin (0,96%) ke level 543,414.

Bursa-bursa regional didominasi penguatan, kecuali bursa Jepang yang masih berkutat di zona negatif.

Indeks Hang Seng naik 171,68 poin (0,82%) ke level 21.224,79.
Indeks Nikkei-225 turun 33,4 poin (0,23%) ke level 10.969,15.
Indeks Straits Times naik 13,61 poin (0,47%) ke level 2.919,86.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 69.471 kali pada volume 5,254 miliar lembar saham senilai Rp 8,030 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 86 saham turun dan 80 saham stagnan.

Nilai transaksi membengkak lantaran ada transaksi penjualan 18% saham XL Axiata milik Axiata Group Berhad di pasar negosiasi senilai Rp 5,053 triliun yang diperantarai oleh broker PT CIMB Securities (YU) dan PT Mandiri Sekuritas (CC).

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Schering (SCPI) naik R[ 6.000 ke Rp 36.000, Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 74.000, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 38.900, Lonsum (LSIP) turun Rp 350 ke Rp 9.900, Inco (INCO) naik Rp 200 ke Rp 4.625, Antam (ANTM) naik Rp 100 ke Rp 2.275.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Astra International (ASII) turun Rp 600 ke Rp 42.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 25.200, BCA (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 5.550, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 17.600, BRI (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 8.250, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 12.150, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 5.350.

(dro/qom)

Melemah di Bawah Level 2.800, Profit Taking Hantam IHSG
Senin, 29 Maret 2010 – 10:28 wib

Candra Setya Santoso – Okezone
JAKARTA – Aksi ambil untung (profit taking) sejumlah investor di pasar saham, tampaknya mulai terlihat sejak pembukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan membawa pelemahan paling besar di jajaran bursa kawasan Asia Pasifik pagi ini. Terpantau pergerakan IHSG kembali melemah di bawah level 2.800.

Sementara itu, laporan keuangan emiten tahun buku 2009 yang telah dirilis dalam beberapa hari terakhir menunjukkan hasil yang beragam, diprediksi masih menopang pergerakannya.

“Tampaknya pada investor memproyeksikan laporan keuangan sejumlah emiten yang bakal dirilis positif, sehingga terlihat mereka bakal mengambil profit terkait saham unggulan yang sudah melonjak di level tertingginya,” ujar research analis Bhakti Securities Reza Nugraha, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (29/3/2010).

Terpantau, IHSG pada pukul 10.20 JATS melemah 20,854 poin ke level 2.792,229 dan melemah paling dalam dibandingkan bursa kawasan Asia Pasifik lainnya, dipicu oleh sentimen negatif saham-saham unggulan seperti saham sektor perbankan yang terpantau melemah pada perdagangan pagi ini.

Pelemahan IHSG terpantau dari pergerakan beberapa sektor-sektor perdagangan saham internal pagi ini. Terlihat sektor perbankan turu 1,67 poin, sektor infrastruktur melemah 1,61 poin, sektor manufaktur ikut turun sebesar 0,799 poin. Selain itu, sektor pertambangan dan perkebunan berhasil menguat masing-masing 10,21 poin, dan 3,799 poin.

Kendati bursa di Asia saat IHSG bergerak positif, seperti Indeks Hang Seng terangkat 274,56 poin atau 1,32 persen) menjadi 21.053,11, Nikkei 225 menguat 167,52 poin (1,55 persen) di posisi 10.996,37, dan Straits Times naik 17,91 poin atau 0,62 persen ke level 2.906,28.

“Selain itu, dana asing yang diprediksi masih masuk (capital inflow) ke lantai bursa domestik. Waspadai adanya profit taking karena indeks sudah reli panjang,” pungkasnya.
(wdi)

Indeks berpeluang capai rekor tertinggi

JAKARTA: Pekan ini indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bisa menyentuh rekor tertinggi IHSG sepanjang sejarah Indonesia, lantaran secara teknikal dan fundamental trennya masih cukup positif.
Pekan lalu, IHSG ditutup pada level tertinggi tahun ini, 2.813,08. Indeks menguat 0,50% atau 13,93 poin dari penutupan hari sebelumnya. Rekor IHSG tertinggi sepanjang sejarah Indonesia terjadi pada 9 Januari 2008 yang menyentuh level 2.830,26.

Analis PT Asia Kapitalindo Securities Tbk Supriyadi mengatakan peluang indeks pekan ini untuk menyentuh level 2.830-an cukup besar. Pasalnya, baik secara teknikal maupun fundamental tren pekan ini masih terlihat positif.

Kendati demikian, Supriyadi tak menampik adanya kondisi rawan koreksi untuk pergerakan indeks pekan ini terutama pada saat awal pekan. “Titik terendahnya mungkin bisa di level 2.780-an. Pergerakannya indeks melemah dulu baru setelah itu menguat,” ujarnya, kemarin.

Menurut Supriyadi, saham-saham dari sektor properti pekan ini akan menunjukkan penguatannya sehingga layak untuk dikoleksi. “KPR masih rendah. Selain itu, kenaikan harga tanah yang cukup tinggi saat ini akan berdampak positif bagi pergerakan saham properti.”

Supriyadi menambahkan saham-saham dari sektor perbankan seperti BBCA (Bank Central Asia Tbk) dan BMRI (Bank Mandiri Tbk) dinilainya malah rawan koreksi pekan ini karena pekan lalu penguatannya cukup berarti.

Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang menambahkan banjir likuiditas dolar AS dan ekspektasi pembagian dividen diperkirakan memicu pemodal melanjutkan aksi beli saham dengan kapitalisasi pasar besar pada pekan ini.

Edwin menekankan yang menjadi pertanyaan saat ini yaitu apakah secara valuasi saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar besar masih logis untuk dibeli karena harga saham-saham tersebut telah naik hingga harga beli jenuh.

Harga SUN

Untuk pergerakan harga surat utang negara (SUN) pekan ini, Supriyadi memprediksi akan terjadi kenaikan tipis terutama untuk yang bertenor menengah. Penguatan harga SUN menurut dia, berkaitan dengan prediksi kenaikan inflasi untuk Juli.

Dengan alasan itu, Supriyadi memprediksi masuknya aliran dana asing pekan ini akan deras. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu (22-26 Maret) menunjukkan kalau minat beli asing tidak sebesar minggu pekan sebelumnya (15-19 Maret).

Manajer Fixed Income PT OSK Nusadana Securities Indonesia Abdul Kadir menambahkan harga SUN bertenor pendek menengah diprediksi akan naik 25 bps- 50 bps, menurunkan nilai imbal hasilnya (yield) sebesar 10 bps-20 bps pekan ini.

“Faktornya adalah inflasi Maret yang diprediksi lebih rendah dari bulan sebelumnya. Ini sudah terlihat pada perdagangan SUN Kamis-Jumat lalu, nilai yield SUN naik tipis sejalan dengan inflasi Maret berikut BI Rate yang cenderung flat,” katanya. (08/10)

Bisnis Indonesia

Chart for  (^JKSE)
… secara sederhana momentum beli ihsg maseh TINGGI … itu berarti ada ekspektasi investor maseh mencari 2 hal: VALUASI harga saham yang RELATIF SEDANG dan MENJANJIKAN DIVIDEN sesuai ekspektasi pasar, serta CAPITAL GAIN karena EUFORIA … sehingga investor JANGKA PENDEK akan meraih LABA DOBEL, dividen dan capital gain … secara teknikal, batas atas bollinger band adalah 2870 sementara medium bollinger bands di 2675 … sehingga bila terjadi FLUKTUASI koreksi mungkin 2700 tetap menjadi BATAS KUAT SUPPORT SEKALIGUS PSIKOLOGI PASAR … di parabolic sar ada momentum positif beli yang diperkuat oleh ROC di atas 100, berarti daya dorong pasar untuk beli maseh tinggi dan mungkin saja 2900 terpicu beli oleh antusiasme investor … well, liat aja dah

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s