1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

konsolidasi itu SETIAP HARI bo … 310310 31 Maret 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:36 am

31/03/2010 – 16:43
Koreksi ‘Big Cap’ Runtuhkan Bursa
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Pemburukan bursa regional dan aksi ambil untung investor masih mewarnai pergerakan bursa. Penguatan beberapa saham komoditas dihalau koreksi saham unggulan berkapitalisasi besar.

Pada perdagangan Rabu (31/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 20,967 poin (0,75%) ke level 2.777,301. Indeks saham unggulan LQ 45 juga turun 4,501 poin (0,83%) ke level 539,801.

Indeks dibuka melemah tipis 0,06% ke level 2.796 dan terus melorot hingga pada sesi siang bertengger di 2.786. Tekanan aksi jual masih mendera bursa, sehingga indeks pun terjungkal ke level 2.777.

Kepala Riset Panca Global Securities Bertrand Raynaldi mengatakan, pelemahan bursa regional dan sepinya sentimen positif yang berpengaruh signifikan pada indeks, membuat bursa berakhir negatif. “Minimnya sentimen ini membuat pergerakan bursa global atau Wall Street dijadikan acuan IHSG,” ujarnya.

Menurut Bertrand, ekspektasi atas pertumbuhan ekonomi yang positif serta keberhasilan emiten membukukan keuntungan yang besar sudah terakumulasi semuanya dengan kenaikan indeks saat ini. Namun, IHSG tidak mampu bertahan lama bertengger di level 2.800 poin karena sudah menguat sekitar 10%, sejak awal Maret 2010. “Harga saham domestik yang sudah mahal, memicu investor merealisasikan keuntungannya,“ujarnya.

Hampir semua sektor melemah, kecuali perkebunan dan infrastruktur yang masih membukukan penguatan. Adapun sektor aneka industri dan konsumsi memimpin penurunan sebesar 1,4%, diikuti sektor perdagangan 1,3%, manufaktur 1,2%, dan finansial 1,1%. Demikian pula sektor properti yang jatuh 0,9%, industri dasar 0,6% dan tambang yang turun 0,08%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6,411 miliar lembar saham, senilai Rp 15,121 triliun dan frekuensi 119.535 kali. Sebanyak 72 saham naik, 149 saham turun dan 57 saham stagnan.

Aktivitas investor asing mendominasi aksi jual mencapai Rp 11,011 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 11,671 triliun. Ini berarti, transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 660,294 miliar.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 163.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 38.050, Petrosea (PTRO) turun Rp 900 ke Rp 9.000, Gudang Garam (GGRM ) turun Rp 600 ke Rp 24.750, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 41.900, United Tractors (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 18.350.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000, BTPN (BTPN) naik Rp 700 ke Rp 7.900, Goodyear (GDYR ) naik Rp 700 ke Rp 12.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.600, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.400, PT International Nickel Indonesia (INCO)naik Rp 100 ke Rp 4.725, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS ) naik Rp 75 ke Rp 4.250.

IHSG terkoreksi di tengah pelemahan bursa regional Asia. Indeks Shanghai di China turun 19,36 poin (0,62%) ke level 3.109,10, indeks Hang Seng turun 135,44 poin (0,63%) ke level 21.239,35.

Indeks Nikkei-225 turun 7,2 poin (0,06%) ke level 11.089,94, indeks Kospi di Seoul turun 7,34 poin (0,43%) ke level 1.692,85. [mdr]

Rabu, 31/03/2010 16:07 WIB
Asing Jual Saham Rp 660 Miliar, IHSG Terpangkas 20 Poin
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 20 poin seiring dengan kejatuhan harga saham-saham berkapitalisasi besar lantaran terpicu aksi jual asing sebesar Rp 660,294 miliar.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.798,677 dan langsung melesat hingga ke level 2.809,473, naik 11 poin dari penutupan kemarin di level 2.798,268. Rupanya penguatan IHSG tak bertahan lama. Mendadak aksi jual masif memukul jatuh IHSG cukup dalam.

Pada perdagangan sesi II, IHSG malah sempat menyentuh level 2.758,262, turun 40 poin dari penutupan kemarin. Hampir seluruh saham-saham unggulan berkapitalisasi besar didera tekanan jual yang cukup berat.

Hanya saham-saham sektor pertambangan yang masih bolak-balik bergerak di antara zona merah dan zona hijau. Saham-saham raksasa yang masih mengalami penguatan antara lain Adaro (ADRO), Inco (INCO), Bukit Asam (PTBA), Lonsum (LSIP), PGN (PGAS) dan Antam (ANTM).

Sedangkan indeks saham sektoral lainnya tampak tak mempunyai kekuatan untuk memasuki zona hijau. Saham-saham lapis dua tampak mendominasi penguatan. Perburuan saham-saham lapis dua tampaknya menjadi salah satu pilihan investor pada perdagangan hari ini.

Biasanya, perburuan saham-saham lapis dua akan berlangsung cukup panjang mengiringi periode sideways dalam grafik IHSG. Selama 3 hari terakhir, IHSG bergerak sideways setelah melakukan rally panjang selama 3 pekan berturut-turut.

Saham Delta Dunia (DOID) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini. Transaksi DOID mencapai Rp 579 miliar dengan volume tinggi. Harga saham DOID anjlok tajam lantaran rencana Recapital Advisors mengakuisisi 51% saham perseroan melalui penerbitan saham baru non HMETD di harga Rp 1.400 per saham.

Pada perdagangan Rabu (31/3/2010), IHSG ditutup anjlok 20,967 poin (0,75%) ke level 2.777,301. Indeks LQ 45 juga turun 4,501 poin (0,83%) ke level 539,801.

Aktivitas investor asing juga didominasi aksi jual sebesar Rp 11,011 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 11,671 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 660,294 miliar.

Bursa-bursa regional bergerak didominasi penguatan :

Indeks Shanghai turun 19,36 poin (0,62%) ke level 3.109,10.
Indeks Hang Seng turun 135,44 poin (0,63%) ke level 21.239,35.
Indeks Nikkei-225 turun 7,2 poin (0,06%) ke level 11.089,94.
Indeks Straits Times turun 37,57 poin (1,28%) ke level 2.895,82.
Indeks KOSPI turun 7,34 poin (0,43%) ke level 1.692,85.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 119.535 kali pada volume 6,411 miliar lembar saham senilai

Rp 15,121 triliun

. Sebanyak 72 saham naik, 149 saham turun dan 57 saham stagnan.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 119.535 kali pada volume 6,411 miliar lembar saham senilai Rp 15,121 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 149 saham turun dan 57 saham stagnan.

Pembengkakan nilai transaksi disebabkan adanya transaksi penjualan saham Semen Gresik (SMGR) milik Blue Valley senilai Rp 9,821 triliun.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000, BTPN (BTPN) naik Rp 700 ke Rp 7.900, Goodyear (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 12.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.600, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.400, Inco (INCO) naik Rp 100 ke Rp 4.725, PGN (PGAS) naik Rp 75 ke Rp 4.250.

Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Bir Bintang (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 163.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 38.050, Petrosea (PTRO) turun Rp 900 ke Rp 9.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 24.750, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 41.900, United Tractors (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 18.350.

(dro/qom)
Saham Kapitalisasi Besar Ramaikan Sesi II
Setelah menyentuh level 2.800, IHSG mulai melakukan pengujian. Tren pasar masih bullish.
RABU, 31 MARET 2010, 13:19 WIB
Arinto Tri Wibowo

Papan perdagangan saham (ANTARA)
BERITA TERKAIT
Lapis Kedua Diburu, IHSG Kuat di Sesi II
Sesi II, Saham Tambang Topang IHSG
Sesi II, Saham Konstruksi Diburu
Saham Unggulan Topang IHSG Tembus 2.800
Sesi II, Saham Kapitalisasi Besar Diburu
Web Tools

VIVAnews – Setelah mampu menembus level 2.800, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memasuki masa konsolidasi. Kondisi itu yang mendorong IHSG terkoreksi pada penutupan sesi pertama, Rabu 31 Maret 2010.

IHSG melemah 12,02 poin (0,42 persen) ke level 2.786,24. Saham-saham yang terkoreksi di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp 100 (0,41 persen) menjadi Rp 24.200, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tergerus Rp 250 (4,55 persen) ke posisi Rp 5.250, dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) yang terkoreksi Rp 100 (1,34 persen) menjadi Rp 7.350.

Pengamat pasar saham Willy Sanjaya mengatakan, setelah menyentuh level 2.800, IHSG mulai melakukan pengujian, sebelum memantapkan posisinya di level psikologis tersebut.

Meski demikian, menurut dia, pasar saham masih dalam kondisi bullish. Harga-harga sejumlah saham juga mulai menunjukkan level tertingginya.

“Ini masa konsolidasi, sebelum IHSG kembali menembus level 2.800,” ujar Willy ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta.

Dia optimistis, meski terkoreksi pada sesi pertama, IHSG diperkirakan berbalik menguat (rebound) pada akhir transaksi hari ini.

Saham-saham yang berpotensi mengontribusi kenaikan kembali IHSG di antaranya PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan beberapa saham berkapitalisasi pasar besar lainnya seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Sementara itu, di bursa regional, indeks Hang Seng Hang Seng melemah 34,85 poin (0,16 persen) ke posisi 21.339,94, Nikkei 225 sempat ke level 11.101,61 atau menguat 4,47 poin (0,04 persen), dan Straits Times melemah 20,8 poin (0,71 persen) menjadi 2.912,59.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
31/03/2010 – 12:38
IHSG Sesi Siang
DOID Dominasi Koreksi Bursa
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Aksi profit taking melanda bursa saham, sehingga IHSG pun tenggelam ke zona merah. Saham DOID memimpin penurunan siang ini.

Pada perdagangan Rabu (31/3) sesi siang, IHSG ditutup melemah 12,03 poin (0,43%) ke level 2.786,24. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 3,0800 poin (0,56%) ke level 5.41,22.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai dengan volume transaksi tercatat mencapai 2,198 miliar lembar saham, senilai Rp 2,096 triliun dan frekuensi 62.335 kali. Sebanyak 70 saham menguat, 104 saham melemah, dan 74 saham stagnan.

Semua sektor berkontribusi pada koreksi indeks kecuali pertambangan dan aneka industri. Sektor properti memimpin pelemahan 1%, disusul sektor keuangan 0,92%, konsumsi 0,81%, industri dasar 0,69%, perdagangan 0,52%, manufaktur 0,36%, perkebunan 0,31%, dan infrasturktur 0,03%.

Saham Delta Dunia Petroindo (DOID ) mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi sebesar 326 miliar. Adapun DOID siang ini ditutup melemah Rp30 ke Rp1.150. Kemarin, otoritas bursa memasukkan saham DOID dalam kategori Unusual Market Activity (UMA). ebab, harga saham DOID menurun dan adanya aktivitas transaksi saham di luar kebiasaan.

Yustian Hartono, technical analyst AmCapital Indonesia memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah. Sebab, indeks saat ini memasuki masa-masa profit taking. “Karena itu, indeks akan mengarah ke level support 2.785 dan 2.838 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (31/3).

Profit taking pasar, lanjut Yustian, terjadi setelah melesatnya indeks hingga 10% sejak awal 2010. Indeks sekarang berada di area support, 2.780-2.790. Secara teknikal, indeks menguji, apakah level support dalam pola uptrend ini bisa ditembus, atau justru rebound hingga level tertingginya, 2.838,27. “Ini angka tertinggi sepanjang sejarah bursa Indonesia pada 14 Januari 2008 lalu,” paparnya.

Yustian menilai, koreksi indeks hari ini hanya semata faktor profit taking. Sebab, berita-berita dari regional belum ada yang memicu pergerakan pasar. Bursa AS sendiri beberapa hari terakhir bergerak dalam kisaran tipis. “Pelaku pasar masih wait and see atas indikator-indikator recovery perekonomian selanjutnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, meski PER (Price Eraning Ratio) indeks sudah mencapai 15 kali, namun level ini masih rendah jika melihat rilisnya laporan keuangan emiten-emiten yang rata-rata positif. “Jika semuanya sudah dirilis dan hasilnya positif, PER Indeks masih ada peluang untuk meningkat, bahkan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di atas 2.838,27.” timpal Yustian.

Di tengah kondisi ini, Ia merekomendasikan saham-saham yang kenaikan harganya belum terlalu banyak dan berfundamental baik. Seperti PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Adaro Energy (ADRO), PT Bank Tabungan Negara (BBTN), dan PT Multistrada Arah Sarana (MASA). “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya. [ast/mdr]
31/03/2010 – 12:09
Ambil Untung, IHSG Sesi I Ditutup Turun 12.03 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Perdagangan saham pada Rabu(31/3) sesi I IHSG ditutup turun 12,03 poin (0,43%) menjadi 2.786,24 karena investor melakukan aksi jual menjelang pengumuman data inflasi besok.

Hal itu dikatakan analis saham Sinarmas Securities,Alfiansyah kepada INILAH.COM, Rabu (31/3). “Investor merealisasikan keuntungannya dengan aksi jual untuk mengantisipasi data inflasi kalau sesuai ekspektasi maka akan masuk lagi besok,” katanya.

Aksi ambil untung dilakukan setelah penguatan indeks dalam beberapa hari sebelumnya. Saat ini indeks sudah dalam area jenuh beli terutama sektor perbankan dan batubara sehingga sektor ini mengalami tekanan jual. Investor asing juga masih dalam posisi net sell. “Pergerakan hingga sesi penutupan masih berpotensi menguat dengan strategi Buy on Weakness (beli di level support) untuk akumulasi menjelang data inflasi dan akan dilepas menjelang libur panjang,” katanya lagi.

Untuk volume perdagangan mencapai 2,1 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp2,090 triliun dengan 70 saham naik, 104 saham turun dan 74 saham stagnan. Indeks saham JII turun 1,6 poin ke level 444,85 indeks saham LQ45 juga turun 3 poin ke level 541,22.

Adapun saham-saham yang naik adalah Goodyear Indonesia(GDYR) naik Rp500 ke Rp12.600, Multibreeder (MBAI) naik Rp500 ke Rp5.500, Tambang batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp350 ke Rp17.550, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) naik Rp350 ke Rp7.550, Astra International (ASII naik Rp250 ke Rp42.650, Modern International (MDRN) naik Rp120 ke Rp640, Bayan Resources (BYAN) naik Rp100 ke Rp6.200, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp100 ke Rp4.725.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp450 ke Rp38.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp250 ke Rp5.250, Bank Danamon (BDMN) turun Rp200 ke Rp5.250, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) turun Rp200 ke Rp8.100, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp200 ke Rp12.100, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun ke Rp150 ke Rp14.150, United Tractors (UNTR) turun Rp150 ke Rp18.550, Bank Mega (MEGA) turun Rp100 ke Rp2.000. [hid]

Rabu, 31/03/2010 12:08 WIB
IHSG Kehilangan 12 Poin
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 12 poin setelah sempat naik dan menembus level 2.800 pada awal perdagangan. Koreksi sebagian besar saham unggulan di berbagai sektor membuat IHSG tak mampu bertahan di zona positif.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.798,677 dan langsung melesat hingga ke level 2.809,473, naik 11 poin dari penutupan kemarin di level 2.798,268. Namun tak lama, mendadak kubu penjual memberikan posisi jual bertubi-tubi dan menyerap seluruh posisi beli, terutama pada saham-saham unggulan.

Alhasil, IHSG langsung merosot ke zona negatif hingga sempat menyentuh level 2.780,958, turun 18 poin dari penutupan kemarin. Untungnya, penguatan sejumlah saham-saham raksasa BUMN seperti Bukit Asam (PTBA), PGN (PGAS), Antam (ANTM) dan BTN (BBTN) berhasil mengangkat kembali IHSG.

Dibantu oleh penguatan saham Astra International (ASII), Lonsum (LSIP) dan BCA (BBCA), IHSG berhasil mengurangi koreksi hingga mendekati level penutupan perdagangan kemarin. Perburuan saham-saham lapis dua tampaknya masih berlanjut dan ikut berpartisipasi dalam mengurangi poin negatif IHSG.

Biasanya, perburuan saham-saham lapis dua akan berlangsung cukup panjang mengiringi periode sideways dalam grafik IHSG. Selama 3 hari terakhir, IHSG bergerak sideways setelah melakukan rally panjang selama 3 pekan berturut-turut.

Pada perdagangan Rabu (31/3/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 12,028 poin (0,43%) ke level 2.786,240. Indeks LQ 45 juga turun 3,085 poin (0,57%) ke level 541,217.

Aktivitas investor asing juga didominasi aksi jual sebesar dengan transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 422 miliar.

Bursa-bursa regional bergerak didominasi penguatan :
Indeks Shanghai turun 9,96 poin (0,32%) ke level 3.118,51.
Indeks Hang Seng turun 34,85 poin (0,16%) ke level 21.339,94.
Indeks Nikkei-225 naik 42,43 poin (0,38%) ke level 11.139,57.
Indeks Straits Times turun 17,76 poin (0,61%) ke level 2.915,63.
Indeks KOSPI turun 6,54 poin (0,38%) ke level 1.693,52.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 62.350 kali pada volume 3,829 miliar lembar saham senilai Rp 12,119 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 104 saham turun dan 74 saham stagnan.

Pembengkakan nilai transaksi disebabkan adanya transaksi penjualan saham Semen Gresik (SMGR) milik Blue Valley senilai Rp 9,8 triliun.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 12.600, BTPN (BTPN) naik Rp 350 ke Rp 7.550, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 17.550, Astra International (ASII) naik Rp 250 ke Rp 42.650, Inco (INCO) naik Rp 100 ke Rp 6.200, Bayan (BYAN) naik Rp 100 ke Rp 6.200, Lonsum (LSIP) naik Rp 50 ke Rp 9.950.

Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 36.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 250 ke Rp 5.250, Adira (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 8.100, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 12.100, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 18.550, astra Agro (AALI) turun Rp 100 ke Rp 24.200, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 18.550. (dro/dnl)
31/03/2010 – 06:20
Saham TLKM Berpeluang Jadi Penyelamat Bursa
Natascha & Vina Ramitha

INILAH.COM, Jakarta –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (31/3) berpotensi melemah. Namun koreksi ini diprediksi terbatas. Saham TLKM akan menjadi emiten penyelamat bursa.

Analis Pacific 2000 Muhammad Arif memprediksikan, IHSG akan bergerak konsolidasi cenderung melemah. Kendati demikian, tidak akan banyak terjadi penurunan, mengingat level konsolidasi 2.800 sudah ditembus. “Bursa hari ini masih akan diwarnai koreksi kecil,”katanya ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (30/3) petang.

Menurutnya, hingga akhir pekan ini, IHSG akan mencoba koreksi ke 2.750 untuk membentuk level support yang baru. Sebab setelah menembus 2.800, indeks masih belum memiliki level support yang kuat.

Namun, pasar tidak perlu khawatir, karena tingginya capital inflow akibat ekspektasi positif data non-farm payroll AS yang dirilis pekan ini. Apalagi saham komoditas masih berpeluang menguat, seiring pelemahan dolar AS. “Mengingat indeks masih dalam proses pembentukan level support, peluang trading pun menjadi sepi. Investor sebaiknya lakukan pembelian selektif,” ulasnya.

Di tengah kondisi ini, Arif menyarankan pelaku pasar untuk fokus pada saham yang masih lagging atau belum mencatatkan kenaikan. Satu-satunya emiten yang memenuhi persyaratan tersebut adalah PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM). “Koreksi TLKM sudah habis, harganya juga tak banyak bergerak, sehingga investor bisa switch ke saham ini,” katanya.

Arif menjelaskan, emiten saat ini belum tertekan oleh penguatan indeks menembus 2.800. Tren konsolidasi TLKM menonjol, apalagi ada rencana pembelian menara yang belum terealisasi. Hal ini cukup menguntungkan, karena TLKM akan membeli menara itu jauh di bawah harga pasar. Misalnya ketika XL menjual menaranya Rp1 miliar, TLKM hanya Rp250 juta. “Dengan demikian, ekspansi akan cepat dan harga akan stabil di Rp8.000-8.100 per lembar,” pungkasnya.

Pada perdagangan Selasa (30/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 3,497 poin (0,12%) ke level 2.798,268. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 5,067 miliar lembar saham, senilai Rp 4,132 triliun dan frekuensi 128.745 kali. Sebanyak 121 saham naik, 72 saham turun dan 93 saham stagnan.

Beberapa emiten yang terangkat antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 73.000, Goodyear (GDYR) naik Rp 450 ke Rp 12.100, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 38.950, BTPN (BTPN) naik Rp 250 ke Rp 7.200, Delta Dunia (DOID) naik Rp 200 ke Rp 1.180, Adira (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 8.300, Unilever (UNVR) menguat Rp 150 menjadi 12.300 dan Bank Mandiri (BMRI) terangkat Rp 100 ke level Rp 5.500.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Bank Mega (MEGA) turun Rp 350 ke Rp 2.100, Astra International (ASII) turun Rp 200 ke Rp 42.400, TB Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 17.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 25.350, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 ke Rp 940, Indocement (INTP) turun Rp 100 ke Rp 14.300, International Nickel Indonesia (INCO ) turun Rp 75 ke Rp 4.625, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 8.250. [ast/mdr]

DJI 10,907 +11,56 (+0,11%)
S&P 500 1,173 -0.05 (-0,0%)
Nasdaq 2,410 +6,33 (+0,26%)

Dua pengumuman data ekonomi kemarin masih mengobarkan optmisme pada investor saham Amerika dengan DJI naik 11 poin. Data pertama adalah tingkat kepercayaan konsumen yang meningkat menjadi 52,5 pada bulan Maret dibandingkan 46,4 pada bulan Februari, sedangkan estimasi konsensus ada pada tingkatan 50 (indeks diatas 90 diartikan perekonomian dalam keadaan solid ). Diharapkan dengan naiknya tingkat kepercayaan, konsumen akan belanja lebih banyak. Belanja swasta membentuk sekitar 70% dari perekonomian Amerika. Data kedua adalah pengumuman data harga jual rumah yang, walaupun naik sedikit bulan lalu, menunjukkan konsistensi kenaikan selama 8 (delapan) bulan berturut turut. Sementara itu harga minyak kemarin bertahan pada tingkatan USD82-an, meningkat tipis 0,24% , menanggapi kedua pengumuman data ekonomi Amerika. Selain itu, persediaan minyak mingguan kemarin diumumkan menunjukkan penurunan.

Author : Research Department ipot

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s