1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

april MOP nee yee : ihsg enggan … 010410 1 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:45 am

Kamis, 01/04/2010 12:08 WIB
IHSG Sempat Tembus Level Tertinggi Dalam Sejarah
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup naik 49 poin setelah sempat menembus level tertingginya dalam sejarah. Kenaikan tajam hari ini menjadi yang tertinggi di kawasan Asia.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.777,704 dan langsung tajam lebih dari 20 poin hingga menembus level 2.800. Rupanya, penguatan IHSG tak surut dan semakin menguat hingga berhasil menembus level tertinggi IHSG dalam sejarah.

Posisi tertinggi IHSG dalam sejarah pasar modal Indonesia terjadi pada 9 Januari 2008 di level 2.830,263. Selama dua tahun, rekor tersebut belum terkalahkan hingga akhirnya berhasil ditembus pada perdagangan hari ini.

IHSG bergerak dalam rentang 2.777,704 di titik terendah hingga level 2.832,160 di titik tertinggi, menembus level tertingginya di level 2.830,263. Meski akhirnya gagal ditutup di atas level tersebut, namun masih terbuka peluang IHSG lanjutkan penguatan di sesi II nanti.

Rekor baru IHSG itu berhasil ditembus seiring dengan penguatan saham-saham unggulan berkapitalisasi besar. Penguatan saham Astra International (ASII) yang mencapai 7% lebih diikuti dengan kenaikan saham-saham raksasa lainnya berhasil membuat IHSG menembus level tertingginya dalam sejarah.

Hampir seluruh saham-saham unggulan mengalami penguatan pada perdagangan sesi I hari ini seperti Indo Tambang (ITMG), Bukit Asam (PTBA), Lonsum (LSIP), BRI (BBRI), Semen Gresik (SMGR), Astra Agro (AALI) dan sebagainya.

Indeks-indeks sektoral semuanya berada di zona hijau dipimpin oleh duet indeks saham sektor perkebunan dan pertambangan, kemudian sektor aneka industri serta sektor infrastruktur dan perbankan.

Saham-saham unggulan yang terjebak di zona negatif antara lain saham Bank Mandiri (BMRI), Unilever (UNVR), Inco (INCO) Timah (TINS) Medco (MEDC) diikuti dengan saham-saham lapis dua seperti AKR Corporindo (AKRA), Lautan Luas (LTLS) dan sebagainya.

Pada perdagangan Kamis (1/4/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat tajam 49,126 poin (1,76%) ke level 2.826,427. Indeks LQ 45 juga menguat 10,314 poin (1,91%) ke level 550,115.

Jika digabungkan dengan transaksi jual asing di pasar negosiasi memang terlihat terjadi net sell. Namun aktivitas investor asing di pasar reguler didominasi aksi beli dengan nilai beli bersih (foreign net buy) di pasar reguler hampir sebesar Rp 500 miliar.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat tajam:
Indeks Shanghai naik 30,06 poin (0,97%) ke level 3.139,16.
Indeks Hang Seng naik 200,36 poin (0,94%) ke level 21.439,71.
Indeks Nikkei-225 naik 119,00 poin (1,07%) ke level 11.211,01.
Indeks Straits Times naik 34,21 poin (1,18%) ke level 2.921,67.
Indeks KOSPI naik 18,63 poin (1,11%) ke level 1.711,60.
Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 61.817 kali pada volume 5,129 miliar lembar saham senilai Rp 11,050 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 71 saham turun dan 67 saham stagnan.

Pembengkakan nilai transaksi disebabkan adanya transaksi penjualan 98% saham PT Matahari Dept Store Tbk (LPPF) milik PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan Pacific Asia Holding.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Astra International (ASII) naik Rp 2.600 ke Rp 44.500, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 39.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 18.000, Lonsum (LSIP) naik Rp 500 ke Rp 10.300, BRI (BBRI) naik Rp 450 ke Rp 8.700, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 400 ke Rp 7.700, astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.900.

Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 5.250, Timah (TINS) turun Rp 50 ke Rp 2.325, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 50 ke Rp 13.900, Unilever (UNVR) turun Rp 50 ke Rp 12.100, Inco (INCO) turun Rp 50 ke Rp 4.675. (dro/dnl)
JAKARTA, April 1, 2010 (AFP)
Indonesia’s stock market broke its record high Thursday as it reached 2,831.24 points in mid-afternoon trade on the back of strong company earnings, dealers said.

The Jakarta Composite Index’s previous all-time high was 2,830.26 posted in January 9, 2008.

“This has happened because many listed companies showed solid financial reports in 2009. Investors feel very optimistic,” Bhakti Securities analyst Reza Nugraha said.

“The country is also economically and politically stable,” he added.

Kamis, 01/04/2010 09:39 WIB
IHSG Dekati 2.800, Rupiah Menuju 9.000
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis dan langsung melesat 20 poin lebih pada awal perdagangan akhir pekan ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menguat tipis ke level 9.088 dari penutupan kemarin di level 9.090.

Mengawali perdagangan Kamis (1/4/2010), IHSG naik tipis ke level 2.777,704 dan langsung melesat tinggi ke level 2.799,315, naik 22 poin dari penutupan kemarin di level 2.777,301. Kenaikan IHSG didorong oleh penguatan saham-saham unggulan berkapitalisasi besar seperti Indo Tambang (ITMG), Lonsum (LSIP), Astra International (ASII), Astra Agro (AALI), Bukit Asam (PTBA), Adaro (ADRO) dan sebagainya.

Saham-saham unggulan yang terjebak di zona negatif antara lain Indocement (INTP), BNI (BBNI), Bank Mandiri (BMRI) serta diiringi sejumlah saham-saham lapis dua seperti Lautan Luas (LTLS), AKR Corporindo (AKRA) dan sebagainya.

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level 9.088 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.090 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia pagi ini juga seluruhnya menguat
Indeks Hang Seng dibuka menguat 190,38 poin (0,90%) ke level 21.431,49.
Indeks Nikkei-225 menguat 78,97 poin (0,71%) ke level 11.168,91.
Indeks Straits Times menguat 21,33 poin (0,74%) ke level 2.908,84.

(dro/dro)

01/04/2010 – 09:29
IHSG Pagi Ini Dibuka Loncat 15 Poin
Susan Silaban

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Menguatnya harga komoditas dan melemahnya Yen terhadap US dollar menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG. IHSG lomcat 15,24 poin (0,55%) ke level 2.792,54.

Riset Reliance Securities menguraikan, dampak dari melemahnya US dollar dan adanya ekspektasi kenaikan produksi menyebabkan harga komoditas meningkat. Sehingga sektor tambang pagi ini dibuka menguat 28,19 poin ke level 2.58,46 serta sektor pertanian pun menguat 10,95 poin ke level 1.934,55.

Pagi ini, nilai transaksi dibuka sebesar Rp154,495 miliar dengan volume perdagangan sebanyak Rp104,366 juta dengan saham yang mangut 50 saham, 14 saham melemah dan 57 saham dalam keadaaan stagnan. Pertolongan pun datang dari JII menguat 3,54 poin ke level 447,22, serta sektor LQ45 pun menguat 3,48 poin ke elvel 543,28.

Adapun saham-saham yang menguat adalah ASII naik Rp1.000 ke Rp42.900, ITMG naik Rp500 ke Rp38,550, AALI menguat Rp300 ke Rp24,900, LSIP pun menguat Rp250 ke Rp10.050, SMGR menguat Rp200 ke Rp7.500, INDS menguat Rp200 ke Rp3.000, PTBA naik Rp150 ke Rp17.550, BBRI naik Rp100 ke Rp8.350, BYAN naik Rp100 ke RP6.150, UNTR naik Rp50 ke Rp18.400, GGRM naik Rp50 ke RP24.800, PGAS naik Rp50 ke Rp4.300, UNVR naik Rp50 ke 12.200, BUMI naik Rp50 ke Rp2.300, ANTM naik Rp50 ke Rp2.450.

Sedangkan saham-saham yang melemah adalah INTP turun Rp150 ke Rp14.100, BMRI turun Rp100 ke Rp5.250, KPIG turun Rp75 ke Rp400, BBNI turun Rp50 ke Rp2.225, LTLS turun Rp30 ke Rp770, HMSP turun Rp50 ke Rp13.900, MEDC turun Rp25 ke Rp2.575, EXCL turun Rp25 ke Rp3.475. [san/cms]
Prediksi: Buy on weakness warnai bursa
Kamis, 01/04/2010 06:19:55 WIBOleh: Arif Gunawan S./Harry Setiadi Utomo

JAKARTA (Bisnis.com): Aksi beli pemodal pascakoreksi (buy on weakness) diduga mulai mewarnai lantai bursa hari ini, di tengah ekspektasi berbaliknya harga minyak mentah dunia dan bursa regional.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai akan kembali mendekati level psikologis 2.800, setelah kemarin sempat menyentuh level tersebut meski berbalik melemah.

Analis PT Asia Financial Network David Manurung mengatakan koreksi di bursa kemarin secara teknis terhitung masih wajar, mengingat indeks telah menguat drastis dalam dua pekan sebelumnya.

“Dalam jangka menengah, IHSG masih berpotensi menembus level tertingginya mengikuti positifnya kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Pemodal kembali membeli saham yang harganya murah setelah terkoreksi,” tuturnya, kemarin.

Indikator makro ekonomi, lanjutnya, seperti angka inflasi yang terkendali dan kenaikan peringkat kredit Indonesia masih menjanjikan kondisi investasi menguntungkan.

Saat ini, negara-negara maju masih merangkak meninggalkan wilayah resesi, seperti Yunani yang akhirnya jatuh ke tangan Dana Moneter Internasional (IMF).

David memperkirakan IHSG mencoba mendekati level psikologis 2.800, dengan ditopang saham tambang dan perbankan. “Pemodal kembali melirik saham tambang, di luar saham-saham pertambangan,” ujarnya.

Meski sempat menyentuh level 2.809,47 pada sesi pagi, IHSG kemarin ditutup melemah 0,75% (20,967 poin) ke level 2.777,3. Investor asing mendominasi pelepasan saham unggulan dengan nilai penjualan bersih (net sell) Rp660,29 miliar.

Mayoritas bursa regional melemah seperti indeks Shanghai yang turun 0,62%, Hang Seng anjlok 0,63%, Nikkei-225 terjerembab 0,06%, dan KOSPI tertekan 0,43%. Total nilai transaksi di bursa nasional sebesar Rp15,12 triliun dengan kenaikan 72 saham dan koreksi 149 lainnya.

Indeks BISNIS-27 kembali terkoreksi tipis pada perdagangan kemarin. Indeks mengalami koreksi 0,75% ditutup di level 257,00 dengan koreksi di hampir seluruh konstituen BISNIS-27. Tercatat hanya sebanyak tujuh saham yang membukukan gain pada penutupan kemarin dan didominasi oleh konstituen pertambangan dan agrobisnis.

Saham Astra Agro Lestari Tbk (AALI) bergerak naik 1,23%, saham Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 2,62%, saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 2,13%, saham International Nickel Indonesia Tbk (INCO) menguat 2,16% dan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 1,16%. Selain itu, saham Indika Energy Tbk (INDY) dan saham Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) masing-masing ditutup menguat 1,09% dan 1,8%.

Pemicu utama koreksi indeks BISNIS-27 adalah saham-saham perbankan, Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Astra Internasional Tbk (ASII) dan konstituen barang konsumsi. Aksi ambil untung investor asing seiring makin sempitnya ruang gerak bagi penguatan rupiah terhadap dolar AS, menjadi penekan saham-saham tersebut.

Rupiah yang terus menguat hingga berpotensi menuju ke bawah level Rp9.000 per US$ dinilai sangat tidak menguntungkan pelaku ekspor dalam negeri. Oleh karena itu, pembalikan arah rupiah ke level Rp9.200 per US$ mejadi semakin dekat, sehingga investor asing segera merealisasikan keuntungan selisih kurs mereka dari investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dari luar negeri, sentimen koreksi juga berasal dari pergerakan indeks regional. Indeks Hang Seng melemah 0,63%, indeks STI Singapura melemah 1,57% dan indeks Nikkei-225 melemah 0,06%. (htr)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s