1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

peluank + korupsi = itu lah indonesia … 010410 1 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:20 pm

… sejak 4 dekade yang lalu KORUPSI adalah SALAH SATU TOPIK MEDIA MASSA saat itu, terutama kasus PERTAMINA dan IBNU SUTOWO … nah s/d hari ini INDON maseh TETAP NGETOP sebagai SARANG KORUPSI … tapi kayaknya gw mah jalanin hidup seperti biasa dan enjoy … well, itu juga sebabnya ketika SEMUA TEMAN gw yang tau bahwa gw maen reksa dana, bahkan sekarang maen saham, MENGKRITIK GW karena TERLALU BERANI MENGAMBIL RISIKO … karena alasan mereka, bahwa bisnis indon itu KORUP dan bursa saham itu SARANG PENGGORENG LIHAI … well, gw seh bilang, kok ihsg bisa naek seh … itu artinya khan EKSPEKTASI dan PELUANK tetap ada di indo, baik di ekonomi riilnya dan bursa sahamnya … jadi ngapain gw mencuekkan peluank seperti itu donk … yang penting DIVERSIFIKASI dan JANGAN SERAKAH … gitu aja kok repot 😛

Mar 31st, 2010 | Rubrik MAKRO, UTAMA
Investor Asing Menilai Indonesia Jadi Sarang Korupsi
NERACA
Jakarta – Pengamat ekonomi politik dan pakar hukum pidana membenarkan persepsi investor asing yang terangkum dari hasil riset lembaga Political and Economic Risk Consultancy (PERC), bahwa Indonesia sebagai negara terkorup di Asia Tenggara, yang merupakan pertanda belum adanya perubahan yang signifikan dalam regulasi, layanan investasi dan birokrasi yang masih berbelit-belit di negeri ini.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menyatakan, para investor tetap saja menilai Indonesia sebagai sarang korupsi. Karena para pemilik modal tersebut menilai dari aspek tatanan kualitas seperti penilaian regulasi, birokrasi serta bagaimana penegakan hukum dilakukan. “Kalau tanpa ada perubahan itu, tentunya sulit akan merubah indeks korupsi negara ini walau hanya di level Asia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/3)
Ray mengatakan, apa yang terjadi di dalam negeri terlihat masyarkat sebenarnya belum puas dengan penangkapan koruptor kelas teri. Sedangkan koruptor dalam kasus Bank Century, atau jaringan mafia hukum/pajak Gayus Tambunan belum tersentuh secara komprehensif.
Dengan penangkapan kelas teri pelaku korupsi tersebut, ini dapat dijadikan modus baru untuk mengelabuhi masyarakat bahwa pemerintah sudah bekerja. “Dan anehnya, masyarakat juga diam saja, merasa puas dengan penangkapan para koruptor teri. Ini terjadi, penahanan setingkat Kompol dan pengacara digembar- gemborkan, padahal bukan substansinya,” tuturnya.
Ray mengingatkan, tidak ada gunanya PNS dibayar gaji lebih tinggi tetapi masih melakukan korupsi. Sebab gaji yang besar menambah rakus si koruptor. Di lain pihak, pengawasan sudah sangat ketat tetapi tidak saja mampu dengan mengurangi korupsi. “Apa janji Menkeu Sri Mulyani, sudah barang lama. Bahkan Presiden sudah bentuk Satgas, ada Kompolnas, Irjen, semua tak berjalan, buat apa? Kami sudah patah arang, sebab secara mental tindakan pejabat itu tidak menyentuh substansi,” ujarnya.
Bangsa Malu
Pendapat senada lainnya dilontarkan pakar hukum pidana Yenti Ganarsih. Dia menilai survei yang dilakukan oleh PERC telah membuat malu bangsa Indonesia. Karena negara ini masuk dalam negara 10 besar terkorup se-Asia. Sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan bisnis dalam waktu ke depan. “Sebab secara otomatis pihak investor akan berpikir ulang jika ingin menanamkan modalnya ke negeri ini,“ jelasnya.
Yenti mengatakan, sebenarnya inti dari korupsi ada pada titik penyuapan. Sebab secara sadar atau tidak sadar penyuapan sering terjadi di tingkatan pebisnis. Salah satu contoh, jika pengusaha ingin memenangkan tender proyek, maka seringkali melakukan penyuapan tehadap tingkat birokrasi pemerintahan yang terkait.
“Sehingga sering sekali pelaku usaha melakukan segala macam cara untuk memenangkan suatu proyek. Namun, justeru yang mereka lakukan berdampak buruk terhadap investor asing yang ingin masuk menanamkan modalnya,“ jelasnya.
Sebelumnya lembaga riset asing PERC mengumumkan hasil riset pemeringkatan sejumlah negara di Asia pada Maret tahun ini. Dari 14 negara, Indonesia menduduki di peringkat 10 dengan skor 8,32 (terburuk). Menyusul kemudian Thailand dengan skor 7,63, Kamboja (7,25), India (7,21) dan Vietnam dengan skor 7,11.
Riset terhadap 1.700 responden pelaku bisnis menempatkan Filipina yang menjadi negara terkorup tahun 2008 ke peringkat keenam dengan skor 7,0. Sebaliknya, Singapura berada di urutan pertama dengan mendapat skor 1,07. Disusul Hongkong dan Australia masing masing mendapat skor 1,89 dan 2,4. Ketiganya menempati tiga besar negara terbersih. Khususnya, Amerika Serikat menempati urutan keempat dengan skor 2,89 sebagai negara terbersih versi PERC.
Yenti menilai, kemudian lembaga pemerintahahan yang harus dibenahi yaitu lembaga perpajakan. Sebab sering sekali lembaga tersebut mendapatkan penyuapan dari kalangan pengusaha. Intinya adalah investor asing tidak akan mau menanamkan modalnya jika negara tersebut bermasalah dalam hal perpajakan.
“Sebab di negara asing pebisnis paling takut jika berhadapan dengan urusan pajak. Maka secara otomatis jika pihak pajak bermasalah investor asing akan tidak mau memasukan dananya ke negeri ini,“ ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pengamat ekonomi Iman Sugema. Dia menilai, dengan masuknya Indonesia sebagai negara terkorup itu hal yang biasa. Bahkan ini akan berdampak buruk terhadap investor yang akan masuk. “Hal ini akan menyebabkan investor yang masuk akan lebih sedikit dari yang biasanya. Dan ini akan berpenbgaruh tehadap perkembangan usaha yang sudah ada, “ pungkasnya.
Menanggapi pemeringkatan oleh Kementerian PAN, pengamat ekonomi dari Indef M. Iksan Modjo mengatakan, rating yang dikeluarkan Kemen-PAN tidak berdasar. Menurut dia, jika Menpan ingin membuat rating terhadap lembaga pemerinahan minimal ada dua indikator.
Pertama, Kemen-PAN harus melihat kembali kasus-kasus korupsi yang telah dibuatnya. Kedua, harus melihat apa saja yang telah diberikan kepada pemerintah oleh lembaga tersebut. Berapa penghasilan atau dana yang diberikan terhadap pemerintah baik dari pajak ataupun penghasilannya. ”Dengan melihat dua indikator tersebut saya kira yang mendekati adalah Bank Indonesia (BI). Walaupun BI telah melakukan kesalahan pada kasus Bank Century tetapi kesalahan tersebut dikarenakan faktor dari pribadi seseorang,” katanya. har/ibnu
(har/ibnu)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s