1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg 2950 angan2 analis pro … 050410 5 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:30 am

Peluang pecah rekor IHSG terus membesar

JAKARTA: Peluang pecah rekor indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini kian membesar menyusul laporan deflasi Maret dan sentimen positif dari potensi pembagian dividen emiten.
Pada penutupan Kamis pekan lalu, IHSG bercokol pada level tertinggi tahun ini di 2.829,99 atau nyaris menggusur rekor tertinggi 2.830,26 yang pernah dicapai pada 9 Januari 2008.

Analis PT Dongsuh Securities Ryan Ariadi Suwarno memprediksi sektor komoditas, properti, dan otomotif akan menjadi motor utama penguatan indeks pekan ini. Emiten perbankan juga masih memegang andil dalam mendorong indeks, kendati porsinya tidak sebesar pekan lalu.

Pengumuman deflasi Maret ikut berperan dalam penguatan saham sektor keuangan ini, dan saham lain yang sensitif terhadap pergerakan BI Rate. Secara teknikal, dia bahkan melihat ada peluang besar bagi indeks menembus level 2.830 pada pekan ini.

“Biasanya April adalah bulannya penentuan pembagian dividen dari emiten. Banyak emiten yang membukukan kenaikan laba cukup signifikan, hal itu tentu bisa membawa sentimen positif untuk pergerakan indeks pekan depan [pekan ini],” kata Ryan, akhir pekan lalu.

Sebaliknya, analis PT Infovesta Utama Praska Putrantiyo malah tidak terlalu optimistis. Dia menilai batas akhir pelaporan keuangan emiten pada 31 Maret 2010, yang telah lewat, tak bisa lagi diandalkan sebagai motor penggerak. Akhirnya, pasar domestik kembali berharap dari sentimen pasar AS.

Secara terpisah, untuk pasar obligasi domestik, analis PT Samuel Asset Management Herbie Perdana Mohede memperkirakan harga surat utang negara (SUN) berpotensi terkoreksi pada pekan ini. (08/10/Pudji Lestari)

Bisnis Indonesia

Besok, IHSG Diprediksi Tembus Rekor Tertinggi!
Minggu, 4 April 2010 – 12:51 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal menembus level tertingginya dalam sejarah pada perdagangan besok, bahkan bisa menyentuh level 2.854. Setali tiga uang dengan IHSG, nilai tukar rupiah bisa menembus level Rp9.000 per USD.

Selain faktor deflasi pada Maret lalu yang tercatat 0,14 persen, faktor menguatnya bursa di kawasan regional serta menguatnya sejumlah saham-saham unggulan pun ikut mendongkrak penguatan ini.

“Banyak faktor internal dan eksternal yang mendukung, jika IHSG bisa ke posisi 2.854 dan rupiah bisa menyentuh Rp9.000 per USD,” ujar analis Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang kepada okezone, di Jakarta, Minggu (4/4/2010).

Sekadar mengingatkan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di posisi 2.833 pada perdagangan Kamis lalu. Rekor tertinggi IHSG tercatat pada 9 Januari 2008 di posisi 2.830,26. “Lagi-lagi harga komoditas dan saat ini terpantau sentimen positif regional mendukung pergerakan ini,” katanya.

Selain itu, penguatan harga minyak kembali melonjak mendekati posisi tertinggi 17 bulan pada penutupan perdagangan Rabu 31 Maret waktu setempat, dipicu oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).

“Investor benar-benar memanfaatkan liburan akhir panjang dengan menarik dananya dan pada akhirnya membuat IHSG langsung ditutup melesat. Meskipun aksi ambil untung (profit taking) rawan terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, IHSG penutupan perdagangan Kamis (1/4/2010) sore tercatat menguat 52,7 poin atau 1,90 persen ke level 2.830. Tercatat sebanyak 134 saham menguat, 76 saham melemah, dan 84 saham stabil. Penguatan pada akhir penutupan perdagangan saham sore ini disinyalir adanya aksi ambil untung investor (profit taking) menjelang libur panjang di akhir pekan. Walaupun bursa kawasan Asia Pasifik masih terpantau bergerak mixed.

Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) berhasil naik 11,03 poin ke 454,71, dan indeks LQ45 ikut naik 10,58 poin ke 550,38. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar 4,5 miliar lembar saham senilai Rp4,94 triliun.

Di samping itu, penguatan IHSG terpantau dari pergerakan seluruh sektor-sektor yang menguat drastis di mana sektor komoditas memimpin penguatan tersebut seperti sektor pertambangan menguat sebesar 35,70 poin dan sektor perkebunan naik 17,91 poin.

Saham yang ditutup menguat (top gainer), antara lain saham dari PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp2.600 menjadi Rp44.500, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) naik Rp800 ke Rp6.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp650 ke Rp18.050, dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) naik Rp500 ke Rp7.850.

Sementara saham yang ditutup melemah (top loser), antara lain saham PT Indosprings Tbk (INDS) turun Rp100 ke Rp5.250, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) turun Rp500 ke Rp162.500, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun Rp125 ke Rp2.225, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp100 ke Rp5.250.(css)
05/04/2010 – 04:00
Buy on Weakness INTP, PTBA, SMCB, SMGR, TLKM
Mosi Retnani Fajarwati

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG diprediksikan masih akan terus menguat, walau rentan terkoreksi. Sementara saham-saham yang layak dikoleksi adalah INTP, PTBA, SMCB, SMGR, TLKM.

Analis pasar modal David Cornelis mengatakan, pada bulan lalu IHSG mencatatkan kenaikan hingga 9% yang dipicu oleh masuknya dana asing serta penguatan rupiah. IHSG diproyeksikan akan mencoba naik ke level 2.950. “Walaupun secara psikologis dan ekspektasi rasional, IHSG rentan untuk terkoreksi normal setelah menembus level tertingginya yang baru,” ungkapnya melalui surat elektronik kepada INILAH.COM, Minggu (4/4).

Namun, David melanjutkan, dengan adanya faktor fundamental yang masih menjanjikan maka akan menjadi penopang IHSG apabila terkoreksi nantinya. “Saat ini, tren IHSG masih trending up, masih on track, serta belum ada tanda-tanda akan melemah signifikan, dan hanya terbatas di level support intraday saja,” paparnya.

Untuk Senin (5/4), IHSG diprediksikan bergerak di kisaran 2.774-2.858. Sedangkan untuk sepekan, IHSG diperkirakan berada pada kisaran 2.744-2.887. “Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pemulihan ekonomi global yang on the right track, target IHSG tahun ini tetap akan berada di atas valuasi 3.000 hingga 3.200,” ungkapnya.

Ia menilai, kendati IHSG berpotensi terkoreksi, para investor sebaiknya tidak panik dan hanya perlu melakukan langkah buy on weakness. “Hal ini dilakukan sebagai proses refleksif investasi dalam valuasi jangka panjang,” tuturnya.

Adapun saham-saham yang direkomendasikannya adalah saham Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), saham Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), saham Holcim Indonesia (SMCB), saham Semen Gresik (SMGR), dan saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM). [mre/cms]
Om Willem, Mimpi, dan Astra International
Bagi pendiri Astra, impian adalah sebuah kekuatan awal yang bisa diwujudkan.
SENIN, 5 APRIL 2010, 05:49 WIB
Hadi Suprapto

Pendiri Astra International, William Soeryadjaja (tokohindonesia.com)
BERITA TERKAIT
MS Hidayat Kenang Kepatuhan Oom Willem
William Jadikan Astra Sebagai Aset Bangsa
Om William Dimakamkan Senin
Pendiri Astra Wafat di Usia 87 Tahun
Meutya Hafidz Gantikan Burhanuddin Napitupulu
Web Tools

VIVAnews – Om Willem panggilannya. William Soeryadjaja merupakan manusia pilihan yang menyerahkan semua impian dan duka-citanya kepada Sang Pencipta. Baginya, impian adalah sebuah kekuatan awal yang bisa diwujudkan.

Tapi banyak orang yang mencapai sukses yang bermula dari suatu impian. Salah satu yang berhasil mewujudkan impiannya adalah Om Willem, pendiri PT Astra Internasional. Ia menyerahkan semua impiannya kepada Tuhan. Dan dia telah meraih impian-impiannya.

Dalam mewujudkan impian itu, tidak jarang jatung-bangun mengikutinya. Bagaimana pun situasinya, ia tetap bersujud kepada Tuhan yang menurut dia, Sang Pencipta yang Alfa dan Omega.

Salah satu mimpinya yang terwujud gemilang adalah PT Astra Internasional. Hanya dalam tempo 13 tahun sejak berdirinya Astra pada 1957, tak kurang dari 72 perusahaan telah bernaung di bawah bendera grup tersebut. Pada akhir 1992, jumlah itu telah merambah menjadi sekitar 300 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, tidak hanya dalam sektor otomotif tetapi juga sektor keuangan, perbankan, perhotelan, hingga properti.

Mimpi ini bermula sejak Om Willem menjalani masa kecil dan remajanya di Majalengka, Jawa Barat. Jiwa wiraswasta dari sang ayah mengalir dalam dirinya. Dari usia dini, jiwa itu telah menempanya. Ulet, cerdas, inovatif, dan peka atas nalurinya dalam meniti bisnis demi bisinis. Dari berdagang hasil bumi dan minyak goreng di Jawa Barat, dan berdagang kacang dari Bandung ke negeri Belanda pada 1947, semasa studi di negeri kincir angin itu, Om Willem tidak kenal kata menyerah.

“Kerugian tidak pernah menyurutkan semangat hidup saya.” Begitu kata dia mensikapi jatuh bangunnya bisnis, seperti dikutip dari tokohindonesia.com.

Hal ini dibuktikannya saat Astra yang didirikan dan dibesarkannya harus dilepas kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada 1992, sebagai tanggung jawab pribadinya atas masalah yang menimpa Bank Summa, milik putera sulungnya, Edward Soeryadjaja.

Pelapasan ini telah membuat keluarga Soeryadjaya terjun ke masa-masa yang sangat sulit. Namun, kesulitan itu tidak sampai mengambil suka-citanya. Ia menyerahkan semuanya kepada kehendak Allah.

Om Willem, memang bukan sekedar figur pebisnis yang sukses dalam bidangnya. Sebagai pendiri peruhaan otomotif kakap, Om Willem memang bukan saja telah mendirikan perusahaan yang dihormati di dalam maupun di luar negeri. Melalui komitmen sosialnya, Om Willem telah membuktikan seumbangan kepada bangsa dalam mengangkat perekonomian nasional, di antaranya menciptakan lapangan kerja bagi puluhan ribu masyarakat Indonesia.

Sejak berdirinya Astra, Om Willem selalu mementingkan pengembangan kemampuan dan peningkatan pendidikan sumber daya manusia, yang kemudian diterapkan secara konsisten dalam program-program pelatihan dan beasiswa bagi karyawan. Pada saat awal 1970-an, banyak tenaga kerja yang dikirim ke Amerika, Eropa, maupun Jepang untuk menambah ilmu dan keterampilan.

Kesan yang sangat melekat pada Astra adalah banyaknya tenaga kerja pribumi yang dipekerjakan. Baik pada tingkat karyawan biasa maupun dalam jajaran pimpinan. Ini salah satu wujud ketulusan, kebanggaan, dan kecintaannya sebagai warga bangsa Indonesia kepada bangsa dan negaranya. “Saya cinta Indonesia. Saya lahir, hidup, dan berkarya di Indonesia,” ujar Om Willem.

Selain itu, Om Willem sangat mementingkan nilai-nilai seperti naluri, loyalitas dan rasa percaya dalam merekrut tenaga. Dengan basis ini, banyak inovasi bisnis dari pihak karyawan yang disetujui untuk diuji-coba apabila dianggap layak, agar para karyawan terpacu mengasah kreativitas mereka.

Om Willem akan dimakamkan Senin ini, 5 April 2010. Laki-laki kelahiran Majalengka 20 Desember 1923 ini telah menghembuskan nafas terakhir pada Jumat 2 April 2010, pukul 23.00. Dia meninggal pada usia 87 tahun, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
Kisah Perjalanan Bisnis Anak Pedagang Majalengka
Sabtu, 3 April 2010 | 09:01 WIB

Kompas/Riza Fathoni

GramediaShop: Ancaman Sang Naga. Strategi China Menggempur Dominasi Pesaing Mapan Di Pasar Global
JAKARTA, KOMPAS.com — Sosok William Soeryadjaya, pendiri PT Astra International Inc (sejak tahun 1990, Tbk), yang meninggal dunia hari Jumat (2/4/2010) dikenal sebagai pengusaha yang ulet.
Bagaimanakah kisah perjalanan bisnis taipan ulung anak pedagang Majalengka yang bernama Asli Tjia Kian Liong itu? Bisnis yang dilakoni pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, itu sesungguhnya diawali dengan penuh pahit dan getir.

William telah menjadi yatim piatu pada usia 12 tahun. Menginjak usia 19 tahun, sekolahnya di MULO, Cirebon, putus di tengah jalan. Ia kemudian banting setir menjadi pedagang kertas di Cirebon.
Selain berdagang kertas, William muda juga berdagang benang tenun di Majalaya. Tak begitu lama, ia beralih menjadi pedagang hasil bumi, seperti minyak kacang, beras, dan gula. “Dengan berdagang, saya dapat membantu kehidupan saudara-saudara saya,” ujar anak kedua dari lima bersaudara keluarga pedagang ini, suatu ketika.
Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma cilakanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya. “Saya rugi jutaan DM,” ujar William.
Lima tahun kemudian, atau tepatnya tahun 1957, bersama Drs Tjia Kian Tie, adiknya, dan Lim Peng Hong, kawannya, William mendirikan PT Astra International Inc. Bisnis perusahaan barunya ini pada mulanya hanya bergerak dalam pemasaran minuman ringan merek Prem Club, lalu ditambah dengan mengekspor hasil bumi. Dalam perkembangan berikutnya, lahan garapan usaha astra meluas ke sektor otomotif, peralatan berat, peralatan kantor, perkayuan, dan sebagainya. Astra tumbuh bak “pohon rindang”, seperti yang ditamsilkan William sendiri.
Keberhasilan Astra ketika itu, diakui William, tidak terlepas berkat ada kebijaksanaan Pemerintah Orde Baru, yang memberi angin sejuk kepada dunia usaha untuk berkembang. Salah satu contohnya tahun 1968-1969, Astra diperkenankan memasok 800 kendaraan truk merek Chevrolet. Kebetulan, saat itu pemerintah sedang mengadakan program rehabilitasi besar-besaran. Saking banyaknya yang membutuhkan, kendaraan truk itu laris bak pisang goreng. Apalagi, ketika itu terjadi kenaikan kurs dollar, dari Rp 141 menjadi Rp 378
per dollar AS.

“Bisa dibayangkan berapa keuntungan kami,” ujar Oom Willem, panggilan akrabnya, kala itu. Sejak itu pula Astra kerap ditunjuk sebagai rekanan pemerintah dalam menyediakan berbagai sarana pembangunan.
Dalam perjalanan selanjutnya, Astra tak hanya sebatas memasok, tetapi juga mulai merakit sendiri truk Chevrolet. Lalu, mengageni dan merakit alat besar, Komatsu, mobil Toyota, dan Daihatsu, sepeda motor Honda, dan mesin fotokopi Xerox. Yang berikutnya pula, akhirnya lahan usaha yang baru ini menjadi “mesin uang” dari PT Astra International Inc.

Masih ada satu bisnis Astra yang lain, yaitu agrobisnis. Astra yang omzetnya pada tahun 1984 mencapai 1,5 miliar dollar AS masuk ke agrobisnis dengan membuka kawasan pertanian kelapa dan casava seluas 15.000 hektar di Lampung. Namun, bukanya tanpa alasan Astra masuk ke sektor agrobisnis. “Agrobisnis yang mengusahakan peningkatan produksi pada sektor pertanian itu merupakan gagasan pemerintah yang patut ditanggapi berbagai kalangan wirausahawan Indonesia,” kata William dalam ceramahnya di Universitas Katholik Parahyangan tahun 1984.
Pada tahun itu juga Astra membeli Summa Handelsbank Ag, Deulsdorf, Jerman. Pengelolaan bank yang tak ada kaitannya dengan bisnis Astra ini diserahkan kepada putra tertuanya, Edward Soeryadjaya, sarjana ekonomi lulusan Jerman Barat.

Di bank ini William mengantongi 60 persen saham yang dibagi rata dengan Edward. Cuma, sayangnya, Edward kurang berhati-hati dalam menjalankan roda usaha perbankan itu. Edward terlalu royal dalam mengumbar kredit. Akibatnya, tahun 1992 bank ini dilanda utang yang begitu besar dan untuk melunasinya, terpaksa William melepas kepemilikannya di Astra.
Namun, yang patut dipuji dari sikap William semasa kejayaannya di Astra adalah kepeduliannya terhadap rekannya, pengusaha kecil. Dalam suatu tulisannya di harian Suara Karya, “Peranan Pengusaha Besar Dalam Kerja Sama dengan Pengusaha Kecil demi Suksesnya Pelita IV”, mengetengahkan bentuk-bentuk kerja sama antara yang besar dan yang kecil. Misalnya, menjadikan perusahaan besar sebagai market dari perusahaan kecil dalam bentuk leadership dan menjadi perusahaan kecil sebagai bagian dari service network produk perusahaan besar.
Sikapnya yang lain, yang juga patut ditiru, adalah kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. William merelakan tanahnya di Cilandak, Jakarta Selatan, terjual dengan harga “miring” bagi pembangunan gedung Institut Prasetya Mulya, lembaga pendidikan yang dimaksudkan mencetak tenaga-tenaga manajer yang andal. Sejumlah konglomerat juga ikut membidani lembaga. William sendiri kala itu duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.
Sikap religiusnya pun merupakan salah satu contoh yang baik dalam menjalankan roda usahanya. Penganut Protestan yang teguh ini percaya betul bahwa keberhasilan yang diperolehnya , selain kerja kerasnya bersama semua karyawan, juga berkat rahmat dari Tuhan, bukan semata dari dirinya.

Semangatnya dalam menempuh bisnis pun patut dijadikan panutan. Kalau ia terjegal dalam kancah bisnis, itu bukanlah akhir dari perjalanan bisnisnya, melainkan justru awal dari kebangkitannya. Selamat jalan Oom Willem!

Sumber : Info Bisnis, Pusat Informasi Kompas
William Cita-citakan Banyak Pengusaha Muda
Minggu, 4 April 2010 | 14:51 WIB

KOMPAS/JULIAN SIHOMBING

JAKARTA, KOMPAS.com — Sosok William Soeryadjaja tidak hanya dikenal lekat di kalangan pengusaha. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara era Megawati, AM Hendropriyono, mengagumi sosok pria yang dikenal dengan sapaan akrab Om Willem ini.

Saat ditemui di Rumah Duka Rumah Sakit Prajurit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Hendropriyono menilai Om Willem merupakan sosok pengusaha yang gigih, profesional sejati, dan tidak mengandalkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. Dalam catatan Hendropriyono, Om Willem menginginkan bangkitnya para pengusaha muda dari kalangan menengah masyarakat Indonesia.

“Beliau menginginkan bangkitnya pengusaha dari kalangan menengah dan generasi muda. Beliau menginginkan pengusaha yang tangguh supaya negara kita tangguh. Menurut beliau, banyak para pengusaha Indonesia yang bisa berbuat seperti dia,” kata Hendropriyono, Jakarta, Minggu (4/4/2010).

Hendropriyono terakhir bertemu dengan Om Willem pada bulan lalu. Saat itu, Om Willem sempat mendoakan agar Hendropriyono sukses. “Waktu saya besuk menjenguk beliau, saya sempat pegang tangannya dan beliau mengatakan semoga sukses terus dalam pengabdian. Saya kan sudah pensiun,” tandasnya.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s