1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ih(hhhhhaaa)s(ien)g … 070410 7 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:47 am

Sektor Tambang Hambat Penguatan IHSG
Rabu, 7 April 2010 – 16:18 wib
TEXT SIZE :
Widi Agustian – Okezone

Ilustrasi
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih belum berhasil kembali melewati level 2.900. Padahal, pada pertengahan perdagangan, indeks saham ini sempat melewati level tersebut.

Pada penutupan perdagangan Rabu (7/4/2010), IHSG hanya naik 17,6 poin atau 0,61 persen menjadi 2.892,58. Di mana nilai perdagangan tercatat Rp5,2 triliun dengan volume sebanyak 7,09 miliar. Sebanyak 132 saham menguat, 86 saham melemah, dan 74 saham tidak mengalami perubahan.

Indeks LQ45 naik sebanyak dua poin ke 562,68, sementara JII naik hanya 0,95 poin ke 464,88. Adapun sektor perkebunan terpantau menguat sebanyak 40,9 poin, lalu ada sektor property menguat sebanyak tiga poin. Akan tetapi sektor pertambangan yang tadinya menguat, saat ini malah jatuh sebanyak 5,26 poin.

Indeks Nikkei terlihat menguat sebanyak 10,51 poin atau 0,09 persen ke 11.292,83, indeks Hang Seng menguat 391,77 atau 1,82 persen ke 21.928,77, dan indeks Strait Times naik 12,59 poin atau 0,42 persen ke 2.988,1.

Saham yang terpantau menguat (top gainer) antara lain adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.400 menjadi Rp27.000, PT Smart Tbk (SMAR) naik Rp350 ke Rp3.750, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp300 ke Rp38.600, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp250 ke 24.650, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp250 ke Rp12.550.

Sementara saham yang ditutup melemah adalah PT Merck Tbk (MERK) turun Rp1.00 ke Rp73.000, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) turun Rp400 ke Rp13.550, PT Indosprings Tbk (INDS) turun Rp250 ke Rp1.750, dan PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) turun Rp250 ke Rp5.000.(wdi)
07/04/2010 – 16:20
Eropa Negatif, IHSG Ditutup di Level 2.898,58

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan saham pada perdagangan Rabu (7/4) IHSG ditutup naik 17,61 poin (0,61%) menjadi 2.898,58 karena terpengaruh bursa China dan Eropa yang negatif.

Hal itu dikatakan analis saham Trimegah Securities, Satrio Utomo kepada INILAH.COM, Rabu (7/4). “Indeks berbalik arah pada sesi II karena pengaruh bursa China dan Eropa yang negatif,” katanya.

Meskipun tertekan tetapi masih tetap bertahan di teritori positif. Hal ini dari dukungan saham unggulan yang merata di semua sektor.

Untuk volume perdagangan mencapai 7 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp5,2 triliun dengan 132 saham naik, 86 saham turun dan 74 saham stagnan. Indeks saham JII naik 0,9 poin ke level 464,88 indeks saham LQ45 juga naik 2 poin ke level 562,68.

Adapun saham-saham yang naik adalah Gudang Garam(GGRM) naik Rp1.400 ke Rp27.000, Smart (SMAR) naik Rp350 ke Rp3.750, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp300 ke Rp38.600, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp250 ke Rp24.650, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp250 ke Rp12.550, Astra International (ASII) naik Rp200 ke Rp45.500, Indosat (ISAT) naik Rp200 ke Rp6.150, Matahari Departemen Store (LPPF) naik Rp200 ke Rp2.700, Capitalinc Investama (MTFN) naik Rp160 ke Rp800.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Merck (MERK) turun Rp1.000 ke Rp73.000, Goodyear Indonesia (GDYR) turun Rp400 ke Rp13.550, Multibreeder Adirama (MBAI) turun Rp300 ke Rp5.000, Indospring (INDS) turun Rp250 ke Rp1.750, Nipress (NIPS) turun Rp200 ke Rp1.800, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) turun Rp200 ke Rp8.200, Telekumunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp150 ke Rp8.050, Bumi Resources (BUMI) turun Rp75 ke Rp2.475.[hid]
IHSG Berpacu Bersama Dana Asing
Rabu, 7 April 2010 – 10:33 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Pasar modal Indonesia menunjukkan geliat luar biasa beberapa waktu terakhir ini, bahkan pada perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG)sempat menembus batas psikologis 2.900.

Apakah ini hanya fenomena tahun-tahun terakhir ini saja? Ternyata tidak.

Hal tersebut yang coba dibahas oleh beberapa pembicara kompeten yang hadir dalam sebuah diskusi pagi ini, The Asiamoney IDX Rountable Forum 2010: The Indonesia Economy Outlook 2010 Rountable and Q&A Session, di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (7/4/2010).

Pembicara tersebut antara lain Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, editor Asiamoney Richard Morrow, co-founder and Managing Director of Ancora Capital Management Veronica Lukito, Direktur Keuangan PT Bank Mandiri Tbk Pahala Mansury, Pengamat dari Bank Mandiri Tbk Mirza Adityaswara, serta perwakilan Mandiri Sekuritas Arie Pitoyo dan Iman Rahman.

Jika kita melihat ke belakang, sejak awal Januari 2005 misalnya, pasar saham Indonesia telah bergerak secara fenomenal bersama dua bursa Asia lainnya, yaitu bursa Mumbai dan Shanghai, dimana bursa Shenzhen tidak diulas di sini karena lebih bersifat lokal dibandingkan bursa lain.

Pada akhir 2009, kenaikan indeks di bursa Mumbai mencapai 163 persen. Adapun bursa Shanghai naik 159 persen. Bursa Indonesia juga menguat spektakuler, yaitu sebesar 153 persen. Namun jika dibandingkan dengan penutupan IHSG beberapa waktu lalu, bursa Indonesia menunjukkan keperkasaannya selama lebih dari lima tahun terakhir.

Khusus 2010 ini saja, kenaikan indeks bursa Indonesia telah mencapai 11,2 persen, adapun bursa Mumbai 1,7 persen. Sementara bursa Shanghai masih berada dalam teritori negatif (masih di bawah indeks pada akhir 2009, (3.262,6), yaitu pada level 3.059,71. Dengan melihat perkembangan ini, bursa Indonesia bukan hanya menjadi bursa dengan kinerja terbaik pada 2010 (sampai 26 Maret) di Asia Pasifik, tetapi bahkan selama lebih dari lima tahun terakhir.

“Bursa saham di Indonesia dewasa ini banyak terpacu oleh masuknya dana-dana dari luar negeri,” ujar Mirza, dalam menjawab pertanyaan moderator.

Dijelaskannya, sebagaimana yang menjadi kekhawatiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dana ini setiap saat bisa keluar sehingga bukan tidak mungkin akan menimbulkan permasalahan bagi pasar modal saat ini. Kendati demikian, kasus keluar masuknya modal asing dari bursa saham Indonesia sudah terjadi dari waktu ke waktu, termasuk dalam lima tahun terakhir.

“Oleh karena itu, apa yang terjadi secara jangka panjang ini mencerminkan terjadinya supply dan demand yang agak kurang berimbang,” papar Mirza.

Jumlah permintaan saham, baik dari investor luar maupun dalam negeri, tampaknya melebihi supply-nya. Fenomena ini akan terus terjadi di masa-masa mendatang jika jumlah penawaran saham perdana (initial public offering/ IPO) masih tersendat.

“Dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat yang semakin tinggi di mana kelas menengah kita akan meningkat dari sekitar 30 juta orang saat ini menjadi sekira 60 juta orang lima tahun mendatang, permintaan saham dari investor dalam negeri akan terus menguat pada tahuntahun mendatang,” ungkapnya.

Di sisi lain, analis Bank Mandiri Arie Pitoyo mengatakan, masuknya Indonesia dalam radar investor global akan semakin meningkatkan jumlah permintaan saham tersebut. “Jika IPO dan rights issue emiten tidak dapat mengimbanginya, bisa dipastikan indeks saham kita akan meningkat terus selama beberapa tahun mendatang,” paparnya.

Dirinya mengatakan tidak terkejut melihat indeks bursa saham Indonesia akan mencapai 3.000 dalam waktu dekat.

“Akankah indeks 3.000 tersebut terlampaui pada 2010 ini?” tanya moderator.

“Rasanya kinerja semacam itu sudah hampir dapat dipastikan akan terjadi,” jawabnya.

Dengan melihat perkembangan ini, bursa saham Indonesia memberikan kesempatan yang besar bagi pemanfaatan sumber pembiayaan investasi dunia usaha yang akhirnya menjadi tulang punggung bagi pembangunan Indonesia sendiri.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Ito Warsito menjawab tantangan modertor tentang apa yang bisa kita lakukan pada 2010 ini. “Beberapa perusaahaan BUMN akan melakukan IPO tahun ini,” paparnya.(wdi)
IHSG Makin Semangat Tembus 2.913
Rabu, 7 April 2010 – 12:10 wib

Widi Agustian – Okezone

Ilustrasi
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) nampaknya mendapatkan cukup vitamin hari ini. Mulai dari positifnya indeks regional akibat tetapnya Fed Fund rate, serta tetapnya BI rate di dalam negeri.

Alhasil, pada penutupan perdagangan sesi I Rabu (7/4/2010) siang, IHSG berada di posisi 2.913,97, yakni mengalami kenaikan sebanyak 33 poin atau setara dengan 1,15 persen. Nilai transaksi tercatat sebanyak Rp2,7 triliun dengan volume sebanyak 3,78 lembar saham. Sebanyak 120 saham menguat, 64 saham mengalami penurunan, dan 68 saham tidak berubah.

Sementara, indeks LQ45 mengalami kenaikan sebesar 6,2 poin ke 566,89, dan JII naik sebanyak 4,48 poin ke 468,41.

Sektor perkebunan tampak memimpin penguatan dengan menguat sebanyak 38,86 poin, disusul dengan sektor pertambangan yang menguat sebanyak 13,3 poin, sektor manufaktur naik 8,34 poin dan sektor keuangan naik sebanyak 6,87 poin.

Sementara indeks Nikkei naik 47,59 poin atau 0,42 persen ke 11.329,91, indeks Hang Seng naik 314,06 poin atau 1,46 persen ke 21.851,06, dan indeks Straits Times naik 14,68 poin atau 0,49 persen ke 2.990,19.

Saham yang bergerak menguat (top gainer) antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp750 ke Rp26.350, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp500 ke Rp45.800, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp500 ke Rp19.850, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp350 ke Rp38.650, dan PT Smart Tbk (SMAR) naik Rp350 ke Rp3.750.

Sementara saham yang bergerak melemah (top loser) antar lain PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) turun Rp300 ke Rp5.000, PT Bank Tabungan Pensiunan Negara tbk (BTPN) turun Rp100 ke Rp7.700, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp75 ke Rp4.150, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp75 ke Rp2.475, dan PT Intiland Development Tbk (DILD) turun Rp60 ke Rp1.260.(wdi)

Regional Positif, IHSG Turut Naik
Rabu, 7 April 2010 – 09:36 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Optimistis saham di pasar regional nampaknya kembali mempengaruhi pasar saham Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) nampaknya mulai kembali merangkak naik.

Pada awal perdagangan, Rabu (7/4/2010), indeks menguat sebanyak 4,83 poin atau 0,17 persen ke posisi 2.885,8. Di mana sebanyak 25 saham bergerak naik, enam saham melemah, dan 40 saham stabil. Nilai transaksi awal sebanyak Rp50,5 miliar dengan volume sebanyak 58,65 juta lembar saham.

Di sisi lain, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik sebanyak 1,37 poin ke 465,3, serta indeks LQ45 naik sebanyak 1,01 poin ke 561,68.

Sektor perkebunan nampak memimpin penguatan, dimana sektor ini menguat sebanyak 22,38 poin, lalu sektor manufaktur menguat 3,89 poin, sektor perdagangan menguat 2,22 poin. Sementara sektor pertambangan malah menurun sebanyak 7,1 poin.

Indeks Asia tampak berada di jalur hijau semua. Terpantau indeks Nikkei naik 38,97 poin atau 0,35 persen ke posisi 11.321,29, indeks Hang Seng naik 215,78 poin atau satu persen ke posisi 21.752,78, dan indeks Sraits Times naik 1,42 poin atau 0,05 persen ke 2.976,93.

Saham yang ditutup menguat (top gainer), antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp300 ke Rp38.600, PT Astra Intertanional Tbk (ASII) naik Rp200 ke Rp45.500, PT Gudang Garam Tbk (GRGM) naik Rp200 ke Rp25.800, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp200 ke Rp24.600 dan PT Tambang Batubara Bukti Asam Tbk (PTBA) naik Rp100 ke Rp18.100.

Sementara saham yang ditutup melemah (top looser), antara lain saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) turun Rp50 ke Rp8.100, PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp25 ke Rp2.325, PT Indika Energy Tbk (INDY) turun Rp25 ke Rp2.825, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turun Rp10 ke Rp610 serta PT Intiland Development bk (DILD) turun Rp10 ke Rp1.310.(wdi)
Selasa, 06/04/2010 17:44 WIB
Kuartal I-2010
Asing Borong Saham Rp 3,68 Triliun
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Selama kuartal I-2010, investor asing mencatatkan net beli saham sebesar Rp 3,68 triliun. Jumlah ini naik lebih besar dibandingkan dengan net beli asing pada kuartal IV-2009 yang jumlahnya Rp 2,52 triliun.

Demikian disampaikan dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2010 yang disampaikan oleh Bank Indonesia (BI), Selasa (6/4/2010).

Besarnya jumlah net beli asing di saham ini diikuti oleh volume perdagangan di bursa domestik selama kuartal I-2010 yang naik menjadi Rp 4,12 triliun per hari dibandingkan dengan kuartal IV-2009 yang hanya mencapai Rp 3,93 triliun per hari.

Perkembangan ini kemudian ikut memberikan dorongan terhadap kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama kuartal I-201. IHSG mengalami penguatan sebesar 10,2% selama kuartal I-2010 dan ditutup pada level 2.777,3.

Penguatan IHSG terjadi di tengah terbatasnya arus modal asing selama kuartal I-2010. Kondisi pasar keuangan global sempat kembali bergejolak pada Februari 2010 sehingga menyebabkan besarnya net jual yang dilakukan oleh investor asing.

Gejolak pasar keuangan tersebut akibat ketidakpastian penyelesaian permasalahan fiskal pada negara-negara yang tergabung dalam PIGS (Portugal, Irlandia, Greece/Yunani, dan Spanyol) serta kecemasan yang melanda pasar AS setelah indeks kepercayaan konsumen AS terkoreksi pada level terendah dalam 10 bulan terakhir.
(dnl/qom)
PREDIKSI
IHSG berpeluang cetak rekor baru

JAKARTA:Indeks harga saham gabungan yang kemarin sempat menyentuh level tertinggi 2.911,46 masih berpeluang untuk mencetak kenaikan, terutama jika bursa regional menunjukkan performa positif.
Analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah mengatakan kendati secara teknikal masih terdapat tekanan terhadap IHSG, fundamental perekonomian yang lebih baik akan memberikan imbas positif di lantai bursa.

“Potensi pasar modal masih menjanjikan. Ini ditunjang fundamental faktor makroekonomi, cadangan devisa, dan stabilitas nilai tukar rupiah ke depan. Di tingkat regional, terbentuknya pooling fund Asean+3 juga berdampak positif terhadap pasar modal,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan inflasi yang terkendali dan terjaganya BI Rate juga akan memberikan korelasi terhadap bursa. Pasar diproyeksikan mengantisipasi agenda emiten, khususnya rapat umum pemegang saham dan pembagian dividen.

Dia memperkirakan IHSG bergerak dari titik topang 2.854 hingga titik resistan 2.917. Dalam perdagangan kemarin, IHSG kemarin ditutup melemah 0,22% atau 6,28 poin ke Rp2.880,97 setelah sebelumnya ditutup pada level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal, 2.887,25.

Aksi ambil untung

Dari 399 saham yang dikalkulasi dalam IHSG, sebanyak 99 saham harganya naik, 104 menurun, dan 196 harganya stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia kemarin mencapai Rp2.252 triliun dengan price to earning ratio 25,39 kali.

Alfiansyah berpendapat penurunan IHSG terjadi karena aksi ambil untung jangka pendek, khususnya investor pemegang saham yang sebelumnya telah mencatat kenaikan signifikan, seperti saham grup Astra, termasuk United Tractors dan Astra Agro Lestari.

Saham Astra International mengerek penurunan indeks dengan menyumbang 7,25 poin, diikuti oleh Telekomunikasi Indonesia 3,87 poin, Bank Rakyat Indonesia 3,13 poin, dan Bank Central Asia 1,56 poin.

Oleh Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia
IHSG Masih Bisa Tembus 2.900
Rabu, 7 April 2010 – 07:44 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Tren penguatan indeks Wall Street nampaknya bakal membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan hari ini.

“Secara global, investor akan terpengaruh dengan hal itu. Bursa regional juga nampaknya akan menguat,” kata analis pasar modal dari Eko Kapital, Cece Ridwanullah saat dihubungi di Jakarta.

Dia menjelaskan jika bursa Eropa dan Asia umumnya juga tengah berada dalam tren naik mengingat kondusifnya siuasi perekonomian negara-negara. Ini, katanya merupakan ekspetasi investor akan membaiknya ekonomi dunia.

Disamping itu, kekhawatiran suku bunga acuan Bank Sentral AS (Fed Fund Rate) yang nampaknya akan mengalami kenaikan tidak terbukti. Walaupun data pengangguran membaik tetapi nampaknya tidak membuat Fed Rate lantas dinaikan.

Selanjutnya, dukungan juga muncul dari harga minyak mentah yang mencapai USD86 per barel. Walau demikian, ia menjelaskan jika ada sedikit halangan yang berasal dari saham-saham bluechip yang nampaknya mulai jenuh beli.

“Ada gejolak investor sudah mulai jenuh untuk mengoleksi saham unggulan,” jelas dia.

Menurutnya, indeks saham akan berada pada kisaran support resistance di level 2.790-2.900. Dengan pilihan saham antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indoffod Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sementara itu, analisa Trimegah Securities menyebutkan dengan memasuki area jenuh beli dan munculnya candles shooting star membuat IHSG masih rawan tekanan jual dengan support berikutnya di 2850. “Untuk hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 2.850-2.890,” jelas Trimegah.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan kemarin Selasa (6/4/2010), IHSG tercatat melemah tipis 6,28 poin atau 0,23 persen ke level 2.880,97. Sebanyak 114 saham menguat, 109 saham melemah, dan 70 saham stabil. Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 0,48 poin ke 463,93, dan indeks LQ45 turun 1,29 poin ke 560,67. Adapun volume perdagangan sudah tercatat sebesar 9,36 miliar lembar saham senilai Rp5,83 triliun.

“Profit taking kembali terjadi di bursa setelah IHSG mencetak rekor tertinggi,” papar Trimegah.

Pelemahan tersebut disinyalir karena faktor dari internal di mana saham-saham dari sektor dalam negeri melemah. Sementara faktor eksternal yakni dari bursa Asia terpantau bergerak mixed. Penguatan IHSG sektor pertambangan masih tercatat menguat paling tinggi sebesar 61,96 poin.

Saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain saham dari PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp1.050 menjadi Rp13.950, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) naik Rp500 menjadi Rp4.500, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp300 ke Rp25.600, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik Rp250 ke Rp2.550.

Sementara saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp1.400 ke Rp45.300, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) terkoreksi Rp500 ke Rp162.500, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp450 ke Rp38.300, dan PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) turun Rp225 ke Rp2.500.(wdi)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s