1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

bisa jadi PEMICU euforia lage … 080410 8 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:26 pm

Kamis, 08/04/2010 18:15 WIB
Peringkat Risiko Investasi RI Turun
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) sebuah organisasi untuk kerjasama dan pembangunan ekonomi memperbaiki peringkat Country Risk Classification (CRC) Indonesia dari semula level 5 menjadi 4. Perubahan peringkat tersebut resmi diberikan kepada RI sejak 2 April 2010.

“CRC Indonesia memang sudah selayaknya dinaikkan. Kenaikan CRC oleh OECD yang telah diupayakan Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini akan berdampak pada penurunan cost of fund atas pinjaman kredit ekspor yang diterima Pemerintah, terutama penurunan yang cukup signifikan pada biaya insurance premium, untuk selanjutnya dapat mengurangi beban APBN. Per Desember 2009, posisi pinjaman kredit ekspor Pemerintah mencapai 10,5% dari total utang luar negeri Pemerintah”, ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A. Sarwono dalam siaran pers, Kamis (08/04/2010).

Dengan CRC pada level 4, berarti Indonesia saat ini telah sejajar dengan negara-negara seperti Mesir, Uruguay, dan Philipina. Sebelumnya, Indonesia berada pada level 5 sejak bulan April 2005 bersama-sama dengan antara lain Vietnam, Paraguay dan Macedonia. Untuk diketahui, peringkat OECD terdiri dari skala level 0 sampai dengan 7.

Hartadi menjelaskan, faktor utama kenaikan peringkat CRC ini adalah indikator ekonomi makro Indonesia yang cukup baik (favourable). Ekonomi Indonesia merupakan salah satu negara yang resilient di tengah gejolak krisis keuangan global dan Indonesia merupakan satu dari sedikit negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2009.

Membaiknya kinerja ekonomi makro dan stabilitas ekonomi tersebut merupakan hasil dari kombinasi antara kebijakan ekonomi yang baik dan berorientasi jangka panjang (forward looking), reformasi struktural yang terus berjalan, serta pengelolaan utang yang cukup baik.

Dari 161 negara, hanya Indonesia yang dalam sidang OECD awal April kemarin yang memperoleh perbaikan peringkat CRC, sementara tiga negara lainnya yaitu Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Yaman, justru memburuk. Hal positif lainnya dari kenaikan CRC ini adalah posisi tawar Indonesia dalam negosiasi pinjaman luar negeri menjadi lebih baik sehingga diharapkan akan memperoleh pinjaman luar negeri khususnya pinjaman kredit ekspor dengan terms and conditions yang lebih menguntungkan.

Dikatakan Hartadi, fundamental makroekonomi yang terjaga, likuiditas eksternal yang semakin menguat, rasio utang Pemerintah yang secara bertahap terus menurun, serta didukung kebijakan fiskal yang berhati-hati dan kelancaran pelaksanaan reformasi struktural, diharapkan dapat menyokong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam satu tahun mendatang sehingga momentum positif dapat terus terjaga untuk perbaikan peringkat CRC selanjutnya.

Sebelumnya, pada 12 Maret 2010, lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) juga menaikkan long-term foreign currency rating Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan long-term local currency tetap di BB+. Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif.

(dru/dnl)
Posisi Tawar Pinjaman Luar Negeri RI Membaik
Kamis, 8 April 2010 – 18:20 wib
TEXT SIZE :
Rani Hardjanti – Okezone

Image : Corbis.com
JAKARTA – Perbaikan peringkat Country Risk Classification (CRC) Indonesia
berbuah manis. Menurut Bank Indonesia (BI), posisi tawar Indonesia dalam negosiasi pinjaman luar negeri menjadi lebih baik.

“Sehingga diharapkan akan memperoleh pinjaman luar negeri khususnya pinjaman kredit ekspor dengan terms and conditions yang lebih menguntungkan,” tutur Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (8/4/2010).

Seperti diberitakan, perbaikan peringkat Country Risk Classification (CRC) Indonesia membaik semula dari level lima menjadi empat (dari skala 0 – 7), sejak 2 April 2010. Dengan CRC pada level 4, berarti Indonesia saat ini telah sejajar dengan negara-negara seperti Mesir, Uruguay dan Philipina. Sebelumnya, Indonesia berada pada level 5 sejak April 2005 bersama-sama dengan antara lain Vietnam, Paraguay dan Macedonia.

Dari 161 negara, hanya Indonesia yang dalam sidang OECD awal April kemarin yang memperoleh perbaikan peringkat CRC, sementara tiga negara lainnya, yaitu Bahrain, Uni Emirat Arab dan Yaman, justru memburuk.

Perbaikan peringkat ini, dilatarbelakangi faktor fundamental makroekonomi yang terjaga, likuiditas eksternal yang semakin menguat, rasio utang pemerintah yang secara bertahap terus menurun. Hal itu merupakan dukungan kehati-hatian kebijakan fiskal dan kelancaran pelaksanaan reformasi struktural.

“Diharapkan hal ini dapat menyokong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam satu tahun mendatang. Sehingga momentum positif dapat terus terjaga untuk perbaikan peringkat CRC selanjutnya,” harap Hartadi.

Sebelumnya, pada 12 Maret 2010, lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) juga menaikkan long-term foreign currency rating Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan long-term local currency tetap di BB+. Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif.(rhs)

 

gelembunk ocehan the fed v. the BI … 080410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:31 pm

The Fed: Ada Risiko Gelembung Ekonomi
Kamis, 8 April 2010 – 16:34 wib

SANTA FE – Dua pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) memperingatkan adanya risiko ekonomi penggelembungan aset jika tetap mempertahankan suku bunga rendah.

“Saya yakin jika suku bunga terus dipertahankan pada level rendah akan memicu penggelembungan, sebab ini mendorong utang melebihi ekuitas dan konsumsi melebihi tabungan. Ketika kita belum mengetahui dimana penggelembungan terjadi, suku bunga rendah akan mengudang booming credit,” kata Presiden Bank Sentral Kansas Thomas Hoenig seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/4/2010).

Hoenig adalah anggota Komite Pasar Bebas Federal (FOMC) yang memiliki suara untuk memutuskan suku bunga acuan AS. Saat pemungutan suara, dia merupakan salah satu anggota FOMC yang menolak perpanjangan suku bunga rendah. Hoenig berpendapat bahwa Fed tidak perlu lagi memperpanjang karena pemulihan ekonomi sudah terjadi.

Namun, Gubernur Fed Ben Bernanke bersikukuh AS tidak perlu terburu-buru memperketat kebijakan moneternya. Sebab, saat ini AS masih menghadapi berbagai masalah pelik, seperti belum pulihnya sektor perumahan dan tingginya pengangguran di pasar tenaga kerja.

“Kita masih jauh dari baik. Banyak warga Amerika yang sedang mengalami masalah pengangguran dan sita jaminan, atau mengalami kedua hal itu,” papar Bernanke saat pidato di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Dalas, baru-baru ini.

Hoenig berpendapat bahwa Fed sebenarnya bisa menaikkan suku bunga acuan menjadi sekira satu persen. Kebijakan ini sebenarnya masih mendukung keinginan beberapa pihak untuk menekan biaya utang pada level terendah sepanjang sejarah.

Kenaikan yang rendah juga akan mengirim sinyal kepada pasar bahwa kebijakan moneter longgar, yang dikeluarkan untuk mentabilkan ekonomi saat krisis keuangan, mulai ditarik.

Waktunya sangat tepat untuk memberikan peringatan kepada pasar dalam mengelola risiko mereka, menjadi lebih accountable atas aksi mereka, dan jangan tergantung kepada jaminan yang disediakan Fed. “Mereka akan mengelola risikonya dan mereka akan berhadapan dengan ekonomi pasar,” papar Hoenig.

Sebagian besar dewan gubernur Fed berpendapat tingkat pengangguran sedikit di bawah 10 persen menandakan ekonomi Paman Sam masih lemah. Sehingga, tidak perlu buru-buru menaikkan suku bunga acuan.

Rapat FOMC 16 Maret lalu menunjukkan pengambil kebijakan di Fed mencemaskan kemungkinan kemundurun pemulihan dan ambruknya inflasi. Presiden Bank Sentral New York William Dudley mengatakan, penggelembungan nilai aset sulit diidentifikasi, tapi sering terjadi. Sehingga, pengambil kebijakan harus secara agresif mengantisipasinya.

Jadi kata Dudley, indentifikasi penggelembungan saat terjadi adalah suatu keharusan. Tidak ada alasan pembenaran untuk tidak segera bertindak, ucap dia dalam pidato di Economic Club of New York. “Berdasarkan pengalaman, ada potensi besar penggelembungan aset masih ada dan ambruknya nilai aset akan sangat merusak ekonomi,” tambah dia.

Seperti diketahui, penggelembungan aset real estate pada awal 2000 mulai mengalami deflasi di 2007. Ambruknya harga rumah telah memicu krisis kredit yang kemudian tumbuh menjadi pelemahan keuangan terburuk sejak 1930-an.(Achmad Senoadi/Koran SI/ade)

 

beda EUforiA dan buBBle …

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:28 pm

menurut gw, bubble itu ISTILAH SERIUS ABIS bwat KONDISI PERTUMBUHAN apa pun, termasuk di balon sendiri :P, apalagi gelembung air 😛 … karena kalo balon ditiup terus, maka satu saat akan menegang sekali sehingga pecah juga …
… kondisi bubble adalah proses pertumbuhan atawa kenaikan sebuah kondisi ekonomi yang MASUK AREA MENDEBARKAN UNTUK ANJLOK BERAT … bukti bubble apa? kalo ANJLOK ITU TERJADI dan secara dahsyat … kalo cuma anjlok tapi kecil doank, itu bukan GEJALA BUBBLE …
… sementara euforia adalah situasi kejiwaan pelaku pasar yang TERLALU BERLEBIHAN HEPInya sehingga MENGABAIKAN RISIKO KOREKSI sama sekali … dalam hal ini euforia terasa sekale gejalanya saat secara terus menerus terjadi kenaikan pertumbuhan atawa perkembangan ekonomi, termasuk di bursa saham …
… euforia biasanya akan mendahului sebuah KOREKSI, namun TIDAK SELALU HARUS BUBBLE … koreksi bisa kecil tapi juga bisa dahsyat … koreksi bisa teknikal atawa fundamental … tapi bukan selalu harus bubble …
… ringkasnya euforia adalah gejala umum KEGEMBIRAAN PASAR YANG MENGABAIKAN RISIKO KOREKSI… sedangkan bubble adalah situasi menjelang KEANJLOKAN DAHSYAT …
MELOROT 1,65 PERSEN
IHSG Tertampar Isu “Bubble”
Kamis, 8 April 2010 | 16:26 WIB

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkapar. Pada penutupan pasar hari ini, indeks melorot 1,65 persen atau 47,75 poin menjadi 2.850,83. Para pelaku pasar melakukan aksi jual besar-besaran. Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp 6,4 triliun.
Harga saham-saham yang menggerakkan indeks selama ini melorot. Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) melorot 3,74 persen menjadi Rp 43.800 per saham. Harga saham perusahaan otomotif terbesar ini merupakan yang terendah dalam sepekan terakhir.
Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,42 persen menjadi Rp 5.650 per saham. Harga bank swasta terbesar di Indonesia ini merupakan yang terendah pekan ini. Sebelumnya, harga BBCA sempat mencapai titik tertinggi Rp 5.850 per saham.
Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga jeblok. Harga BUMI turun 1,01 persen menjadi Rp 2.450.
Sementara saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik tipis hanya 0,62 persen menjadi Rp 8.100.
Penurunan indeks ini terjadi setelah Bank Indonesia mengumumkan adanya gejala gelembung harga di bursa. Bank sentral bahkan kini sedang bersiap-siap menahan laju arus dana asing untuk menjaga stabilitas keuangan. Namun, para manajer investasi membantah gejal tersebut. Mereka menganggap harga saham di bursa masih wajar karena kondisi makro ekonomi yang baik. (Edy Can/Kontan)
Investor Ambil Untung, IHSG Kembali Terpuruk
Kenaikan IHSG yang terlalu cepat selama beberapa hari memicu kekhawatiran investor.
KAMIS, 8 APRIL 2010, 16:29 WIB
Arinto Tri Wibowo

Pialang sedih setelah BEI menghentikan perdagangan (AP Photo/Achmad Ibrahim)
BERITA TERKAIT
Saham Unggulan Jenuh Beli, IHSG Turun Tipis
Saham Astra Bergairah, IHSG Tembus 2.887
Tinggal 0,1 Poin, IHSG Samai Rekor Tertinggi
Pemodal Realisasikan Keuntungan Jangka Pendek
Saham Unggulan Masih Atraktif, IHSG Bertahan
Web Tools

IVAnews – Kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terlalu cepat selama beberapa hari terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) memicu kekhawatiran sebagian investor.

Kondisi itu memicu investor untuk mencoba merealisasikan keuntungan jangka pendek (profit taking). Apalagi, sentimen di bursa Asia dan Eropa juga cenderung negatif.

“Khawatir indeks akan terkoreksi setelah naik cukup cepat, investor memilih untuk merealisasikan keuntungan jangka pendek,” kata analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 8 April 2010.

IHSG akhirnya ditutup melemah 47,74 poin (1,64 persen) ke posisi 2.850,83. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 2.898,18 dan terendah 2.837,4.

Volume transaksi mencapai 12,14 juta lot senilai Rp 6,83 triliun dengan frekuensi 111.620 kali. Sebanyak 60 saham menguat, 132 melemah, dan 94 saham lainnya stagnan. Sedangkan sebanyak 208 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham yang mendorong penurunan IHSG di antaranya grup Astra seperti PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp 1.700 (3,73 persen) ke posisi Rp 43.800, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp 600 (3,09 persen) ke level Rp 18.800, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi Rp 600 (3,32 persen) ke posisi Rp 17.450.

Dia menjelaskan, secara teknikal, indeks akan melanjutkan konsolidasi dulu. Meski demikian, beberapa agenda emiten seperti pembagian dividen masih akan dicermati pelaku pasar.

Berdasarkan data BEI di pasar reguler, pemodal asing membukukan penjualan sebesar Rp 1,59 triliun dengan pembelian mencapai Rp 1,2 triliun.

Sementara itu, indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia anjlok di akhir perdagangan hari ini. Para investor ragu apakah pemulihan ekonomi global membenarkan reli kenaikan saham selama setahun terakhir.

Indeks acuan Jepang Nikkei 225 anjlok 116,81 poin (1,0 persen) menjadi 11.176,02. Sedangkan bursa saham Malaysia melemah 0,9 persen dan Singapura turun 0,8 persen.

Indeks Kospi (Korea Selatan) juga turun 0,3 persen menjadi 1.722,25, dan indeks acuan Shanghai (China) melemah 0,4 persen, indeks India turun 0,3 persen, dan indeks Hong Kong turun 0,2 persen.

Indeks saham Thailand anjlok 2,3 persen menyusul pendeklarasian status darurat di ibukota Bangkok dan sekitarnya karena aksi unjuk rasa anti-pemerintah.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Kamis, 08/04/2010 16:12 WIB
IHSG Terpangkas 47 Poin
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan penurunan yang cukup besar lebih dari 1%. Merosotnya saham PT Astra International (ASII) memberi kontribusi besar bagi pelemahan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung mengalami koreksi hingga 11,760 poin ke level 2.886,822. Namun pelemahan IHSG selanjutnya semakin tak terbendung lagi, dan akhirnya ditutup dengan pelemahan paling besar dibandingkan bursa Asia Pasifik lainnya.

Investor memanfaatkan momentum pelemahan bursa-bursa regional untuk melakukan profit taking. Koreksi ini juga dinilai cukup normal mengingat IHSG sebelumnya sudah menguat cukup cepat dan tajam menembus level 2.900.

Pada perdagangan Kamis (8/4/2010), IHSG ditutup melemah 47,748 poin (1,65%) ke level 2.850,834. Indeks LQ 45 juga melemah 11,049 poin (1,96%) ke level 551,629.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.070 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.050 per dolar AS.

Bursa-bursa regional mayoritas juga melemah, kecuali Seoul:
Indeks Shanghai melemah 29,51 poin (0,94%) ke level 3.118,71.
Indeks Hang Seng melemah 61,73 poin (0,28%) e level 21.867,04.
Indeks Nikkei-225 melemah 124,63 poin (1,1%) ke level 11.168,20.
Indeks Straits Times melemah 28,11 poin (0,94%) ke level 2.959,99.
Indeks Seoul naik 7,18 poin (0,42%) ke level 1.733,78.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 111.620 kali pada volume 6.071 juta lembar saham senilai Rp 6,839 triliun. Sebanyak 55 saham naik, 118 saham turun dan 88 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 120 menjadi Rp 2.050, Delta Dunia (DOID) naik Rp 50 menjadi Rp 1.170, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.100, PT Pembangunan Perumahan (PTPP) naik Rp 50 menjadi Rp 720.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang turun harganya antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.700 menjadi Rp 43.800, PTBA turun Rp 600 menjadi Rp 17.450, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 menjadi Rp 18.800, BRI (BBRI) turun Rp 400 menjadi Rp 8.300, BCA (BBCA) turun Rp 200 menjadi Rp 5.650, PGN (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 4.050.
(qom/qom)
Saham Kehabisan Bensin?
Kamis, 8 April 2010 | 08:15 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah kemarin Indeks Harga Saham Gabungan menguat dan kembali mencetak rekor, saham-saham di Bursa Efek Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi karena minimnya sentimen positif untuk kembali bergerak menciptakan rekor baru.
Kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,61 persen pada 2.898,58. Posisi ini merupakan level tertinggi baru, mengalahkan yang terjadi pada tiga hari lalu. Ketika itu IHSG memecahkan rekor yang telah bertahan sejak Januari 2008, yakni 2.887,25.
Menurut analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, meski kemarin indeks kembali bergerak menguat, terlihat kecenderungan arah konsolidasi dalam jangka pendek mengingat minimnya sentimen positif yang dapat mengangkat indeks lebih lanjut. “Terlihat saham bluechip mulai mengalami profit taking meski saham second liner masih menjadi penopang gerak indeks,” ujarnya.
“Hari ini kami perkirakan indeks akan mulai bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 2.871-2.919,” katanya.

 

setelah ambles gejala jenuh jual MERAGUKAN … 080410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:16 pm


… gelembunk dan koreksi memang sekawan sejalan dah … barengan di sinyal jenuh jual ihsg … namun setelah jeda, tampaknya gejala beli mulai menguat lagi di slow stochastic, parabolic sar, dan rate of change … situasi dahsyat akan datang lage, mungkin seh … penghadang laen adalah koreksi regional dan global … kayanya pasar global TIDAK INGIN MENGULANGI KONDISI EUFORIA KOMODITAS dan ENERGI 2008 yang mengawali KRISFINALO … namun pasar global agak tenang karena SUKU BUNGA PERBANKAN GLOBAL maseh cukup rendah sehingga MEMBATASI kemungkinan terjadinya PERTUMBUHAN EKONOMI RIIL global … juga situasi PERMINTAAN KREDIT GLOBAL TIDAK SETINGGI saat pra-krisfinalo … koreksi hari ini SEHAT-SEHAT aja, menurut gw … well, liat aja dah
… kayanya gw setuja dengan analisis teknikal para analis pro bahwa support kuat ihsg di level 2840 sementara medium bollinger bands di 2860 adalah resisten pertama yang harus dilalui ihsg sebelum memasuki area nyaman hari ini di 2860-2870 … let’s c

 

penipu di mana-mana, seh … 080410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:59 pm

… google ADSENSE itu sering DOUBLE STANDARD, di satu sisi BUAT STANDAR SUPER BERAT UNTUK blogger bisa memasang adsense/iklan, tapi di pihak laen sering mengiklankan BISNIS ABU-ABU YANG BERPOTENSI MENIPU ABIS KONSUMEN … misalnya yang mengiming-imingi GAJI SEHARI s/d Rp.50 Juta hanya dengan bekerja online doank … well, kalo beneran bisa seperti itu, NGAPAIN SANG PENGIKLAN PAMER KE ORANG LAEN DAH, mending DISEROBOT SEMUA BWAT DIRI SENDIRI … sama dengan komentator di blog gw yang bilang sistem transaksi sahamnya PUNYA AKURASI 99,9% dalam maen saham … well, KALO DOI MEMANG BENAR SEPERTI ITU, MAKA DOI SUDAH JAUH LEBE KAYA DARIPADA PETER SONDAKH donk … atau Edy Joenardi …
08/04/2010 – 12:20
Penipu Internet Senilai Rp9,8 M Dituntut

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Jaksa menuntut 34 orang dengan tuduhan penipuan di internet. Korban kelompok ini tersebar di beberapa negara dengan kerugian hingga 800 ribu euro (Rp 9,8 miliar).

Jaksa kejahatan terorganisir di Rumania mengatakan tersangka memposting pemberitahuan di internet yang mengklaim mereka menjual berbagai produk, padahal barang itu tidak ada.

Jaksa mengatakan lebih dari 800 orang telah tertipu di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Italia dan Spanyol.

Jaksa mengatakan penggeledahan dilakukan pada 10 rumah secara serentak di Republik Ceko dan 10 orang ditahan.

Pihak berwenang Rumania mengatakan mereka menerima bantuan dari petugas FBI dan Secret Service AS.[ito]

 

JENUH bELi @ihsg, lanjutkan … 080410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:54 am

08/04/2010 – 12:35
Astra Lempar Bursa Ke Area Negatif
Ahmad Munjin

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Menjelang akhir pekan, aksi ambil untung pada saham unggulan mulai melanda bursa. IHSG pun terseok, dipimpin saham sektor finansial. Saham grup Astra berada di top looser.

Pada perdagangan Kamis (8/4) sesi siang, IHSG ditutup melemah 47,76 poin (1,65%) ke level 2.850,82. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 11,159 poin (1,98%) ke level 551,52.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai dengan volume transaksi tercatat mencapai 2,886 miliar lembar saham, senilai Rp2,267 triliun dan frekuensi 61.696 kali. Sebanyak 61 saham menguat, 117 saham melemah, dan 76 saham stagnan.

Semua sektor berkontribusi pada koreksi indeks tanpa kecuali. Sektor finansial memimpin pelemahan 2,78%, aneka industri 2,60%, industri dasar 1,84%, pertambangan 1,65%, manufaktur 1,53%, properti 1%, perdagangan 0,95%, infrastruktur 0,67%, konsumsi 0,29%, dan perkebunan 0,36%.

Saham grup Astra memimpin pelemahan bursa siang ini, dimana Astra International (ASII) terkoreksi Rp 1.400 menjadi Rp 44.100 dan United Tractor (UNTR) turun Rp 500 menjadi RP 18.900.

Sedangkan saham finansial yang melemah antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 menjadi Rp 5.050, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 8.450, dan PT Bank Danamon (BDMN) yang turun Rp300 ke Rp5.250.

Yustian Hartono, technical analyst AmCapital Indonesia memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah. “Indeks akan mengarah ke level support kuat 2.840 dan level resistance-nya berada di posisi 2.916,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (8/3).

Menurutnya, indeks hari ini diselimuti suasana profit taking, setelah kenaikan tajam beberapa hari terakhir yang memecahkan level tertinggi dalam sejarah Bursa efek Indonesia.

Namun, indeks hanya akan turun dalam kisaran sempit, tidak terlalu dalam.

Pelemahan indeks hanya koreksi teknis karena faktor profit taking, mengingat ekonomi Indonesia sangat positif dari sisi fundamental. “Apalagi, recovery ekonomi di AS sedang berlangsung,” ujarnya.

Karena itu, Yustian menegaskan, level 2.840 yang sebelumnya merupakan level resistance terkuat indeks, kini telah menjadi support kuat setelah angka ini berhasil ditembus. “Setelah profit taking selesai, potential up indeks masih besar mengarah ke level resistance berikutnya 3.000,” paparnya.

Namun, lanjutnya, level itu belum bisa dipastikan kapan tercapai. Sebab, saat ini indeks sedang diliputi suasana profit taking jangka pendek. Meskipun secara teknis indeks masih dalam posisi up trend dan belum ada indikasi melemah. “Koreksi indeks hari ini lebih dipicu profit taking dan belum ada sentimen negatif yang turut menekan indeks,” tandasnya.

Adapun sektor saham komoditas, seperti tambang dan perkebunan kini menjadi penggerak indeks. Hal ini seiring bertahannya harga minyak di atas level US$85 per barel . “Kenaikan ini menjadi sentimen positif bagi saham-saham di Indonesia yang mayoritas berbasis komoditas,” ungkapnya.

Dalam kondisi ini, saham-saham pilihannya adalah emiten yang masih undervalue. Di antaranya adalah PT Gozco Plantation (GZCO), PT Adaro Energy (ADRO), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), dan PT Bank Mandiri (BMRI). “Setelah profit taking berkurang, saya sarankan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya. [ast/mdr]
Kamis, 08 April 2010 | 11:46

GEJALA BUBLE

BI: Ada Gejala Bubble di Bursa

… TUMBEN BI PUNYA KOMENTAR SOAL KONDISI BURSA SAHAM … EMANG mereka TAU APA SOAL MAEN SAHAM 😛 … menurut gw ISTILAH BUBBLE ITU BARU BENERAN TERBUKTI KALO UDA MELETUS DAHSYAT, artinya ihsg LANGSUNG ANJLOK ABIS-ABISAN, misalnya ke 2700 atawa 2500 … gitu aja kok repot 🙂
… dugaan gw, BI NGOCEH2 SEPERTI INI KARENA KEWALAHAN RUPIAH MENGUAT TERLALU CEPAT SEHINGGA EKSPOR INDON BAKALAN TERUSIK sekale … JUGA KARENA BI KEWALAHAN MANUVER DI PASAR SEHINGGA HARUS MENGONGKOSI BIAYA INTERVENSI … mestinya BI TETAP BEKERJA PROFESIONAL MENGURUSI SOAL INFLASI dan PEMBENAHAN BANK, BUKAN FOKUS UTAMA PADA TINGKAT RUPIAH, kecuali pada saat RP TERJEREMBAB dahsyat …

JAKARTA. Harga saham yang melenting tinggi mulai mengkhawatirkan. Sebagian analis menilai kenaikan harga saham sudah menimbulkan gejala bubble.

“Harga saham sekarang sudah melebihi nilai fundamentalnya,” kata Perry Warjiyo, Kepala Riset Ekonomi dan Kebijkan Moneter Bank Indonesia seperti dikutip dari Bloomberg.

Perry yang juga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan apa pun metodologi yang dipakai menunjukkan telah terjadi gelembung di bursa. Karena itu, dia mengungkapkan Bank Indonesia sedang bersiap mengontrol arus dana yang masuk ke pasar saham untuk menjaga stabilitas keuangan.

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi kemarin di level 2.898,58. Kinerja indeks ini merupakan salah satu dari 20 yang terbaik di Asia Pasific. Kenaikan indeks ini didorong oleh membanjirinya dana asing.

Namun, Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mengatakan penguatan indeks menunjukkan kondisi real ekonomi sekarang. “Kondisi ekonomi menunjukkan pertumbuhan GDP dan inflasi yang moderat,” katanya.

Para manajer investasi sendiri menilai belum ada gejala buble di bursa.”Kondisi makro ekonomi kita tetap solid dan ini mendorong asing masuk,” kata Vice President Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo. Hal senada juga dikatakan Kepala Investasi Manulife Asset Management Raymond Gin. Dia mengatakan nilai saham sekarang masih wajar.

Edy Can kontan
Kamis, 08 April 2010 | 12:07

BURSA SAHAM

Indeks Terperosok Setelah Kabar Bubble Beredar

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok pada sesi perdagangan pertama hari ini. Indeks turun 1,65% ke level 2.850,82.

Penyebab kejatuhan indeks ini setelah Kepala Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ada gejala bubble di bursa.

Dia mengatakan bank sentral sedang bersiap mengontrol arus dana asing yang masuk untuk menjaga stabilitas keuangan. Pelemahan indeks ini disertai dengan aksi jual saham-saham pendukung bursa selama ini.

Harga saham grup Astra dan sektor perbankan melorot cukup besar. Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,08% menjadi Rp 44.100. Padahal, sebelumnya harga ASII sempat menembus level Rp 46.000 per saham. Sementara di sektor perbankan, mayoritas saham bank-bank besar drop. Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 2,87% menjadi Rp 8.450 per saham.

Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) anjlok 3,81% menjadi Rp 5.050 per saham.Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,42% menjadi Rp 5.650. Harga saham emiten tambang juga tumbang. Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melorot 1,01% menjadi Rp 2.450. Harga saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga turun 2,33% menjadi Rp 2.100 per saham.

Edy Can

dibaca sebanyak : 362 Kali

Investor Saham Mulai Jenuh Beli
Pada pembukaan perdagangan hari ini IHSG melemah 11,8 poin (0,4 persen) ke 2.886,77.
KAMIS, 8 APRIL 2010, 09:42 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Pada awal transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagian pemodal mulai merealisasikan keuntungan jangka pendek (profit taking), setelah indeks hampir menyentuh level 2.900 pada penutupan Rabu 7 April 2010.

Pada pembukaan perdagangan Kamis 8 April 2010, IHSG melemah 11,8 poin (0,4 persen) ke level 2.886,77.

“Meski IHSG mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya, indeks kembali mencetak rekor penutupan harian tertinggi baru di posisi 2.898 kemarin,” kata analis PT BNI Securities Andri Zakaria dalam ulasannya yang diterima VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, pada perdagangan kemarin, IHSG sempat mencapai level tertinggi 2.916. “Indeks berada dalam tren bullish dengan buying power yang kuat, meski rawan koreksi dari sinyal overbought (jenuh beli),” ujar dia.

IHSG, dia melanjutkan, mendekati target resistance di posisi 2.917. Jika level tersebut dapat ditembus, IHSG berpeluang ke level resistance berikutnya di posisi 2.953.

“Namun jika terkoreksi, indeks berpeluang ke support 2.878 dan support berikutnya di 2.850,” tuturnya.

Sementara itu, hingga pukul 09.37 WIB pagi ini, IHSG terus melemah dan terkoreksi 15 poin ke kisaran 2.883. Volume transaksi sekitar 900 ribu lot senilai Rp 300 miliar.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Kamis, 08/04/2010 07:39 WIB
Rekomendasi Saham
Pelemahan IHSG Bakal Berlanjut
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya hanya ditutup naik 17 poin, gagal mempertahankan level psikologis 2.900 yang sempat tertembus. Pelemahan saham tambang logam plus Bumi Resouces (BUMI) dan Telkom (TLKM) menahan laju IHSG.

Pada perdagangan Rabu (7/4/2010), IHSG ditutup menguat 17,613 poin (0,61%) ke level 2.898,582. Indeks LQ 45 juga menguat 2,003 poin (0,35%) ke level 562,678.

Pelemahan IHSG tampaknya akan kembali berlanjut pada perdagangan Kamis (8/4/2010) ini. Apalagi mayoritas bursa-bursa utama dunia juga sedang mengalami koreksi. Investor akan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi ambil untung.

Bursa Wall Street kembali berlanjut melemah setelah seorang Gubernur Bank Sentral Kansas City, Thomas Hoenig mengkritik kebijakan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lebih lama.

Pada perdagangan Rabu (7/4/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 72,47 poin (0,66%) ke level 10.897,52. Indeks Standard & Poor’s 500 melemah 6,99 poin (0,59%) ke level 1.182,45 dan Nasdaq melemah 5,65 poin (0,23%) ke level 2.431,16.

Sementara Bursa Jepang juga dibuka melemah tipis mengikuti koreksi Wall Street. Indeks Nikkei-225 dibuka melamah 82,28 poin (0,73%) ke level 11.210,55.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari selasa (4/07/2010) IHSG ditutup nenguat 17 point (+0.61%) jika kita pada hari selasa asing masih melakukan pembelian di dalam IHSG, tercatat net buy asing sebsear 150 milliar terutama di dalam sector coal mining dan cement tapi jika kita lihat dari RSI yang melakukan Bearish Divergence maka ada baiknya berhati-hati karena besar kemungkinan IHSG akan melakukan koreksi dan jika kita lihat dari Stochastic yang masih berada di area oversold maka diperkirakan profit taking masih akan terjadi dalam bursa dan pada hari ini berkisar pada level 2858 – 2917 dengan saham- saham yang dapat dicermati KIJA, BSDE, dan SGRO.

Panin Sekuritas:

Meski indeks kembali bergerak menguat terlihat kecenderungan arah konsolidasi dalam jangka pendek mengingat minimnya sentimen positif yang dapat mengangkat indeks lebih lanjut. Terlihat saham bluechip mulai mengalami profit taking, meski saham second liner masih menjadi penopang gerak indeks. Hari ini kami perkirakan indeks akan mulai bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 2.871-2.919.

(qom/qom)
Indeks Saham Tertekan Aksi Jual
Kamis, 8 April 2010 – 07:43 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Investor yang mulai jenuh melakukan aksi beli nampaknya sudah mulai menekan pasar saham. Akibatnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) sangat mungkin mengalami pelemahan.

Pasar jenuh beli sebenarnya sudah mulai terlihat pada perdagangan kemarin, dimana maraknya sentimen negatif ternyata hanya mampu membuat indeks saham menguat tipis.

“Untuk hari ini indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.862-2.900,” jelas Trimegah Securities dalam analisa hariannya kepada okezone di Jakarta.

Sentimen positif yang di pasar saat ini adalah optimisme pasar global akibatnya tidak berubahnya Fed Fund rate yang masih rendah, di 0-0,25 persen. Ditambah lagi dengan BI rate yang juga masih stabil dilevel 6,5 persen.

Belum lagi ditambah dengan membaiknya harga minyak mentah. Dimana sekarang ini harga minyak mentah tersebut telah menyentuh level USD87 per barel. Dan ini diikuti dengan naiknya juga harga komoditas yang lainnya.

Hal tersebut menjelaskan jika ekonomi global tengah membaik sekarang ini. dan terimplementasi pada sektor konstruksi juga.

Karena itu Trimegah menuturkan jika saham yang kan berpotensi untuk hari ini adalah dua saham konstruksi, yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR) serta PT Semen Gresik Tbk (SMGR).

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (7/4/2010), IHSG hanya naik 17,6 poin atau 0,61 persen menjadi 2.892,58. Di mana nilai perdagangan tercatat Rp5,2 triliun dengan volume sebanyak 7,09 miliar. Sebanyak 132 saham menguat, 86 saham melemah, dan 74 saham tidak mengalami perubahan.

Adapun sektor perkebunan terpantau menguat sebanyak 40,9 poin, lalu ada sektor property menguat sebanyak tiga poin. Akan tetapi sektor pertambangan yang tadinya menguat, saat ini malah jatuh sebanyak 5,26 poin.(wdi)
PREDIKSI
Indeks masih konsolidasi

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan tetap berada pada level psikologis dalam upayanya menembus level 3.000. Indeks pada hari ini diperkirakan cenderung mendatar.
Manajer Investasi Indo Premier Securities Suherman Santikno mengatakan penurunan atau penguatan indeks akan terjadi dalam persentasi yang terbatas.

“Saat ini merupakan awal dari periode konsolidasi ke level psikologis 3.000. Masih ada ruang untuk bergerak hingga ke 3.000. Indeks akan bergerak di range plus minus 15 poin,” ujarnya, kemarin.

Dia menyebutkan IHSG diperkirakan bergerak dari titik topang 2.885 hingga titik resistan 2.914. Koreksi terhadap indeks diproyeksikan terjadi setelah IHSG menembus level psikologis.

IHSG kemarin ditutup menguat 0,61% atau 17,61 poin ke posisi 2.898,58. Indeks bergerak dalam rentang 2.881,37 sampai 2.916,11. Volume transaksi mencapai 7,10 miliar dengan nilai transaksi Rp5,89 triliun.

Saham pendorong kenaikan IHSG adalah Bank Central Asia 4,68 poin, Gudang Garam 3,45 poin, Unilever Indonesia 2,44 poin, dan Adaro Energy 2,05 poin.

Dari 399 saham yang dihitung oleh IHSG, sebanyak 118 saham harganya naik, 76 saham menurun, dan 205 saham harganya stagnan.

Faktor rupiah

Sementara itu, indeks BISNIS-27 berhasil rebound pada perdagangan kemarin 0,51% ke level 268,37 ditopang oeh aksi beli memanfaatkan momentum koreksi indeks sehari sebelumnya. pembelian investor tampak mendominasi saham-saham pertambangan dan perbankan.

Pergerakan rupiah yang masih kuat bertahan di level Rp9.000 per US$ menjadi daya tarik investor terutama asing untuk mengoleksi saham-saham pertambangan dan perbankan yang telah mengalami tekanan harga akibat kondisi yang overbought dalam tiga pekan terakhir.

Tren apresiasi rupiah terhadap dolar AS yang tetap terjaga menjadi katalis minat beli investor sepanjang perdagangan kemarin. Posisi rupiah yang kuat akan mengurangi risiko naiknya NPL (nonperforming loan) perbankan dari pinjaman debitur yang berdenominasi dolar AS.

Dari luar negeri, sentimen harga minyak dunia yang masih bertahan di posisi tertingginya dalam 18 bulan terakhir yaitu level US$87 per barel, juga menjadi tambahan sentimen positif bagi investor untuk mengoleksi saham-saham pertambangan batu bara.

Oleh Ratna Ariyanti
Wartawan Bisnis Indonesia
&
Harry Setiadi Utomo
Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

 

“gayus” @broker … 080410

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 8:23 am

EKSPOSE
Otoritas selidiki kasus Danareksa

JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menindaklanjuti kasus penggelapan dana nasabah PT Danareksa Sekuritas oleh oknum broker perusahaan itu.
Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK Sarjito mengatakan proses tersebut sudah ditangani bironya.

“Kami sudah menerima Sprin [surat perintah pemeriksaan] dan prosesnya sedang berlangsung,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Kasus dugaan penggelapan dana itu mencuat setelah adanya pengaduan beberapa nasabah perusahaan efek itu yang mengeluhkan dana mereka tidak masuk ke dalam rekeningnya. (bisnis/iaa)

… KARENA GW MAEN ONLINE, MAKA GW SELALU BISA LIAT LANGSUNG DANA FORMAL YANG ADA DI DALAM CATATAN TRANSAKSI GW … nah, pengalaman di atas KARENA INVESTOR MAEN PAKE MANUSIA LANGSUNG yaitu broker saham … selaen itu, gw selalu MEREKONFIRMASIKAN DANA GW YANG UDA MASUK dan YANG KELUAR bak atm harian … dana yang masuk gw rekonfirmasi ke bagian accounting/pembukuan/financial, sementara dana yang keluar akan direkonfirmasi sendiri oleh bagian financial dan gw rekonfirmasi di dalam rekening bank gw lewat online … simple 🙂
Rabu, 07/04/2010 16:39 WIB
21 Sekuritas Luncurkan Online Trading
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Sebanyak 21 sekuritas (broker) tengah dalam proses meluncurkan fasilitas online tradingnya di tahun 2010, melengkapi 20 sekuritas yang telah mengoperasikan online trading.

Menurut Direktur Pengembangan BEI Federica Widyasari Dewi, otoritas bursa tengah menerima laporan dari beberapa AB yang siap menerapkan sistem online trading. Dan bursa juga sangat menyambut baik akan hal ini.

“Kita sih tidak menargetkan, karena itu dari persiapan mereka. Namun yang baru sekitar 21 AB. Ada 20 AB yang sudah menerapkan online trading,” ungkap Kiki.

Sementara itu otoritas bursa sendiri menyatakan kesiapannya, saat banyaknya Sekuritas yang berlomba-lomba menerapkan online trading. Salah caranya adalah dengan peningkatan kapasitas datawerehouse.

Kapasitas yang ada saat ini, akan ditingkatkan menjadi 23 terabyte, atau naik berkali-kali lipat dari datawarehouse yang terpasang. Ditargetkan keseluruhan upgrade datawarehouse akan tuntas pada akhir 2011.

“Kita lakukan secara bertahap, tapi targetnya akhir tahun depan sudah selesai,” tegas Direktur Utama BEI Ito Warsito.

(wep/dro)

BEI Protes Ada Satgas Markus di Bursa
“Memang ada apa di BEI, secara elektronik semua perdagangan sudah ada dalam keterbukaan.”
KAMIS, 8 APRIL 2010, 08:44 WIB
Antique, Purborini

Dirut BEI Ito Warsito (vivanews.com/arinto )
BERITA TERKAIT
Gara-gara Gayus, Orang Pajak Ketakutan
“UKM Paling Banyak Jadi Korban Pajak”
Susno Digilir Dua Komisi DPR Hari Ini
Hari Ini, Susno Dipanggil DPR
RDP Dengan Tiga Pati Polri Terancam Batal
Web Tools

VIVAnews – Otoritas Bursa mempertanyakan target pengawasan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum (Satgas Markus) kepada Bursa Efek Indonesia.

“Memang ada apa di pasar modal, secara elektronik semua perdagangan sudah ada dalam keterbukaan,” kata Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, 7 April 2010.

Hasil penyelidikan Polisi menyatakan, Gayus mempunyai 23 rekening tabungan dan deposito di BCA, Bank Panin, dan Bank Mandiri. Satgas mencurigai asal dana berasal dari beberap emiten yang terdaftar di BEI tersebut.

Ito menuturkan, dia tidak akan menutupi laporan beberapa emiten disangkutpautkan dengan kasus yang terjadi di Direktorat Jenderal Pajak. “Begini, kita punya sistem yang memantau tentang hal itu. Jadi, semua bisa dilihat di sana,” katanya.

Terkait hal tersebut, BEI berencana meminta penjelasan kepada para emiten. “Kita hanya sebatas meminta keterbukaan publik kepada mereka,” kata dia.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews