1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

beda EUforiA dan buBBle … 8 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:28 pm

menurut gw, bubble itu ISTILAH SERIUS ABIS bwat KONDISI PERTUMBUHAN apa pun, termasuk di balon sendiri :P, apalagi gelembung air 😛 … karena kalo balon ditiup terus, maka satu saat akan menegang sekali sehingga pecah juga …
… kondisi bubble adalah proses pertumbuhan atawa kenaikan sebuah kondisi ekonomi yang MASUK AREA MENDEBARKAN UNTUK ANJLOK BERAT … bukti bubble apa? kalo ANJLOK ITU TERJADI dan secara dahsyat … kalo cuma anjlok tapi kecil doank, itu bukan GEJALA BUBBLE …
… sementara euforia adalah situasi kejiwaan pelaku pasar yang TERLALU BERLEBIHAN HEPInya sehingga MENGABAIKAN RISIKO KOREKSI sama sekali … dalam hal ini euforia terasa sekale gejalanya saat secara terus menerus terjadi kenaikan pertumbuhan atawa perkembangan ekonomi, termasuk di bursa saham …
… euforia biasanya akan mendahului sebuah KOREKSI, namun TIDAK SELALU HARUS BUBBLE … koreksi bisa kecil tapi juga bisa dahsyat … koreksi bisa teknikal atawa fundamental … tapi bukan selalu harus bubble …
… ringkasnya euforia adalah gejala umum KEGEMBIRAAN PASAR YANG MENGABAIKAN RISIKO KOREKSI… sedangkan bubble adalah situasi menjelang KEANJLOKAN DAHSYAT …
MELOROT 1,65 PERSEN
IHSG Tertampar Isu “Bubble”
Kamis, 8 April 2010 | 16:26 WIB

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkapar. Pada penutupan pasar hari ini, indeks melorot 1,65 persen atau 47,75 poin menjadi 2.850,83. Para pelaku pasar melakukan aksi jual besar-besaran. Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp 6,4 triliun.
Harga saham-saham yang menggerakkan indeks selama ini melorot. Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) melorot 3,74 persen menjadi Rp 43.800 per saham. Harga saham perusahaan otomotif terbesar ini merupakan yang terendah dalam sepekan terakhir.
Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,42 persen menjadi Rp 5.650 per saham. Harga bank swasta terbesar di Indonesia ini merupakan yang terendah pekan ini. Sebelumnya, harga BBCA sempat mencapai titik tertinggi Rp 5.850 per saham.
Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga jeblok. Harga BUMI turun 1,01 persen menjadi Rp 2.450.
Sementara saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik tipis hanya 0,62 persen menjadi Rp 8.100.
Penurunan indeks ini terjadi setelah Bank Indonesia mengumumkan adanya gejala gelembung harga di bursa. Bank sentral bahkan kini sedang bersiap-siap menahan laju arus dana asing untuk menjaga stabilitas keuangan. Namun, para manajer investasi membantah gejal tersebut. Mereka menganggap harga saham di bursa masih wajar karena kondisi makro ekonomi yang baik. (Edy Can/Kontan)
Investor Ambil Untung, IHSG Kembali Terpuruk
Kenaikan IHSG yang terlalu cepat selama beberapa hari memicu kekhawatiran investor.
KAMIS, 8 APRIL 2010, 16:29 WIB
Arinto Tri Wibowo

Pialang sedih setelah BEI menghentikan perdagangan (AP Photo/Achmad Ibrahim)
BERITA TERKAIT
Saham Unggulan Jenuh Beli, IHSG Turun Tipis
Saham Astra Bergairah, IHSG Tembus 2.887
Tinggal 0,1 Poin, IHSG Samai Rekor Tertinggi
Pemodal Realisasikan Keuntungan Jangka Pendek
Saham Unggulan Masih Atraktif, IHSG Bertahan
Web Tools

IVAnews – Kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terlalu cepat selama beberapa hari terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) memicu kekhawatiran sebagian investor.

Kondisi itu memicu investor untuk mencoba merealisasikan keuntungan jangka pendek (profit taking). Apalagi, sentimen di bursa Asia dan Eropa juga cenderung negatif.

“Khawatir indeks akan terkoreksi setelah naik cukup cepat, investor memilih untuk merealisasikan keuntungan jangka pendek,” kata analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 8 April 2010.

IHSG akhirnya ditutup melemah 47,74 poin (1,64 persen) ke posisi 2.850,83. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 2.898,18 dan terendah 2.837,4.

Volume transaksi mencapai 12,14 juta lot senilai Rp 6,83 triliun dengan frekuensi 111.620 kali. Sebanyak 60 saham menguat, 132 melemah, dan 94 saham lainnya stagnan. Sedangkan sebanyak 208 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham yang mendorong penurunan IHSG di antaranya grup Astra seperti PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp 1.700 (3,73 persen) ke posisi Rp 43.800, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp 600 (3,09 persen) ke level Rp 18.800, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi Rp 600 (3,32 persen) ke posisi Rp 17.450.

Dia menjelaskan, secara teknikal, indeks akan melanjutkan konsolidasi dulu. Meski demikian, beberapa agenda emiten seperti pembagian dividen masih akan dicermati pelaku pasar.

Berdasarkan data BEI di pasar reguler, pemodal asing membukukan penjualan sebesar Rp 1,59 triliun dengan pembelian mencapai Rp 1,2 triliun.

Sementara itu, indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia anjlok di akhir perdagangan hari ini. Para investor ragu apakah pemulihan ekonomi global membenarkan reli kenaikan saham selama setahun terakhir.

Indeks acuan Jepang Nikkei 225 anjlok 116,81 poin (1,0 persen) menjadi 11.176,02. Sedangkan bursa saham Malaysia melemah 0,9 persen dan Singapura turun 0,8 persen.

Indeks Kospi (Korea Selatan) juga turun 0,3 persen menjadi 1.722,25, dan indeks acuan Shanghai (China) melemah 0,4 persen, indeks India turun 0,3 persen, dan indeks Hong Kong turun 0,2 persen.

Indeks saham Thailand anjlok 2,3 persen menyusul pendeklarasian status darurat di ibukota Bangkok dan sekitarnya karena aksi unjuk rasa anti-pemerintah.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Kamis, 08/04/2010 16:12 WIB
IHSG Terpangkas 47 Poin
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan penurunan yang cukup besar lebih dari 1%. Merosotnya saham PT Astra International (ASII) memberi kontribusi besar bagi pelemahan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung mengalami koreksi hingga 11,760 poin ke level 2.886,822. Namun pelemahan IHSG selanjutnya semakin tak terbendung lagi, dan akhirnya ditutup dengan pelemahan paling besar dibandingkan bursa Asia Pasifik lainnya.

Investor memanfaatkan momentum pelemahan bursa-bursa regional untuk melakukan profit taking. Koreksi ini juga dinilai cukup normal mengingat IHSG sebelumnya sudah menguat cukup cepat dan tajam menembus level 2.900.

Pada perdagangan Kamis (8/4/2010), IHSG ditutup melemah 47,748 poin (1,65%) ke level 2.850,834. Indeks LQ 45 juga melemah 11,049 poin (1,96%) ke level 551,629.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.070 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.050 per dolar AS.

Bursa-bursa regional mayoritas juga melemah, kecuali Seoul:
Indeks Shanghai melemah 29,51 poin (0,94%) ke level 3.118,71.
Indeks Hang Seng melemah 61,73 poin (0,28%) e level 21.867,04.
Indeks Nikkei-225 melemah 124,63 poin (1,1%) ke level 11.168,20.
Indeks Straits Times melemah 28,11 poin (0,94%) ke level 2.959,99.
Indeks Seoul naik 7,18 poin (0,42%) ke level 1.733,78.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 111.620 kali pada volume 6.071 juta lembar saham senilai Rp 6,839 triliun. Sebanyak 55 saham naik, 118 saham turun dan 88 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 120 menjadi Rp 2.050, Delta Dunia (DOID) naik Rp 50 menjadi Rp 1.170, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.100, PT Pembangunan Perumahan (PTPP) naik Rp 50 menjadi Rp 720.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang turun harganya antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.700 menjadi Rp 43.800, PTBA turun Rp 600 menjadi Rp 17.450, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 menjadi Rp 18.800, BRI (BBRI) turun Rp 400 menjadi Rp 8.300, BCA (BBCA) turun Rp 200 menjadi Rp 5.650, PGN (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 4.050.
(qom/qom)
Saham Kehabisan Bensin?
Kamis, 8 April 2010 | 08:15 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah kemarin Indeks Harga Saham Gabungan menguat dan kembali mencetak rekor, saham-saham di Bursa Efek Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi karena minimnya sentimen positif untuk kembali bergerak menciptakan rekor baru.
Kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,61 persen pada 2.898,58. Posisi ini merupakan level tertinggi baru, mengalahkan yang terjadi pada tiga hari lalu. Ketika itu IHSG memecahkan rekor yang telah bertahan sejak Januari 2008, yakni 2.887,25.
Menurut analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, meski kemarin indeks kembali bergerak menguat, terlihat kecenderungan arah konsolidasi dalam jangka pendek mengingat minimnya sentimen positif yang dapat mengangkat indeks lebih lanjut. “Terlihat saham bluechip mulai mengalami profit taking meski saham second liner masih menjadi penopang gerak indeks,” ujarnya.
“Hari ini kami perkirakan indeks akan mulai bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 2.871-2.919,” katanya.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s