1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

bisa jadi PEMICU euforia lage … 080410 8 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:26 pm

Kamis, 08/04/2010 18:15 WIB
Peringkat Risiko Investasi RI Turun
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) sebuah organisasi untuk kerjasama dan pembangunan ekonomi memperbaiki peringkat Country Risk Classification (CRC) Indonesia dari semula level 5 menjadi 4. Perubahan peringkat tersebut resmi diberikan kepada RI sejak 2 April 2010.

“CRC Indonesia memang sudah selayaknya dinaikkan. Kenaikan CRC oleh OECD yang telah diupayakan Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini akan berdampak pada penurunan cost of fund atas pinjaman kredit ekspor yang diterima Pemerintah, terutama penurunan yang cukup signifikan pada biaya insurance premium, untuk selanjutnya dapat mengurangi beban APBN. Per Desember 2009, posisi pinjaman kredit ekspor Pemerintah mencapai 10,5% dari total utang luar negeri Pemerintah”, ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A. Sarwono dalam siaran pers, Kamis (08/04/2010).

Dengan CRC pada level 4, berarti Indonesia saat ini telah sejajar dengan negara-negara seperti Mesir, Uruguay, dan Philipina. Sebelumnya, Indonesia berada pada level 5 sejak bulan April 2005 bersama-sama dengan antara lain Vietnam, Paraguay dan Macedonia. Untuk diketahui, peringkat OECD terdiri dari skala level 0 sampai dengan 7.

Hartadi menjelaskan, faktor utama kenaikan peringkat CRC ini adalah indikator ekonomi makro Indonesia yang cukup baik (favourable). Ekonomi Indonesia merupakan salah satu negara yang resilient di tengah gejolak krisis keuangan global dan Indonesia merupakan satu dari sedikit negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2009.

Membaiknya kinerja ekonomi makro dan stabilitas ekonomi tersebut merupakan hasil dari kombinasi antara kebijakan ekonomi yang baik dan berorientasi jangka panjang (forward looking), reformasi struktural yang terus berjalan, serta pengelolaan utang yang cukup baik.

Dari 161 negara, hanya Indonesia yang dalam sidang OECD awal April kemarin yang memperoleh perbaikan peringkat CRC, sementara tiga negara lainnya yaitu Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Yaman, justru memburuk. Hal positif lainnya dari kenaikan CRC ini adalah posisi tawar Indonesia dalam negosiasi pinjaman luar negeri menjadi lebih baik sehingga diharapkan akan memperoleh pinjaman luar negeri khususnya pinjaman kredit ekspor dengan terms and conditions yang lebih menguntungkan.

Dikatakan Hartadi, fundamental makroekonomi yang terjaga, likuiditas eksternal yang semakin menguat, rasio utang Pemerintah yang secara bertahap terus menurun, serta didukung kebijakan fiskal yang berhati-hati dan kelancaran pelaksanaan reformasi struktural, diharapkan dapat menyokong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam satu tahun mendatang sehingga momentum positif dapat terus terjaga untuk perbaikan peringkat CRC selanjutnya.

Sebelumnya, pada 12 Maret 2010, lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) juga menaikkan long-term foreign currency rating Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan long-term local currency tetap di BB+. Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif.

(dru/dnl)
Posisi Tawar Pinjaman Luar Negeri RI Membaik
Kamis, 8 April 2010 – 18:20 wib
TEXT SIZE :
Rani Hardjanti – Okezone

Image : Corbis.com
JAKARTA – Perbaikan peringkat Country Risk Classification (CRC) Indonesia
berbuah manis. Menurut Bank Indonesia (BI), posisi tawar Indonesia dalam negosiasi pinjaman luar negeri menjadi lebih baik.

“Sehingga diharapkan akan memperoleh pinjaman luar negeri khususnya pinjaman kredit ekspor dengan terms and conditions yang lebih menguntungkan,” tutur Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (8/4/2010).

Seperti diberitakan, perbaikan peringkat Country Risk Classification (CRC) Indonesia membaik semula dari level lima menjadi empat (dari skala 0 – 7), sejak 2 April 2010. Dengan CRC pada level 4, berarti Indonesia saat ini telah sejajar dengan negara-negara seperti Mesir, Uruguay dan Philipina. Sebelumnya, Indonesia berada pada level 5 sejak April 2005 bersama-sama dengan antara lain Vietnam, Paraguay dan Macedonia.

Dari 161 negara, hanya Indonesia yang dalam sidang OECD awal April kemarin yang memperoleh perbaikan peringkat CRC, sementara tiga negara lainnya, yaitu Bahrain, Uni Emirat Arab dan Yaman, justru memburuk.

Perbaikan peringkat ini, dilatarbelakangi faktor fundamental makroekonomi yang terjaga, likuiditas eksternal yang semakin menguat, rasio utang pemerintah yang secara bertahap terus menurun. Hal itu merupakan dukungan kehati-hatian kebijakan fiskal dan kelancaran pelaksanaan reformasi struktural.

“Diharapkan hal ini dapat menyokong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam satu tahun mendatang. Sehingga momentum positif dapat terus terjaga untuk perbaikan peringkat CRC selanjutnya,” harap Hartadi.

Sebelumnya, pada 12 Maret 2010, lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) juga menaikkan long-term foreign currency rating Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan long-term local currency tetap di BB+. Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif.(rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s