1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

JENUH bELi @ihsg, lanjutkan … 080410 8 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:54 am

08/04/2010 – 12:35
Astra Lempar Bursa Ke Area Negatif
Ahmad Munjin

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Menjelang akhir pekan, aksi ambil untung pada saham unggulan mulai melanda bursa. IHSG pun terseok, dipimpin saham sektor finansial. Saham grup Astra berada di top looser.

Pada perdagangan Kamis (8/4) sesi siang, IHSG ditutup melemah 47,76 poin (1,65%) ke level 2.850,82. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 11,159 poin (1,98%) ke level 551,52.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai dengan volume transaksi tercatat mencapai 2,886 miliar lembar saham, senilai Rp2,267 triliun dan frekuensi 61.696 kali. Sebanyak 61 saham menguat, 117 saham melemah, dan 76 saham stagnan.

Semua sektor berkontribusi pada koreksi indeks tanpa kecuali. Sektor finansial memimpin pelemahan 2,78%, aneka industri 2,60%, industri dasar 1,84%, pertambangan 1,65%, manufaktur 1,53%, properti 1%, perdagangan 0,95%, infrastruktur 0,67%, konsumsi 0,29%, dan perkebunan 0,36%.

Saham grup Astra memimpin pelemahan bursa siang ini, dimana Astra International (ASII) terkoreksi Rp 1.400 menjadi Rp 44.100 dan United Tractor (UNTR) turun Rp 500 menjadi RP 18.900.

Sedangkan saham finansial yang melemah antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 menjadi Rp 5.050, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 8.450, dan PT Bank Danamon (BDMN) yang turun Rp300 ke Rp5.250.

Yustian Hartono, technical analyst AmCapital Indonesia memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah. “Indeks akan mengarah ke level support kuat 2.840 dan level resistance-nya berada di posisi 2.916,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (8/3).

Menurutnya, indeks hari ini diselimuti suasana profit taking, setelah kenaikan tajam beberapa hari terakhir yang memecahkan level tertinggi dalam sejarah Bursa efek Indonesia.

Namun, indeks hanya akan turun dalam kisaran sempit, tidak terlalu dalam.

Pelemahan indeks hanya koreksi teknis karena faktor profit taking, mengingat ekonomi Indonesia sangat positif dari sisi fundamental. “Apalagi, recovery ekonomi di AS sedang berlangsung,” ujarnya.

Karena itu, Yustian menegaskan, level 2.840 yang sebelumnya merupakan level resistance terkuat indeks, kini telah menjadi support kuat setelah angka ini berhasil ditembus. “Setelah profit taking selesai, potential up indeks masih besar mengarah ke level resistance berikutnya 3.000,” paparnya.

Namun, lanjutnya, level itu belum bisa dipastikan kapan tercapai. Sebab, saat ini indeks sedang diliputi suasana profit taking jangka pendek. Meskipun secara teknis indeks masih dalam posisi up trend dan belum ada indikasi melemah. “Koreksi indeks hari ini lebih dipicu profit taking dan belum ada sentimen negatif yang turut menekan indeks,” tandasnya.

Adapun sektor saham komoditas, seperti tambang dan perkebunan kini menjadi penggerak indeks. Hal ini seiring bertahannya harga minyak di atas level US$85 per barel . “Kenaikan ini menjadi sentimen positif bagi saham-saham di Indonesia yang mayoritas berbasis komoditas,” ungkapnya.

Dalam kondisi ini, saham-saham pilihannya adalah emiten yang masih undervalue. Di antaranya adalah PT Gozco Plantation (GZCO), PT Adaro Energy (ADRO), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), dan PT Bank Mandiri (BMRI). “Setelah profit taking berkurang, saya sarankan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya. [ast/mdr]
Kamis, 08 April 2010 | 11:46

GEJALA BUBLE

BI: Ada Gejala Bubble di Bursa

… TUMBEN BI PUNYA KOMENTAR SOAL KONDISI BURSA SAHAM … EMANG mereka TAU APA SOAL MAEN SAHAM 😛 … menurut gw ISTILAH BUBBLE ITU BARU BENERAN TERBUKTI KALO UDA MELETUS DAHSYAT, artinya ihsg LANGSUNG ANJLOK ABIS-ABISAN, misalnya ke 2700 atawa 2500 … gitu aja kok repot 🙂
… dugaan gw, BI NGOCEH2 SEPERTI INI KARENA KEWALAHAN RUPIAH MENGUAT TERLALU CEPAT SEHINGGA EKSPOR INDON BAKALAN TERUSIK sekale … JUGA KARENA BI KEWALAHAN MANUVER DI PASAR SEHINGGA HARUS MENGONGKOSI BIAYA INTERVENSI … mestinya BI TETAP BEKERJA PROFESIONAL MENGURUSI SOAL INFLASI dan PEMBENAHAN BANK, BUKAN FOKUS UTAMA PADA TINGKAT RUPIAH, kecuali pada saat RP TERJEREMBAB dahsyat …

JAKARTA. Harga saham yang melenting tinggi mulai mengkhawatirkan. Sebagian analis menilai kenaikan harga saham sudah menimbulkan gejala bubble.

“Harga saham sekarang sudah melebihi nilai fundamentalnya,” kata Perry Warjiyo, Kepala Riset Ekonomi dan Kebijkan Moneter Bank Indonesia seperti dikutip dari Bloomberg.

Perry yang juga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan apa pun metodologi yang dipakai menunjukkan telah terjadi gelembung di bursa. Karena itu, dia mengungkapkan Bank Indonesia sedang bersiap mengontrol arus dana yang masuk ke pasar saham untuk menjaga stabilitas keuangan.

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi kemarin di level 2.898,58. Kinerja indeks ini merupakan salah satu dari 20 yang terbaik di Asia Pasific. Kenaikan indeks ini didorong oleh membanjirinya dana asing.

Namun, Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mengatakan penguatan indeks menunjukkan kondisi real ekonomi sekarang. “Kondisi ekonomi menunjukkan pertumbuhan GDP dan inflasi yang moderat,” katanya.

Para manajer investasi sendiri menilai belum ada gejala buble di bursa.”Kondisi makro ekonomi kita tetap solid dan ini mendorong asing masuk,” kata Vice President Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo. Hal senada juga dikatakan Kepala Investasi Manulife Asset Management Raymond Gin. Dia mengatakan nilai saham sekarang masih wajar.

Edy Can kontan
Kamis, 08 April 2010 | 12:07

BURSA SAHAM

Indeks Terperosok Setelah Kabar Bubble Beredar

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok pada sesi perdagangan pertama hari ini. Indeks turun 1,65% ke level 2.850,82.

Penyebab kejatuhan indeks ini setelah Kepala Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ada gejala bubble di bursa.

Dia mengatakan bank sentral sedang bersiap mengontrol arus dana asing yang masuk untuk menjaga stabilitas keuangan. Pelemahan indeks ini disertai dengan aksi jual saham-saham pendukung bursa selama ini.

Harga saham grup Astra dan sektor perbankan melorot cukup besar. Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,08% menjadi Rp 44.100. Padahal, sebelumnya harga ASII sempat menembus level Rp 46.000 per saham. Sementara di sektor perbankan, mayoritas saham bank-bank besar drop. Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 2,87% menjadi Rp 8.450 per saham.

Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) anjlok 3,81% menjadi Rp 5.050 per saham.Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,42% menjadi Rp 5.650. Harga saham emiten tambang juga tumbang. Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melorot 1,01% menjadi Rp 2.450. Harga saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga turun 2,33% menjadi Rp 2.100 per saham.

Edy Can

dibaca sebanyak : 362 Kali

Investor Saham Mulai Jenuh Beli
Pada pembukaan perdagangan hari ini IHSG melemah 11,8 poin (0,4 persen) ke 2.886,77.
KAMIS, 8 APRIL 2010, 09:42 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Pada awal transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagian pemodal mulai merealisasikan keuntungan jangka pendek (profit taking), setelah indeks hampir menyentuh level 2.900 pada penutupan Rabu 7 April 2010.

Pada pembukaan perdagangan Kamis 8 April 2010, IHSG melemah 11,8 poin (0,4 persen) ke level 2.886,77.

“Meski IHSG mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya, indeks kembali mencetak rekor penutupan harian tertinggi baru di posisi 2.898 kemarin,” kata analis PT BNI Securities Andri Zakaria dalam ulasannya yang diterima VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, pada perdagangan kemarin, IHSG sempat mencapai level tertinggi 2.916. “Indeks berada dalam tren bullish dengan buying power yang kuat, meski rawan koreksi dari sinyal overbought (jenuh beli),” ujar dia.

IHSG, dia melanjutkan, mendekati target resistance di posisi 2.917. Jika level tersebut dapat ditembus, IHSG berpeluang ke level resistance berikutnya di posisi 2.953.

“Namun jika terkoreksi, indeks berpeluang ke support 2.878 dan support berikutnya di 2.850,” tuturnya.

Sementara itu, hingga pukul 09.37 WIB pagi ini, IHSG terus melemah dan terkoreksi 15 poin ke kisaran 2.883. Volume transaksi sekitar 900 ribu lot senilai Rp 300 miliar.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Kamis, 08/04/2010 07:39 WIB
Rekomendasi Saham
Pelemahan IHSG Bakal Berlanjut
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya hanya ditutup naik 17 poin, gagal mempertahankan level psikologis 2.900 yang sempat tertembus. Pelemahan saham tambang logam plus Bumi Resouces (BUMI) dan Telkom (TLKM) menahan laju IHSG.

Pada perdagangan Rabu (7/4/2010), IHSG ditutup menguat 17,613 poin (0,61%) ke level 2.898,582. Indeks LQ 45 juga menguat 2,003 poin (0,35%) ke level 562,678.

Pelemahan IHSG tampaknya akan kembali berlanjut pada perdagangan Kamis (8/4/2010) ini. Apalagi mayoritas bursa-bursa utama dunia juga sedang mengalami koreksi. Investor akan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi ambil untung.

Bursa Wall Street kembali berlanjut melemah setelah seorang Gubernur Bank Sentral Kansas City, Thomas Hoenig mengkritik kebijakan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lebih lama.

Pada perdagangan Rabu (7/4/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 72,47 poin (0,66%) ke level 10.897,52. Indeks Standard & Poor’s 500 melemah 6,99 poin (0,59%) ke level 1.182,45 dan Nasdaq melemah 5,65 poin (0,23%) ke level 2.431,16.

Sementara Bursa Jepang juga dibuka melemah tipis mengikuti koreksi Wall Street. Indeks Nikkei-225 dibuka melamah 82,28 poin (0,73%) ke level 11.210,55.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari selasa (4/07/2010) IHSG ditutup nenguat 17 point (+0.61%) jika kita pada hari selasa asing masih melakukan pembelian di dalam IHSG, tercatat net buy asing sebsear 150 milliar terutama di dalam sector coal mining dan cement tapi jika kita lihat dari RSI yang melakukan Bearish Divergence maka ada baiknya berhati-hati karena besar kemungkinan IHSG akan melakukan koreksi dan jika kita lihat dari Stochastic yang masih berada di area oversold maka diperkirakan profit taking masih akan terjadi dalam bursa dan pada hari ini berkisar pada level 2858 – 2917 dengan saham- saham yang dapat dicermati KIJA, BSDE, dan SGRO.

Panin Sekuritas:

Meski indeks kembali bergerak menguat terlihat kecenderungan arah konsolidasi dalam jangka pendek mengingat minimnya sentimen positif yang dapat mengangkat indeks lebih lanjut. Terlihat saham bluechip mulai mengalami profit taking, meski saham second liner masih menjadi penopang gerak indeks. Hari ini kami perkirakan indeks akan mulai bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 2.871-2.919.

(qom/qom)
Indeks Saham Tertekan Aksi Jual
Kamis, 8 April 2010 – 07:43 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Investor yang mulai jenuh melakukan aksi beli nampaknya sudah mulai menekan pasar saham. Akibatnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) sangat mungkin mengalami pelemahan.

Pasar jenuh beli sebenarnya sudah mulai terlihat pada perdagangan kemarin, dimana maraknya sentimen negatif ternyata hanya mampu membuat indeks saham menguat tipis.

“Untuk hari ini indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.862-2.900,” jelas Trimegah Securities dalam analisa hariannya kepada okezone di Jakarta.

Sentimen positif yang di pasar saat ini adalah optimisme pasar global akibatnya tidak berubahnya Fed Fund rate yang masih rendah, di 0-0,25 persen. Ditambah lagi dengan BI rate yang juga masih stabil dilevel 6,5 persen.

Belum lagi ditambah dengan membaiknya harga minyak mentah. Dimana sekarang ini harga minyak mentah tersebut telah menyentuh level USD87 per barel. Dan ini diikuti dengan naiknya juga harga komoditas yang lainnya.

Hal tersebut menjelaskan jika ekonomi global tengah membaik sekarang ini. dan terimplementasi pada sektor konstruksi juga.

Karena itu Trimegah menuturkan jika saham yang kan berpotensi untuk hari ini adalah dua saham konstruksi, yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR) serta PT Semen Gresik Tbk (SMGR).

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (7/4/2010), IHSG hanya naik 17,6 poin atau 0,61 persen menjadi 2.892,58. Di mana nilai perdagangan tercatat Rp5,2 triliun dengan volume sebanyak 7,09 miliar. Sebanyak 132 saham menguat, 86 saham melemah, dan 74 saham tidak mengalami perubahan.

Adapun sektor perkebunan terpantau menguat sebanyak 40,9 poin, lalu ada sektor property menguat sebanyak tiga poin. Akan tetapi sektor pertambangan yang tadinya menguat, saat ini malah jatuh sebanyak 5,26 poin.(wdi)
PREDIKSI
Indeks masih konsolidasi

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan tetap berada pada level psikologis dalam upayanya menembus level 3.000. Indeks pada hari ini diperkirakan cenderung mendatar.
Manajer Investasi Indo Premier Securities Suherman Santikno mengatakan penurunan atau penguatan indeks akan terjadi dalam persentasi yang terbatas.

“Saat ini merupakan awal dari periode konsolidasi ke level psikologis 3.000. Masih ada ruang untuk bergerak hingga ke 3.000. Indeks akan bergerak di range plus minus 15 poin,” ujarnya, kemarin.

Dia menyebutkan IHSG diperkirakan bergerak dari titik topang 2.885 hingga titik resistan 2.914. Koreksi terhadap indeks diproyeksikan terjadi setelah IHSG menembus level psikologis.

IHSG kemarin ditutup menguat 0,61% atau 17,61 poin ke posisi 2.898,58. Indeks bergerak dalam rentang 2.881,37 sampai 2.916,11. Volume transaksi mencapai 7,10 miliar dengan nilai transaksi Rp5,89 triliun.

Saham pendorong kenaikan IHSG adalah Bank Central Asia 4,68 poin, Gudang Garam 3,45 poin, Unilever Indonesia 2,44 poin, dan Adaro Energy 2,05 poin.

Dari 399 saham yang dihitung oleh IHSG, sebanyak 118 saham harganya naik, 76 saham menurun, dan 205 saham harganya stagnan.

Faktor rupiah

Sementara itu, indeks BISNIS-27 berhasil rebound pada perdagangan kemarin 0,51% ke level 268,37 ditopang oeh aksi beli memanfaatkan momentum koreksi indeks sehari sebelumnya. pembelian investor tampak mendominasi saham-saham pertambangan dan perbankan.

Pergerakan rupiah yang masih kuat bertahan di level Rp9.000 per US$ menjadi daya tarik investor terutama asing untuk mengoleksi saham-saham pertambangan dan perbankan yang telah mengalami tekanan harga akibat kondisi yang overbought dalam tiga pekan terakhir.

Tren apresiasi rupiah terhadap dolar AS yang tetap terjaga menjadi katalis minat beli investor sepanjang perdagangan kemarin. Posisi rupiah yang kuat akan mengurangi risiko naiknya NPL (nonperforming loan) perbankan dari pinjaman debitur yang berdenominasi dolar AS.

Dari luar negeri, sentimen harga minyak dunia yang masih bertahan di posisi tertingginya dalam 18 bulan terakhir yaitu level US$87 per barel, juga menjadi tambahan sentimen positif bagi investor untuk mengoleksi saham-saham pertambangan batu bara.

Oleh Ratna Ariyanti
Wartawan Bisnis Indonesia
&
Harry Setiadi Utomo
Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s